Mahasiswa STP Mengadu ke Kemenag Belu


sergapntt.com [ATAMBUA] – Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Kefamenanu yang kuliah melalui jalur Dua Model Sistem (DMS) Kabupaten Belu mengadu ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu karena setelah menjalani perkuliahan selama sembilan bulan, kembali dialihkan ke jalur reguler.
Menurut mereka, pengalihan yang dilakukan membuat mereka tidak dapat melanjutkan kuliah. Sebab, selama ini mereka tidak membayar uang kuliah alias gratis. Karena, jalur DMS semua biaya ditanggung oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI.
“Kalau kami dialihkan ke kelas reguler STP Kefa, pastinya kami tidak bisa biaya karena kami ini guru kontrak dengan gaji seadanya,” kata salah satu mahasiswa, Yoce Amalo kepada Arnold Bria Sae, Kasi Bimas Pendidikan Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu.
Dilanjutkan, pihaknya mempertanyakan kenapa sejak awal tidak diberitahukan kalau 32 mahasiswa dari 70 orang akan mengambil jalur reguler, namun setelah kuliah selama sembilan bulan barulah diinformasikan kalau harus keluar dari jalur DMS ke jalur reguler.
Diuraikan, pihaknya menjalani perkuliahan karena ada beasiswa dari Dirjen Bimas Katolik. Jika tidak, pastinya tidak akan menjalani perkuliahan karena ketiadaan biaya.
Senada, sejumlah mahasiswa kepada Kepala Seksi Bimas Pendidikan Katolik itu mengatakan, mereka dirugikan dengan kebijakan itu, sebab selama sembilan bulan telah ada pengorbanan yang besar, baik transportasi maupun membeli modul dan buku referensi maupun kos-kosan. Sebab, semua yang mengikuti kuliah berada di desa-desa.
Mereka berharap ada kebijakan yang pro mereka agar bisa melanjutkan perkuliahan. Jika tetap saja tidak pastinya akan putus kuliah atau DO akibat ketiadaan biaya.
Mendengarkan keluhan para mahasiswa, Kasi Bimas Pendidikan Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Arnold Bria Sae mengatakan, pihaknya akan melakukan cross check lebih lanjut apalagi SK dari Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Katolik belum turun. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Lembaga Perguruan Tinggi Katolik (LPTK) dalam hal ini STP St Petrus Kefamenanu untuk mendapatkan penjelasan lebih jauh.
Yang jelas ungkapnya, nama-nama semua mahasiswa jalur DMS sudah diusulkan hanya saja belum ada SK dari Kementerian.
Terpisah, Romo Paulus Nahak, Pr yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan surat yang disampaikan kepadanya ada 32 orang yang harus dipindahkan ke jalur reguler akibat dari persyaratan yang diminta untuk jalur DMS tidak dipenuhi. Walau demikian, SK untuk menentukan siapa yang harus ke jalur reguler maupun jalur DMS belum ada.
Kalaupun masuk jalur reguler, pihaknya akan mengatur agar sebagian biaya bisa ditanggung lembaga dan lainnya akan ditanggung mahasiswa bersangkutan.
Dikatakan, karena SK belum turun, pihaknya meminta mahasiswa kuliah saja tanpa biaya apapun selain diktat ataupun modul. Namun ketika SK turun dan harus ada yang ke jalur reguler, maka harus dijalankan.
By. ED

Bonet Jadi Mulok Di SMAN Ayotupas


sergapntt.com [SOE] – Salah satu tarian daerah masyarakat Kabupaten TTS kini menjadi perhatian serius beberapa lembaga sekolah. Untuk menjaga kelestariannya, tarian Bonet dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal (mulok) yang diajarkan kepada semua siswa dari kelas satu hingga kelas tiga.
Kepala SMAN Ayotupas Kecamatan Amanatun Utara, Yunus Tloim mengatakan pihaknya  ingin melestarikan tarian Bonet.
“Tarian Bonet ini sudah mulai hilang karena hanya orang tua saja yang biasa lakukan. Sementara generari muda sudah tidak peduli lagi dengan budaya daerah. Sehingga di dalam KTSP kita masukkan Bonet sebagai mata pelajaran muatan lokal. Diajarkan secara teori maupun praktek,” papar Yunus.
Dia menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dibangun tahun 2002 itu. Namun keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu hambatan yang belum bisa teratasi.
Disebutkan, selain sarana belajar, rombongan belajar yang bertambah membuat pihaknya kewalahan. Pasalnya, sejak berdiri tahun 2002 baru dibangun tiga ruang belajar permanen.
“Kalau tenaga guru sudah cukup. Tapi sampai sekarang kita masih kekurangan ruang belajar. Dibandingkan dengan jumlah rombongan belajar, memang sangat kurang karena kita punya 18 rombongan belajar, sementara kita baru punya tiga ruangan. Jadi selama ini kita hanya menggunakan tujuh ruangan milik salah satu SD. Tapi kondisinya memprihatinkan karena berdinding bebak dan itupun bangunan tahun 1970-an. Sehingga kita masih kekurangan 15 ruangan,” imbuhnya.
By. ER

Tiga Warga Pakistan Dihukum Mati Karena Membunuh Dua Wanita Indonesia


sergapntt.com [Mekkah] – Dua wanita asal Indonesia dan seorang pria Pakistan dibunuh oleh tiga pemuda asal Pakistan di Arab Saudi. Atas perbuatan mereka tersebut, ketiga warga Pakistan itu dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA) Arab Saudi.
Vonis mati MA ini menguatkan putusan pengadilan sebelumnya atas ketiga pria Pakistan itu. Tidak disebutkan identitas kedua WNI yang menjadi korban, namun salah satu di antaranya sedang hamil saat dibunuh.

Seperti diberitakan Arab News, Rabu (1/11/20110), ketiga pria Pakistan tersebut masuk dalam jaringan pencucian uang. Bahkan proses pembunuhan keji ini dilakukan di sekitar Masjid Haram di Mekkah pada masa 10 hari terakhir Ramadhan beberapa tahun yang lalu.

Para anggota geng tersebut diketahui mentransfer uang dalam jumlah besar ke Pakistan dan beberapa negara Teluk lainnya. Pada awalnya, kelompok tersebut berjumlah empat orang, termasuk pria Pakistan yang dibunuh. Namun, ketiganya kesal karena korban bertindak layaknya sebagai pimpinan geng tersebut.

Pada suatu waktu, ketiganya memanggil rekannya itu untuk datang ke rumah ketiga pria Pakistan itu dan menyajikan sebuah teh dengan pil tidur di dalamnya. Setelah korban tidak sadar, ketiganya langsung membunuh rekan mereka itu dan memotong-motong bagian tubuh korban menjadi beberapa bagian dan dibuang ke tempat sampah.

Seorang wanita Indonesia yang menjalin affair dengan para anggota geng tersebut, termasuk korban, datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang korban. Betapa kagetnya dia ketika melihat pria Pakistan itu telah tewas. Para anggota geng pun membunuh wanita itu karena khawatir dia akan melapor ke polisi. Mereka juga memasukkan jasadnya ke kotak sampah.

Beberapa hari kemudian, seorang wanita Indonesia yang merupakan teman wanita yg dibunuh itu, menghubungi anggota geng itu lewat telepon untuk menanyakan temannya itu. Ketika didesak mengenai keberadaan korban, para pelaku memberitahu kalau wanita Indonesia itu tinggal bersama mereka.

Akhirnya wanita itu pun memutuskan datang ke rumah tersebut. Saat datang, kondisi wanita ini tengah hamil beberapa bulan. Wanita ini juga langsung dibunuh dan mayatnya dibuang ke tempat sampah. Setelah melakukan aksinya, ketiganya kabur. Sang pemilik rumah yang datang kemudian hari menemukan mayat yang dikuburkan di halaman rumahnya.

Polisi yang melakukan pencarian mengejar para pelaku dan menangkapnya. Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman mati atas tindakan kriminal yang dilakukan ketiganya.

by. ED

Papua Diguncang Gempa 5,7 SR


sergapntt.com [Jakarta] – Setelah sebelumnya Aceh, kini Papua juga digoyang gempa bumi. Gempa berkekuatan 5,7 Skala Ricther (SR) mengguncang barat daya, Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua. 
Berdasarkan situs BMKG, Senin (5/12/2011) pusat gempa berada di kedalaman 14 kilometer. Titik pusat gempa berada di 5.4 Lintang Selatan dan 140.40 Bujur Timur.

Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Gempa juga melanda kawasan Sinabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada pukul 01.09 WIB, dini hari. Gempa berkekuatan 5.1 Skala Ritcher (SR) tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.

Gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada pada 1.48 LU – 95.26 BT. Gempa tersebut terletak di 165 kilometer barat daya Sinabang, provinsi NAD. Gempa juga berjarak dari 260 kilometer Barat Laut Gunung Sitoli. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini.

Sementara itu, gempa berkekuatan 5 Skala Richter juga mengguncang timur laut Sorong Papua Barat. Namun pihak Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs resmi BMKG, pusat gempa terjadi di 55 km timur laut, Sorong, Papua barat, atau di 108 km sebelah tenggara Waisai. Atau tepatnya di 0.53 LS – 131.66 BT.

Gempa terjadi pukul 19.26 WIB atau 21.26 WIT. Kedalaman gempa 10 km dan tidak menimbulkan bahaya tsunami.

By. TEAM

Ayu Ting Ting Bangun Rumah Mewah?


sergapntt.com [JAKARTA] – Makin hari pedangdut Ayu Ting Ting makin kebanjiran job. Kabarnya, kini pelantun tembang ‘Alamat Palsu’ itu sudah mulai membangun sebuah rumah mewah. Benarkah?
“Alhamdulillah kata siapa, mudah-mudahan saya bisa bikin rumah mewah,” ujar Ayu saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2011).

Namun, Ayu mengaku saat ini dirinya memang tengah merenovasi rumah keluarganya. Menurutnya, rumah yang kini ditinggalinya terlalu kecil.

“Iya lagi direnovasi rumahnya biar agak lega karena kan agak kecil,” ucapnya.

Meski tak terlibat secara langsung, Ayu tetap memberikan ide untuk rumahnya itu. Ia ingin rumahnya itu dicat dengan warna yang lembut.

“Warnanya yang soft biar nggak terlalu terang nyaman biar bersih,” tuturnya.

by. EPS