Kasus Papua dan Freeport Tak Terpisahkan


sergapntt.com [JAKARTA] – Kasus Papua dan Freeport dinilai tak bisa terpisahkan. Gejolak yang terjadi di Freeport akan ‘membakar’ Papua. Ketua Fraksi PKB, Marwan Ja’far menyatakan hal itu disebabkan dua hal;
Pertama, Papua adalah daerah yang peka terjadinya gejolak. Kekayaan alamnya yang besar membuat rakyat Papua mudah merasa terasingkan bila terjadi hal-hal yang menyinggung mereka.
Kedua, kehadiran Freeport yang sedari awal memang dinilainya kasuistik, menambah rasa sensitif rakyat Papua.
Selama ini, kehadiran Freeport belum dirasakan oleh seluruh rakyat Papua. “Ini bukan berarti Freeport tidak memberikan dana bagi hasilnya pada pemerintah RI,tetapi pemerataan manfaat belum diwujudkan,” jelasnya.
Banyak oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan manfaat tersebut. Ada komprador yang memainkan peranan secara misterius yang akibatnya terjadi penumpukan manfaat pada segelintir orang. Seperti halnya ribut soal dana keamanan, hal ini makin menimbulkan tanda tanya bagi rakyat.
“Bukankah dana untuk kepolisian menurut UU diambil dari APBN, dan bukan dari Freeport?” jelas Marwan.
Begitupun, soal pengaman wilayah Papua masih sangat ringkih, sehingga banyak fakta menunjukkan betapa mudahnya negara tetangga atau pihak asing masuk wilayah Papua. Dia menyatakan ini problem daerah perbatasan yang hingga kini masih menggantung.
“Nah, untuk itu, kiranya sangat penting untuk dilakukan, pertama, transparansi. Pihak-pihak terkait harus siap membuka selebar-lebarnya nya informasi,” papar Marwan.
Kedua, pemerintah segera melakukan tindakan tegas bagi pihak terkait yang menyalahi kebijakan. Ketiga, forum dialog harus terus dilakukan antara rakyat Papua, pemerintah dan ormas lokal.
Keempat, menggenjot Otsus Papua demi kesejahtraan. Kelima, ekonomi menjadi panglima dalam memperbaiki kesejahteraan. Persoalan Papua yang terus bergejolak pada dasarnya harus dilakukan solusi holistik.
“Kita bisa belajar dari rekonsiliasi Aceh. Intinya, rekonsiliasi, dialog dan akselerasi pembangunan di Papua,” jelas Marwan.
Keenam, pengawasan secara ketat dana Otsus supaya tidak diselewengkan oleh kepala daerah di Papua. “Harus ada investigasi khusus dan laporan pertanggungjawaban yang jelas. Tindak secara tegas dan tanpa pandang bulu kepala-kepala daerah yang menyelewengkan dana Otsus,” jelasnya.
Pengawasan dan pengawalan dana Otsus harus dilaksanakan secara ketat dan tegas, termasuk sampai tingkat implementasinya. Ketujuh, aparat keamanan harus meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap pihak-pihak asing yang ingin atau bahkan sudah memprovokasi Papua. Kehadiran orang asing harus diterima secara selektif dengan dasar informasi yang akurat.
NKRI, menurut dia, merupakan harga mati, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Apapun taruhannya. “Masyarakat papua dan semua aparat harus mampu menyadari itu,” jelasnya. Semua orang bertanggung jawab untuk membela dan mempertahankan kesatuan NKRI. Jangan sampai Papua terpisah dari Indonesia.
By. YH / CP

AC Milan Cukur Catania 4-0


sergapntt.com (MILAN] – AC Milan kembali menduduki tiga besar Liga Italia Serie A setelah mencukur Catania 4-0 di San Siro, Minggu (06/11/11). Bertanding di kandang sendiri, Rossoneri langsung menggempur Catania sejak menit awal. Tim tamu yang kelimpungan dengan gertakan Milan akhirnya terpaksa melakukan tekel untuk menghentikan laju Robinho di kotak penalti. Wasit Gervasoni pun langsung menunjuk titik putih usai Davide Lanzafame melakukan pelanggaran di menit ke-7 ini. Zlatan Ibrahimovic yang menjadi algojo, sukses menipu Mariano Andujar untuk membawa Milan unggul 1-0.
Unggul satu gol, Milan belum puas. Pada menit ke-24, mereka berhasil mendapatkan gol kedua mereka melalui Robinho. Usai menerima umpan dari Ibra dalam situasi serangan balik, striker Brasil ini dengan brilian mampu melewati barisan lini pertahanan Catania untuk menggandakan keunggulan mereka.

Catania mencoba bangkit, akan tetapi skor 2-0 untuk Milan tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, allenatore Catania, Vincenzo Montella, mulai merotasi pemainnya untuk mengejar ketertinggalannya. Adrian Ricchiuti dan Davide Lanzafame ditarik keluar dan digantikan Pablo Barrientos serta Gaston Maxi Lopez di menit ke-52 dan 63. Namun, bukannya mendapatkan gol, Catania malah kebobolan lagi tujuh menit usai Gaston masuk. Usaha mengamankan bola Francesco Lodi dari tendangan Clarence Seedorf malah membuat bola berbelok arah ke gawangnya sendiri dan membuat Milan unggul kian jauh 3-0.

Nama bek gaek Rossoneri, Gianluca Zambrotta, akhirnya tercatat di papan skor saat laga memasuki menit ke-71. Ia mampu memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Alberto Aqulinai usai ditepis Mariano Andujar dan membuat tuan rumah mengunci kemeanngan mereka menjadi 4-0.

Laga ini diwarnai dengan kembalinya Filippo Inzaghi bersama Milan. Ia dimasukkan Massimiliano Allegri untuk menggantikan Robinho pada menit ke-79. Masuknya Pippo memang membuat Milan memperoleh suntikan darah segar, akan tetapi hingga laga usai skor 4-0 tetap tak berubah.

Hasil ini membuat Milan untuk sementara berada di peringkat tiga  klasemen sementara dengan 20 poin, tertinggal satu angka dari Udinese dan Lazio  yang di laga lain juga sama-sama mengemas kemenangan. Kesuksesan Lazio dan Udinese sukses menguasai Capolista, hal ini tak lepas dari ditundanya partai Napoli melawan Juventus yang dibatalkan karena banjir.      

By. BOLA / MXM

Jaringan PDAM Bonleu Macet


sergapntt.com [SOE] – Mata air Bonleu yang menjadi sumber utama jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten TTS sedang bermasalah. Hal yang mempengaruhi distribusi air ke pelanggan PDAM beberapa pekan terakhir.
Namun secara umum pengaduan pelanggan mulai berkurang karena PDAM menyiapkan mobil tengki air untuk melayani kebutuhan emergensi. Selain itu, masyarakat juga menyadari kondisi musim panas yang berpengaruh pada menurunnya debit air pada beberapa sumber.
Demikian dijelaskan Pjs Direktur PDAM TTS, Lely Hayer kepada wartawan, Senin (7/11) di ruang kerjanya. Lely dikonfirmasi tekait dugaan adanya pemutusan saluran air pada sumber air Bonleu oleh pihak tertentu. Menurut Lely, pelayanan air minum oleh PDAM saat ini memang terganggu. Namun pihaknya sedang berupaya untuk memperbaiki jaringan yang bermasalah agar dapat segera teratasi.
“Awalnya ada keluhan dari warga Kota SoE bahwa aliran air sangat kecil, bahkan hampir tidak ada. Sehingga kami bersama teman-teman di bagian teknis turun cek dan ternyata betul. Sehingga kami tanya ke petugas yang menjaga sumber di Bonleu, Benyamin Fallo. Kemudian dia bilang memang aliran air ke TTS sengaja dialihkan oleh petugas dari Kabupaten TTU. Memang mata air Bonleu itu ada persis diantara TTS dan TTU. Sehingga kami berupaya untuk turun cek langsung ke lokasi, Sabtu (5/11). Namun belum berhasil karena medan yang dilalui sangat berat karena sedang hujan. Waktu itu kami bersama DPRD dan Bagian Ekonomi,” jelas Lely yang didampingi Kasubag Pengaduan, Lunu Missa.
Terkait hal ini, Lely berjanji akan bersurat kepada PDAM Kabupaten TTU untuk segera dicarikan solusi. Selain itu, dia juga mengatakan antisipasi yang dilakukan dengan memperbaiki bak penampung Bonleu yang kini sudah rusak. Walaupun distribusi melalui jaringan pipa sedang terhambat, namun Lely mengharapkan masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, selain upaya perbaikan secara cepat, pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil tengki untuk keperluan emergensi para pelanggan. Dia menegaskan, pelayanan air tengki gratis tanpa biaya.
“Sumber air Bonleu itu merupakan sumber utama, sehingga kalau terganggu, maka jelas akan terganggu semua. Karena dari sumber tersebut ada 5.018 pelanggan yang terganggu dari total pelanggan 6.077. Memang kita masih dibantu dengan beberapa sumber seperti dari Buat, Kesetnana dan Oenasi. Namun beberapa sumber yang membantu justru debit airnya semakin turun. Sehingga kita tetap upayakan agar distribusi dari Bonleu segera normal kembali. Jadi tim teknis sudah turun untuk bekerja keras selama beberapa hari ini,” janji Lely.
Sementara itu, Lunu Missa mengaku, walaupun distribusi air terganggu, namun pengaduan pelanggan semakin berkurang. Hal ini menurut Lunu sebagai bentuk kesadaran masyarakat terkait kondisi alam yang memang tidak terhindarkan. Dia mengatakan, menurunnya pengaduan pelanggan karena adanya mobil tengki yang siap melayani kebutuhan emergensi selama 24 jam.
“Ini juga bukan kita yang mau, karena memang kondisi alam sehingga debit air menurun. Sehingga masyarakat juga mengerti itu,” akunya.
By. SOS

Sekda Perintahkan Bentuk Tim Bahas Mutasi di RSUD Atambua


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kemelut terkait mutasi sejumlah kepala bangsal yang dikeluarkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua mendapat perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Petrus Bere untuk menyelesaikannya.

Senin (7/11) kemarin, bertempat di aula RSUD Atambua, Sekda Belu Petrus Bere, mempertemukan pihak-pihak yang terlibat perselisihan diantaranya, Direktur RSUD Atambua, Yeny Tasa dan seluruh tenaga medis baik dokter, bidan dan perawat di lingkup RSUD Atambua.
Dalam pertemuan itu, tenaga medis meminta agar segera ditinjau kembali SK mutasi yang dikeluarkan Direktur RSUD Atambua serta kebijakan lainnya yang dianggap sepihak dan merugikan. Kebijakan mutasi dinilai tidak mengedepankan hal-hal seperti daftar urutan kepangkatan (DUK) dan keahlian dan pengalaman.
Dikatakan, mutasi lebih banyak karena faktor suka dan tidak suka, sehingga tidak obyektif. Apalagi redaksi kalimat yang tertera dalam SK Direktur RSUD sangat tidak dibenarkan. Direktur diminta untuk mengkaji ulang SK tersebut agar tidak cacat hukum dan merugikan tenaga medis yang berkarya pada RSUD Atambua.
Sementara itu, Direktur RSUD Atambua, Yeny Tasa dalam penjelasannya mengatakan, pihaknya mengeluarkan SK telah sesuai dengan ketentuan demi penyegaran tugas pelayanan tenaga medis.
Dikatakan, SK yang dikeluarkan kepada sejumlah kepala bangsal maupun tenaga apotik RSUD Atambua telah sesuai dengan ketentuan dan tidak mengada-ada untuk kepentingannya.
Pada kesempatan itu, Yeny juga membantah, jika ada penyataan bahwa tenaga ahli madya bukan aset daerah. Baginya, peryataan itu bukan keluar dari dirinya, namun segaja ditiupkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi. Dia mengatakan, semua kebijakan yang dikeluarkan untuk peningkatan pelayanan RSUD Atambua tanpa kepentingan terselubungnya dalam berbagai hal.
Usai mendengar penjelasan kedua pihak, Sekda Petrus Bere yang didampingi Kepala BKPP Belu, Stef Suparji dan Kadis Kesehatan, Lau Fabianus mengatakan, kedua belah pihak hendaknya meninggalkan kesombongan dan egoisme sambil melihat kepentingan umum yakni pelayanan bagi orang sakit yang datang dan berobat di RSUD.
Apabila kesombongan tetap terjadi, maka yang menjadi korban adalah para pasien yang nota bene merupakan orang Belu yang seharusnya mendapatkan pelayanan prima.
Petrus Bere meminta Direktur RSUD Atambua dan komite medis segera membentuk tim guna membahas mutasi di lingkup RSUD Atambua.
“Saya minta tim segera dibentuk dan bekerja untuk bahas mutasi. Jika sudah konsultasikan kepada Dinas Kesehatan agar tidak timbul kemelut seperti saat ini,” bilangnya seraya meminta para tenaga medis yang dimutasi untuk bekerja sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan.
Senada, Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Lau Fabianus mengatakan, semua persoalan mutasi yang muncul akibat kurang komunikasi dan ada sikap sombong dan tidak saling mendegar. Bila semua itu belum selesaikan, pastinya tidak akan ada titik temu dan pada gilirannya muncul gengsi.
Dia berjanji akan segera mengkoordinasikan semua agar segera dapat diselesaikan dan pelayanan kepada pasien berjalan dengan normal kembali. Salah satunya adalah mengkoordinasikan pembentukan tim guna membahas mutasi agar tidak lagi kisruh seperti saat ini.
By. ATB

Sekda Perintahkan Bentuk Tim Bahas Mutasi di RSUD Atambua


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kemelut terkait mutasi sejumlah kepala bangsal yang dikeluarkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua mendapat perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Petrus Bere untuk menyelesaikannya.
Senin (7/11) kemarin, bertempat di aula RSUD Atambua, Sekda Belu Petrus Bere, mempertemukan pihak-pihak yang terlibat perselisihan diantaranya, Direktur RSUD Atambua, Yeny Tasa dan seluruh tenaga medis baik dokter, bidan dan perawat di lingkup RSUD Atambua.
Dalam pertemuan itu, tenaga medis meminta agar segera ditinjau kembali SK mutasi yang dikeluarkan Direktur RSUD Atambua serta kebijakan lainnya yang dianggap sepihak dan merugikan. Kebijakan mutasi dinilai tidak mengedepankan hal-hal seperti daftar urutan kepangkatan (DUK) dan keahlian dan pengalaman.
Dikatakan, mutasi lebih banyak karena faktor suka dan tidak suka, sehingga tidak obyektif. Apalagi redaksi kalimat yang tertera dalam SK Direktur RSUD sangat tidak dibenarkan. Direktur diminta untuk mengkaji ulang SK tersebut agar tidak cacat hukum dan merugikan tenaga medis yang berkarya pada RSUD Atambua.
Sementara itu, Direktur RSUD Atambua, Yeny Tasa dalam penjelasannya mengatakan, pihaknya mengeluarkan SK telah sesuai dengan ketentuan demi penyegaran tugas pelayanan tenaga medis.
Dikatakan, SK yang dikeluarkan kepada sejumlah kepala bangsal maupun tenaga apotik RSUD Atambua telah sesuai dengan ketentuan dan tidak mengada-ada untuk kepentingannya.
Pada kesempatan itu, Yeny juga membantah, jika ada penyataan bahwa tenaga ahli madya bukan aset daerah. Baginya, peryataan itu bukan keluar dari dirinya, namun segaja ditiupkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi. Dia mengatakan, semua kebijakan yang dikeluarkan untuk peningkatan pelayanan RSUD Atambua tanpa kepentingan terselubungnya dalam berbagai hal.
Usai mendengar penjelasan kedua pihak, Sekda Petrus Bere yang didampingi Kepala BKPP Belu, Stef Suparji dan Kadis Kesehatan, Lau Fabianus mengatakan, kedua belah pihak hendaknya meninggalkan kesombongan dan egoisme sambil melihat kepentingan umum yakni pelayanan bagi orang sakit yang datang dan berobat di RSUD.
Apabila kesombongan tetap terjadi, maka yang menjadi korban adalah para pasien yang nota bene merupakan orang Belu yang seharusnya mendapatkan pelayanan prima.
Petrus Bere meminta Direktur RSUD Atambua dan komite medis segera membentuk tim guna membahas mutasi di lingkup RSUD Atambua.
“Saya minta tim segera dibentuk dan bekerja untuk bahas mutasi. Jika sudah konsultasikan kepada Dinas Kesehatan agar tidak timbul kemelut seperti saat ini,” bilangnya seraya meminta para tenaga medis yang dimutasi untuk bekerja sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan.
Senada, Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Lau Fabianus mengatakan, semua persoalan mutasi yang muncul akibat kurang komunikasi dan ada sikap sombong dan tidak saling mendegar. Bila semua itu belum selesaikan, pastinya tidak akan ada titik temu dan pada gilirannya muncul gengsi.
Dia berjanji akan segera mengkoordinasikan semua agar segera dapat diselesaikan dan pelayanan kepada pasien berjalan dengan normal kembali. Salah satunya adalah mengkoordinasikan pembentukan tim guna membahas mutasi agar tidak lagi kisruh seperti saat ini.
By. ATB