http://www.123contactform.com/contact-form-sergapntt-215748.html


privasi http://www.sergapntt.com

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan tentang kebijakan privasi kami, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email di sergapntt@yahoo.co.id.

Pada http://www.sergapntt.com, privasi dari pengunjung kami adalah sangat penting bagi kami.Dokumen kebijakan privasi ini menguraikan jenis informasi pribadi yang diterima dan dikumpulkan oleh http://www.sergapntt.com dan bagaimana digunakan.

File log
Seperti banyak situs Web lain, http://www.sergapntt.com yang menggunakan file log. Informasi dalam file log meliputi alamat protokol internet (IP) alamat, jenis browser, Internet Service Provider (ISP), tanggal / cap waktu, halaman / keluar merujuk, dan jumlah klik untuk menganalisis kecenderungan, mengelola situs, melacak pengguna s Gerakan di sekitar lokasi, dan mengumpulkan informasi demografis. Alamat IP, dan informasi lainnya yang tidak terhubung ke setiap informasi yang pribadi.

Cookie dan Web Beacon
http://www.sergapntt.com tidak menggunakan cookie untuk menyimpan informasi tentang preferensi pengunjung, merekam informasi pengguna tertentu pada halaman mana akses pengguna atau kunjungi, menyesuaikan konten halaman web berdasarkan jenis pengunjung browser atau informasi lainnya yang pengunjung mengirimkan melalui browser mereka.

Cookie DoubleClick DART

::. Google, sebagai vendor pihak ketiga, menggunakan cookies untuk melayani iklan di http://www.sergapntt.com.

::. Menggunakan Google cookie DART memungkinkan untuk menampilkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke http://www.sergapntt.com dan situs lainnya di Internet.

:: Pengguna dapat membatalkan penggunaan cookie DART dengan mengunjungi iklan Google dan jaringan konten kebijakan privasi di URL berikut – http://www.google.com/privacy_ads.html.

Beberapa partner periklanan kami mungkin menggunakan cookies dan web beacon di situs kami. Mitra iklan kami meliputi …….
Google Adsense

Server-server iklan pihak ketiga atau jaringan iklan dengan menggunakan teknologi iklan dan link yang muncul di http://www.sergapntt.com mengirim langsung ke browser Anda. Mereka secara otomatis menerima alamat IP anda ketika hal ini terjadi. Teknologi lainnya (seperti cookies, JavaScript, atau Web Beacon) juga dapat digunakan oleh pihak ketiga jaringan iklan untuk mengukur efektivitas iklan mereka dan / atau untuk personalisasi konten iklan yang Anda lihat.

http://www.sergapntt.com tidak memiliki akses ke atau kontrol atas ini cookie yang digunakan oleh pihak ketiga pemasang iklan.

Anda harus berkonsultasi dengan kebijakan privasi masing-masing dari ketiga server iklan pihak untuk informasi lebih rinci tentang praktek-praktek mereka serta untuk mendapatkan petunjuk tentang cara memilih dari praktek tertentu. www.sergapntt.com ‘s kebijakan privasi tidak berlaku untuk, dan kita tidak dapat mengontrol kegiatan, pengiklan lain atau situs web.

Jika Anda ingin menonaktifkan cookie, Anda dapat melakukannya melalui individu pilihan browser. Informasi lebih lanjut tentang cookie manajemen khusus dengan web browser dapat ditemukan pada website masing-masing browser.

Privacy Policy for http://www.sergapntt.com


If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at sergapntt@yahoo.co.id.


At http://www.sergapntt.com, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://www.sergapntt.com and how it is used.


Log Files
Like many other Web sites, http://www.sergapntt.com makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user�s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.


Cookies and Web Beacons
http://www.sergapntt.com does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.


DoubleClick DART Cookie


.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://www.sergapntt.com.


.:: Google’s use of the DART cookie enables it to serve ads to your users based on their visit to http://www.sergapntt.com and other sites on the Internet.


.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL – http://www.google.com/privacy_ads.html


Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include …….
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://www.sergapntt.com send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.


http://www.sergapntt.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.


You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://www.sergapntt.com’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.


If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites.

Guru Selingkuh, Sekolah Disegel


sergapntt.com [BOAWAE] – Dua guru SD Katolik Kelewae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT terlibat selingkuh. Akibatnya, pemilik tanah menyegel sekolah tersebut.
Penyegelan sejak seminggu terakhir ini membuat para murid dirugikan karena aktivitas belajar-mengajar terhenti. Para murid kemudian melaporkan nasib mereka kepada DPRD Nagekeo di Mbay, Jumat (30/7/2010).

Pengaduan para murid SD kepada Dewan — peristiwa pertama di Nagekeo itu terjadi menyusul aksi penyegelan SDK Kelewae oleh pemilik tanah sejak Senin (26/7/2010). Sejak saat itu kegiatan belajar-mengajar (KBM) berhenti sama sekali.

Para murid SD kelas 4, 5, dan 6 datang bersama 49 orang tua mereka dan pengurus komite. Mereka meminta Dewan membantu menyelesaikan persoalan itu.

Kepala SDK Kelewae, Margareta To mengatakan, pemilik tanah menyegel pintu sekolah, baik SDK Kelewae maupun Taman Kanak-kanak (TK) Budi Luhur Kelewae.

“Sejak hari Senin lalu kami tidak bisa sekolah karena semua pintu disegel termasuk TK. Kami mau minta bantuan Dewan untuk selesaikan ini. Kasihan anak-anak tidak bisa sekolah,” tutur Margareta.

Hal senada disampaikan Ketua Komite Sekolah, Fridus Mere. “Anak-anak sudah lima hari tidak sekolah. Pemilik tanah mau membuka segelan asalkan dua orang guru di sekolah tersebut harus dipindahkan. Karena adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan guru tersebut,” kata Fridus.

Fridus juga mempertanyakan kebijakan pemerintah setempat atas kedua guru tersebut. Menurutnya, tiga bulan lalu kedua guru tersebut sudah dipindahkan ke sekolah berbeda, namun saat ini keduanya dikembalikan lagi ke SDK Kelewae. Hal tersebut, kata Fridus, membuat pemilik tanah merasa dilecehkan sehingga menyegel sekolah.

“Ada dua alasan, mengapa kami datang ke DPRD. Pertama, dua orang guru yang sudah dimutasikan ke sekolah yang berbeda kenapa saat ini dikembalikan lagi ke SD Kelewae? Padahal masyarakat menghendaki keduanya pindah. Hal kedua, tidak ada lagi keharmonisan di sekolah,” tutur Fridus.

Kepala sekolah dan ketua komite sekolah menyampaikan hal yang sama di depan anggota DRPD Nagekeo yang terdiri dari Ketua DPRD, Gaspar Batu Bata, Wakil Ketua DPRD, Stanis Paso dan Thomas Tiba, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), Yuli Lamuri, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Ceme Benediktus serta beberapa anggota Dewan lainnya.

“Saya sedih bapak ibu datang dengan anak-anak sekolah saat ini. Sejak saya menjadi anggota DPRD dari tahun 1991 saat masih di Ngada dulu, ini kali pertama anak sekolah menghadap Dewan. Saya sudah dapat laporan dari Komisi C bahwa persoalan di SDK Kelewae sudah selesai dan komisi C. Saya tahu sudah bekerja, tetapi kok begini lagi,” kata Ketua DPRD Nagekeo, Gaspar Batu Bata.

Saat itu juga Gaspar langsung meminta penjelasan dari kepala sekolah dan pengurus komite. “Apa sudah pernah lapor Kepala Dinas PPO atau Bapak Bupati? Kalau sudah, kenapa sampai sekarang terjadi lagi,” tanya Gaspar yang langsung dijelaskan Margareta tentang duduk perkaranya.

Margareta menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan masalah itu kepada camat Boawae, UPTD Boawae dan PPO. “Kita minta pemerintah agar dalam 1 x 24 jam, anak-anak sekolah harus masuk sekolah lagi,” kata Thomas Tiba. DPRD Nagekeo berjanji secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut agar para murid tidak dikorbankan.

by. COPAS

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun


sergapntt.com [GURJARAT] – Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.
Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.

Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.

Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.

“Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran,” kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. “Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali” tambahnya

Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (by. yahoo)

Vaksin Bunuh Puluhan Ternak di Riung


PROGRAM vaksinasi yang dilakukan Dinas Peternakan, Pertanian dan Perkebunan (P3) Kabupaten Ngada di Kecamatan Riung, Riung Barat dan Wolo Meze pada November 2009 silam menyisahkan duka bagi petani ternak di tiga daerah tersebut. Pasalnya, setelah di vaksin, puluhan ternak seperti sapi, kambing dan babi milik para petani tiba-tiba mati serentak. Ironisnya, pemerintah terkesan tak pernah tahu. Loh koq..?
Senin (1/2/10) sore, sejumlah warga Desa Tadho dan Lengkosambi, Kecamatan Riung berkumpul dipinggir jalan trans Riung – Mbay. Raut muka mereka kusut tak bersemangat. Setelah didekati ternyata mereka sedang berdiskusi untuk melangsungkan demonstrasi ke kantor Bupati Ngada. Apa sebab? Usut punya usut ternyata mereka tak puas dengan kinerja Dinas P3 Kabupaten Ngada. Pasalnya, kematian ternak pasca vaksin hingga kini belum juga ditanggapi atau dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada.
Di dua desa tersebut terdapat puluhan ekor ternak yang mati akibat vaksin Dinas P3, antara lain 10 ekor babi milik Fidelis Rasa, 3 ekor babi milik Ny. Lena, 13 ekor babi milik Berto Bholong, 5 kambing milik Irwan Bhanging, 7 kambing milik Agus Loning, 4 ekor babi milik Kosmas Tama, 2 ekor sapi milik Anton Luntung dan 15 ekor kambing milik Nadus Tabu.
Menurut warga, vaksin ternak yang dilakukan Dinas P3 awalnya untuk mencegah datangnya penyakit di musim hujan. Namun dalam pelaksanaannya, Dinas P3 memakai tenaga anak SMK Peternakan Mbay (Nagekeo).
“Yang suntik vaksin itu anak SMK Peternakan Mbay. Mereka dipakai oleh Dinas P3. Mungkin karena kurang pengalaman atau salah obat atau salah takaran obat, tiba-tiba babi dan kambing yang mereka suntik itu mati semua. Memang waktu mereka suntik, tidak langsung mati. Tapi keesokan harinya ternak kami mati semua. Kami sudah laporkan masalah ini ke pemerintah, tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan,” papar salah seorang warga Tadho.
Oleh karena itu, Bupati Ngada, Drs. Pit Jos Nuwa Wea diminta untuk segera turun tangan. Sebab ternak menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Tadho dan Lengkosambi.
“Daerah kami ini, daerah kering. Curah hujannya sangat sedikit. Satu-satunya andalan kami adalah ternak. Nah kalau ternak kami mati seperti ini, kami mau hidup pakai apa lagi. Coba pak bayangkan, anak babi sekarang di Riung harganya Rp 300 ribu. Babi besar 1 sampai 1,5 juta. Sedangkan kambing Rp 800 ribuan. Berapa kerugian kami? Untuk itu kami minta pemerintah segera mengganti ternak kami itu,” tegas warga Tadho itu lagi.
Keluh kesah disampaikan juga sejumlah warga Riung Barat dan Wolo Meze. Tak hanya hewan milik pribadi, hewan bantuan pemerintah untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktani) yang bersumber dari dana Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAD) juga mati dibunuh vaksin. Hanya saja kondisi di dua kecamatan tersebut tak separah seperti yang terjadi di Riung.
Sementara Kepala Dinas P3 kabupaten Ngada, Ir. Bernard F.D Bura, MT yang ditemui dikantornya membantah semua laporan warga Riung, Riung Barat dan Wolo Meze. Dia menjelaskan, kegiatan vaksinasi ternak awalnya untuk mencegah datangnya penyakit menjelang musim hujan 2009-2010, serta mengantisipasi menularnya penyakit dari kabupaten tetangga.
“Karena itu kami melakukan faksinasi secara besar-besaran. Semua petugas saya kumpulkan, saya bentuk tim untuk bekerja, terutama di wilayah-wilayah perbatasan. Itu mulai dari Riung, Riung Barat sampai Aimere. Kita konsentrasi di daerah-daerah itu. Kita vaksin mulai November hingga Desember 2009. Setelah itu, ketika memasuki masa sidang DPRD Ngada, saya mendapat laporan dari Anggota DPRD Ngada asal Riung, pak Feliks Japang dan pak Kristo Sape bahwa di Riung ada puluhan ternak mati. Begitu dapat info, saya langsung cek ke lapangan. Ternyata betul ada binatang yang mati. Itu di Maronggela (Riung Barat) sapi 4 ekor, di Tadho (Riung) kambing 11 ekor. Tapi yang di Maronggela mati bukan karena vaksin,” paparnya.
Toh begitu Bura mengakui kalau 11 kambing di Desa Tadho (Riung) mati karena vaksin. Namun kasus ini terjadi akibat kelalaian pemilik ternak.
“Pengaruh vaksin biasanya spontan dalam waktu 1 x 24 jam. Kalau ada gejala yang kurang baik, pemilik harus lapor ke petugas. Tapi ini tidak. Yang kedua, setelah hewan di vaksin, kita sarankan kepada pemilik ternak untuk mengikat dulu ternaknya paling sedikit selama satu hari. Tapi untuk gampangnya, supaya tidak capek cari rumput, supaya tidak capek kasi makan, hewan yang baru di vaksin langsung di lepas. Akibatnya fatal seperti itu,” ucapnya.
Soal di Riung ada puluhan ternak yang mati akibat vaksin, Bura membantah dengan tegas. Namun ia berjanji akan mengecek informasi tersebut. Jika benar ada ternak yang mati akibat vaksin, Dinas P3 Ngada siap menggantinya.
“Bukan saya mau menutup kelemahan kami, tapi sekarang ini ada kecenderungan beberapa kelompok tertentu yang melapor di luar fakta. Kita di Ngada ada yang namanya bantuan ternak Gapoktani. Setelah terima bantuan, si penerima berusaha “menggelapkan” bantuan itu. Untuk itu mereka mulai buat laporan palsu bahwa hewan bantuan itu mati karena vaksin. Itu yang perlu kita cek. Sebab, sekarang ini sudah ada beberapa oknum yang dipolisikan karena berusaha menggelapkan bantuan pemerintah itu,” tandasnya.
Menurut Bura, akhir-akhir ini Dinas P3 Ngada banyak mendapat laporan palsu, termasuk soal bantuan Gapoktani. Kejadian ini pernah terjadi di tahun 2009. “Ketika itu saya baru menjabat sebagai kepala dinas, tiba-tiba ada sebuah harian menulis di Bajawa Utara ratusan ekor sapi mati. Ketika saya cek, ternyata hanya satu dua ekor saja. Sudah begitu, sapi yang mati itu ternyata sapi liar. Waktu itu, ketika ditangkap dan sapi dalam keadaan capek, mereka kasi minum di kubangan kerbau. Mungkin pengaruh panas dan capek, tiba-tiba sapi-sapi itu kejang-kejang dan tak lama kemudian mati. Karena itu, kasus di Riung akan saya cek lagi. Kalau benar ternak yang mati itu karena vaksin, maka kami siap ganti,” tegasnya.

Cegah Penyakit Berbahaya
Untuk mencegah munculnya berbagai penyakit ternak berbahaya seperti antrax di Kabupaten Ngada, Dinas P3 giat melaksanakan program vaksinasi. Program tersebut dibiayai APBD dan APBN.
“Vaksin itu untuk mencegah munculnya dan menularnya penyakit berbahaya. Vaksin itu responnya 1 x 24 jam. Bisa baik, bisa tidak. Baik, kalau setelah di vaksin, hewan diikat atau dikurung. Tapi kalau setelah di vaksin, hewan itu langsung di lepas, akibatnya kita tidak bisa kontrol hewan itu dengan baik. Kalau sudah begitu bisa fatal. Bisa mendatangkan kematian bagi hewan itu sendiri. Untuk itu, peternak mesti pro aktif. Ikuti arahan petugas ternak. Kalau ada tanda-tanda yang kurang bagus setelah di vaksin, masyarakat harus segera melapor ke petugas vaksin,” ujar salah seorang staf Dinas P3 Ngada, drh. Yeni Goa.
Menurut dia, kejadian di Riung bisa jadi contoh. Sebab, setelah ternak di vaksin secara massal, kebanyakan dari ternak-ternak tersebut langsung di lepas oleh pemiliknya masing-masing. Akibatnya banyak ternak yang mati.
“Kematian ternak akibat vaksin lazimnya terjadi dalam 1 x 24 jam setelah ternak di vaksin. Tapi kalau lebih dari itu, berarti ternak yang bersangkutan bukan mati karena vaksin,” tegasnya. (*)