Gila! Si Kakek Tega Perkosa Keponakannya Sendiri


sergapntt.com [LARANTUKA] – Keponakan yang seharusnya dijaga dan diasuh dengan baik, diperlakukan sebaliknya oleh seorang kakek di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Karolus Koten ditangkap jajaran Kepolisian Resor Flores Timur, Kamis (14/10), karena memperkosa keponakannya, Bunga–nama samaran.

Bunga dititipkan orangtuanya di rumah Karolus untuk dibiayai sekolah di salah satu SMP di Tanjung Bunga. Namun Bunga malah dipaksa melayani nafsu pria berusia 75 tahun ketika istri pergi.

Saat diinterogasi, sang kakek membantah laporan Margaretha Tukan, ibu korban. Namun belakangan pelaku tak bisa mengelak lagi. Karolus mengaku peristiwa itu terjadi karena diinginkan korban. Pelaku yang telah beristri tiga ini berjanji menikahi korban setelah tamat SMU nanti.

Peristiwa nahas yang menimpa Bunga baru terkuak ketika korban kabur ke rumah orangtuanya. Ia enggan dijemput pulang oleh Karolus untuk kembali masuk sekolah. Sambil menangis, Bunga menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya berulang kali itu.

Kecewa dengan kejadian itu, Margaretha melaporkan kejadian ini ke Mapolres Flores Timur. Margaretha mengaku anaknya depresi dan susah berkomunikasi dengan orang lain sehingga terpaksa putus sekolah.

Kepala Polres Flores Timur Ajun Komisari Besar Polisi Eko Kristianto mengatakan, korban diperkosa Karolus secara paksa dan digampar. Korban juga dibekap mulutnya ketika hendak berteriak. Bunga juga diancam dibunuh jika menceritakan kejadian ini kepada orang lain.

Atas perbuatannya Karolus terancam hukuman 15 tahun penjara.(*)

Kapten Kapal Tewas di Kamar PSK


sergapntt.com [KUPANG] – Andi Bahtiar Umar (43) asal Maumare, Kabupaten Sikka, yang berprofesi sebagai kapten kapal rute Surabaya-Kupang, tewas di kamar yang ditempati Novi, salah seorang pekerja seks komersial (PSK) di Hotel Citra, Jalan Hans Kapitan, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, Rabu (13/10/2010) pukul 21.00 Wita.
Umar yang masih mengenakan celana panjang hitam dan baju kemeja warna putih itu datang ke kamar Novi untuk berkencan. Keduanya sempat berbincang-bincang beberapa saat. Namun sebelum transaksi, Umar terlihat lemas dan jatuh terlentang di lantai. Melihat Umar jatuh, Novi langsung berteriak dan meminta tolong kepada pihak keamanan Hotel Citra.
Dokter Irman dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang yang melakukan otopsi terhadap jenazah Umar, ketika ditanya Pos Kupang di tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar pada tubuh Umar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan.
“Kita sudah periksa dan tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh Umar. Memang terlihat pembuluh darah pada matanya pecah. Kemungkinan hal itu akibat kelebihan konsumsi suplemen ever-joy untuk penambah stamina yang memacu jantung, karena ditemukan juga ada suplemen sejenis milik Umar,” kata Irman.
Aparat keamanan telah mengamankan beberapa barang bukti milik Umar berupa HP, uang dan kartu kredit serta satu butir suplemen.
Kasat Reskrim Polresta Kupang, AKP Yeter B Selan kepada Pos Kupang menjelaskan, pihak kepolisian masih perlu mendalami lagi tentang latar belakang kematian Andi Bahtiar Umar. “Kita belum tahu persis penyebab kematian Umar. Kita periksa dulu saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu,” ujarnya.
Kematian Andi Bahtiar Umar mengundang perhatian para wanita penghibur lainnya di tempat itu. Mereka langsung mengerumuni tempat kejadian untuk melihat kondisi jenazah Umar. (*)

Hindari Tanah Abang, Ada Tawuran


Hanya gara-gara sepele, dua kelompok pemuda terlibat tawuran di Jalan Jatibunder Ujung, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pemicu tawuran gara-gara sepakbola yang berlanjut hingga sekarang,” ujar Luki, warga sekitar kepada okezone, Jumat (15/10/2010).

Saat ini, tawuran masih berlanjut. Dua kelompok tersebut melengkapi diri dengan senjata tajam dan kayu balok. Akibat tawuran tersebut, masing-masing kelompok menderita luka-luka.

Belum dapat dipastikan berapa jumlah korban yang terluka. Anggota Polsek Tanah Abang pun langsung ke lokasi dan mencegah tawuran tersebut.

Menurut pengakuan sejumlah warga, di lokasi tersebut memang kerap terjadi tawuran antarpemuda. Kedua belah pihak juga sering dipertemukan, Namun belum ada solusinya.
(teb)

Dermaga Peti Kemas di Ende Bermasalah


Ada yang menarik dengan pelaksanaan pembangunan dermaga peti kemas di kompleks Pelabuhan Ende. Kontraktor pelaksana lupa mencantumkan nilai proyek pada papan pengumuman.

Terhadap masalah ini, anggota DPRD Kabupaten Ende, Haji Pua Saleh berpendapat, kontraktor pelaksana mungkin sengaja menyembunyikan nilai nominal uang untuk membiayai proyek tersebut. Sebab dalam papan pengumuman yang dicantumkan hanya nama pekerjaan, kontraktor pelaksana, waktu pelaksanaan serta lokasi. Besar dan sumber dana tidak disebutkan.

“Harus diingat bahwa dana yang dipergunakan untuk membangun dermaga adalah uang negara yang harus diketahui publik,” kata Haji Pua Saleh di Ende, Sabtu (9/10/2010).

Haji Pua Saleh merasa heran dengan kejanggalan itu. Menurut dia, apapun jenis pekerjaan proyek yang dananya bersumber dari APBD maupun APBN harus dicantumkan nilai nominal uang. “Dengan begitu, publik bisa mengetahui dana yang dipergunakan itu wajar atau tidak dengan realisasi fisik yang sedang dibangun. Kalau besaran dana tidak diumumkan kepada publik lewat papan pengumuman proyek, tentu patut dipertanyakan. Jangan-jangan proyek tersebut menyimpan masalah,” tandasnya.

Haji Pua Saleh menegaskan, pencantuman nilai uang dalam papan pengumuman proyek bukan suatu formalitas belaka namun diatur oleh Keppres No. 80 tahun 2004. Jika kontraktor pelaksana lupa atau sengaja tidak mencantumkan besaran dana, maka hal itu melanggar Keppres No. 80.

Haji Pua Saleh meminta kepada kontraktor pelaksana untuk segera mencantumkan besaran dana pada papan pengumuman sebagai wujud transparasi kepada publik.”Di mana-mana yang namanya proyek pemerintah senantiasa mencantumkan besaran dana,” tuturnya.

Seperti disaksikan FloresStar, dalam papan pengumuman tersebut yang dicantumkan adalah pekerjaan pembangunan fasilitas laut kota Ende. Lokasi pelabuhan laut kota Ende. Tahun Anggaran 2010. Kontraktor PT Andalan Kurniawan Indonesia Timur. Waktu pelaksanaan 145 hari kalender. Tidak diumumkan nilai proyek tersebut. (rom)

Kontraktor Segera Ganti

KEPALA Adpel Ende, Abia Alex Foe mengatakan, pihaknya telah meminta kepada kontraktor untuk mengganti papan tersebut dengan mencantumkan nilai proyek. “Itu bukan suatu yang disengaja. Saya minta mereka segera ganti dan dipastikan hari Senin (11/10/2010) papan tersebut sudah diganti,” kata Alex melalui telepon dari Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Depertemen Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Laut mengucurkan dana APBN tahun 2010 sebesar Rp 7 miliar untuk pembangunan dermaga peti kemas di sekitar Pelabuhan Ende.

Saat ini sedang dalam proses desain oleh tim teknis yang langsung diikuti dengan pembangunan fisik di bagian sisi darat.
Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Ende, Abia Alex Foe yang ditemui pekan lalu di Ende menjelaskan, keberadaan dermaga peti kemas di wilayah Kabupaten Ende memang sangat dibutuhkan guna menampung barang-barang dari kapal.

Selama ini, kata Abia, proses pendropingan barang biasanya dilakukan lewat Pelabuhan Ippi atau Ende. Dengan adanya dermaga khusus itu, maka proses bongkar muat barang akan lebih aman dan nyaman.

Dikatakannya, secara tehknis pembangunan dermaga peti kemas diawali dari sisi darat sepanjang 2.000 meter persegi menuju laut. Menurut Abia, kehadiran dermaga peti kemas secara ekonomis memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Ende karena akan semakin banyak kapal barang atau kapal kontainer yang bongkar muat di Pelabuhan Ende. (rom)

VIDEO Mesum PNS Ende


sergapntt.com [ENDE] – Video mesum kembali menggemparkan Kota Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kali ini vedo mesum dilakoni dua Pegawai Negeri Sipil (PSN) yang diduga bekerja di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende di dalam sebuah mobil.

Durasi video tersebut kurang lebih 10 menit. Sebelum memulai adegan, sSi pria tampak lengkap dengan pakaian PNS-nya, sedangkan si cewek berpakaian preman.

Namun aksi video ini belum di ketahui secara pasti kapan pengambilan gambarnya. Kini masih dalam penyelidikan polisi.

By. CHEKER