Rabies Masih Mengancam Flores


SERGAP NTT -> Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr Asep Purnama, Sp.PD, mengatakan, perlu keseriusan seluruh komponen di NTT untuk memberantas rabies yang mengganas di Pulau Flores dan Lembata.
“Sebenarnya, pada 2000 pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khusus Direktorat Jendral PPM dan PPL sudah mencanangkan Indonesia bebas Rabies 2005, namun hingga saat ini belum ada perkembangan berarti, karena belum serius untuk mencegah atau memberantas penyakit ini,” katanya di Kupang, Minggu (21/8/2011) terkait dengan upaya mengatasi masalah rabies di Flores dan Lembata.
Jadi, Asep Purnama menjelaskan, masalah pemberantasan rabies merupakan program nasional, dan sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu.
Ia mengaku, berdasarkan kriteria Kementerian Kesehatan, suatu daerah dikatakan bebas rabies jika daerah tersebut secara histori tidak pernah ditemukan penyakit rabies atau daerah yang tertular rabies akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir tidak ada kasus secara klinis dan epidemiologis serta sudah dikonfirmasi secara laboratoris.
Sampai saat ini terdapat empat propinsi yang dinyatakan bebas rabies yaitu Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat. “Apakah daerah yang dinyatakan tertular rabies seperti NTT, bisa berubah status menjadi daerah bebas rabies? Jawabannya, sangat bisa,” katanya.
Buktinya tiga propinsi, yaitu propinsi Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah telah membuktikan bahwa dengan kemauan dan usaha keras berbagai pihak suatu daerah bisa bebas dari rabies.
Ia menyebut Surat Keputusan Menteri Pertanian No.892/Kpts/TN.560/9/97 tanggal 9 September 1997, menjadi bukti bahwa ketiga propinsi yang awalnya masuk dalam kategori tertular rabies, akhirnya dinyatakan bebas rabies.
NTT dinyatakan sebagai daerah tertular rabies pada tahun 1998 sejak terjadinya wabah rabies di Kabupaten FloresTimur. Dan bukanlah sebuah khayalan jika suatu saat NTT akan berubah status menjadi daerah bebas rabies.
“Tiga propinsi telah berhasil membuktikannya, dan kita warga NTT juga pasti bisa mewujudkan NTT bebas rabies, asal kita mempunyai kemauan dan berusaha dengan keras,” katanya.
Dia mengatakan rabies adalah infeksi susunan saraf pusat yang sifatnya akut, disebabkan oleh oleh virus Rabies. “Rabies merupakan penyakit menular yang mematikan,” katanya.
Menurut dia, Virus Rabies berdomisili pada semua jenis hewan menyusui, tidak hanya pada hewan jenis anjing saja. Bahkan di Amerika, Virus Rabies dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan hewan sebagai sumber penularannya yaitu “Urban Rabies”, virus tersebut ditemukan pada anjing atau kucing peliharaan yang belum mendapatkan vaksinasi rabies.
Berikut “Sylvatic Rabies”, virus terdapat pada hewan liar seperti kelelawar, anjing hutan, kera, srigala, musang, dan hewan peliharaan bisa terinfeksi rabies dari hewan liar yang tidak diketahui pemiliknya atau terjadi wabah dilokasi setempat.
Di Flores-Lembata, sebagian besar virus rabies ditularkan melalui gigitan anjing yang mengandung virus rabies dalam air liurnya.
Sebetulnya virus rabies sendiri tidak dapat menembus kulit yang utuh dan sehat. Jilatan hewan yang mengidap virus rabies dapat berbahaya jika kulit terluka atau tidak utuh. Virus rabies dapat pula memasuki badan melalui selaput mukosa yang utuh, seperti selaput mata, mulut, dubur, alat kemaluan.
Hewan juga dapat terinfeksi lewat makanan yang tercemar virus tersebut. Tetapi pada manusia belum ada konfirmasi tentang penularan melalui makanan. Penularan antar manusia dapat terjadi melalui operasi transplantasi organ dimana organ donor terpapar virus rabies, juga dilaporkan adanya kasus penularan melalui gigitan manusia antar manusia. (by.chris parera yang disaduh dari kompas.com)

Bom Milik Tentara Jepang Ditemukan Nelayan Kupang


SERGAP NTT -> Sebuah bom ditemukan seorang nelayan asal Kelurahan Namosain, Kota Kupang bernama Ba’i Lada (28) di lepas pantai laut Timor bagian barat pada Senin (22/8/11). Bom yang diduga peninggalan perang dunia ke 2 itu tersangkut di jaring (pukat) ikan milik Ba’i.
Mulanya Ba’i menduga, bom tersebut hanyalah potongan besi biasa. Ia lalu membawa benda maut itu ke rumahnya. Namun ia kaget bukan kepalang saat sejumlah tetangganya mengatakan kalau barang tersebut adalah bom. Tanpa pikir dua kali lagi, Ba’i pun angsung melapor temuannya itu ke polisi.
“Beta kira itu barang hanya besi biasa, eh,,, ternyata bom,” ujar Ba’i dengan logat kupangnya yang kental.
Tim Gegana Brimob Polda NTT yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian langsung mengamankan bom tersebut. Setelah diselidiki polisi, ternyata bom itu buatan tahun 1936 dan di duga milik tentara Jepang.
“Bom ini di duga milik tentara Jepang saat menduduki Kota Kupang di era perang dunia ke 2,” papar salah seorang polisi di TKP.
Bom akhirnya dibawa ke markas Gegana Kupang untuk dimusnahkan. (by. chris parera)

Orang “Gila” Habisi Ibu dan Tetangganya


sergapntt.com [KEFA] –  Diduga mengidap gangguan jiwa  alias gila, Martinus Naikofi, Warga  Desa Kote, Kecamatan Noemuti,  Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Jumat (19/8/2011) malam mengamuk dan menghabisi nyawa ibu kandungnya, Lusia Fios dan tetangganya Bernadus Berkanis.  


Berkanis tewas di tempat dengan leher  dan tangan kanannya terpisah dari badan. Sedangkan Lusia Fios meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu beberapa jam kemudian.

Menurut para saksi mata di lokasi kejadian, Naikofi selama ini memang menderita gangguan jiwa. Pelaku menghabisi para korban dengan linggis dan parang. Korban pertama yang menjadi sasaran amukan Naikofi yaitu ibu kandungnya, Lusia Fios.  Naikofi menghabisi Lusia Fios dengan linggis. 

Setelah Lusia sekarat ia kemudian keluar rumah menuju rumah  tetangganya, Bernadus Berkanis di saat warga mengerumuni tubuh ibunya yang bersimbah darah.

Sampai di rumah Bernadus, Pelaku langsung menebas leher korban  yang  saat itu sedang  men-cash telepon genggamnya. 

Kepala korban terpental terpisah dari tubuhnya.  Pelaku kemudian membabibuta mencincang bagian tubuh korban yang lain. Salah satu tangan korban juga terputus akibat tebasan pelaku.

Pelaku juga sempat melukai kakak perempuannya, Flora Naikofi dengan linggis. Namun  Flora masih bisa menyelematkan diri. Akibat pukulan dari pelaku, Flora sempat dirawat di RSUD Kefamenanu Jumat malam.

Pelaku yang sudah kesetanan terus memburu korban. Warga Desa Kote yang berusaha menangkap pelaku akhirnya menyerah karena pelaku memegang barang tajam dan terus memburu siapa saja yang dekat denganya. 

Warga terpaksa memadamkan listrik di rumah-rumah untuk menghindar dari kejaran pelaku.  Polisi yang tiba beberapa saat kemudian sempat kewalahan menangkap pelaku. Apalagi saat itu seluruh listrik dipadamkan warga.  Dengan menggunakan lampu sepeda motor, polisi mencari keberadaan pelaku.

Polisi pun ikut menjadi sasaran.  Beberapa anggota polisi sempat dikejar pelaku. Namun  Polisi  rupanya lebih sigap dan berhasil memukul tangan salah satu tangan pelaku yang memegang parang hingga parang di tangan pelaku jatuh.  

Saat parang terlepas dari tangan pelaku polisi pun langsung membekuk pelaku dan membawanya ke ruang tahanan Polsek Noemuti. Kasus tersebut sementara ini masih dalam penyelidikan Polsek Noemuti. (by. Pos Kupang)

NTT Ajak Timor Leste Kerjasama


Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak Pemerintah Republic Democratic Timor Leste (RDTL) untuk bekerja sama di bidang ekonomi, khususnya dalam aspek penyerapan Semen Kupang yang baru diluncurkan dengan produk dan kemasan baru pada Rabu 17 Agustus 2011.
Mari kita bekerja sama di bidang ekonomi. Apalagi kemarin setelah perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 66, saya telah meluncurkan produk dan kemasan baru Semen Kupang,” kata Lebu Raya saat menerima kunjungan kenegaraan Director Geral das Relacoes Externas (Duta Besar Timor Leste) untuk Indonesia, Juvencio de Jesus Martins di ruang kerja Gubernur, Kamis (18/8).
Dalam kunjungannya, Dubes de Jesus Martins didampingi Konsul Timor Leste, Feliciano da Costa.
Menurut Lebu Raya, kerjasama di bidang ekonomi bersama RDTL amatlah penting, apalagi aspek transportasi sangat mendukung.
”Saya pikir kerjasama dengan RDTL dari aspek transportasi sangatlah mudah. Bisa jalan darat dan bisa juga jalan laut. ,” ujarnya. (by. ferry guru)

Bupati Baru Lembata Jangan Balas Dendam


SERGAP NTT -> Pasangan bupati dan wakil bupati baru Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur, Eliaser Yentji Sunur dan Viktor Mado Watun, diharapkan tidak melakukan aksi balas dendam terhadap kalangan pejabat dan masyarakat yang tidak mendukung ketika pemilihan umum kepala daerah beberapa waktu lalu. Semuanya harus dirangkul demi pelayanan masyarakat serta tugas pemerintahan yang lebih efektif dan maksimal.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Petrus Atawolo di Kupang, belum lama ini. Petrus yang juga pelaksana tugas Bupati Lembata berada di Kupang dengan agenda khusus berkonsultasi dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya terkait rencana pelantikan pasangan bupati/wakil bupati baru tersebut.
“Kemungkinan ancara pelantikan antara tanggal 25 dan 26 Agustus mendatang,” tuturnya ketika menunggu giliran bertemu Gubernur.
Dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Lembata putaran kedua dua pekan lalu, pasangan Yentji/Viktor mengalahkan pasangan Herman Wutun/Viktus Murin. Petrus Atawolo berjanji akan menyampaikan berbagai masukan kepada pasangan Yentji dan Viktor sebelum keduanya dilantik dan mulai bertugas.
“Saya mencatat bahwa sejumlah contoh tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di daerah lain jadi tersendat hingga macet hanya karena pimpinan daerah yang baru sejak awal justru sibuk menggusur para pejabat yang berbeda pilihan politiknya, dan pada saat yang sama seru dengan aksi balas jasa kepada mereka yang diketahui mendukung. Contoh seperti ini jangan sampai terjadi di Lembata,” harapnya.
Dia berharap para pejabat merangkul semua dan memberi kesempatan yang sama menunjukkan kinerjanya. Hukuman atau penghargaan bukan karena beda pilihan politik, melainkan sepenuhnya berpedoman pada kinerja tugas pejabat bersangkutan. (by. kompas)