Prediksi Barca vs Chelsea


sergapntt.com – Satu masalah yang dirasakan skuat Barcelona ketika bertandang ke Stamford Bridge (markas Chelsea) adalah kualitas rumput yang kurang mendukung gaya bermain Barca. Rumput Stamford Bridge yang tipis dan lapisan tanah yang keras membuat Carloz Puyol cs kesulitan menguasai bola dengan baik.

Terlebih saat dilanda hujan, rumput menjadi lebih licin, pergerakan pemain pun kurang maksimal, bahkan Lionel Messi sempat terpeleset saat akan menerima bola. Untuk laga kedua nanti dipastikan tak akan ada kendala seperti di partai pertama. Kondisi rumput di Champ Nou selalu terjaga dan terawat untuk mendukung permainan tiki-taka yang menjadi andalan Barcelona. Pergerakan bola lebih akurat dan lebih cepat, Penguasaan bola jelas akan lebih dasyat saat laga yang akan disiarkan secara LIVE di RCTI pada tanggal 25 April 2012, pukul 01.45 WIB.

Dengan kondisi tersebut, para pemain Blaugrana akan terbantu dalam membongkar pertahanan Chelsea yang terkenal bermain rapi dan terkoordinir dengan baik pada leg pertama tengah pekan lalu. Pemain-pemain dengan kemampuan penetrasi apik seperti Andres Iniesta ataupun Lionel Messi berpeluang membuat pertahanan Chelsea kocar-kacir.

Semakin banyak pemain Chelsea yang bertahan di area, maka serangan balik yang membuat gawang Barcelona kebobolan, seperti gol Didier Drogba dapat diantisipasi. Dengan catatan bola selalu dikuasai Barcelona.

Pada laga kedua ini, Chelsea akan bermain lebih rapat, pertahan ketat dan bisa saja bermain keras. karena bermain terbuka jelas bukan opsi saat bermain di Champ Nou nanti. Artinya dalam pertandingan nanti para penyerang Barcelona dituntut berjuang ekstra keras dalam membongkar pertahanan Chelsea.

Skuad Barcelona harus lebih sabar dalam menyusun serangan untuk dapat menjebol gawang Petr Cech, kecepatan mereka dalam bergerak dan ketepatan memberi umpan bisa menjadi kunci dalam menceploskan si kulit bundar, Umpan-umpan seperti itulah yang seringkali tidak dapat diantisipasi oleh bek-bek Chelsea yang mempunyai Akselerasi yang tidak begitu baik.

Pertahan tampaknya akan menjadi opsi yang dipilih manajer tim Roberto Di Matteo, Bermain terbuka di Champ Nou jelas akan membawa bencana, Saat tampil di Stamford Bridge Di Matteo bermain dengan Formasi(4-1-4-1) dengan meninggalkan Didier Drogba sendirian di depan.

Formasi layaknya laga pertama sepertinya akan kembali diturunkan sebab dengan memainkan empat gelandang dan satu gelandang bertahan di depan empata bek cukup sukses menyulitkan Pasukan Barcelona dalam menembus kotak pinalti Chelsea.

Head To Head Barcelona vs Chelsea
19 Apr 2012 (UCL) Chelsea 1 – 0 Barcelona
07 Mei 2009 (UCL) Chelsea 1 – 1 Barcelona
29 Apr 2009 (UCL) Barcelona 0 – 0 Chelsea
01 Nov 2006 (UCL) Barcelona 2 – 2 Chelsea
19 Sep 2006 (UCL) Chelsea 1 – 0 Barcelona

Pertandingan Terakhir Barcelona:
22 Apr 2012 (LLS) Barcelona 1 – 2 Real Madrid
19 Apr 2012 (UCL) Chelsea 1 – 0 Barcelona
15 Apr 2012 (LLS) Levante UD 1 – 2 Barcelona
11 Apr 2012 (LLS) Barcelona 4 – 0 Getafe
08 Apr 2012 (LLS) Real Zaragoza 1 – 4 Barcelona

Pertandingan Terakhir Chelsea:
21 Apr 2012 (EPL) Arsenal 0 – 0 Chelsea
19 Apr 2012 (UCL) Chelsea 1 – 0 Barcelona
16 Apr 2012 (FAC) Tottenham 1 – 5 Chelsea
10 Apr 2012 (EPL) Fulham 1 – 1 Chelsea
07 Apr 2012 (EPL) Chelsea 2 – 1 Wigan Athletic

Perkiraan Susunan Pemain Barcelona vs Chelsea:
BARCELONA
 : Valdes – Puyol, Adriano, Mascherano, Dani Alves, Busquets, Xavi, Iniesta, Fabregas, Messi, Alexis.

CHELSEA : Cech – A Cole, Cahill, Terry, Ivanovic, Meireles, Lampard, Mikel, Mata, Ramires, Drogba.
By. Che Barera

Wagub NTT Pantau UN di Alor


sergapntt.com, ALOR – Perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap kemajuan pendidikan di bumi Flobamora tidak main-main. Terbukti, Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, yang didampingi Bupati Kabupaten alor, Drs. Simon Th. Palli, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Anggota DPR RI Komisi IX, Pius Lustri Lanang serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Selasa (24/4) melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari kedua di Kabupaten Alor.
            Ketika melakukan pemantauan UN di SMP Kristen Kalabahi, Wagub Esthon Foenay mendapat informasi dari Kepala Sekolah, Dina Dimu bahwa sebenarnya siswa yang akan mengikuti UN sebanyak 96 siswa. “Ada dua siswa telah mengundurkan diri sehingga tidak dapat mengikuti UN. Padahal kami telah mengirim surat kepada mereka,” ucap Dina Dimu kepada Wagub.
            Sementara pantauan Wagub pada SMPN 3 dan SMP PGRI 2 Kalabahi tidak ditemukan permasalahan yang membuat siswa tidak bisa mengikuti UN. Proses UN di sekolah tersebut berjalan baik, lancar dan aman.
            Selanjutnya Wagub juga melakukan kunjungan ke SMAK St. Yosef dan SMA Kristen I Kalabahi. Pada SMA Kristen I, Wagub Esthon Foenay berpesan bahwa mental dan moral yang tidak baik tidak akan dianggap oleh masyarakat. “Karena itu Sekolah Kristen harus bisa meningkatkan kualitas iman, jalin kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan dan solidaritas yang baik dengan sekolah-sekolah lain,” pinta Wagub.
            Menurut Wagub, SMA Kristen harus bisa menghasilkan lulusan yang dapat berguna bagi diri sendiri, masyarakat, daerah, bangsa dan negara. “Kalian harus bisa tampil dan belajar dengan baik agar sukses dan menghasilkan SDM yang berkualitas serta berdayaguna karena pendidikan sekarang berbasis karakter,” tegas Wagub.
            Wagub berharap, para lulusan jangan berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Saya minta para lulusan jangan orientasi jadi PNS. Para lulusan harus bisa mandiri apalagi pemerintah saat ini sedang memberlakukan moratorium bagi PNS. Oleh karena itu para siswa harus belajar, belajar dan belajar,” tandas Wagub.
By. Meggy Utoyo

Istri Polisi Tertangkap Selingkuh Dengan Pegawai Bank


AKBP. Drs. Mochamad Slamet, MM.MBA
sergapntt.com, KUPANG – JDM (25), istri anggota polisi yang juga mahasiswa tingkat akhir Poltekes Negri Kupang, jurusan kesehatan gigi ditangkap tengah bermadu kasih bersama AHB (30), pegawai Bank Sinar Mas Kupang.
Keduanya tertangkap basah usai tarung ranjang di salah satu kos di jalan Tuak Daun Merah (TDM) V Rt01/Rw01, Keluarahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Senin (23/4/12) pagi.
JDM mestinya berangkat ke Surabaya pada Senin (23/4/12) untuk menjalani masa praktek lapangan di salah satu rumah sakit di Surabaya selama tiga bulan. Tapi karena masih ingin berbagi kasih dengan selingkuhannya, keberangkatan JDM pun dibatal.
Sejak beberapa bulan terakhir, suami JDM, Brigpol. SAM, Anggota Polres Kupang sebenarnya telah mengetahui petualang cinta istrinya. Alhasil, pagi itu, SAM sendiri yang melakukan penggerebekan.
Pasangan mesum ini kemudian diamankan oleh Propam Poilda NTT, dan selanjutnya diserahkan ke Polresta Kupang untuk diproses lebih lanjut.
JDM mengaku, ia berkenalan dengan AHB melalui facebook. Selanjutnya, mereka bertemu dan melakukan hubungan layaknya suami istri.
Kapolres Kupang, AKBP. Drs. Mochamad Slamet, MM.MBA mengaku telah menerima pengaduan kasus selingkuh itu.
“Ya,,, benar ada istri anggota polisi yang dilaporkan tertangkap melakukan perzinahan dengan pria lain. kita serahkan penyelesaiannya pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
By. Cis

Laskar Merah Putih Pecat Melki Nonna


sergapntt.com, KUPANG – Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melchianus Nonna alias Melki Nonna akhirnya dipecat dari jabatannya dan dari keanggotaanya di Laskar Merah Putih. Pemecatan tersebut disampaikan Ketua umum (Ketum) Laskar Merah Putih, Ade Manurung kepada SERGAP NTT via telepon, Selasa (24/4/12).
“Kepengurusaan Melki cs sudah kita bekukan. Karena itu, semua aktivitas yang membawa-bawa nama Laskar Merah Putih yang dilakukan oleh yang bersangkutan, kami tidak bertanggung jawab,” ujar Ade Manurung.
Menurut Ade, untuk menjalankan roda organisasi Laskar Merah Putih tingkat Provinsi NTT, pihaknya telah menunjuk Drs. Rolens Erens Hans Riwu Manus, MM sebagai Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi NTT.   
“Kami juga telah memberi mandat kepada pak Abdul Malik dan Djoni Kadja untuk segera membentuk  Laskar Merah Putih Markas Cabang, baik kota maupun kiabupaten di seluruh NTT,” jelasnya.
Sementara itu, pemenima mandat sekaligus Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang  Kota Kupang, Abdul Malik mengaku kecewa dengan tindak tanduk Melki Nonna yang masih membawa-bawa nama Laskar Merah Putih dalam semua aktivitasnya.
“Kami sudah memberikan teguran. Tapi hingga saat ini yang bersangkutan masih menggunakan nama Laskar Merah Putih dalam sejumlah kegiatannya. Karena itu kami akan melakukan upaya hukum,” tegas Malik yang didampingi Wakil Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang  Kota Kupang, Djoni Kadja dan Sekretaris Laskar Merah Putih Markas Daerah NTT, Magdalena Bariak saat mendatangi Press Room Kantor Gubernur NTT, Selasa (24/4/12).
Kata Malik, sesungguhnya masa bakti kepengurusan Melki Nonna cs telah berakhir sejak tahun 2008. Dalam sejak saat itu pula Melki Nonna masih menggunakan atribut Laskar Merah Putih dalam sejumlah aktivitasnya.
“Selama ini, dia (Melki Nonna-red) tidak pernah mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Sudah begitu hampir 10 tahun ini dia tetap menggunakan nama dan jabatannya sebagai Ketua Laskar Merah Putih untuk kepentingan yang tidak jelas. Padahal masa bakti yang bersangkutan sudah habis sejak 2008 lalu,” papar Malik.
By. Chris Parera

Jingitiu, Kepercayaan Tradisional Orang Sabu


sergapntt.com, SABU – PULAU Sabu di Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini masih menyimpan sebuah misteri, tentang kepercayaan tradisional. JINGITIU, demikian masyarakat setempat menyebutnya., Kepercayaan tersebut, erat kaitannya dengan Penguasa Alam Semesta. Menurut kepercayaan Jingitiu, kekuasaan terwujud dalam hierarki yang jelas, mulai dari Tuhan hingga pemimpin adat.
Jejak dari kepercayaan ini adalah banyaknya kuburan batu, gua pemujaan, dan hukum adat serta kekuasaan di masyarakat atau di desa-desa adat. Eksistensi kepercayaan Jingitiu menjadi penanda bahwa agama modern belum menyentuh sisi terdalam kebudayaan orang Sabu.
Ama Lay Lado, salah seorang tokoh masyarakat Sabu, yang di temui di Menia, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, Sabtu, 24 Maret 2012, menuturkan, kekuasaan menurut kepercayaan Jingitiu, ada sejak nenek moyang orang Sabu yang dikenal dengan nama Kikaga dan Liura.
Lay Lado mengisahkan, konon, mereka tinggal di Pulau Sabu, tepatnya di Gua Merabu. Kekuasaan dalam kepercayaan orang Sabu tertata secara hierarkis mulai dari Tuhan hingga pemimpin adat. Konsep kekuasaan ini masih dijalankan meskipun mayoritas penduduk Sabu saat ini beragama Kristen.
“Konsep kekuasaan ini diperoleh Kikaga atas petunjuk Lirubala (Tuhan langit) di atas sebuah batu merah (Wadumea). Hingga kini, gua Merabu dan Wadumea dikeramatkan oleh orang Sabu. Selain tidak boleh sembarangan orang menjamahnya, di kedua tempat ini juga sering digelar upacara adat,” jelasnya.
Kepercayaan ini, bermula dari cerita rakyat Sabu. Awalnya Kikaga adalah seorang pencari ikan. Suatu ketika, datanglah sosok dari langit bernama Ludji Liru yang menanyakan dari mana asal Kikaga apa yang dicari. Kikaga menjawab, ia berasal dari seberang dan sedang mencari ikan. Kikaga lalu diajak Ludji Liru ke khayangan menghadap Lirubala.
Selama di khayangan, Kikaga terus menangis. Karena itu, ia dikembalikan ke bumi dan diminta untuk tidur di atas batu merah (Wadumea) untuk menantikan sesuatu yang akan diturunkan dari langit. Hingga sekarang, penganut Jingitiu menjaga Wadumea yang dianggap sebagai tempat Kikaga mendapat petunjuk dari Tuhan langit atau Lirubala.
Keesokan harinya, Kikaga mendapatkan dua hal dari langit. Pertama, kepandaian dan keterampilan untuk mengajarkan budi luhur tentang Tuhan, kemanusiaan, dan lingkungan. Kedua, Kikaga mendapatkan Liura (puteri matahari) sebagai isterinya. Selanjutnya, keduanya tinggal di dalam Gua Merabu dan beranak-pinak menurunkan orang Sabu sekarang ini. Dalam perjalanan suci mengajarkan budi luhur, Kikaga mengendarai kerbau. Oleh karena itu, hingga sekarang kerbau menjadi binatang yang dikeramatkan oleh orang Sabu.
Menurutnya, penganut ajaran Jingitiu percaya bahwa keturunan Kikaga dan Liura mulai berkembang dari kampung yang bernama Teriwu Raeae. Mereka membentuk sebuah komunitas bernama Mone Ama yang artinya “7 laki-laki yang dibapakkan”.
Sejak dahulu, lanjutnya, di wilayah ini sudah terbagi dalam 7 bagian yang dipimpin oleh 7 pejabat, yaitu Deo Rai, Dohe Leo, Rue, Bangu Uda, Pulodo Muhu, Mau Kia, dan Bawa Iri. Tujuh pejabat tersebut memiliki tugas masing-masing, yaitu,
Deo Rai bertugas menjalankan dan memimpin upacara yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat, seperti upacara meminta hujan, mencegah hama, memohon panen yang melimpah, menangkal bencana atau penyakit, dan lainnya.
Dohe Leo bertugas mengawal wilayah dan pengamat upacara. Misalnya, jika terdapat kesalahan dalam pelaksanaan upacara yang bisa mendatangkan kutukan, Dohe Leo akan meminta bantuan Deo Rai.
   
Rue bertugas melaksanakan upacara penyucian. Artinya Rue akan menggelar upacara penyucian pengganti jika ada pelaksanaan upacara yang salah. Bangu Uda bertugas mengurus tanah warga,Pulodo Muhu adalah panglima perang yang bertugas menjaga keamanan wilayah.Mau Kia bertugas melaksanakan pengadilan dan menyelesaikan sengketa atau konflik di antara warga atau dengan warga kampung lain.Bawa Iri bertugas menjaga, memelihara, dan membawa alat-alat upacara.
Dalam pelaksanaan upacara adat, jelasnya, ketujuh pejabat di atas memiliki anggota-anggota yang terdiri dari: Kiru Lihu (penolak perang), Lado Aga (penjaga kedamaian), Lado Lade (penjaga keindahan dan kelestarian alam), Hawa Ranga (pengatur musim), dan Puke Dudu(penenang gelombang laut). Struktur paling bawah disebut Do Gau atau rakyat. Do Gau bertugas mengikuti upacara dan melaksanakan anjuran serta petunjuk.
“Pengetahuan Suku Sabu tentang kekuasaan hingga sekarang masih diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun mayoritas penduduk sudah memeluk agama Kristen. Jumlah pengikut Jingitiu, diperkirakan masih ada sekitar 10 % dari  jumlah penduduk Kabupaten Sabu Raijua atau 8000 orang, yang menyebar di seluruh wilayah ini,” ujarnya.
Meskipun saat ini kepercayaan tradisional itu masih ada dan masih dipertahankan oleh para pengikutnya,  membuat gundah Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome. Hal ini karena, aliran Jingitiu kurang dilindungi dan difasilitasi oleh pemerintah dan elemen masyarakat lain. Bahkan, di tengah persoalan kemiskinan dan keterbatasan yang dialami para penganut Jingitiu berdampak pada lunturnya daya magis dari sebuah ritual.
Sebagai misal, tuturnya, jika setiap ritual harus menggunakan hewan kurban yang besar, tetapi karena masalah kemiskinan maka hanya dilakukan dengan seekora ayam atau sabut kelapa yang dibakar sebagai pengganti hewan kurban, maka daya magisnya akan hilang.
“Saya akan mengembalikan kepada yang sebenarnya dan mereka akan melakukan ritual adat yang sungguh sungguh sehingga apapun yang dinginkan dari ritual itu akan terwujud, dan saya akan memfasilitasinya,” kata Dira Tome.
Ia mengatakan, pemerintah bertindak sebagai penengah
dan memberikan ruang yang luas baik kepada agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha, juga kepada agama suku Jingitiu untuk tetap eksis. Akan ada kebijakan khusus untuk melindungi aliran Jingitiu agar jangan sampai hilang.
Model pemberian ruang oleh pemerintah itu, lanjutnya, ketika anak dari orang yang menganut aliran Jingitiu lahir dan dipermandikan sesuai ajaran Jingitiu yang dikenal dengan sebutan “hapo” maka anak tersebut punya hak untuk mendapatkan akte kelahiran. Tidak harus menunggu permandian seperti di agama Kristen, tapi dia punya hak untuk mendapat akte dan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak
Selain itu, tambahnya, orang yang menganut aliran jingitiu ketika dinikahkan oleh gereja jangan dipaksa n untuk menjadi Kristen. “Meski pasangan Jingitiu itu menikah sesuai adat dan kepercayaan Jingitu, kita berikan akte nikah,” katanya.
Ia mengatakan, langkah itu diambil pemerintah sebagai bentuk keberpihakan untuk melindungi agama suku agar jangan musnah lantaran keinginan agama. Hakekat sesungguhnya bukan persoalan orang menjadi pengikut agama Kristen, Islam dan Katolik dan sebagainya tetapi bagaimana orang bisa menjalankan norma kepercayaan yang tidak bertentang dengan ajaran moral dan kepentingan masyarakat.
Hingga kini, jumlah masyarakat Sabu Raijua yang menganut aliran Jingitiu semakin berkurang. Hal itu, lantaran ada kebijakan masa lalu yang keliru. Selain itu, ada kegiatan upacara adat yang tidak bisa diabaikan kerena aliran Jingitiu penuh dengan ritual dan prosesi adat. Bahkan, dari bulan ke bulan ada ritual yang wajib dilakukan oleh kepercayaan Jingitiu.
Menurut dia, pemerintah dan semua elemen masyarakat Sabu Raijua harus memberikan perlindungan sehingga penganut Jingitiu dapat dengan nyaman melakukan segala ritual itu agar budaya Sabu jangan sampai hiang. “Saya ingin mereka tetap eksis,” katanya.
Melestarikan budaya, termasuk memelihara aliran Jingitiu di Sabu merupakan ciri dari orang bermartabat. Langkah perlindungan yang ditempuh itu bertujuan memberikan perlindungan dan penghormatan kepada agama suku ini agar tetap ada.  Upaya ini merupakan wujud usaha Orang Sabu dalam melestarikan ajaran leluhur.
By. Albert Vincent