Bupati Rote Ndao Minta BPKP Lakukan Audit Investigasi


sergapntt.com [KUPANG] – BPKP Perwakilan NTT diminta untuk melakukan audit investigasi atas 51 paket proyek bermasalah di Kabupaten Rote Ndao. Sebagaimana temuan Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, terdapat kerugian negara sekira Rp 50 miliar lebih.
Permintaan itu disampaikan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning kepada wartawan di bandara El Tari Kupang, sebelum berangkat ke Jakarta, Senin (5/12).  
“Tidak ada target tertentu. Pemerintah hanya ingin menyelamatkan uang daerah,” tegas Leonard.
Dijelaskan, temuan tersebut selain diserahkan kepada BPKP Perwakilan NTT,  juga diserahkan kepada Gubernur NTT, Kapolda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Polres Rote Ndao, Kejari Rote Ndao,bupati dan juga kepada ketua DPRD Rote Ndao.
Ia membeberkan, dugaan penyimpangan yang dilaporkan antaranya pembangunan jalan lingkar luar selatan pulau Rote tahun 2008 yang menelan dana sebesar Rp 26 miliar lebih. Di mana, pembangunan jalan hotmix harusnya 10 kilometer, namun yang dikerjakan hanya tujuh kilometer. Selain itu, rencana pembangunan empat jembatan, tapi hanya dibangunan dua jembatan.
“Hanya dengan cara melapor ke BPKP untuk dilakukan audit investigasi, uang negara bisa diselamatkan dan akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau ada utang harus dibayar,” tegasnya.
Leonard sangat menyayangkan kejadian itu karena temuan tersebut sudah bertahun-tahun, tetapi tidak diselesaikan. Karena itu, dengan melaporkan ke BPKP, ia berhadap uang negara yang diselewengkan segera dikembalikan.
Ditegaskan, laporan kepada BPKP adalah wujud dari komitmennya menciptakan penyelenggaraan pemerintah yang bersih dan berwibawa yang didukung oleh pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
By. LITA

Destinasi Laut Mati Sangat Fantastis


sergapntt.com [BA’A] – Menyadari ikon kawasan laut mati di wilayah Desa Sotimori Kecamatan Rote Timur yang fantastis, objek tersebut perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao untuk menunjang popularitas objek wisata tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut hingga kini kondisinnya tidak terawat dan sangat memprihatinkan. Padahal, kawasan tersebut banyak dikunjungi masyarakat luar Kabupaten Rote Ndao dan wisatawan mancanegara bahkan warga Rote sendiri.
Kepala Desa Sotimori, Aser Bulan, Senin (5/12) menegaskan, guna mendongkrak popularitas kawasan laut mati yang selama ini masih tenggelam ketenarannya, pemerintah melalui dinas terkait mempromosikan objek wisata tersebut dengan membuka askes jalan yang baik, pembangunan rumah kecil (lopo) dan menanam pohon yang cocok dengan keadaan tanah pasir.
“Merupakan suatu kebanggaan dari kami jika pemerintah melalui  dinas terkait bisa mengekspose objek tersebut, sehingga masyarakat luar daerah maupun dalam daerah Kabupaten Rote Ndao bisa mengenal keberadaan laut mati dan datang mengunjungi objek itu,” katanya.
Menurut Aser, jika pengunjung makin berdatangan, maka masyarakat ekonomi lemah sedikit diuntungkan. “Beberapa bulan lalu objek laut mati ini masih dikunjungi oleh pak Ketua DPRD Provinsi, Ibrahim Agustinus Medah beserta rombongan dan hal ini sangat menarik karena ternyata dari beberapa staf rombongan tersebut tidak menyangka kalau Kabupaten Rote Ndao juga memiliki laut mati,” jelasnya.
Masyarakat mengharapkan, dengan terisolirnya kawasan objek laut mati serta minusnya promosi objek tersebut untuk menarik pengunjung, kirannya pemerintah melalui dinas terkait bisa mendongkrak popularitas objek tersebut terutama membangun infrastruktur ke lokasi tersebut.
RND

Kapolres Kupang Survei Lokasi Pembangunan Polres Sabu Raijua


sergapntt.com [MENIA] – Kapolres Kupang, AKBP Muhammad Slamet didampingi Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, Senin (5/12/11) melakukan survei lokasi pembangunan kantor Polres Sabu Raijua di Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah.
Kapolres Kupang wartawan dia menjelaskan, kehadirannya di Sabu Raijua selain memberikan arahan kepada personil polisi yang bertugas di Sabu Raijua, juga untuk melihat secara dekat Sabu Raijua yang berada dibawah wilayah keamanan Polres Kupang.
Agenda lain yang tidak kalah penting katanya adalah untuk melakukan survei lokasi pembangunan kantor Polres Sabu Raijua yang nanti akan berdiri sendiri. “Saya juga ke sini adalah atas undangan bapak bupati untuk melihat langsung lokasi yang telah disiapkan oleh masyarakat dan pemerintah ditempat ini,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya sangat berterima kasih serta memberi apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Sabu Raijua yang telah dengan senang hati menyiapkan lokasi untuk pembangunan kantor Polres Sabu Raijua.
“Tentu saja institusi Polri tidak bisa melakukan pembangunan yang bersifat fisik apabila dari masyarakat dan pemerintah daerah tidak berpartisipasi menyiapkan lahannya dalam hal pembangunan kepolisian,” jelasnya.
Ia mengatakan, dirinya selaku Kapolres telah memberikan arahan dan motivasi kepada semua personil yang bertugas di Sabu Raijua agar bisa melaksanakan tugas tidak boleh dengan kondisi terpaksa karena banyak potensi yang bisa dikembangkan di Sabu Raijua.
“Saya memberikan motivasi kepada mereka bahwa berkat Tuhan di mana saja selalu ada. Karena selama ini ada image dari anggota kita bahwa kalau ditugaskan di Sabu Raijua, mereka merasa dibuang dan merasa terasingkan. Namun setelah saya melihat dari dekat, ternyata banyak potensi yang bisa digali didaerah ini,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, polisi hadir di suatu tempat karena adanya masyarakat. Tanpa masyarakat, maka personil polisi tidak mungkin ada di suatu tempat. Untuk itu, ia menekankan kepada personil yang ada untuk bisa hidup bersama dengan masyarakat di mana mereka bertugas sesuai dengan amanat Kapolri untuk menanamkan polmas.
“Memberikan pemahaman tentang polmas kepada masyarakat yang artinya masyarakat harus menjadi polisi terhadap dirinya sendiri karena baik di Sabu Raijua maupun diseluruh Indonesia jumlah personil polisi masih sangat kurang, sehingga kita perlu mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” katanya.
Sementara, Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome pada kesempatan itu mengatakan, kehadiran personil polisi di Sabu Raijua sangat dinantikan oleh masyaralat dalam hal memberikan rasa aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat.
“Ada berbagai aturan yang perlu ditegakkan yang mana menjadi kewenangan polisi, sehingga kehadiran polisi sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah ini,” tegasnya.
By. SBR

Dinas PPO Akan Bangun Kembali SMPN Kimbana


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Belu, Patrisius Asa yang dikonfirmasi, Senin (5/12/11) terkait dengan robohnya gedung SMPN Kimbana akibat puting beliung, Jumat (2/12/11) lalu mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari kepala SMPN Kimbana kalau sejumlah ruang kelas roboh dihantam angin puting beliung.
“Laporan sudah kami terima dari kepala sekolah, kalau sejumlah gedung SMPN Kimbana roboh,” jelasnya.
Pihaknya juga telah menyampaikan laporan itu kepada bupati Belu untuk diketahui dan bisa dicarikan jalan keluar agar proses belajar mengajar pada sekolah itu dapat berjalan dengan normal. Lebih dari itu agar pada tahun anggaran mendatang bisa diupayakan anggaran untuk pembangunan gedung baru untuk persekolahan. “Kami sudah laporkan juga kepada bupati Belu untuk dicarikan jalan keluar,” bilangnya.
Diakui, ruang kelas yang roboh itu terbuat dari bebak dengan usia yang sudah cukup lama, sehingga perlu untuk pembangunan baru. Seiring dengan peristiwa itu, maka akan diupayakan pembangunan gedung baru pada tahun mendatang. “Memang gedung ada, tapi gedung bebak dan kedepan kami akan upayakan anggaran untuk bangun kembali gedung sekolah yang baru dan permanen,” ucapnya.
Dikatakan, saat ini pembahasan APBD tahun anggaran 2012 sudah dimulai dan pihaknya akan segera memasukkan anggaran untuk pembangunan sekolah tersebut untuk disetujui bersama sehingga dapat dikerjakan pada tahun anggaran mendatang.
Menyoal proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada sekolah itu dia mengatakan, ada beberapa ruang sekolah permanen yang masih utuh untuk dapat melaksanakan KBM. Hanya saja tambahnya, ruang itu tidak menampung semuanya dilihat dengan jumlah siswa. Pihaknya sedang berkoordinasi untuk menentukan sekolah pagi dan sore pada sekolah itu atau memakai gedung SMAN Kimbana untuk proses KBM.
“Untuk KBM kami sedang upayakan berjalan lancar. Ada beberapa ruang kelas permanen masih utuh untuk KBM. Kalau tidak bisa, bisa sekolah pagi dan sore atau gunakan sementara gedung SMAN Kimbana pada sore hari sambil tunggu pembangunan gedung baru,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 10 ruangan SMPN Kimbana di Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat, Jumat (2/12) sekira pukul 15.00 Wita roboh setelah diterjang hujan dan angin puting beliung yang menimpa daerah itu.
Dari sepuluh ruangan yang roboh itu, satu ruangan merupakan gedung permanen yang dijadikan ruang guru. Sedangkan sembilan ruangan lainnya merupakan ruang kelas atau rombongan belajar yang dibangun menggunakan bebak.
Akibat robohnya sembilan ruang kelas dan sebuah ruangan guru itu, proses belajar mengajar pada sekolah itu terganggu. Sebab, hanya ada beberapa ruangan kelas yang digunakan untuk proses belajar mengajar.
By. ATB

Pemkab Belu Akan Surati Dirut PLN Terkait Mandeknya PLTU Aufuik


sergapntt.com [ATAMBUA – Pembangunan PLTU Aufuik terlihat mandek alias jalan ditempat. Karena itu, Sabtu (3/12/11) lalu, Bupati Belu, Joachim Lopez beserta jajarannya turun ke lapangan meninjau pembangunan PLTU Aufuik.
“Kami Sabtu lalu sudah turun langsung ke lapangan untuk lihat pengerjaan proyek itu,” bilang Joachim.
Dikatakan, dari penjelasan konsultan pengawas saat kunjungan itu, mesin pembangkit semuanya sudah ada di lokasi proyek dan sementara dikerjakan beberapa hal terkait dengan tempat mesin.
Hanya saja, proyek itu berjalan agak tersendat selain karena terkendala pergantian kontraktor pelaksana, juga akibat dengan material. “Semua sedang dikerjakan. Saat ini kendalanya adalah material untuk pembangunan tempat mesin,” katanya.
Untuk material ternyata menjadi kendala utama saat ini. Sebab, material khususnya pasir tidak sesuai dengan spek, di mana kadar lumpur lebih banyak, sehingga tidak dapat dipakai.
Karena kondisi itu, material harus didatangkan dari luar untuk pelaksanaan berbagai item pekerjaan, khususnya untuk tempat mesin.
Selain kendala material dan pergantian kontraktor, ada juga kendala lain yang dikemukakan yakni masalah pembangunan tower jaringan listrik, di mana ada sejumlah titik melewati kawasan hutan lindung, sehingga belum dibangun karena diperlukan izin dari Kementerian Kehutanan.
Joachim menyebutkan, pihaknya akan segera menyurati Dirut PLN terkait pembangunan PLTU yang sementara dilakukan agar secepatnya dikerjakan dan masyarakat Kabupaten Belu segera menikmati listrik yang berasal dari PLTU. “Kami akan surati Dirut PLN dalam beberapa waktu ini supaya pekerjaan bisa segera dituntaskan oleh kontraktor pelaksana dan masyarakat bisa nikmati listrik yang didambakan selama ini,” paparnya.
Dia berharap, mega proyek milik PLN yang dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Belu dan TTU itu bisa segera selesai dan masyarakat dapat menikmati listrik.
Pemerintah katanya, akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait agar pembangunan PLTU terus berjalan dan akhir 2012 sebagian mesin berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Belu dan TTU.
Sementara itu, konsultan pengawas pembangunan PLTU Aufuik, Rojaya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi kontraktor diantaranya masalah material seperti pasir dan masalah pembangunan tower jaringan listrik.
Walau demikian, kontraktor akan terus melakukan pembangunan PLTU dan akhir 2012 nanti satu atau dua mesin pembangkit sudah berfungsi.
Menyoal persentase pengerjaan proyek, dia mengatakan, secara keseluruhan telah mencapai 77,5 persen dan diperkirakan akhir tahun 2012 bisa dioperasikan mesin pembangkit.
By. ATB