Demi Harta Istri tinggalkan aku dan anak-anak!


sergapntt.com – Aku menikah dengan Efy memang modal nekat semata. Karena cinta tak lagi kami bendung. Akhirnya, satu-satunya jalan untuk tetap menyatu adalah kawin lari. Meski waktu itu kulaihku belum rampung. Entahlah, mungkin karena saat itu aku begitu takut kehilangan dia. Oh ya, waktu itu usiaku masih 23 tahun, sedang Efy baru duduk di kelas 3 SMU. Sampai kami dikaruniai dua anak dan mulai hidup mapan, kedua orang Efy belum juga mau mengakui aku sebagai menantu.  Padahal, aku sudah lakukan berbagai cara, berharap membukan mata hati mereka. Kemapananku sepertinya tak membuat mereka goyah untuk menerimaku.
Aku dan Efy sudah memohon ampun. Tapi justru tak menghargai mereka. Hanya syukurnya, belakangan ini mereka sudah mau menerima Efy kembali. Efy sudah bebas pergi ke rumah orang tuanya, bahkan sebagian harta warisan keluarga sudah dijatahkan sebagian untuknya. Sementara aku dan dua anakku, sama sekali tidak mendapat pengakuan. Orang tua Efy masih tetap menganggap kami sebagai menantu dan cucu haram.
Sungguh menyakitkan, hanya untuk mendapatkan pengakuan dari seorang mertua, aku telah menjual harga diriku dan mengorbankan perasaanku, tapi balasannya sungguh menyakitkan. Aku kasihan pada anakku, mereka tak bisa mengenal nenek mereka, padahal keduanya berhak untuk itu.
Beberapa kali kucoba membujuk Efy agar mau membawa anak-anak ke rumah neneknya, namun Efy tampaknya ogah-ogahan. Malah kalau aku sedikit memaksa, malah dianggap lain, pasti terjadi pertengkaran diantara kami, yang membuatku kesal, akhir-akhir ini Efy sudah keseringan menginap di rumah orang tuanya tanpa izin dariku.
Sampai kemudian orang tua Efy memberi ultimatum kepada Efy untuk memilih kembali ke rumah dengan syarat meninggalkan aku, atau tetap memilih aku dan anak-anak tapi tak mendapat warisan.
Efy benar-benar silau dengan harta. Mungkin karena dasarnya ia memang dari keluarga berada, atau karena aku yang tak pernah bisa memanjakannya dengan materi, ia langsung memutuskan untuk kembali ke orang tuanya.
Tega sekali pikirku, aku yang sekian tahun hidup dengannya dengan segala suka duka, serta dua anak yang ia lahirkan dari rahimnya, tega ia campakkan begitu saja, hanya karena kemilau harta.”Sungguh buta mata hatimu Efy,”, begitu kata terakhir yang kulontarkan kepadanya.
Kini, meski anak merengek minta ketemu ibunya, aku tak pernah sudi mempertemukan mereka, karena segala yang berhubungan dengan Efy, tak akan lagi kubuka. Sebagai laki-laki, itu kupegang. Efy telah mengambil keputusan yang dianggap baik untuk dirinya, dan sebagai lelaki aku tak mau mengubah keputusanku itu. Biarlah itu dijalaninya sendiri, aku tetap pada pendirianku. (Catatan Hidup Rudy dari Kabupaten Sikka)

Sudah Lima Bulan Suamiku tak pulang!


sergapntt.com – Siapa sih yang tidak kesal bila memiliki suami yang tak bertanggung jawab dan tidak dewasa. Itulah yang aku alami sekarang. Bahar —nama samaran—, suamiku, sudah lima bulan ini tidak pernah pulang ke rumah. Praktis untuk menghidupi anak-anak aku harus berjuang sendiri. Beruntung, aku memiliki warung kecil-kecilan di halaman rumah, sehingga bisa menghidupi kedua anakku yang masih kecil-kecil.
Oh ya pembaca. Awal cerita ini adalah sewaktu aku menikah dengan Bahar sekitar tujuh tahun lalu dan dikaruniai dua anak. Yang sulung berusia lima tahun, sedangkan si bungsu dua setengah tahun. Suamiku bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sales di kota ini. Dulu, dia termasuk lelaki yang penuh perhatian dan sangat dewasa. Setiap pulang kantor, dia sering membawakan makanan untuk aku dan anak-anak, ya…seperti ayam goreng, terang bulan atau martabak. Tapi setahun belakangan, sikapnya berubah. Kalau ditanya, dia langsung marah-marah. Aku sedih, bahkan aku terkadang menangis, disaksikan kedua anakku.
Tiga bulan lalu, aku mendengar kabar kalau suamiku telah menikah lagi di sebuah kampung di wilayah utara provinsi ini. Aku tidak tahu, wanita macam apa yang terpikat dengan suamiku. Padahal, dari rupanya saja, tidak begitu meyakinkan. Jujur, dulu aku suka padanya bukan karena tampangnya, tetapi dia begitu baik kepadaku. Hingga kini, aku belum mengetahui secara pasti apakah benar suamiku itu telah mempunyai isteri baru atau tidak. Beberapa kali aku mendatangi kantornya, tapi selalu saja suamiku tak ada. Kata teman-temannya, suamiku kini sering ke luar daerah mengantar barang. Apakah ini hanya akal-akalan suamiku dengan teman-temannya? Aku tidak tahu.
Dua minggu lalu, keluargaku menanyakan soal suamiku. Tapi, aku tidak bisa menjawabnya. Aku hanya bilang, suamiku lagi pergi ke luar daerah untuk urusan kantornya. Aku belum mau membeberkan prilaku suamiku kepada orang lain, termasuk kepada keluarga.
Nantilah, setelah aku tahu semuanya, barulah aku akan bongkar prilaku suamiku kepada keluarga. Bahkan, bisa saja aku langsung menggugat cerai. Tapi saat ini, aku masih mencari tahu, apakah benar suamiku itu telah menikah lagi? Mengapa dia tidak pernah pulang ke rumah? Akan aku cari tahu. Sebab sudah lima bulan ini suamiku tak pernah pulang. Jika sempat membaca jeritan hatiku ini, pulang lah pa!  (Surat dari Inggrit, Kota Kupang)

Bila Suami Dikianati Istri, Perceraian Menjadi Solusi Paling Tepat


sergapntt.com – Ketika istri ditinggal suami berselingkuh, reaksi yang terjadi bermacam-macam. Ada yang menangis histeris, ada yang menangis diam-diam malu didengar tetangga, marah, bahkan ada yang nekad mendatangi dan melabrak WIL (wanita idaman lain) sang suami. Lalu, ketika kejadian itu terjadi pada laki-laki, ketika istri meninggalkan suami karena ada PIL (pria idaman lain), apa reaksi laki-laki yang digembar-gemborkan sebagai makhluk lebih kuat dan tegar dari perempuan itu?
Ternyata soal hati sama saja. Kendati tidak bercucuran air mata, para lelaki yang tampak tegar itu mengakui mereka terluka. Namun mereka mengungkapkannya dengan cara berbeda. Banyak yang berubah menjadi “harimau yang terluka”. Tidak hanya mengamuk kepada istri, PIL istrinya pun diuber guna dapat melampiaskan rasa marah. Lihat saja  Hidayat (45). Beberapa bulan lalu dengan parang terhunus, pria asal Kabupaten Ende itu terus mencari istrinya. Maklum sudah setahun terakhir ini istrinya pergi dengan laki-laki lain.
“Waktu itu beta sonde pernah lepas parang (golok). Kemana-mana beta selalu bawa parang. Dalam hati, begitu beta ketemu, beta langsung cincang mereka. Beta su nekad na…. Ini menyangkut harga diri bu…,” kisah Hidayat mengingat kejadian setahun silam.
Beruntung disaat Hidayat kalap, Tuhan selalu menuntunnya. Target yang dicari tak pernah ketemu. “Untung beta sonde tau mereka punya tempat persembunyian. Kalau sonde, beta sonde tau lagi. Untung betul. Kalau sonde beta ju sonde tahu bagaimana dengan beta pung anak-anak pung nasib sekarang ini,” ujarnya, lirih.
Kini pria kelahiran Tahun 1962 itu sudah “ikhlas” melepas istrinya. “Sekarang beta sonde pikir dia lai. Yang beta pikirkan sekarang bagaimana beta pung anak-anak sekolah dan kedepan sonde ikut mereka pung mama jelek,” timpalnya.
Rasa marah, juga reaksi pertama yang keluar dari Ramly (35), saat mengetahui istrinya, sebut saja Yeni, berpacaran dengan seorang sopir bus. Ramly yang sehari-hari berprofesi sebagai montir kendaraan roda dua itu tidak menyangka jika istrinya tega mengkhianti perkawinan mereka yang telah membuahkan dua orang anak. Tak bisa mengendalikan diri, Ramly pun memukuli istrinya. Buntutnya, warga Kota Baru, Kota Kupang itu dilaporkan istrinya ke polisi. Singkat kata Ramly pun masuk penjara.
Lain lagi dengan kisah Yanto (43). Lelaki berbadan kekar asal Ambon ini mengaku sangat marah dan harga dirinya serasa diinjak-injak ketika tahu istrinya telah menikah diam-diam selagi perkawinan mereka belum bubar. Namun Yanto masih bisa mengendalikan diri.
“Semua perasaan bercampur aduk. Shock, marah, sakit hati, semuanya bercampur menjadi satu. Tapi akhirnya beta pasrah,” kenang Yanto.
Padahal menurut Yanto, perkawinan mereka tampaknya baik-baik saja, sampai muncul PIL di hati istrinya. Kemudia ia meminta istrinya meninggalkan rumah setelah perceraian berlangsung secara resmi di pengadilan. Karena merasa, istrinya tak bisa mengajarkan perbuatan baik, Yanto menahan kedua anak mereka untuk tetap ada dalam pengasuhannya.
Musibah ditinggal istri, umumnya diakui Hidayat, Ramly dan Yanto merupakan masa yang paling berat dalam hidup. Ketika prahara itu reda, yang tinggal hanyalah rasa sedih dan sakit hati. Sambil menanggung beban hati, para suami ini mengaku mulai berusaha bangkit dan menata hidup demi hari esok yang lebih baik.
“Apa yang biasa dilakukan istri, saya lakukan sendiri. Mengurus rumah, memasak hingga mengantar anak ke sekolah. Semua saya lakukan demi anak,” papar Yanto.
Sebenarnya banyak kerabat yang kasihan melihat keadaan Yanto dan ingin menjodohkannya lagi. Sebagai laki-laki, tentu saja Yanto ingin. “Tapi anehnya setiap saya dikenalkan dengan seorang wanita, yang terbayang adalah wajah anak-anak saya. Bagaimana jika wanita yang saya pilih tidak sesuai untuk anak-anak. Karena itulah, akhirnya saya putuskan untuk hidup bertiga saja dengan anak-anak.”
Sedangkan keputusan Ramly untuk tidak menikah lagi bukan semata khawatir akan perasaan anak-anaknya mendapat ibu tiri. “Saya kapok. Benar-benar kapok berhubungan dengan wanita,” ucapnya, tegas.
Pilihan menikah lagi justru dilakukan Hidayat. “Soal ia selingkuh atau tidak nanti, saya pasrah saja.” celektuknya.
APA yang menimpa para lelaki ini dicermati juga oleh Ustad Arifin. Menurut pria yang juga aktif berceramah ini, ketika para suami ditinggal istrinya karena menemukan PIL, hal itu adalah kesalahan para suami sendiri.
“Kasus seperti ini banyak saya tangani. Setelah saya cermati, walaupun tudingan pastilah datang ke pihak istri, tetapi kesalahan tetap ada pada suami,” tegas Arifin.
Menurut Arifin, terkadang para suami tidak bisa memenuhi tiga peran yang seharusnya dilakoni kaum laki-laki ketika berumah tangga. Padahal, sebagai suami, ia harus bisa berperan sebagai suami, ayah, dan kepala rumah tangga. Sebagai suami, setidaknya ia harus bisa menjadi idola istrinya. Sebagai seorang ayah, ia harus bisa menjadi motivator dan teladan bagi anak-anaknya. Sedangkan sebagai kepala rumah tangga ia harus bisa tampil mewakili keluarga di masyarakat.
“Sebagai contoh, mungkin semua istri ingin suami yang handsome. Soal fisik adalah anugerah dari Allah, tapi minimal para suami berpenampilan rapi agar tak memalukan istri. Jangan mentang-mentang udah kawin, hanya memakai kaus oblong atau kaus dalam saja, ” ucap Arifin, kritis.
Kata Arifin, faktor utama yang sering dijumpainya pada kasus istri berpaling pada lelaki lain disebabkan sang istri tak bisa mendapat apa yang diinginkannya dari suaminya. “Saya yakin hal ini tidak keluar dari hati nuraninya sendiri. Lebih banyak merupakan kompensasi ketidakpuasannya dari rumah tangganya. Barangkali di rumah tangganya, sang suami tak berfungsi sebagai pemimpin. Kita lihat pada kasus artis-artis yang pergi meninggalkan suaminya. Umumnya mereka adalah perempuan-perempuan yang dominan. Sebagai pemimpin, suami juga harus berlaku arif dan adil. Tidak mentang-mentang mendapat “kekuasaan penuh” lalu semena-mena pada istri. Seorang muslim tidak boleh menzalimi muslim lainnya. Jadi tak boleh suami menzalimi istrinya . Ia juga harus mau mendengarkan apa keinginan istri dan mencoba mencari titik temu. Sebaik-baik orang beriman adalah orang yang baik budi pekertinya. Orang yang baik budi pekertinya adalah yang memberikan yang terbaik bagi istrinya. Ia harus berkata baik dan lembut pada istrinya. Niscaya, rumah tangga ini akan tahan terhadap badai sebesar apapun,” tandasnya
Jika sang suami sudah melaksanakan kewajibannya sebagai pemimpin namun istri masih “berulah”, hal ini berpulang pada “tabiat” sang perempuan. “Berarti sang istri memang tidak mau menjalankan ajaran Allah. Kalau sudah begini perceraian menjadi solusi paling tepat, ” timpalnya. (by. cis)

Ny. Nadya (27 Tahun): “Saat aku tersiksa, suamiku justru selingkuh”


sergapntt.com – Cinta itu buta. Tapi orang yang tidak menghargai cinta itu lebih buta. Cinta akan indah bila dinikmati secara utuh. Bukan seperti yang dilakoni Dany (31), suami Ny. Nadya (27). Berikut penuturan Nadya kepada Wartawan Mingguan Berita Rakyat, Chris Parera. 
Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa rumah tangga yang telah aku bina selama 5 tahun akhirnya akan hancur seperti ini. Sebelum menikah, aku selalu mendambakan pernikahan yang bahagia dan harmonis. Kebahagiaan itu sempat aku rasakan di awal pernikahanku. Namun itu hanya sesaat.
Dengan dasar cinta, aku menikah dengan kak Dany. Awalnya kami merasa sangat bahagia. Kasih sayang melimpah di rumah tangga kami. Saat itu Dany adalah suami yang sangat baik, penyayang, dan sangat memanjakanku. Kebahagiaan kami semakin lengkap saat aku mengetahui diriku hamil. Akhirnya anak laki-laki kami lahir dan kami beri dia nama Putra. Dia sungguh anak yang cakap dan cerdas.
Sejak ada Putra, hari-hari kami semakin ceria. Rasanya saat itu, aku adalah istri dan ibu yang paling beruntung di seluruh dunia. Namun ternyata, kebahagiaan itu tidak bisa aku miliki selamanya. Semuanya kemudian berubah.
Awal kehancuran rumah tangga kami bermula dari hobi baru kak Dany. Entah mendapat pengaruh dari mana, kak Dany kini hobi mengumpulkan dan menonton film-film porno. Pada awalnya aku tidak berkeberatan dengan hobi barunya itu. Karena aku pikir hal itu wajar sebagai seorang laki-laki dewasa.
Setelah itu kak Dany mulai melibatkan aku dalam hobinya. Setiap kali kami akan melakukan hubungan seks, kak Dany selalu memutar film porno lebih dulu. Setelah film usai, kak Dany memintaku untuk melakukan gaya berhubungan seks seperti yang kami saksikan di film. Untuk melakukan hal ini, aku pun tidak berkeberatan. Bagiku, hal ini hanyalah variasi dari hubungan seks suami-istri. Bahkan ini kuanggap sebagai hal positif yang akan kembali menggairahkan hubungan suami-istri kami, yang rasanya memang sudah mulai membosankan.
Namun lama kelamaan, pengaruh film porno semakin merasuk diri kak Dany. Tuntutannya semakin gila dan aneh, bahkan aku pikir sedikit berbahaya. Kak Dany sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk mengutarakan pendapatku, apalagi menolak. Setiap aku menunjukkan gelagat tidak suka, kak Dany selalu marah dan mengancam aku. Hingga akhirnya aku terpaksa menuruti semua keinginannya.
Lama-kelamaan, Dany tidak hanya sekedar mengancam. Ia mulai memukuli aku bila keinginannya aku tolak. Dia mengancam tidak akan memberikan nafkah bagi aku dan anakku. Aku yang hanya ibu rumah tangga biasa dan tidak memiliki penghasilan, hanya bisa pasrah saja menuruti kemauannya. Sementara dia sepertinya mengetahui ketergantungan ekonomiku pada dirinya. Dan, hal ini dimanfaatkannya untuk memperlakukan aku sesuka hatinya, terutama soal berhubungan seks.
Makin hari, cara kak Dany memperlakukan aku semakin tidak manusiawi. Bayangkan saja, setiap berhubungan sek, dia selalu memasukkan benda-benda asing ke dalam vaginaku. Sakitnya tidak tertahankan. Sakit fisik dan juga sakit batinku. Namun dia sepertinya sudah tidak lagi peduli. Dia sepertinya menemukan kesenangan di balik kesakitanku.
Yang lebih parah lagi, ternyata kak Dany selalu menceritakan apa yang dia lakukan padaku saat berhubungan seks kepada para tetangga dan teman-temannya. Hatiku semakin hancur. Rasa malu yang teramat sangat juga menderaku, terutama bila bertemu dengan tetangga dan teman-teman kak Dany.
Aku pernah mencoba bicara baik-baik dengan kak Dany untuk menyatakan keberatanku dan memintanya untuk tidak lagi menceritakan persoalan yang sangat pribadi ini kepada orang lain. Namun kak Dany malah semakin marah-marah. Aku hanya bisa menangis. Segala angan-anganku tentang pernikahan yang bahagia, suami yang penyayang dan hubungan seksual yang penuh keindahan, ternyata tidak lagi menjadi kenyataan.
Jujur saja, aku sudah tidak kuat lagi melihat sikap dan perangai kasar kak Dany. Terlebih saat aku tahu kak Dany tengah menjalin hubungan dengan perempuan lain! Padahal aku sudah berusaha untuk sabar menghadapi tingkahnya, menuruti semua keinginannya, bahkan keinginan seksual yang aneh sekalipun, tapi kak Dany malah berkhianat. Tak sedikitpun pengorbananku sebagai istri dihargai olehnya.
Akhirnya, tidak ada jalan lain, selain bercerai! Aku ceritakan keinginan bercerai kepada temanku. Ia menyarankan agar aku berkonsultasi ke Lembaga Bantuntuan Hukum (LBH) yang bergerak melindungi kaum perempuan. Awalnya aku malu, namun aku memberanikan diri untuk datang kesana. LBH ini lalu memberiku masukan-masukan seputar proses pengajuan perceraian serta hak-hak yang seharusnya aku peroleh setelah terjadi perceraian. Aku juga disarankan untuk melaporkan kak Dany ke pihak kepolisian. Jika aku merasa takut dan sudah tidak nyaman lagi tinggal bersama dengan kak Dany, LBH ini menawarkan shelter atau rumah aman.
Pilihan-pilihan yang diberikan LBH kemudian aku bawa pulang untuk kembali aku pikirkan. Sampai detik ini, aku belum juga bisa memutuskan langkah apa yang harus aku ambil. Saat aku tersiksa, suamiku justru selingkuh. Aku tahu rumah tanggaku telah hancur dan suamiku telah melakukan kekerasan seksual kepadaku serta mengkhianati aku. Namun apa daya, secara ekonomi, aku sangat bergantung pada kak Dany, aku memilih untuk mempertahankan rumah tanggaku. Lagipula aku harus memikirkan Putra, anakku. Aku tidak ingin Putra menjadi korban jika kami harus berpisah, apalagi jika bapaknya harus di penjara. Putra tentu masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya. Aku hanya bisa berharap kak Dany berubah, karena aku tidak tahu sampai kapan kesabaranku ini akan bertahan.

Aku ceritakan masalah rumah tanggaku ini agar kak Dany dan kaum laki-laki lain sadar bahwa kita saling membutuhkan. Tampa aku kak Dany tak ada artinya. Begitupun sebaliknya. Antaga! (*)

Delon Hadir Di Festival Band Kefa


sergapntt.com [Kefa] – MAU bertemu Delon? Tak perlu ke Jakarta! Datang saja ke Kefamenanu pada tanggal 06 hingga 10 Agustus 2007. Sebab salah satu ikon Indonesia idol itu akan menjadi bintang tamu pada acara Festival Band yang akan dilangsungkan di Kefamananu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Festival yang akan diikuti grup band se NTT itu akan diselenggarakan oleh Muda Mudi Katolik (Mudika) Gereja Santo Antonius Padua-Sasi Kefamenanu asuhan Pater Antonio Razzoli, OFM CONV dan Pater Andre Budi OFM CONV guna memeriahkan HUT Gereja Paroki St. Antonius Padua-Sasi Kefamenanu dan HUT RI 17 Agustus 2007. 
Ketua Panitia Festival Band yang juga Wakil Bupati Kabupaten TTU, Raymundus Fernandez, S.Pt menyebutkan, festival ini sekaligus sebagai ajang kawula muda mengekspresikan kreasi seni, mengembangkan daya cipta dan sebagai media merajut tali persaudaraan diantara muda-mudi se-NTT.
Event ini terbuka untuk seluruh masyarakat yang memiliki grup band, dengan syarat personil band harus sudah berumur 15 hingga 35 tahun. Lagu yang dilombakan antara lain, Gebyar-gebyar ciptaan Gombloh,  Rumah Kita (God Bless), Semut-semut Hitam (God Bless), 40 judul lagu bebas  serta satu lagu manca negara. Lagu-lagu yang dilombakan tersebut, bisa diaransemen lagi berdasarkan karakter group band masing-masing.
“Karenanya, bagi yang berminat silahkan mendaftarkan grup band-nya di sekretariat Festival Band di Paroki Antonius Padua-Sasi, Kefamenanu. Pendaftaran dibuka tanggal 01 sampai 31 Juli 2007, dan pelaksanaan Festivalnya tanggal 06 sampai 10 Agustus (2007),” ujar Fernandez.
Hadiah yang telah disiapkan sebesar Rp. 40 juta untuk spesifikasi gitaris terbaik, drummer terbaik, basis terbaik, keyboard terbaik dan vokalis terbaik. Bagi band yang berhasil meraih juara umum disediakan satu paket hadiah alat band senilai Rp. 24 juta.
Selain Delon, akan hadir pula Jever cs. Sedangkan dewan juri berjumlah tujuh orang yang berasal dari Jakarta, Kupang, Atambua dan Kefamenanu.
“Hari ini, esok dan ke depan, pemuda harus mau ‘DICIUM’ (Disiplin-Cekatan-Inisiatif-Ulet-Militan) dan mampu menjalin ‘KASIH’ (Kerja-Amal-Santun-Iman-Harapan), sehingga dengan kegiatan akbar ini mampu mempersatukan pemuda dari segala penjuru,” tegas salah satu panitia Festival Band bernama Miguel Atibau.
Pastor Paroki, Antonio Razzoli, OFM CONV mengaku, kegiatan ini bertujuan membangkitkan minat pemuda dalam dunia musik.
“Selain itu sentuhan musik yang merupakan ruang seni bisa membantu kita mengembangkan daya kecintaan kepada budaya TTU khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dengan moment ini juga diharapkan bisa mempererat jalinan persaudaraan yang baik diantara sesama muda mudi. Musik sangat indah dan berpengaruh terhadap jiwa manusia, karena itu diharapkan lewat musik kita bisa bersama saling mengenal dalam membangun bangsa. Ibarat  tali gitarnya putus maka bisa digunakan sebagai cincin kasih sayang,” ujar Antonio memberi nasehat. (by. judith taolin)