Bandara So’a Dapat APBN Rp16 Milyar


Bandara So’a

sergapntt.com [KUPANG] – Bandara Udara So’a, yang terletak di Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2012 sebesar Rp16.024.452.000.  

Dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan jalan inspeksi dalam konpleks bandara, pembuatan pagar BCR tahap dua, pengadaan mobil tanki air berkapasitas 5000 liter, pelapisan landasan pacu tahap dua, serta pengadaan dan pemasangan AFL.
Demikian dikatakan Kepada Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupang saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, belum lama ini.
Kata mantan Kepala Biro Umum Setda NTT itu, selain bandara So’a, pemerintah juga akan segera memperbaiki bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dengan dana Rp4.647.276.000, Bandara Tambolaka, Waikabubak, Sumba Barat Rp32.622.500.000.
Pelayanan di Bandara So’a
Bandara Frans Seda, Maumere, Sikka Rp28.580.000.000, bandara Frans Sales Lega, Ruteng, Manggarai Rp7.280.000.000, bandara H. Aroeboesman, Ende Rp13.860.000.000, bandara Mali, Alor Rp53.706.000.000, bandara Gewayantana, Larantuka, Flores Timur Rp70.405.500.
Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat Rp39.048.000.000, bandara Haliwen, Atambua, Belu Rp41.682.000.000, bandara DC Saudale, Rote Ndao Rp20.564.500.000, bandara Tardamu, Sabu Raijua Rp1.122.000.000, bandara Wunopito, Lewoleba, Lembata Rp33.828.000.000.
“Proyek ini untuk mendukung kegiatan Sail Komodo 2013. Ya,,, untuk memudahkan para wisatawan, baik lokal maupun asing ke NTT,” ujarnya.

By. CHRIS PARERA

Gubernur NTT Hadiri Reuni Pasien Kusta


sergapntt.com [KUPANG] – Sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh para suster ordo Putri Reinha Rosari (PRR) di Desa Naob Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya bersama rombongan pejabat dari Provinsi NTT  menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kusta se dunia dan reuni pasien kusta di Susteran Naob, Sabtu malam (11/2).
 ”Saya datang sebagai apresiasi saya kepada para suster yang telah bekerja khususnya yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan. Sebab terkadang orang sakit sering dijauhi oleh orang lain; apalagi penyakit kusta,” kata Gubernur di depan puluhan pasien kusta yang dirawat oleh para Suster PRR.
Gubernur menceritakan, suatu waktu di Kabupaten Lembata ada seorang penyakit kusta yang dibuang jauh-jauh oleh keluarganya.
”Si pasien tersebut diambil dan dirawat oleh seorang pastor. Hingga saat ini pasien itu telah sembuh dan masih hidup sampai hari ini. Artinya, penyakit ini bisa disembuhkan dan para pasien kusta tidak perlu diisolir,” pinta Gubernur.
Gubernur mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya.
”Memang kebersihan musti dijaga. Bagi orang lain penyakit ini memang dirasa aneh. Tapi itulah kemanusiaan; yang di era seperti sekarang ini kurang dipedulikan,” kata Gubernur.
Kepada para suster PRR yang mengurus para pasien kusta, Gubernur berharap agar tetap menjaga dan memelihara idealisme kemanusiaan yang begitu mulia.
”Idealisme ini musti dijaga. Mudah-mudahan dari waktu ke waktu para pasien kusta makin berkurang. Kalau pasien kusta bertambah, apakah kita gagal membangun kesehatan di daerah ini,” ujar Gubernur, balik bertanya.
Menurut Gubernur, yang paling penting adalah bagaimana saling menghargai di antara sesama manusia.
”Mari kita hargai para pasien kusta; yang memiliki hak yang sama dengan yang sehat-sehat. Karena itu, reuni para pasien kusta ini sesungguhnya ingin menyegarkan motivasi dan komitmen kemanusiaan kita untuk bekerja lebih baik. Mudah-mudahan derajat kesehatan masyarakat NTT ke depan akan semakin baik,” tandas Gubernur dan meminta kepada para suster untuk melanjutkan karya kemanusiaan ini dengan penuh rasa tanggungjawab sehingga mampu membebaskan masyarakat dari penyakit kusta.
Di tempat yang sama pimpinan susteran PRR Naon, Sr. Marcela, PRR menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa terharu atas kehadiran Gubernur NTT bersama rombongan di Naob.
”Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur. Setiap siapa saja yang datang ke tempat ini merupakan mutiara terindah dan rahmat bagi kami di sini. Karena hanya orang yang punya hati; yang bisa datang ke tempat ini. Tidak semua orang bisa datang ke sini,” ucap Sr. Marcela, datar.
Menurut Sr. Marcela, pihaknya setiap tahun melakukan kegiatan reuni pasien kusta.
”Kegiatan reuni ini dalam rangka merayakan HUT orang kusta se dunia yang diperingati setiap tanggal 8 Februari. Setiap tahun kami adakan kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan,” katanya.
Ikut hadir bersama Gubernur, Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Ir. Eddy Ismail,MM, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, Kadis Peternakan NTT, Ir. Semuel Rebo, Kadis Pehubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kadis Kominfo NTT, Drs. Richard Djami, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Paulus Rante Tadung, SH, Kepala Badan Pengelola Perbatasan NTT, Drs. Eduard Gana, M.Si, Kepala Badan Lingkungan Hidup NTT, Drs. Alexander Oematan, M.Si, Kepala Badan Perpustakaan NTT, Drs. Nahor Talan, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Drs. Willem Foni, M.Si, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja NTT, Drs. Frans Lasa, MM, Sekretaris Bappeda NTT, DR. Dr. Hironimus Fernandez, Kepala Bagian Kesra Biro Kesra Setda NTT, Maria Sara, SE, MM dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.
By. VERRY GURU

Gubernur NTT Panen Bawang Anggur Merah


sergapntt.com [SO’E] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya memanen bawang merah hasil kerja kelompok ibu-ibu di Desa Tublopo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Sabtu (11/2/12) di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar.
Gubernur didampingi Wakil Bupati TTS, Benny Litelnony, Ibu Camat, Kepala Desa dan sejumlah kelompoj ibu-ibu hasil bentukan Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah.
”Kehadiran saya untuk memanen bawang merah di Desa Tublopo ini sebagai bentuk dukungan saya kepada masyarakat. Saya hadir untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar tetap optimis. Saya yakin suatu saat nanti masyarakat dan daerah ini bisa berubah ke arah yang lebih baik,” tandas Gubernur.
Gubernur mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras dan merasa bangga makan dari hasil keringat sendiri.
”Saya ingatkan kembali bahwa masyarakatlah yang bisa membangun dirinya sendiri dengan cara bekerja keras. Tidak bisa mengharapkan orang lain. Diri kitalah yang harus punya tekad untuk bekerja keras dan bisa hidup lebih baik. Hidup kita, lingkungan, masyarakat, daerah dan negeri ini bisa berkembang maju hanya dengan satu cara yakni bekerja keras. Kalau ada lahan; tanam dan olah. Kalau ada ternak; pelihara dengan baik,” pinta Gubernur.
Menurut Gubernur, masyarakat tidak perlu terus menerus mengharapkan beras miskin (Raskin) untuk ketahanan pangan.
”Kita tidak bisa harapkan raskin untuk ketahanan pangan kita. Masyarakat harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kita tidak boleh mengeluh kalau ada kekurangan pangan. Kan masih ada jagung, ubi, pisang rebus dan komoditi lainnya,” kata Gubernur dan menambahkan, ”Saya percaya semua orang pasti ingin hidup lebih baik dari hari kemarin.”
Sementara itu, Wakil Bupati TTS, Beny Litelnony mengatakan, kehadiran Gubernur NTT di tengah-tengah masyarakat yang ada di Kabupaten TTS sebagai bentuk penghargaan dan motivasi yang luas biasa agar masyarakat semakin giat bekerja untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.
Wakil Bupati juga telah meminta kepada Bappeda TTS untuk mengukur keberhasilan dan berbagai tantangan yang ada dalam melaksanakan Program Desa/Kelurahan Anggur Merah di Kabupaten TTS khususnya di Desa Tublopo. ”Saya minta kepada Bappeda TTS untuk ukur keberhasilan program ini sehingga kita bisa tahu plus dan minusnya agar dapat memberikan laporan yang lengkap kepada pihak Pemerintah Provinsi NTT,” kata Wabup Litelnony.
By. VERRY GURU

Olah Raga Ajar Orang Untuk Kejar Prestasi !


sergapntt.com [KUPANG] – Dalam dunia olah raga diajarkan agar setiap orang berlaku sportif dan jujur. Kalau bertanding dan kalah, ya sportif. Kalau menang tidak perlu sombong. Hal itu hanya ada dalam olah raga. Di dunia politik itu susah. Karena itu, olah raga senantiasa mengajarkan kepada setiap orang untuk terus mengejar prestasi.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat membuka dengan resmi Turnamen Futsal Anggur Merah Executif di lapangan futsal Suba Suka, Pasir Panjang Kota Kupang, Sabtu (11/2).
Gubernur memberi apresiasi yang tinggi kepada tim Anggur Merah yang menyelenggarankan turnamen futsal tersebut. “Saya beri apresiasi untuk tim Anggur Merah. Saya senang, karena olah raga futsal walaupun baru seumur jangung tetapi para pengurus Futsal NTT telah mengukir prestasi yang gemilang dengan lolos Pekan Olah Raga Nasional (PON) tahun 2012 di Pekan Baru Riau. Itu artinya, futsal punya potensi dan bisa meraih prestasi,” puji Gubernur, disambut tepuk tangan para hadiran dan pengurus Futsal NTT.
Menurut Gubernur, semangat sportivitas harus terus dibangkitkan sehingga masyarakat NTT dikenal dengan sikap sportif dan jujur.
Pengurus dan pecinta Futsal NTT, Ir. Andre Koreh, MT mengaku, senang dengan keterlibatan sejumlah tim yang mengikuti turnamen futsal Anggur Merah Executif tahun ini. “Semuanya ini sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian kita terhadap dunai olah raga khususnya olah raga futsal di Provinsi NTT,” ujar Andre yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Frans Samon, S.Pt dalam laporannya mngatakan, turnamen futsal ini diikuti 20 tim yang berasal dari instansi pemerintah, swasta dan BUMN. Menurut dia, total hadiah yang disiapkan panitia sebesar Rp 30 juta yang akan diberikan kepada peringkat pertama, kedua, dan ketiga; pemain terbaik top skor dan tim fair play.
By. VERRY GURU

Ibu Alex Eboresi Diusir Istri Gubernur NTT


Ny. Lusia Lebu Raya

sergapntt.com [KUPANG] – ibu Alex Eboresi diusir istri Gubernur NTT, Ny. Lusia Lebu Raya saat hendak ambil makan di rumah pribadi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di jalan Thamrin sesaat sebelum acara deklarasi  Jeriko (Jefri Riwu Kore dan Kristo Blasin) sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang 2012-2017 di GOR Oepoi Kupang, Minggu (12/2/12) siang.

Menurut istri manatan Asisten IV Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, mulanya ia di undang oleh pengurus Ikatan Keluarga Besar Ngada (IKADA) untuk mengikuti acara Reba di rumahnya Darius Tiwu Hero, seorang tokoh IKADA di jalan Bajawa, Oepoi, Kota Kupang. Tapi sampai disitu ia diarahkan ke rumahnya Frans Lebu Raya di jalan Thamrin untuk selanjutnya menuju GOR tempat berlangsungnya deklarasi Jeriko.
Namun sebelum berangkat ke GOR, semua undangan  dipersilakan makan. Tapi saat hendak ambil makan disalah satu meja di rumah itu, tiba-tiba ibu Eboresi yang ditemani istrinya Alex Sena dihadrik oleh Ny. Lusia Lebu Raya. “Hehehehehehehe,,,,, sana-sana-sana, jangan ambil disitu tu,,,” ujar Ny. Lusia Lebu Raya.
Karena kaget, langkah ibu Eboresi dan istrinya Alex Sena pun terhenti. “Aduuuuh,,, saya malu sekali,” papar ibu Eboresi saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di kediamannya, Minggu (12/2/12) malam.
Ibu Eboresi tak tahu apa motivasi istri Gubernur NTT itu mengusirnya. Namun ia sangat kecewa dengan sikap yang sudah kelewat batas itu.
“Kami diundang untuk ikut Reba, bukan untuk ikut acara deklarasi. Tapi karena sudah sampai disana, ya sudah biar ikut sekalian. Tapi kalau begini caranya, lebih baik kita tidak usah pilih Jeriko,” imbuhnya.
Ia juga sangat kecewa dengan intrik para pengurus IKADA dan Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKEBANA) yang memprovokasi warga Ngada dan Nagekeo di Kupang  untuk berkumpul dengan alasan akan diadakan pesta Reba, tapi justru massa diarahkan untuk mengikuti deklarasi Jeriko.
Sesungguhnya IKADA dan IKEBANA dibentuk bukan untuk urus politik. Tapi koq bisa demikian. Entah apa kepentingannya.
Istri Gubernur NTT selama ini diketahui sebagai salah satu tim sukses Jeriko. Setiap pertemuan tim sukses di rumahnya Kristo Blasin, Ny. Lusia Lebu Raya selalu hadir.
“Lebih baik pilih paket yang lain, daripada pilih Jeriko kalau mental tim suksesnya kayak gini,” tohok ibu Alex Eboresi.

By. SHREIF