Pemadaman Akibat Gangguan Luar


sergapntt.com [ATAMBUA] – Pemadaman listrik yang terjadi di Atambua dan sekitarnya bukan karena terjadi kerusakan mesin, melainkan karena adanya gangguan dari luar. Sehingga, pemadaman secara otomatis terjadi.
“Mesin pembangkit listrik punya PLN semua dalam kondisi baik tanpa ada kerusakan. Pemadaman yang terjadi bukan karena pembangkit tapi karena adanya gangguan dari luar PLN,” ungkap Manejer Pusat Listrik PLN Atambua, Suparno saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/11).
Dikatakan, mesin pembangkit baik di Tatakiren Kota Atambua dan Umanen semua dalam kondisi baik dengan daya sebesar 5.710 KW. Sementara, beban puncak hanya 4.900 KW. Berdasarkan beban puncak, maka ada cadangan 1.000 KW dan hingga kini ada 800 KW cadangan. Berdasarkan daya yang ada, tidak ada masalah bagi suplai listrik untuk pelanggan.
Yang terjadi katanya, kebanyakan gangguan dari luar, sehingga menyebabkan mesin pembangkit mengalami over speed dan terakhir padam dengan sendirinya. Karena gangguan berasal dari luar dan bukan dari mesin, pihaknya sangat sulit untuk mengatasinya. Di mana, harus mencari titik masalah.
Apabila titik masalah sudah ditemukan, maka akan sesegera mungkin diatasi. Jika tidak, pastinya membutuhkan waktu untuk identifikasi dan perbaikan.
Diuraikan, gangguan dari luar biasanya akibat dari adanya gesekan kabel dengan pohon, konsleting dan sejumlah persoalan lain yang menyebabkan fider atau out going setiap jurusan padam dengan sendirinya. “Selama ini pemadaman terjadi karena adanya gangguan dari luar seperti konsleting pohon dan kabel serta sejumlah kerusakan lain yang bukan dari dalam PLN,” bilangnya.
Suparno mengemukakan, fider atau out going di PLN Atambua terdiri atas lima buah diantaranya out going Kota Atambua, Tini, Naitimu, Haliwen dan Atapupu. Empat fider berada di pembangkit Kota Atambua dan Atapupu berada di pembangkit Umanen.
Jika terjadi gangguan, harusnya hanya fider atau out going pada daerah tersebut yang padam, kenyataannya padam seluruhnya. “Kalau adanya gangguan luar, kami tidak bisa buat apa-apa karena padam secara otomatis. Jadi mau tekan tombol fider bagaimanapun tidak mungkin nyala, selama belum bisa ditemukan titik masalah,” urainya.
Dia menjelaskan, secara teknis ketika terjadi trouble  atau gangguan terjadi dari luar menyebabkan mesin mengalami over speed dan itu pastinya dipadamkan. Jika tidak dipadamkan mesin pembangkit akan hancur.
Mantan Manejer Pusat Listrik Maumere itu menjelaskan, semua yang terjadi diluar kemauannya. Selama ini juga mesin dalam kondisi baik dengan daya yang lebih dari kebutuhan. Akan tetapi ketika muncul gangguan dari pembangkit, pastinya akan diatasi tapi harus diidentifikasi penyebab dan titik gangguan.
Dia berharap, masyarakat bekerja sama dengan pihaknya agar mengizinkan petugas PLN memangkas dahan-dahan pohon didekat kabel, sehingga tidak menyebabkan gangguan yang berakibat listrik padam seketika.
Dia meminta masyarakat menjaga secara bersama, jaringan dan peralatan listrik seperti gardu dan tiang agar pelayanan listrik semakin baik pada masa yang akan datang.
By. LBT

PTUN Menangkan PPRN Made Rahman


Thomas Ola Langoday saat bertemu Wapres Budiono

sergapntt.com [JAYAPURA] – Kesabaran dan perjuangan paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Moses Kalem,SH dan H. Bustomi Eka Prayitno, SE (KALBU) akhirnya berbuah manis. Pasangan yang diusung oleh Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) yang diarsiteki Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PPRN, Dr. Thomas Ola Langoday, SE.M.Si, serta Plt. Ketua Umum PPRN, Made Rahman Marasabessy, SH dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPRN, Drs. Maludin Sitorus, MM. MBA ini dimenangkan Pengadialan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura dalam gugatan mereka melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jayapura.
Kemenangan paket KALBU ini sekaligus menggugurkan paket Calon Bupati dan Wakil Bupati yang direkomendasikan PPRN versi Amelia A. Yani. Usai menerima putusan PTUN tersebut, KPU Jayapura pun langsung berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk merevisi daftar Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura tahun 2011 serta menunda Pemilukada.
Dalam salinan putusan PTUN Jayapura Nomor: 49/G.TUN/2011/PTUNJPR tanggal 1 November 2011 yang ditandatangani hakim tunggal Eric S. Sihombing, SH, dan panitera pengganti PTUN Jayapura, Petrus Mitting, SH serta Panitera PTUN Jayapura, Ventje R.E. Samual, SH yang copyannya diterima sergapntt.com Sabtu (5/11/11) disebutkan, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang diajukan para penggugat ke pengadilan, maka pada Senin, 31 Oktober 2011, PTUN Jayapura memutuskan mengabulkan/memenangkan paket KALBU.
Salah satu saksi penggugat yang dimintai keterangannya dalam persidangan adalah Sekjen PPRN, Drs. Maludin Sitorus, MM. MBA. Dipersidangan Maludin mengaku kalau per tanggal 1 Juni 2011, Amelia A. Yani telah mengundurkan diri dari kursi Ketua Umum PPRN. Karena itu pada tanggal 6 Juni 2011 PPRN melakukan rapat pleno dan menunjuk Made Rahman Marasabessy sebagai Ptl. Ketua Umum. Setelah itu PPRN pun bersikap dengan memberitahukan pergantian Ketua Umum kepada Menteri Hukum dan HAM. “Sedangkan untuk pemilukada Jayapura, kami hanya mengajukan paket  KALBU,” tegas Maludin.
Made Rahman Surasabessy

Maludin juga menegaskan bahwa kepengurusan PPRN di pusat hanya satu yakni PPRN yang diketuai oleh Made Rahman Surasabessy. Kesaksian yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD PPRN Jayapura, William Yoku. Ini artinya, jika ada PPRN versi lain diluar sana, maka itu bisa disebut sebagai organisasi liar.

Sementara itu Ketua Deperpu PPRN, Dr. Thomas Ola Langoday, SE.M.Si yang ditemui sergapntt.com di Kupang pada Minggu (6/11/11) membenarkan kalau Amelia A. Yani bukan Ketua Umum PPRN lagi. Sebab yang bersangkutan telah mengundurkan diri secara resmi pada 1 Juni 2011.
“Jadi,,,, ! PPRN itu hanya satu. Tidak ada dua atau tiga. Sekarang PPRN diketuai oleh pak Made Rahman didampingi sekjennya pak Maludin Sitorus,” ujar Langoday singkat.
By. CHRIS PARERA

Yuni-Raffi Putus, Ibunda Raffi Galau


sergapntt.com [JAKARTA] – Kabar kandasnya jalinan asmara Raffi Ahmad dan Yuni Shara yang menjadi sajian utama semua media membuat hati ibunda Raffi, Amy Qanita jadi galau. Apalagi sebagai orangtua tunggal, Amy merasa perlu turut campur dengan masalah yang dihadapi pasangan beda usia itu.
“Saya denger dari media, sebagai ibu saya tentu tidak diam saja. Saya tanya sama Rafi, ‘Fi emang betul kamu putus sama Yuni’, tapi katanya enggak kok,” tutur Amy.
Tapi kog kenyataannya Yuni dan Raffi udah putus. Kandasnya hubungan dua sejoli ini dimulai ketika Yuni Shara tak suka status janda beranaknya, jadi bahan candaan Raffi dan teman-temannya di Dahsyat RCTI.  Itulah yang membuat akhirnya Yuni mundur atau memilih putus dari Raffi.

“Yang ngomong kan nggak janda dan nggak punya anak, jadi nggak ngerti saya. Lebih baik saya yang mundur (putus dari Raffi),” ujar Yuni tentang penyebab kisah cintanya yang kandas dengan Raffi, seperti mengutip tayangan Go Spot RCTI, Jumat (4/11/11) pagi.

Yuni menambahkan dengan mengatakan, “Saya nggak mau jadi obyek. Saya yang mundur.” Raffi pun sebelumnya mengungkapkan, “Dahsyat (RCTI) acaranya kan, bercanda. Jadi ya, hanya bercandaan saja.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Raffi Ahmad mengakui ribut besar dengan Yuni Shara. Kejadian itu yang akhirnya membuat Raffi dan Yuni memutuskan untuk istirahat atau putus.

Raffi menegaskan, selama tiga tahun bersama Yuni Shara, berselisih paham sudah sering dialami. Namun baru kali masalahnya besar.

Raffi Ahmad mengaku pusing setiap hari. Raffi berharap masalah ini segera menemukan jalan keluar. Dan, sejak putus itu, Raffi mengaku belum ada komunikasi baik dengan Yuni Shara lantaran sikap pelantun lagi Jalan Terbaik itu belum mau melunak.  (by. end/aji)

Polisi Tangkap Kades Kukitalu


sergapntt.com [WAINGAPU] – Polisi akhirnya menangkap dan menahan Kades Kukitalu Kecamatan Tabundung Kabupaten Sumba Timur, Wunu Kati Mbahi. Setelah menjalani pemeriksaan intensif Satuan Reskrim Polres Sumba Timur, Kati Mbahi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian ternak di wilayah tersebut.  
Kapolres Sumba Timur, AKBP I Made Damiri Giri melalui Wakapolres, Kompol Mulyono kepada wartawan di Waingapu, Minggu (6/11/11) membenarkan penangkapan dan penahanan Kades Kukitalu, Wunu Kati Mbahi.
“Anggota sudah melakukan penangkapan terhadap Wunu Kati Mbahi  sejak, Jumat (4/11) lalu. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Wunu Kati Mbahi yang berstatus Kades Kukitalu itu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus pencurian dua ekor kerbau milik MH Kilinggoru warga Desa Waikanabu Kecamatan Tabundung,” tegasnya.
Ketua DPRD Sumba Timur, Palulu P Ndima meminta Polres Sumba Timur menuntaskan kasus itu. “Bila dugaan bahwa Wunu Kati Mbahi adalah dalang kasus pencurian ternak di Tabundung, maka dia harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Memang sangat disayangkan bila ada kades yang masih berprilaku tidak terpuji seperti itu,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Kades Waikanabu, Yadar Kilangira mengungkapkan, selain Kades Kukitalu Wunu Kati Mbahi, Polsek Tabundung juga belum menangkap dan menahan Philipus. Philipus demikian Yadar adalah kaki tangan kades.
“Philipus yang disuruh Kades Kukitalu Wunu Kati Mbahi untuk mencuri induk dan anak kerbau milik MH Kilinggoru. Anak kerbaunya sudah dipotong (sembelih, red) di mana dagingnya dimakan oleh para pelaku,” jelasnya.
Menurut Yadar, ada warga yang melihat langsung ketika Kades Kukitalu Wunu Kati Mbahi dan Philipus menggiring kerbau hasil curian tersebut ke sungai.
”MH Kilinggoru pemilik ternak dan Yohanis Domu Marambanau yang melihat langsung kerbau tersebut digiring ke sungai oleh Kades Kukitalu Wunu Kati Mbahi dan kaki tangannya Philipus,” tukasnya.
By. WP

Iwan Fals Calonkan Diri Jadi Presiden 2014


sergapntt.com [JAKARTA] – Berita mengejutkan datang dari musisi kawakan Virgiawan Listanto atau yang akrab disapa Iwan Fals. Pelantun lagu “Bento” tersebut dikabarkan siap bersaing menjadi calon presiden di Pemilu 2014 mendatang.
Pengakuan itu dikatakan Iwan kepada wartawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Kemang pada Kamis 3 November kemarin. Secara tegas, Iwan mengatakan ia siap terlibat di dunia politik jika kondisinya memang mengharuskan demikian.

“Kalau kondisinya kepepet seperti terjadi perang dan kondisi mau chaos, masa saya tetap tidak peduli,” kata Iwan Fals kepada wartawan.

Tetapi, jika kondisinya tidak mengharuskan dirinya terlibat, ayah kandung almarhum Galang Rambu Anarki ini tetap akan menjadi seorang musisi. Menurutnya, menjadi musisi lebih menyenangkan ketimbang menjadi seorang politikus.

Bahkan, Iwan dikabarkan sempat menolak tawaran menjadi Menteri Kebudayaan dan Industri Kecil di 2014 mendatang yang ditawarkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Belum bisa dipastikan apakah ucapan Iwan Fals tersebut serius membidik posisi sebagai capres pada Pemilu 2014 mendatang atau hanya sekadar guyonan. Saat  berusaha mengkonfirmasi kabar ini ke manajer sekaligus istri Iwan, Rosana (Yos), telepon genggam yang bersangkutan tidak diangkat.

Namun, salah seorang manajer Iwan lainnya, Titin, secara tegas membantah kabar tersebut. “Ah enggak ada tuh rencana demikian, kabar darimana itu? Jujur saya belum tahu. Nanti saya tanyakan deh ke Bang Iwan,” sergahnya, singkat.

By. BOB / OZ