Ketika Bung Karno Bikin Amerika Bertekuk Lutut


SERGAP NTT -> Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.
Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.
Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.
Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.
Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).
Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap tahun 1958 itu. Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.
Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.
Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..
Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Tidak sabar. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.
Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok memang tidak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Saat itu juga dia harus mendapatkan bocoran jawabannya. Memang sebelumnya di antara teman-temannya, mereka sudah kasak-kusuk membenarkan gosip itu. Mas Tok jadi panas juga. Soalnya sebagai anak Bung Karno, seharusnya dia lebih tahu dari teman-temannya.
Mas Tok yang penasaran tidak perlu menunggu lama menanti jawab ayahnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.
Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonannya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!
Tapi sebetulnya di balik canda itu, mungkin bahkan Bung Karno dan Mas Tok sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.
Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.
Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot.
Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….
Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..
Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.
Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.
Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.
Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!
Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.
Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.
Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.
Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.
Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.
Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.
John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.
Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?
Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.
Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.
John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.
Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.
Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.
Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahualam.
Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam diterpa peristiwa G 30 S PKI. (by. chris parera)

Andy Tewas Ditabrak Mobil, Jasadnya Digendong Pria Berjubah Putih


SERGAP NTT -> Ada  seorang bocah kelas 4 SD di sebuah daerah di Pulau Timor, Indonesia, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke sebuah gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya. Tindakannya selama itu diamati oleh seorang pastor yang terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman.
“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah”, tanya si Pastor.  “Ya, Bapa Pastor!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati sang Pastor.
Pastor itu begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada Andy, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pastor.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa Tuhan.. sahabatku.” Dan Pastor tersebut meninggalkan Andy. Tetapi Pastor tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. Tiba-tiba terdengar suara Andy. Dengan lembut dia menyapa sahabatnya, “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini. Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya… Lucunya, aku jadi tidak begitu lapar. Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa. Paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi. Tolong Tuhan. Oya.. Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini…disini…dan disini. Aku rasa Engkau tahu yang ini kan….??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku.. Itulah mengapa dia memukul aku.  Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei… ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops.. aku harus pergi sekarang”.
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pastor, “Bapa Pastor.. Bapa Pastor.. aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari. Andy tidak pernah absen sekalipun. Pastor Thomas berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu. Karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan. Suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pastor Thomas jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang berdoa, Andy pun tiba di Gereja usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan.. Aku.. datang…”
“Kurang ajar kamu, bocah!!! Tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”, sergah keempat itu itu.
Andy begitu terkejut, “Dimana Bapa Pastor Thomas..?? Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, aku sudah punya hadiah untukNya..”
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
“Keluar kamu, bocah!.. Jika tidak kamu akan mendapatkan tonjokku!!!”
Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiahnya di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar dan Andy pun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang itu yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata datang dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata, “Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakanNya.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar kerumunan massa semakin penasaran dan takjub..
Di malam Natal, Pastor Thomas menerima berita yang sangat mengejutkan.
Dia pun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan siapa pria misterius berjubah putih itu. Pastor itu bertemu dengan kedua orang tua Andy. “Bagaimana kamu mengetahui putra kamu telah meninggal?”
“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andy terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata, “Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya. Namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.
“Apa yang dikatakan?”
“Dia berkata kepada putraku…. Terima kasih buat kadonya. Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku”. ….dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu, aku menangis karena bahagia.. aku tidak dapat menjelaskannya bapa Pastor, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pastor .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pastor Thomas tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya. Dengan lutut gemetar dia berbisik, “Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.” (by. chris parera)
http://servedby.adsfactor.net/advr.php?sid=UG0GbAI0AGM%3D&cid=ADgDZFVqVTM%3D&bid=VmtTMAYxA2IGaw%3D%3D&ts=1288764500

Air Panas So’a, Tujuan Wisata Kesehatan


SERGAP NTT -> Gempa bumi, sumber air panas, gas beracun dan berbagai bahan mineral, banyak terdapat di daerah vulkanis, seperti di Kabupaten Ngada (Pulau Flores) atau di pulau-pulau lain di dunia yang dilalui deretan gunung berapi (Mediterania). Ngada yang dilalui jalur gunung berapi memiliki Sumber Air Panas Alam. Letaknya ± 10 meter di atas sungai yang berada di sebelahnya. Sumber air panas ini terdapat di Desa Mengeruda, Kecamatan So’a.
Pemandian Air Panas So’a merupakan salah satu daerah tujuan wisata minat khusus yang dimiliki Kabupaten Ngada. Tempat ini paling cocok untuk wisata kesehatan ( health tourism) yang dipadukan dengan daya tarik wisata alam atau ekowisata.
Kebanyakan pengunjung telah mengakui keindahan dan khasiat air panas So’a yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti rematik, struk, gatal-gatal, dan beberapa penyakit lainnya. Tak heran bila setiap hari pengunjung terus berdatangan untuk membuktikan khasiatnya. Selain bisa menyembuhkan penyakit, air panas So’a juga dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memelihara kesegaran sendi–sendi dan otot, menghilangkan capek-capek, dan membuat awet muda.
Selain sebagai wisata kesehatan karena khasiatnya, pemandian itu juga memiliki daya tarik wisata alam (ekowisata). Suasana alam pedesaan yang masih alami dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berasal dari kota.
Para wisatawan bisa melakukan kegiatan menjelajah ( tracking ) maupun berkemah (camping ) di hutan sekitar lokasi pemandian.
Secara geografis, pemandian Air Panas So’a terletak sekitar 17 km di sebelah timur Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum. Dari Bajawa dapat ditempuh dengan angkutan pedesaan dengan rute Bajawa – So’a.
Sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang tersedia di Pemandian Air Panas So’a cukup memadai. Fasilitas-fasilitas umum yang sudah tersedia di objek wisata ini antara lain WC umum, kamar mandi, ruang ganti, jalan setapak, warung makan, kafe, restoran, tempat penginapan, tempat parkir, kolam renang, hutan wisata dan ruang informasi.
Bagi yang ingin menginap, semalam dikenakan biaya Rp. 65 ribu per orang. Sementara harga tiket masuk ke tempat pemandian dibagi dalam dua kelas, yakni untuk wisatawan manca negara Rp. 2.500 per orang dan wisatawan lokal Rp. 1000 per orang. 
Kondisi prasarana jalan menuju ke ODTW Pemandian Air Panas So’a cukup baik berupa jalan aspal selebar ± 4 meter. Lokasi objek wisata ini dapat dicapai melalui empat jalur yang berbeda.
Penduduk setempat sudah merasakan bahwa penyakit gatal-gatal, capek setelah bekerja berat dapat segera sembuh dan segar kembali usai mandi dengan air panas.
Melalui penyelidikan ilmiah diketahui pula bahwa panasnya air dan zat belerang (sulfur) yang terkandung di dalamnya diduga berasal dari sentuhan magma (panas bumi) yang menyentuh sumber air tanah yang sangat dalam dan sampai terasa di permukaan yang kemudian dikenal dengan sebutan sumber air panas. Panasnya air So’a tepat pada sumbernya sekitar 44 0 C, dan setelah sampai permukaan di kolam mandi menjadi  ± 36 0 C, sesuai dengan suhu badan manusia, sehingga akan terasa enak dan nyaman untuk mandi.
Kira-kira 1 KM dari tempat pemandian terdapat sebuah bandar udara (bandara) yang rutin disinggahi pesawat Merpati Air Lines dan Trans Nusa Air Lines. Pesawat-pesawat tersebut tiap hari melayani rute So’a – Kupang pulang pergi (PP). Selain via pesawat, pengunjung dari luar Pulau Flores bisa menggunakan kapal feri atau kapal perintis yang menyinggahi pelabuhan laut Ende dan Aimere.
Anda ingin berkunjung? Tunggu apa lagi! Apa kata dunia kalau hari gini belum juga rasakan dasyatnya air panas So’a. Selamat berkunjung!!!  (by. chris parera)

Samsat Nagekeo: “Orang Bijak Taat Pajak”


SERGAP NTT -> Demi menggapai target PAD tahun 2011 sebesar Rp. 2,40 milyar, UPTD Pendapatan dan Aset Daerah Propinsi NTT Wilayah Kabupaten  Nagekeo terus bekerja maraton. Target ini hampir pasti tercapai. Sebab, Januari hingga April 2011, uang sudah terkumpul hampir Rp. 1 milyar.  
Keberhasilan membutuhkan kerja keras. Inilah yang menjadi motto kerja  Gregorius Gusi, Kepala Seksi (Kasi) Penetapan dan Penagihan Pajak pada Bagian Sistem Administrasi Manual Dibawah Satu Atap (Samsat) UPTD Pendapatan dan Aset daerah NTT Wilayah Kabupaten  Nagekeo.
“Terhitung sejak Januari hingga April 2011, pemasukan sudah mencapai hampir Rp. 1 milyar. Kami harapkan target yang ditetapkan bisa tercapai,” ujar Goris saat dihubungi B7 per telepon Rabu (4/5/11).
Untuk itu Goris meminta dukungan dan partisipasi masyarakat demi kelancaran tugas dan tanggung jawabnya. “Orang bijak, pasti taat pajak. Di Nagekeo, kami tidak mendapat kesulitan berarti. Karena pada umumnya warga Nagekeo telah sadar pajak,” imbuhnya.
Toh begitu, Goris mengaku akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat pajak, serta peraturan perundang-undangan dan Peraturan Daerah (Perda) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.
“Tujuan kerja akan terwujud, kalau kita kerja dalam kebersamaan,” ucap pria berpenamilan kalem dan suka humor itu.
Kendati setiap hari disibukan dengan pekerjaan kantor yang menumpuk, Goris tak pernah lupa keluarga. Baginya, istri dan anak merupakan belahan jiwanya, sekaligus motivator. Itulah sebabnya, Pria kelahiran Utetoto, Kecamatan Nangaroro, 28 Juli 1960 yang memulai karier sebagai PNS sejak tahun 1986 itu selalu membagi waktu buat keluarganya. Alhasil istri dan anaknya selalu mensuportnya.
Awal sebagai PNS, Goris ditempatkan sebagai pegawai Dispenda Propinsi NTT, bagian samsat di Kabupaten Ngada. Karena keuletannya, tahun 2004 hingga 2007 Goris di percayakan sebagai Plt. Kasi Penetapan dan Penagihan Pajak pada Samsat  Kabupaten Ngada. Namun ketika Ngada di mekarkan, Goris memilih untuk pindah dan mengabdi di Nagekeo. Jabatan yang sama pun kembali ia emban. Goris sadar bahwa PNS adalah pelayan, bukan tuan atas rakyat. Karena itu dalam tugasnya ia selalu mengedepankan prinsip kearifan lokal.
Disinggung soal keberatan Dealer Kendaraan Bermotor terhadap Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penetapan Tarif Bea Balik Nama Kebdaraan Bermotor (BBN-KB), Goris mengatakan, pada prinsipnya pemerintah tetap berkomitmen terhadap pemberlakuan Perda Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retrebusi Daerah. Pemberian keringanan tarif BBN-KB saat penyerahan pertama dikenakan biaya sebesar 10 %  sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2002 tentang BBN-KB. Itupun  hanya diberikan apabila kendaraan tersebut telah didaftarkan pada Samsat selambat-lambatnya Desember 2010 dan kendaraan tersebut telah memiliki faktur dengan tanggal penerbitan Desember 2010. Sedangkan kendaraan yang telah melaksanakan proses BBN-KB pada Januari 2011 dikenakan tarif 15 %.
“Dalam rangka mengantisipasi keterlambatan penerbitan Permendagri tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBN-KB Tahun 2011, serta dengan adanya  beberapa perubahan mendasar sesuai Perda Pajak Daerah Tahun 2010, maka pelaksanaan penetapan PKB dan BBN-KB tahun 2011 tetap mengacu pada Permendagri Nomor 25 Tahun 2010 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBN-KB Tahun 2010 sampai dengan ditetapkannya Permendagri menggantikan Permendagri Nomor 25 Tahun 2010. Penetapan Tarif PKB dan BBN-KB disesuaikan dengan perubahan yang ada berdasarkan Perda Pajak Daerah Tahun 2010, dengan rincian; PKB kendaraan tidak umum 1,5%, kendaraan umum 1%, mobil umum 60%, mobil barang 70%, Pem/TNI/POLRI 0,5%, alat berat 0,2%. Sedangkan BBN-KB; penyerahan pertama 15%, penyerahan kedua dan seterusnya 1%, alat berat (penyerahan1) 0,75%, alat berat (penyerahan 2) dan seterusnya 0,075%,” paparnya. (by. chris parera)

Golkar dan Demokrat “Berkelahi”


SERGAP NTT -> Saling klaim mulai terjadi. Anggota DPRD NTT besutan PDIP, Drs. Kristo Blasin bak artis yang diidolakan banyak orang. Politisi dengan jam terbang tinggi ini mulai jadi rebutan sejumlah kandidat Calon Walikota Kupang periode 2012-2017. Ia digadang-gadang sebagai Calon Wakil Walikota paling populer. Itu sebabnya Drs. Daniel Adoe dikabarkan ingin berpasangan dengan Kristo Blasin. Tapi rumor beredar, Kristo Blasin lebih sreg apabila berpasangan dengan Anggota DPR RI asal Partai Demokrat, Dr. Jefri Riwu Kore (JRK). Bahkan pasangan ini telah direstui oleh Partai Demokrat dan PDIP. Ah,,,,?
Hampir empat pekan antara Maret – April 2011, santer terdengar kalau JRK akan berpasangan dengan Kristo Blasin. Kabar ini melecut setelah JRK dan Kristo Blasin bertemu di Jakarta. Keduanya telah sepakat untuk maju bersama. Bahkan Ketua DPD PDIP NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum disebut-sebut telah merestui mereka. Namun pasangan ini masih “malu-malu” untuk diketahui publik. Itu karena Demokrat dan PDIP punya mekanisme penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang mesti dihormati.
“PDIP akan menetapkan Calon Walikota dan Wakil Walikota melalui penjaringan dan survei,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP NTT, Kornelis So’I, SH saat bincang-bincang dengan B7 di Kantor DPRD NTT, akhir pekan lalu.
Mekanisme PDIP hampir sama dengan Demokrat. Menyongsong Pemilukada Kota Kupang, DPD Partai Demokrat NTT akan membentuk Tim 9 yang terdiri dari DPP 3 orang, DPD 3 orang dan DPC 3 orang. Kinerja Tim 9 akan dilatari semangat “Melanjutkan bakti untuk negeri, Demokrat untuk semua”
“Demokrat well came bagi siapa saja. Baik itu kader partai atau non partai. Siapa saja boleh mendaftar. Setelah pendaftaran, Tim 9 akan melakukan penyaringan dan penetapan. Hasil penetapan Tim 9 kemudian disurvei. Hasil survei ini lalu dikirim ke Jakarta untuk ditetapkan oleh DPP,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jhon Kaunang saat ditemui B7 di Sekretarian Partai Demokrat NTT di Kupang, Selasa (19/4/11).
Namun untuk langgeng ke Pemilukada Kota Kupang, Partai Demokrat mesti berkoalisi. Sebab kursi yang dimiliki Demokrat di DPRD Kota Kupang hanya 3.
“Ya, Demokrat mesti berkoalisi dengan partai lain. Tapi,,, itu tugas calon. Dia mau cari siapa itu tugas dia. Termasuk koalisi. Itu tanggungjawab calon yang ditetapkan oleh Demokrat. Dia harus bisa mengarsiteki gabungan koalisi,” tegas Kaunang seraya menambahkan, “Kader Partai Demokrat yang telah berkomunikasi dengan saya bahwa mereka akan maju sebagai Calon Walikota antara lain Jefri Riwu Kore, Rikardus Wawo dan Eki Madi. Tapi keinginan mereka itu tergantung hasil survei nanti”.
Kepastian bahwa JRK akan berpasangan dengan Kristo Blasin disampaikan juga oleh JRK. Kepada B7, JRK mengaku telah membangun komunikasi dengan Kristo Blasin. Namun semua itu masih akan disurvei lagi oleh Demokrat dan PDIP.
“Ya, kami sudah bertemu. Tapi semuanya tergantung hasil survei,” ucap JRK.
Hm,,, Kristo Blasin bagaikan bidadari yang sedang diperebutkan banyak orang. Maklum,,,! Pria asal Kabupaten Sikka ini dikenal sebagai politisi berwibawa, tenang, elegan dan disenangi banyak orang. Itu sebabnya hasil penjaringan Komisariat Kelurahan (Kumlur) Partai Golkar se Kota Kupang juga menempatkan Kristo Blasin sebagai Calon Wakil Walikota yang paling diminati masyarakat Kota Kupang.
Diatas kertas, paket JRK – Kristo Blasin atau Daniel Adoe – Kristo Blasin berpeluang menang. Itu sebabnya kenapa Golkar dan Demokrat ‘berkelahi’ merebut Kristro Blasin. Selain Kristo Blasin, penjaringan Kumlur Golkar juga menempatkan Daniel Adoe diurutan pertama sebagai Calon Walikota Kupang.
“Dari 32  nama Bakal  Calon Walikota dan 36 Bakal Calon Wakil Walikota yang dijaring Kumlur Partai Golkar, saya dan Kristo Blasin berada di urutan teratas,” ujar Daniel Adoe kepada wartawan di Kupang,(18/4/11).
Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang yang kini sedang menjabat sebagai Walikota Kupang itu, hasil penjaringan Kumlur tersebut akan diteruskan ke DPD I Partai Golkar NTT dan DPP Partai Golkar untuk disurvei oleh lembaga survei yang ditunjuk oleh DPP.
Dari 32 nama Balon Walikota yang dijaring Kumlur Partai Golkar diantaranya terdapat  Viktor Lerik, SE (Ketua DPRD Kota Kupang), Jefri Riwu Kore, Jonas Salean (Mantan Sekda Kota KUpang), Hari Teofilus (mantan Kadis Perhubungan NTT), Fredik Ndolu (Mantan Wartawan RRI), dan Drs. Daniel Hurek (Wakil Walikota Kupang).
Bagi Daniel Adoe, hasil penjaringan Kumlur telah memberi sinyal akan terjadinya koalisi antara Golkar dan PDIP. Itu artinya peluang sudah tertutup bagi Wakil Walikota, Drs. Daniel Hurek untuk kedua kalinya mendampingi Daniel Adoe menuju arena suksesi Pemilukada. Sebab, jauh sebelum penjaringan Kumlur Golkar diumumkan, Dan-Dan (Daniel Adoe-Daniel Hurek) digembar-gembor akan membuka jilid 2 kepemimpinan mereka.   
“Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa saya sudah punya calon pendamping. Sebagai kader Golkar, saya tahu bahwa untuk menentukan Calon Wakil Walikota harus melalui tahap  penjaringan dari bawah. Nah, hasil penjaringan telah menempatkan Kristo Blasin di urutan pertama, maka tidak tertutup kemungkinan terjadi koalisi antara Partai Golkar dan PDIP di Pemilukada Kota Kupang. Tapi kita lihat saja perkembangan kedepan. Karena politik sewaktu-waktu bisa berubah,” tandasnya.
Namun sejumlah analis menyebut, penjaringan Kumlur Golkar merupakan upaya mematahkan jembatan politik yang telah dibangun JRK dan Kristo Blasin. Bisa dibilang Kristo Blasin sedang digeret oleh Partai Golkar untuk tinggalkan JRK dan “bermadu kasih” bersama Daniel Adeo menuju Kupang Campionsip 2012-2017. Bisa benar-bisa juga tidak. Namun yang pasti Kristo Blasin diminati JRK dan sayup-sayup terdengar sedang dibidik Partai Golkar untuk berpasangan dengan Daniel Adoe.
Seteru JRK dan Daniel Adoe pernah terjadi di Pilkada Kota Kupang 2008-2012. Kalau itu paket Dan-Dan mengungguli JRK – Yohanes Dae dengan skor 40.801 (26,18 %) – 33.086 (21,47 %). Sedangkan suara sisanya diraih paket Al Foenay – Agas Andreas 32.705 (21,22 %), Jonas Salean – Aleksander Ena 24.796 (16,09 %) dan Djidon de Han – Bele Antonius 22.700 (14,73 %).
Kini pertarungan ulang bakal terjadi lagi antara Daniel Adoe dan JRK. Peluang menang pun 50:50. Semua tergantung pilihan warga Kota Kupang. Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden 2009 menyebutkan, total pemilih Kota Kupang berjumlah 219.675 orang yang terdiri dari  Kecamatan Kelapa Lima 40.913, Kecamatan Kota Lama 21.911, Kecamatan Oebobo 50.525, Kecamatan Kota Raja 33.904, Kecamatan Alak 31.595 dan Kecamatan Maulafa 40.827.
Kristo Blasin Dukung Rikardus Wawo
Informasi yang berhasil direkam B7 mengatakan, jauh sebelum Penjaringan Kumlur Golkar diumumkan, Kristo Blasin telah nyatakan sikap tidak akan maju sebagai Calon Walikota atau Wakil Walikota Kupang pasca Dan-Dan.
Suatu hari di gedung DPRD NTT bertemulah Kristo Blasin, Rikardus Wawo dan Kornelis So’i. Tiba-tiba Kornelis So’i menghampiri Rikardus Wawo seraya berkata, “Pak Dus (Maksudnya Rikardus Wawo) sebaiknya mundur sudah. Mari kita dukung pak Kristo (Blasin)”. Mendengar itu, Wawo pun membalas dengan tatapan diam sambil tersenyum kecil. Dari sudut yang lain Kristo Blasin nyeletuk, “Jangan,,,,! Jangan halangi Dus. Biarkan dia maju. Dia itu kerja sudah lama. Bahkan semua strategi sudah saya berikan kepada mereka”.
Dukungan kepada Rikardus Wawo juga disampaikan Kristo Blasin saat memberi sambutan pada kegiatan pemancangan tiang Kapel Naimata, di lingkup Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada awal 2011. Kepada para hadirin yang terdiri dari pengurus paroki dan tokoh-tokoh umat setempat, Kristo Blasin mengatakan, “Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudari sekalin, di tengah kita ini hadir juga pak Rikardus Wawo, Calon Walikota Kupang”. Serta merta para hadirin tepuk tangan sambil menoleh ke arah Rikardus Wawo. Sejenak kemudian Kristo Blasin pun menyela, “Jangan hanya tepuk tangan. Tapi, pilih orang baik ini”. 
Namun seiring berjalannya waktu, konstelasi politik pun berubah. Petinggi DPD PDIP NTT memaksa Kristo Blasin untuk maju bertarung sebagai Calon Wakil Walikota. Dengan berat hati, Kristo Blasin menurutinya. Syarat dengan perhitungan matematika politik, Kristo Blasin kemudian dipertemukan dengan JRK di Jakarta. Alhasil terjadi kesepakatan antara JRK dan Kristo Blasin untuk sehidup semati menuju pelaminan suksesi.
Sepulang dari Jakarta, PDIP langsung rapatkan barisan. Semua seiya sekata “Kali ini PDIP dukung JRK dan Kristo Blasin”. Sayang, komitmen ini tidak bertahan lama. Sebab, ketika pergerakan Partai Golkar terdeteksi oleh PDIP bahwa Daniel Adoe akan maju sebagai Calon Walikota Kupang jilid 2, PDIP pun langsung ‘merapat’ ke kubu Daniel Adoe. Komunikasi yang dimulai PDIP itu menuai respon positif dari Daniel Adoe. Tak heran bila kini bergelinding isu kalau Kristo Blasin akan berpasangan dengan Daniel Adoe. (by. chris parera)