Yunus Libing (41), Si Buta Yang Pandai Pijat


SERGAP NTT -> Tak ada yang menyangka suatu ketika Yunus Libing (41) akan memiliki istri dan empat orang anak. Sebab,  pria asal Pulau Pantar, Kabupaten  Alor itu cacat sejak lahir. Matanya buta permanen.
Yunus berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya petani. Dia baru  bisa mengenyam pendidikan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Alor membawanya ke Kupang tapa tahun 1987. Yunus kemudian dititipkan di Panti Sosial, Dinas Sosial Provinsi NTT. Disini  pria kelahiran 1969 itu disekolahkan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kelapa Lima. Setamat dari SDLB, Yunus mengikuti paket setara Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP).
Tujuh tahun lamanya Yunus tinggal di Panti Sosial. Selain giat belajar, dia juga menekuni kerajinan tangan, seperti membuat sapu pembersih dari buluh ayam dan tali rafiah. Hasil kerajinannya ia jual kepada masyarakat Kota Kupang. Hanya saja kegiatan ini tak ia tekuni. Selain berpenghasilan kecil, cara membuat alat pembersih itu juga rumit. Akhirnya Yunus banting setir.
“Usaha dangang sapu pembersih itu untungnya hanya dicape sa… Karena itu beta kemudian alih profesi dengan mulai ikut kursus pijat. Setelah kursus selesai, beta akhirnya jadikan profesi pijat sebagai pekerjaan tetap. Beta yakin profesi ini bisa menghidupi keluarga. Dan itu, terbukti,” paparnya.
Di Hotel Dewata Kupang Yunus biasa mangkal mencari pasien. Tarifnya Rp 75.000 per sekali pijat. Setiap hari ada saja yang memakai jasanya. Rata-rata satu sampai dua orang. Maklum “tangan dingin” Yunus telah diakui banyak orang. Selain pandai memijat, Yunus juga  enak diajak ngobrol. Ironisnya, ia sering ditipu.
“Beta sering kena tipu. Pernah satu kali ada seorang bapak minta dipijat. Setelah selesai, bapak itu bilang dia tidak ada uang kecil. Dia janji besoknya baru diambil uangnya. Beta percaya saja, karena orang itu sering nginap di hotel itu. Ternyata omong kosong. Begitu besoknya beta datang, yang bersangkutan sudah cek out. Ah… dasar…,” ujarnya, sedikit kesal.
toh begitu Yunus tidak menaruh dendam, walaupun pengalaman itu sempat membuat dirinya kecewa dan sakit hati.
Kini Yunus telah berumah tangga. Tahun 2001, Yunus menikahi Nonia Beti. Gadis asal So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini telah memberinya empat orang anak, yakni, Alan (Kelas 2 SD), Ian (Kelas 1 SD), Natalia (2 Tahun) dan Alfaro (9 bulan).
Setiap hari, Yunus menjalankan pekerjaan sebagai tukang pijat mulai pukul 18.00 hingga 23.00 Wita. Rata-rata penghasilan per harinya berkisar Rp 75.000 – Rp150.000.
“Semua rezeki yang beta dapat, beta terima dengan ikhlas dan nikmati bersama keluarga. Ini adalah berkat dan anugerah Tuhan. Itu yang beta syukuri selama ini,” tegas Yunus, mantap. (by. chris parera)

Kisah Si Buta Yoseph Mali


SERGAP NTT -> Tidak ada cara untuk keadaan terbaik, tetapi selalu ada cara untuk keadaan yang lebih baik. Ungkapan ini menjadi motto hidup Yoseph Mali. Bahkan motto ini menjadi kekuatan tersendiri bagi alumni Panti Rehabilitasi Tunanetra Hit Biah Kupang itu untuk mulai meretas usaha dagang.
Bagi Ose —begitulah Yoseph Mali biasa disapa–  memiliki gagasan tentang sesuatu belum tentu baik dan berguna jika belum melakukannya. Karena itulah penguhuni kos-kosan di bilangan Kelurahan Oepura (Kupang) itu nekad membuka kios ditengah ketatnya persaingan bisnis kota. Targetnya tidak muluk-muluk. Ia hanya menyiapkan sebagian dari bahan kebutuhan pokok untuk melayani sesama anggota kos, para tetangga dan orang yang kebetulan lewat di depan tempat tinggalnya. Keuntungan yang didapat hanya Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu per bulan. Tapi ia selalu mensyukuri bersama sang istri, Martha (24) dan kedua buah hatinya, Ferdi (4) dan Fester (3).
Tuntutan hidup dan impian untuk dapat menyekolahkan kedua anaknya membuat si penyandang cacat itu tiba pada keputusan untuk mengambil tindakan membuka usaha kios sembari menggeluti usaha kerajinan tangan seperti membuat sapu pembersih yang terbuat dari bulu ayam atau tali rafia serta melakukan pekerjaan lain yang menghasilkan uang, termasuk jika ada tetangga yang membutuhkan tenaganya.
Bagi Ose, memulai usaha sama dengan memulai belajar.   Ose, benar,  berwirausaha membutuhkan keberanian. Apapun yang ingin dilakukan, mulailah mulai mengambil tindakan.

Bisnis bukan tentang memiliki model bisnis yang tepat atau bagus dilihat. Memiliki gagasan tentang sesuatu, belum tentu baik dan berguna jika kita belum melakukannya.  Dari Ose, kita belajar tentang keberanian mengambil tindakan. Goethe bilang, “Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan dan keajabaiban di dalamnya.” Atau Rendra bilang, “Keberanian adalah cakrawala.” Keberanian adalah kualitas pikiran yang menggerakan orang untuk mencari, menemukan, menyelediki sesuatu yang baru, dan melintasi cakrawala. Keberanian tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu dilatih. Proficiat Ose! (by. yos boli sura)

Meraih Mimpi Bersama Kopdit Swasti Sari


SERGAP NTT -> Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari Kupang kini telah menjadi lembaga keuangan lokal yang kompetitif dan profesional. Dampaknya? Dari tahun ke tahun jumlah anggotanya terus bertambah. Deviden yang dibagikan ke setiap anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) pun tiap tahun meningkat.
Total deviden yang dibagikan kepada anggota pada RAT tahun buku kali ini kurang lebih 5 miliar, meningkat 56,15% dari tahun sebelumya. Karena itu Kopdit Swastisari mendapat predikat sebagai  salah satu koperasi sehat dengan skor 8,2. Kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Dra. Nova A Bessy pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan di Restoran Teluk Kupang pada Minggu (13/2/11) menunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberikan apresiasi kepada Kopdit Swasti Sari. Dalam sambutannya ketika didaulat membawakan sepatah kata, ada pesan penting yang disampaikan oleh Nova Bessy kepada para anggota Swasti Sari, “Rencanakanlah secara cermat, pinjamlah secara bijaksana, dan cicillah secara teratur…”
Pesan Nova  itu sekaligus menopang ajakan Ketua Kopdit Swasti Sari, Cornelis Kuma Opun agar semua anggota punya semangat meraih mimpi bersama Kopdit Swasti Sari.
“Melalui koperasi, kita bersama membangun mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan anggota,” ujar Opun disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta RAT
Pendidikan dan Pelatihan 
Salah satu pilar utama dari keberhasilan Kopdit Swasti Sari adalah  pendidikan dan pelatihan. Kongkretisasi dari pendidikan dan pelatihan ini antara lain, menyosialisasikan tentang esensi dan urgensi berkoperasi, memotivasi anggota, lokakarya tematik yang melibatkan pengurus, pengawas, dan personalia manajemen. Hasilnya menggembirakan. Jumlah anggota mengalami peningkatan dari 7.011orang  menjadi 9247 orang-32,28%, selain itu, wakil ketua I, Hilarius Kaha dan Manejer, Yohanes Sason Helan, mendapat sertifikasi sebagai fasilitator koperasi jasa keuangan dari Lembaga Sertifikasi Nasional Jakarta.
Terkait hal ini, Kaha dan Helan, menegaskan, “Koperasi kredit harus dimulai dengan pendidikan,  berkembang karena pendidikan, dan dikontrol oleh pendidikan.” Dalam nuansa ini, Kaha yang merupakan nahkoda yang membidangi aspek pendidikan –pelatihan,  Helan yang juga menjadi motor bagi berputarnya roda manajemen,  serta Kuma Opun, ketua yang visioner, yakin, “Jika pendidikan dan pelatihan dilakukan secara terus-menerus, maka anggota Kopdit Swasti Sari akan mempunyai pemahaman yang sama tentang nilai, prinsip, serta jati diri dari koperasi kredit.” Karena itu, anggota diharapkan, jadilah anggota Kopdit Swati Sari yang berethos kewirausahaan demi meningkatkan harkat dan martabat. Jangan menjadi anggota yang berorientasi konsumtif.
Ingat, banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila ada hal buruk terjadi, mereka akan berdalih, nasib tak berpihak padanya. Wujudkanlah impianmu melalui dan bersama Kopdit Swasti Sari.
Sukses adalah  sebuah proses menuju keberhasilan yang lebih besar. Songsonglah kesuksesan itu dengan mulai membangun impian.  Impian yang kuat tumbuh dari dan oleh cinta, baik cinta terhadap diri maupun keluarga. Impian menimbulkan komitmen: sebuah antusiasme dan keteguhan hati terhadap apa yang kita mau. Semakin besar harapan untuk menggapai apa yang kita mau, harus semakin besar juga antusiasme sehingga menimbulkan obsesi. Yakinlah bahwa bersama Kopdit Swastisar, Anda sedang menuju ke sana. Sentilan pertanyaan-pertanyaan berikut kiranya memperteguh motivasi Anda  untuk mewujudkan impian. Apa yang menjadi prioritas utama Anda? Mengapa Anda memilih hal tersebut? Mengapa hal tersebut penting bagi Anda? Apa yang terjadi dengan Anda jika jika hal tersebut tidak terwujud? Apakah Anda siap melakukan segala seseuatu untuk mewujudkannya? Jadikanlah impian Anda modal dan sumber energi bersama swatisari. Tidak seorang pemenang pun yang percaya pada kebetulan, keberhasilan tidak selalu terletak dalam kemenangan, tetapi sudah dalam kemauan untuk menang.  … (by. yos boli sura)

TNI AL Tempatkan Pasukannya Di Mbay


SERGAP NTT -> Guna menekan kasus pemboman ikan serta aksi pencurian ikan oleh nelayan asing, TNI AL menugaskan dua anggota marinir mengamankan wilayah perairan Kabupaten Nagekeo. Penempatan pasukan tersebut ditandai dengan diresmikannya Pos TNI AL di Marpokot, Mbay, Nagekeo pada Senin (14/2/11).
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Maumere, Kolonel Suroso Hadiwibowo mengatakan, sejauh ini TNI AL masih mengalami kekurangan personil.
“Jujur, sekarang ini kita masih kekurangan personil. Di markas induk di Maumere saja, kita hanya memiliki 80 personil. Karena itu, untuk Nagekeo kami tempatkan 2 personil dulu. Kedepan baru akan ditambah lagi. Sebab, selain Nagekeo, wilayah kerja Pangkalan AL Maumere juga meliputi Kabupaten Alor, Lembata, Sika, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat,” ujar Suroso dalam sambutannya saat meresmikan Pos TNI AL Mbay
Toh begitu, Suroso mengaku kekuarangan personil tidak serta merta mengurangi semangat prajurit TNI  AL untuk memerangi kejahatan di laut. Sebab, tugas utama TNI AL adalah menjaga keamanan laut agar terhindar dari berbagai ancaman yang merugikan rakyat Indonesia.
“Kedepan kita akan melakukan patroli rutin di wilayah perairan Nagekeo. Ini untuk menekan kasus pengeboman ikan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan banyak terumbu karang yang rusak,” tegas Suroso.
Sementara itu Bupati Nagekeo, Drs. Yohanes S. Aoh menyambut gembira kehadiran Pos TNI AL di wilayah Nagekeo. Untuk mendukung operasional Pos TNI AL, Pemkab Nagekeo memberi bantuan sebuah sepeda motor.   
“Semoga dengan kehadiran Pos TNI AL ini, kejahatan di laut bisa diminimalisir,” ucap Aoh, berharap.
Selain Bupati Nagekeo, pengresmian Pos TNI AL ini dihadiri juga oleh AKBP. Slamet D.A (Kapolres Ngada), Dandim 1625 Ngada, Tomas Tiba Owa,S.Ag (Wakil Ketua DPRD Nagekeo), Mikael Padi, ST (Kadis PU Nagekeo), Drs. Jhon Elpi Parera (Sekda Nagekeo), Wolfgang Lena (Kadis Pertanian Nagekeo), Muhayan Amir (Camat Aesesa), AKP.Fisie Rahmat Putra,S.Ik (Kapolsek Aesesa), Danramil Aesesa serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama Nagekeo. (by. sherif goa)

Anda Agen Perubahan?


SERGAP NTT -> Revolusi selalu digerakan oleh kaum muda. Sebab, jiwa pemuda cenderung ingin ada perubahan yang cepat. Itu sebabnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Thomas Tiba Owa, S.Ag alias Toti selalu mewanti-wanti para pengurus dan anggota Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (Permasna) agar bisa menjadi agen perubahan yang selalu berpikir orisinil, berbobot dan brilian bagi  kehidupan masyarakat Nagekeo yang adil dan makmur. 
Dalam gerakan pembangunan, peranan generasi muda akan lebih ampuh memberikan perubahan bagi masyarakat. Sebab, kaum muda lebih mampu bergerak cepat.
Kaum muda merupakan generasi masa depan bangsa dan daerah. Pemuda merupakan agen perubahan (agen of change). Apakah anda (yang baca ini) juga agen perubahan? Spirit ini mesti didahului oleh kemauan, semangat dan kualitas. Sehingga perjuangan akan berakhir sesuai dengan cita-cita,” ujar Toti dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik yang diselenggarakan dan diikuti 335 anggota Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (Permasna) Kupang di Hotel Sasando Kupang belum lama ini. 
Menurut Toti, posisi tawar pemuda yang tinggi di dunia pembangunan menunjukan betapa pentingnya peran yang harus diemban oleh kaum muda demi kemajuan peradaban. Untuk itu potensi positif yang dimiliki harus terus diberdayakan.
“Diklat kepemimpinan ini merupakan ekspresi perubahan. Ini hendaknya dimaknai sebagai upaya untuk lebih mengasah kualitas diri dan lebih kreatif sebagai modal untuk ikut terlibat aktif dalam membangun masyarakat dan daerah,” ucapnya.
Selain itu,  lanjut Toti, rangkaian kegiatan diklat kepemimpinan  merupakan sarana untuk membangun diri, membangun komunikasi dan menyamakan persepsi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dimanfaatkan jajaran Permasna untuk lebih matang dan mantap menempatkan sikap dan mental. Sehingga kedepan menjadi lebih peka dan tanggap menghadapi berbagai persoalan hidup yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Nagekeo.
Sekecil apapun yang dibuat setidaknya ada manfaat bagi masyarakat banyak. Membangun daerah otonom baru seperti Nagekeo, haruslah dimulai dari hal-hal kecil. Kita harus mulai membenah diri, membangun, mengembangkan dan meningkatkan segala apa yang kita miliki.
Kita tidak boleh berpangku tangan. Mari kita bergandengan tangan membangun Nagekeo menuju kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera.
Terbentuknya Nagekeo merupakan perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat, baik tua-muda maupun laki perempuan. Nagekeo lahir dari rahim aspirasi masyarakat dan hidup demi kepentingan dan keberlanjutan hidup masyarakat Nagekeo.
Saya perlu tegaskan bahwa, salah satu tujuan pembentukkan Kabupaten Nagekeo adalah terwujudnya masyarakat Nagekeo yang cerdas, memiliki karakter bermitra, mandiri, menolak semua bentuk kekerasan dan membina sikap saling menghormati. 
Selama tiga tahun lebih perjalanan penyelenggaraan kegiatan  pemerintahan ada banyak hal dan menjadi tugas-tugas yang telah dilaksanakan, namun kita perlu merefleksikan bersama apabila terdapat hal-hal yang belum terselesaikan, yang kurang berkenan atau telah terjadi kekeliruan hendaklah dengan sikap bijak untuk segera malakukan perbaikan sedini mungkin.
Kita semua memahami bahwa kabupaten kita ini baru, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi hendaklah keterbatasan ini memacu kreatifitas dan semangat juang kita untuk terus beraktif  melakukan hal-hal yang terbaik bagi masyrakat.
Kita harus melihat peran kita masing-masing bahwa kepentingan masyarakatlah yang harus menjadi primadona perjuangan kita. Sejenak kita menoleh kebelakang untuk kita berbenah diri, sehingga perjalanan kita kedepan labih baik dan berarti dari hari-hari sebelumnya. Tuhan pasti selalu bersama kita asalkan kita mau berpaling padaNya.
Landasan kualitas moral yang tangguh dan terpercaya perlu dimiliki oleh setiap generasi muda. Dengan demikian setiap peribadi orang muda sangat memerlukan keseimbangan dan keserasihan antara pengetahuan, keberanian dan etika. Jika kita mengabaikan salah satu dari ketiga faktor tersebut maka kita akan kehilangan kepercayaan diri dalam bergaul dan berkomunkasi.
Jangan menjadikan orang muda sebagai manusia yang miskin arti dan bertentangan arti, tetapi jadilah manusia yang kaya arti. Manusia miskin arti sama dengan manusia yang tidak memiliki makna bagi lingkungan sosialnya, dia bekerja namun tidak mencintai pekerjaanya dan sering menghindari tanggung jawab. Manusia bertentangan arti sama dengan manusia yang tidak saja miskin arti tetapi juga miskin norma dan nilai. Dia lebih banyak menuntut hak dari pada kewajibannya. Jadilah manusia kaya arti yang artinya manusia yang mampu melaksanakan semua tugas dan kewajiban karena dia mencintai pekerjaan dan karyanya, serta memberikan nilai tambah bagi lingkungan sosialnya.
Hindari berpikir negatif tentang orang lain. Berpikirlah selalu tentang kebaikan orang lain, karena jika kita selalu berpikir negatif tentang orang lain, maka akan semakin tersiksa tentang diri kita.
Bila hati kita bersih, maka wajah pun akan terlihat cerah, perilaku santun, kata – kata terjaga dan sikap kasih sayang akan terpancar dari diri peribadi orang muda. Bila kita mampu membersihkan jasmani dan rohani kita maka kita akan menjadi peribadi yang indah yang disukai Allah dan sesama. Biar wajah kita tidak tampan dan menarik, tapi peribadi kita menawan bagi semua orang.

“Saya ajak kepada semua orang muda untuk terus membekali diri dengan wawasan kebangsaan yang memadai sehingga tidak terjebak dalam kotak-kotak primordial. Kaum muda harus mampu memposisikan diri sebagai potensi yang proporsional, lintas kepentingan, dan menempatkan diri di atas segala lintas suku, agama, ras dan golongan,” pinta Tiba Owa, mengingatkan. (by. chris parera)