Ingin Jadi Gubernur? Kumpulkan 250 Ribu KTP


sergapntt.com [KUPANG] – Jika ingin menjadi Calon Gubernur NTT di periode 2013-2018 mendatang melalui jalur independent, maka seseorang harus mampu mengumpulkan dukungan KTP sebanyak 250.000 secara merata dari 21 kabupaten dan kota di NTT. Angka itu merujuk pada jumlah penduduk NTT secara keseluruhan sebanyak 4.883.000 jiwa berdasarkan data penduduk tahun 2011.
Demikian dikatakan Juru Bicara KPU Provinsi NTT, Djidon de Haan Kamis, (9/2/2012). Sedangkan asumsi biaya yang digunakan untuk membiayai semua tahapan pilkada gubernur hingga pelantikan ditafsir mencapai Rp150 miliar.
Kata de Han, KPU Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi NTT dan telah ditetapkan dengan SK Gubernur soal standart harga barang dan jasa yang akan digunakan dalam semua tahapan pilkada.
“Pemda Provinsi dan DPRD NTT telah menganggarkannya selama tiga tahun berturut-turut dan itu lebih ringan ketimbag diplotkan pada satu tahun anggaran,” katanya.
by. che/fb/laurens leba tukan

DPRD NTT Sarankan RSUD Kupang Dipindahkan


sergapntt.com [KUPANG] – Pengelolaan manajemen dan pelayanan RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang yang kian carut marut memantik rekasi keras DPRD NTT. Ketua DPRD NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah menyarankan, lebih baik rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTT itu dipindahkan ke lokasi lain dan dibangun gedung baru yang lebih baik.
Pasalnya, kapasitas Rumas Sakit itu sudah tidak bisa lagi menampung pasien yang kian hari kian membludak. Itu sebabnya, ada pasien yang terpaksa ditidurkan hingga ke emperan dan teras rumah sakit.
“Ruang perawatan di Rumah Sakit itu sudah tidak representan lagi, sehingga  idealnya mulai dipikirkan untuk membangun di lokasi yang baru,” ujar Ibrahim Medah kepada wartawan di Kupang, Kamis (9/2/2012). 
DPRD NTT periode lalu pernah mewacanakan untuk memindahkan Rumah Sakit ke lokasi baru. Sayang,,, usulan ini tiak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Medah mengatakan, setelah mendengar paparan dari Direktur RSUD Kupang dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komis D DPRD NTT, Rabu (8/2/2012) lalu, terkuak bahwa ada tiga persoalan mendasar yang tengah melanda manajemen RSUD Kupang. Tiga persoalan itu diantaranya, Manajemen Pelayanan, Pengelolaan Keuangan, dan Sumber Daya Manusia.
Persoalan manajemen pelayanan di RSUD Kupang saat ini bisa dibilang amburadul. Sebab, gedung dan lokasi RSUD itu sudah tidak representan dengan jumlah masyarakat serta pasien yang menggunakan layanan kesehatan yang kian hari kian meningkat.
Bahkan pengelolaan keuangan rumah sakit yang kini dipimpin oleh dr. Alphonsius Anapaku itu selalau mengalami devisit setiap tahun. Padahal setiap tahun selalu disubsidi oleh APBD.
Rumah sakit itu juga masih membutuhkan banyak tenaga dokter demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Atas persoalan itu, Ibrahim Medah menegaskan, manajemen RSUD Kupang diberi waktu selama satu minggu sejak RDP dengan Komisi D DPRD NTT untuk secepatnya membuat telaan tertulis dan merincihkan segala kebutuhan yang terkait dengan layanan kesehatan di RSUD untuk dicarikan solusinya oleh DPRD NTT.
“Kita desak manajemen RSUD untuk membuat rincian dan telaan terhadap semua kebutuhannya mulai pelayanan, keuangan dan SDM lalu kita pelajari untuk selanjutnya dicarikan solusi,” katanya.
Jika setelah didalami, terdapat hal-hal yang harus menjadi kewenangan pemerintah provinsi, maka DPRD NTT akan terus mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengatasi masalah tersebut. Namun, jika harus ditangani oleh pemerintah pusat maka DPRD NTT akan memperjuangkannya melalui jalur politik.
Mantan Bupati Kupang dua periode itu mengaku, pihaknya terus mendorong agar rencana untuk membangun gedung baru RSUD di lokasi yang baru dapat segera terwujud.
Bagi Medah, membangun gedung baru RSUD bukan sesuatu yag sulit. Yang sulit dan membutuhkan biaya yang besar, kata dia adalah fasilitas dan peralatannya. “Tinggal memindahkan semua peralatan dan afsilitas itu ke gedung baru yang lebih representan dan lebih memungkinkan untuk dilakukan pengembangan,” kata dia.
Ia juga mengatakan, jika pemerintah provinsi bisa membangun eks kantor gubernur yang terbakar beberapa waktu lalu dengan dana mencapai Rp 80-an miliar, mengapa membangun RSUD demi memberikan layanan dasar kepada masyarakat tidak bisa.
“Lebih mendesak adalah membangun RSUD dari pada membangun eks kantor gubernur,” imbuhnya, kritis.
by. /che/fb/laurens leba tukan

Gubernur NTT Apresiasi Karya Geng Motor Imut


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya menyambut baik hasil inovasi yang dilakukan Komunitas Geng Motor Imut yang menghasilkan alat pengubah air laut menjadi air tawar.
“Saya senang karena sudah ada inovasi yang bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih,” kata Gubernur NTT di Ruang Kerjanya saat menerima Komunitas Geng Motor Imut, Kamis (9/2).
Menurut Koordinator Umum Komunitas Geng Motor Imut, Noverius Nggili, Desalinator Imut adalah suatu alat pengubah air laut menjadi air tawar dan garam tanpa mesin.  Desalinator imut juga tidak membutuhkan listrik dan bahan bakar fosil tetapi  hanya mengandalkan sinar matahari sehingga proses desalinasi sebaiknya dilakukan saat puncak panas yaitu berkisar antara pukul 11.00-14.30.
Dijelaskan, untuk mengubah air laut menjadi air tawar dibutuhkan waktu 3,5 jam. Air laut yang digunakan dalam proses desalinasi tersebut sebanyak 35-36 liter. Jumlah tersebut akan menghasilkan 12-17 liter air tawar, sedangkan sisanya sekitar 18 liter mengandung kadar garam tinggi.
“Tinggal ditambahkan zat yodium dan dijemur selama 2-3 hari untuk menjadi garam beryodium. Dengan demikian selain mendapatkan air tawar, masyarakat yang memanfaatkan desalinator ini akan mendapatkan tambahan nilai ekonomis dengan memproduksi garam,” kata Noverius.
Noverius juga memaparkan, cara kerja penutup desalinator adalah menangkap uap air tawar dari air laut yang dipanaskan dengan sinar matahari. Butiran-butiran uap air akan mengalir mengikuti kemiringan dinding penutup ke pipa pangalir hingga tempat penampungan dan air tersebut memenuhi syarat fisik sebagai air bersih karena bening, tidak berendapan, tidak berbau serta memenuhi syarat mikrobiologis karena suhu proses pemanasan dalam desalinator melebihi titik didih 100 derajat celcius.
Menurut Noverius, Desalinator Imut dibangun dengan konstruksi yang sangat mudah sehingga implementasinya diyakini tidak bermasalah. Ongkos pembuatan per unit pun cuma Rp1.250.000. Inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat di pulau kecil.
“Kami ingin mengkampanyekan nilai ekonomis yang akan masyarakat peroleh berupa air bersih dan garam  sekaligus dibandingkan jika mereka harus naik sampan atau perahu motor untuk membeli kebutuhan itu ke pulau-pulau besar,” kata Noverius.
Guna memperlancar pemasaran peralatan ini, Geng Motor Imut mulai membangun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil. Kendati demikian diakui bahwa desalintor ini masih memiliki kelemahan terutama di musim hujan karena saat itu sinar matahari sebagai sumber pemanasan akan berkurang.
Seperti diketahui hari ini Gubernur bersama Komunitas Geng Motor Imut menemui Menko Kesra RI di Jakarta.  Menko Kesra pun tertarik dengan hasil karya Komunitas Geng Motor Imut dan ingin mendapatkan penjelasan langsung manfaat Desalinator Imut.
by. Meggy Utoyo

Gubernur NTT Minta PNPM Bersinergi


sergapntt.com [KUPANG] – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNMP-MPd) di himbau untuk bersinergi dengan fasilitator atau program-program permberdayaan masyarakat lainnya yang ada di NTT. Dengan demikian akan menjadi suatu kekuatan yang lebih besar.
“Saya ajak bersinergilah dengan para fasilitator dan program lain yang ada, karena itu akan menjadi kekuatan yang besar,” ungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, pada acara pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor )PNPM-MPd di Hotel Sylvia Kupang, Kamis (9/2).
Pelaksanaan Rapat Koordinasi PNPM-MPd diawal tahun 2012 ini memiliki arti yang sangat penting dalam mengarahkan jalannya PNPM-MPd di tahun 2012 sehingga berjalan sesuai standar dan prosedur pelaksanaan yang telah ditetapkan. PNPM-MPd sejak tahun 2008 telah menunjukkan keberhasilan yang berarti dalam peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
           
Gubernur Lebu Raya mengatakan, implementasi PNPM-MPd yang sudah menjangkau 2.901 desa atau 97,35% dari total desa yang ada di NTT menunjukkan bahwa secara kuantitas PNPM-MPd mampu mewarnai daerah pedesaan di tanah Flobamora ini.
Salah satu hal krusial dalam implementasi PNPM-MPd adalah meningkatnya pelaksanaan usaha ekonomi produktif serta simpan pinjam kelompok perempuan. Pada periode 2008-2009, lanjut Gubernur, terdapat 5.386 kelompok meningkat menjadi 9.287 kelompok pada periode 2010-2011.
           
Sehubungan dengan Rapat Koordinasi PNPM-MPd, Gubernur Lebu Raya meminta, forum rapat tersebut dijadikan sebagai tempat untuk membangun pemahaman yang sama dan komprehensif tentang pelaksanaan integrasi pola perencanaan partisipatif dan regular, menciptakan situasi yang kondusif serta bersama-sama dengan segenap komponen dalam masyarakat menjadi inisiator dalam membangun kebersamaan hingga mampu meningkatkan modal sosial masyarakat.
“Saya minta saudara-saudara membangun pemahaman yang sama dan ciptakan suasana kondusif,” pinta Gubernur Lebu Raya.    
            
Sementara itu Kasubid Usaha Ekonomi Keluarga dan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi NTT, Helena Namang, dalam laporannya mengatakan, tujuan Rakor PNPM-MPd Tahun 2012 ini untuk menyiapkan dan memastikan pelaksanaan pengintegrasian pelaksanaan PNPM-MPd dalam mekanisme perencanaan regular tahun 2012, mengevaluasi progress kegiatan dan penyaluran dana PNPM-MPd Provinsi NTT Tahun Anggaran 2010-2012 yang belum melakukan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) dan menggagas strategi percepatan penyaluran dana dan penyelesaian kegiatan PNPM-MPd Tahun Anggaran 2012.
Peserta Rakor berjumlah 112 orang yang terdiri dari Penanggungjawab Operasional Kabupaten (PjO Kab), Fasilitator Kabupaten (Teknik, Keuangan, Integrasi, Generasi), Satker PNPM-MPd Prov NTT serta Konsultan PNPM-MPd Prov NTT
By. MEGY UTOYO

Barcelona ke Final Copa del Rey


sergapntt.com [BARCELONA] – Barcelona menjamu Valencia di leg kedua semifinal Copa del Rey dengan modal hasil imbang 1-1 pada leg pertama. Gol Cesc Fabregas dan Xavi membawa Barca menang 2-0 dan lolos ke final dengan agregat 3-1.

Kiper Diego Alves melakukan sederet penyelamatan brilian yang menjaga gawang Valencia kebobolan lebih dari 7 gol! Valencia mendapatkan peluang emas pertama lewat umpan terobosan dari sayap kiri ke depan kotak penalti yang disambut lesatan Feghouli, namun tendangan keras melengkungnya hanya mengiris mistar.

Tak mau kalah, pada menit ke-15, Fagregas berlari ke depan gawang mengejar bola panjang yang dilepaskan Messi dari lapangan tengah. Ditempel ketat bek valencia, Fabregas masih sanggup melepaskan sebuah sontekan melewati kepala kiper Diego Alves yang salah posisi. Barcelona pun unggul 1-0.

Selang beberapa menit dari gol Fabregas, Messi melakukan tusukan, masuk kotak penalti, melepas tembakan kaki kiri, tapi ditepis kiper. Bola lepas jatuh di kaki Fabregas. Dia menembak, tapi melenceng ke samping gawang.

Gerakan Messi di luar kotak penalti dihentikan dengan paksa pada menit ke-24. Tendangan bebas yang diambil sendiri oleh messi masih bisa ditahan Diego Alves.

Victor Ruiz ceroboh, salah pengertian dengan Jordi Alba, dia mengoper bola ke tempat kosong, bola direbut Fabregas. Akan tetapi, tembakan Fabregas masih digagalkan oleh Alves. Itu seharusnya 2-0.

Terobosan Fabregas ke kotak penalti pada menit ke-36 gagal dihadang bek valencia, tapi penyelesaian akhirnya dimentahkan lagi oleh Alves. Seharusnya, Fabregas sudah mencetak hat-trick dan Barcelona unggul 3-0

Skor half-time 1-0 untuk Barcelona. Untuk sementara, Barca unggul agregat 2-1. Valencia harus melakukan sejumlah perubahan. Valencia langsung menggebrak di awal babak kedua. Kecepatan Jordi Alba sanggup menembus lini belakang Barcelona, gawang terlihat, dia menembak, tapi Pinto berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan.

Gelombang serangan Barcelona mulai deras, Valencia pun sampai harus bertahan sepihak dengan sesekali melancarkan serangan balik. Memasuki menit ke-55, penonton tercengang. Messi berakselerasi menembus penjagaan empat bek Valencia sampai masuk kotak penalti. Akan tetapi, sontekannya berhasil ditepis Diego Alves. Lagi-lagi, penyelamatan brilian dari kiper Valencia tersebut.

Menit ke-63, lagi-lagi Alves mementahkan peluang gol Barcelona lewat dribel dan sontekan Messi di depan gawangnya. Tanpa Alves, Valencia pasti sudah kebobolan 6-7 gol! Valencia harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-76 setelah Sofiane Feghouli menerima kartu kuning keduanya.

Menit ke-80, diawali tusukan Alexis Sanchez dari sayap kiri, bola dioper kepada Fabregas di tengah, lalu diteruskan ke Xavi yang berada di sisi kanan kotak penalti. Tendangan keras Xavi ke sudut kanan atas gawang Valencia gagal dibendung Diego Alves. 2-0 untuk Barcelona.

Valencia semakin tenggelam. Agregat sudah 3-1 untuk Barcelona, dan mereka butuh 2 gol dalam 10 menit tersisa untuk lolos ke final. Dengan 10 pemain, sulit bagi Valencia untuk mewujudkannya. Tak ada serangan yang menghasilkan gol lagi hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Barcelona pun maju ke partai puncak untuk melawan Athletic Bilbao.

by. cis/bola.net