Ja’i, Tarian Adat Bajawa


Pakaian Adat Bajawa yang biasa digunakan dalam pesta-pesta adat dan tarian adat bajawa yang biasa disebut Ja;i
Tarian Adat Bajawa ASLI
Tarian adat Bajawa MODIFIKASI

NTT Kuliner


Suami Korban Pembunuhan di Bajawa Dibekuk


sergapntt.com [BAJAWA] – Aparat Polres Ngada akhirnya berhasil membekuk Kristoforus Bhalu, suami alm. Rofina Ene (30) yang menjadi korban pembunuhan yang ditemukan polisi terkubur di dapur di rumahnya sendiri pada Sabtu (4/2/12) lalu.
Pria yang diduga sebagai  pelaku pembunuhan tersebut ditangkap polisi saat sedang makan bakso di sebuah warung di Maukeli, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (10/2/12) sore.
Kini terduga sedang intens diperiksa polisi di Mapolres Ngada.
Warga Kota Bajawa yang mendengar bahwa pelaku telah ditangkap ramai-ramai mendatangi Mapolres untuk menyaksikan sekaligus mengikuti tahapan pemeriksaan terhadap pelaku. Polisi tampak berjaga-jaga di sekitar Mapolres.  
Seperti diberikan sebelumnya, Kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak heboh pasca penemuan mayat seorang ibu bernama Rofina Ene yang terkubur di kedalaman tanah sekitar 1 meter di belakang dapur di rumahnya sendiri. Saat ditemukan mayat korban terbungkus karung plastik
Diduga, korban dibunuh oleh suaminya sendiri. Korban diketahui menghilang sejak 9 Januari 2012 dan baru ditemukan polisi pada Sabtu (4/2/12) sore.
Informasi yang dihimpun SERGAP NTT menyebutkan, sejak korban menghilang, suaminya pun menghilang.
Pelaku dan korban tercatat sebagai warga Rt03 Bomanu, Keluarahan Susu. Korban meninggalkan dua orang anak, satu putra, dan satu putri.   
Sesaat setelah ditemukan, mayat  korban langsung dievakuasi ke ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa untuk diotopsi.
Kapolres Ngada, AKBP. Daniel Yuda Ruhoro berjanji polisi akan bergerak cepat secara maraton untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Terbukti, tak sampai seminggu suami korban berhasil dibekuk.
By. ANDY SIWE/SUS

Dua Petani Tewas Di Sambar Petir


sergapntt.com [KUPANG] – Dua orang petani di Dusun IV Felakdale, Desa Pukadale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Filmon Mudak (35) dan  Vina Pian (33) tewas disambar petir saat sedang bekerja di sawah masing-masing, Kamis (9/2/12) lalu. Tubuh salah satu korban gosong bagian kanan serta telinganya dinyatakan hilang.

Delfi mudak, istri almarhum Filmon Mudak (35) yang ditemui di rumah duka, Jumat (10/2) masih mengalami shok berat. Sejumlah keluarga berusaha menenangkan istri korban yang terus memanggil nama suaminya.

Menurut ibunda korban, Lusia Mudak, saat kejadian, korban sedang berada di sawah menaburi pupuk. Namun hingga malam hari korban tak kunjung tiba di rumah. Karena gelisah, keluarga lalu mencari korban.

Dalam pencarian ini, lanjut Lusia, korban ditemukan sekitar pukul 21.00 dalam keadaan terbujur kaku dan terbenam dalam lumpur sawah. Pada tubuh korban terdapat bekas luka robekan di bagian belakang kepala, yang  diduga kuat akibat disambar petir

Sementara itu almarhuma Vina Pian (33), tewas dalam perjalanannya dari sawah ke rumah.  


Dalam perjalan pulang itu, korban ditemani ibu mertuanya. Tiba-tiba Vina disambar kilat dan tubuhnya terlempar sekitar satu meter. Korban langsung tewas ditempat. Badan bagian kanan hingga kepalanya gosong. Bahkan telinga bagian kanannya hilang. 
By. RIFLAN

Kemiskinan Dan Pengangguran Akar Masalah Di Perbatasan


sergapntt.com [KUPANG] – Ada sejumlah permasalahan krusial yang terjadi di wilayah perbatasan Provinsi NTT dengan Republic Demokratic Timor Leste (RDTL) dan Australia antara lain hubungan antar manusia yang belum kondusif, perdagangan langsung dari Surabaya ke Dili yang mengakibatkan kurang berfungsinya pasar tradisional, rendahnya investasi transportasi, fenomena kegiatan perdasangan ilegal, terbatasanya infrastruktur ekonomi dan kurangnya pengelolaan sumber daya alam.
”Namun sesungguhnya yang menjadi akar permasalahan di wilayah perbatasan kita adalah kemiskinan dan pengangguran,” sebut Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kawasan Perbatasan bersama Satuan Kerja Perangkat Daearah (SKPD) terkait di ruang kerjanya, Jumat (10/2).
Menurut Wagub, selain akar masalah kemiskinan dan pengangguran, masih ada masalah lain yang ikut mempengaruhi suasana di wilayah perbatasan yakni rendahnya kualitas sumber daya manusia, adanya kesenjangan ekonomi, sarana prasarana perbatasan masih terbatas.
”Saya minta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perbatasan tidak saja disosialisasikan melalui media massa tetapi perlu melalui tokoh-tokoh agama yakni mimbar gereja, mesjid dan pura. Sosialisasi dengan baik agar masyarakat bisa mengetahuinya dengan baik,” pinta Wagub.
Kawasan perbatasan lanjut Wagub, merupakan kawasan yang strategis dalam menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); karena itu diperlukan pengelolaan dan pengaturan secara khusus.
”Mari kita koordinasi lebih terbuka sehingga bisa bisa mengatasi berbagai masalah yang terjadi wilayah perbatasan. Kita kan tidak ada kepentingan individual. Yang diutamakan adalah kepentingan masyarakat yang lebih luas,” tandas Wagub dan menambahkan, ”Ada empat (4) masalah sosial yang amat serius dan perlu penanganan secara lebih baik yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Narkoba, minuman keras (miras), HIV dan AIDS.”
Wagub meminta kepada pimpinan SKPD terkait untuk merancang berbagai program yang menyentuh langsung akar permasalahan di wilayah perbatasan. ”Rakor seperti ini perlu dilakukan secara berkala. Saya minta kepada pimpinan SKPD terkait untuk mengindentifikasi komponen-komponen pembiayaan tahun 2012 serta dikoordinasikan secara vertikal dan horisontal baik kepada Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Pusat agar dalam pelaksanaannya ke depan lebih terarah dan terpadu,” kata Wagub.
Ikut hadir dalam Rakor tersebut antara lain Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi NTT, Budi Sulaksana, SH, M.Si, Kanwil Pertanahan Provinsi NTT, Tjance Tuwera, SH, Kepala Badan Pengelola Perbatasan NTT, Drs. Eduard Gana, M.Si, Kadis Peternakan NTT, Ir. Semuel Rebo, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, Kadis Kominfo NTT, Drs. Richard Djami, Kadis Pehubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTT, Drs. Abraham Klakik dan sejumlah pejabat lainnya.
By. VERRY GURU