
SERGAP NTT -> Sebuah bom ditemukan seorang nelayan asal Kelurahan Namosain, Kota Kupang bernama Ba’i Lada (28) di lepas pantai laut Timor bagian barat pada Senin (22/8/11). Bom yang diduga peninggalan perang dunia ke 2 itu tersangkut di jaring (pukat) ikan milik Ba’i.
Mulanya Ba’i menduga, bom tersebut hanyalah potongan besi biasa. Ia lalu membawa benda maut itu ke rumahnya. Namun ia kaget bukan kepalang saat sejumlah tetangganya mengatakan kalau barang tersebut adalah bom. Tanpa pikir dua kali lagi, Ba’i pun angsung melapor temuannya itu ke polisi.
“Beta kira itu barang hanya besi biasa, eh,,, ternyata bom,” ujar Ba’i dengan logat kupangnya yang kental.
Tim Gegana Brimob Polda NTT yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian langsung mengamankan bom tersebut. Setelah diselidiki polisi, ternyata bom itu buatan tahun 1936 dan di duga milik tentara Jepang.
“Bom ini di duga milik tentara Jepang saat menduduki Kota Kupang di era perang dunia ke 2,” papar salah seorang polisi di TKP.
Bom akhirnya dibawa ke markas Gegana Kupang untuk dimusnahkan. (by. chris parera)
sergapntt.com [KEFA] – Diduga mengidap gangguan jiwa alias gila, Martinus Naikofi, Warga Desa Kote, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Jumat (19/8/2011) malam mengamuk dan menghabisi nyawa ibu kandungnya, Lusia Fios dan tetangganya Bernadus Berkanis.
Menurut para saksi mata di lokasi kejadian, Naikofi selama ini memang menderita gangguan jiwa. Pelaku menghabisi para korban dengan linggis dan parang. Korban pertama yang menjadi sasaran amukan Naikofi yaitu ibu kandungnya, Lusia Fios. Naikofi menghabisi Lusia Fios dengan linggis.
Setelah Lusia sekarat ia kemudian keluar rumah menuju rumah tetangganya, Bernadus Berkanis di saat warga mengerumuni tubuh ibunya yang bersimbah darah.
Sampai di rumah Bernadus, Pelaku langsung menebas leher korban yang saat itu sedang men-cash telepon genggamnya.
Kepala korban terpental terpisah dari tubuhnya. Pelaku kemudian membabibuta mencincang bagian tubuh korban yang lain. Salah satu tangan korban juga terputus akibat tebasan pelaku.
Pelaku juga sempat melukai kakak perempuannya, Flora Naikofi dengan linggis. Namun Flora masih bisa menyelematkan diri. Akibat pukulan dari pelaku, Flora sempat dirawat di RSUD Kefamenanu Jumat malam.
Pelaku yang sudah kesetanan terus memburu korban. Warga Desa Kote yang berusaha menangkap pelaku akhirnya menyerah karena pelaku memegang barang tajam dan terus memburu siapa saja yang dekat denganya.
Warga terpaksa memadamkan listrik di rumah-rumah untuk menghindar dari kejaran pelaku. Polisi yang tiba beberapa saat kemudian sempat kewalahan menangkap pelaku. Apalagi saat itu seluruh listrik dipadamkan warga. Dengan menggunakan lampu sepeda motor, polisi mencari keberadaan pelaku.
Polisi pun ikut menjadi sasaran. Beberapa anggota polisi sempat dikejar pelaku. Namun Polisi rupanya lebih sigap dan berhasil memukul tangan salah satu tangan pelaku yang memegang parang hingga parang di tangan pelaku jatuh.
Saat parang terlepas dari tangan pelaku polisi pun langsung membekuk pelaku dan membawanya ke ruang tahanan Polsek Noemuti. Kasus tersebut sementara ini masih dalam penyelidikan Polsek Noemuti. (by.
Pos Kupang)