Paket AMAN Berpeluang Menang


sergapntt.com [KUPANG] – Gejolak politik yang melanda kelompok POT, Flores, Gerindra, Demokrat dan PDIP membuka peluang menang bagi paket dr. Yovita Anike Mitak dan Anton Natun (AMAN) di pemilukada Kota Kupang yang akan digelar di bulan Mei 2012 mendatang. Sebab, mata, pikiran dan pilihan alternatif sebagian besar kelompok yang sedang dilanda konflik bathin itu mengarah kepada AMAN.
Paket AMAN dinilai paket yang paling aman untuk dipilih. Duet sang dokter asal Flores dan politisi asli Timor ini digadang-gadang bakal keluar sebagai pemenang di suksesi Pemilukada Kota Kupang kali ini. Selain memiliki kualitas dan personalitas yang terukur, pasangan yang diusung Partai HANURA, PPRN dan PDP ini diuntungkan dengan konflik intern yang melanda kelompok POT, Flores, Gerindra, Demokrat dan PDIP.
Awalnya POT dan Gerindra menjagokan Gustaf Oematan dan Hengky Benu. Tapi sayang, kedua figur potensial ini tergusur setelah Gerindra menetapkan Jeriko. Begitupun dengan kelompok Flores dan Demokrat yang mulanya mengandalkan duet Rikardus Wawo dan Melkisedek L. Madi (PRIMA) akhirnya putus asa setelah DPP Demokrat menetapkan Jeriko.
Semua karena apa? Uang? Bisa jadi! Bukan rahasia lagi kalau pengurus partai politik (parpol) selalu mematok harga jika ada yang ingin menggunakan parpolnya sebagai kendaraan politik menuju singasana kekuasaan. PDIP sendiri dihempas isue. Untuk mengikat PDIP, Jeriko dikabarkan nekad merogoh koceknya sebesar Rp2,5 milyar. Begitupun untuk Partai Gerindra.
Namun Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara langsung membantah. “Ah,,, tidak benar itu,” ucapnya.
Di tubuh PDIP sendiri sedang terjadi perpecahan. Sebagian pengurus dan simpatisan PDIP Kota Kupang mendambakan Jefri Riwu Kore berpasangan dengan Epi Seran, Anggota DPRD Kota Kupang asal PDIP. Sebagiannya lagi menginginkan PDIP mengusung paket Gustaf Oematan dan Selly Tokan. Namun Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya tak sepakat. Politisi yang juga Gubernur NTT itu malah mendorong Kristo Blasin bersanding dengan Jefri. Akibatnya, para pengurus PDIP dari tingkat ranting hingga kecamatan mengancam akan melakukan demonstrasi saat Jeriko mendaftar ke KPU pada tanggal 14 Februari 2012.
“Aduh,,, saya tidak dengar itu. Tepatnya saya kurang tau jika ada yang mau demo,” ujar Epi Seran saat dihubungi SERGAP NTT via mobilenya pada Sabtu (11/2/12).
Bagi sebagian pengurus DPC PDIP Kota Kupang, penetapan Jeriko sebagai paket PDIP merupakan pemaksaan kehendak. “Kristo Blasin itu,,, dia punya basis dimana? Selama ini dia hanya terukur di Flores, di Maumere sana. Mending Niko Frans! Karena Niko sudah teruji. Buktinya Niko terus menjadi anggota DPRD Kota Kupang karena dipilih oleh rakyat Kota Kupang. Begitu juga dengan Epi Seran. Lantas Kristo Blasin? Tidak kan! Itu yang kami tolak. Bagaimana mau menang, kalau belum teruji. Apalagi saya dengar sekarang ini Kristo hanya panggil dia punya orang-orang Maumere dan pejabat-pejabat dari provinsi untuk menjadi tim sukses. Kalau sukuis begini bagaimana. Kalau Elitis begini bagaimana? Kota Kupang ini dihuni oleh orang dari berbagai etnis dan berbagai level profesi. Bukan orang Maumere saja. Bukan pejabat saja. Sekarang ini rakyat sudah pintar pak, mo pake suku keq, mau pake pejabat keq, rakyat tidak peduli. Justru kalau terpilih nanti, hanya pejabat itu yang nikmati. Rakyat? Tenganga sa,,,” ujar salah seorang pengurus DPC PDIP Kota Kupang.
Menurut pengikut Megawati Soekarno Puteri yang enggan namanya ditulis tersebut, kini ditubuh PDIP terbagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mendukung Jeriko, satu abstain, satu lagi menolak Jeriko.
“Kami yang tidak mendukung Jeriko masih belum menentukan sikap. Kami masih menunggu hasil penetapan KPU. Siapa yang kami dukung, kita lihat saja nanti. Bisa ke Dan Adoe, bisa ke Yonas, bisa ke Veki Lerik, bisa juga ke dr. Niken,” tegasnya.
Sementara itu kubu HANURA, PPRN dan PDP terus merapatkan barisan. Pemantapan strategi pemenangan paket AMAN telah diputuskan dalam pertemuan yang dilaksanakan Jumat (10/2/12) sore.
Menang? Itu target! Semangat partai pengusung bisa saja terwujud. Asalkan, paket AMAN lolos dari lubang jarum keabsahan partai politik yang mengusungnya. Sebab, HANURA, PPRN dan PDP diketahui memiliki kepengurusan ganda. Sebut saja PPRN, di Jakarta maupun di Kupang, partai ini memiliki tiga pengurus, yakni PPRN versi Pondok Bambu yang dimanage oleh D.L Sitorus, terpidana kasus pengalihan hutan lindung menjadi kebun kepala sawit di kawasan Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang kini sedang ditahan di LP Bandung, PPRN versi Amelia A. Yani, dan PPRN versi Made Rahman Marasabessy.
Paket AMAN mengantongi rekomendasi PPRN versi Amelia A. Yani. Padahal di Pemilukada Kabupaten Jayapura yang baru usai digelar pada 17 Desember 2011 lalu, KPUD dan PTUN Jayapura hanya mengakui PPRN versi Made Rahman Marasabessy. Begitupun dengan Pemilukada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
Namun politik syarat dengan kemungkinan. Kemarin bisa saja Made Rahman Marasabessy, besok bisa saja Amelia A. Yani. Mungkin inilah yang menjadi pedoman kenapa paket AMAN lebih memilih PPRN versi Amelia A. Yani. Toh akan teruji saat KPU Kota Kupang melakukan verifikasi ke KPU Pusat dan Depkumham nanti.
Paket AMAN dipastikan akan mendaftar ke KPU Kota Kupang sebagai peserta pemilukada pada Rabu (15/2/12). “Ya,,, kami daftar tanggal 15 nanti,” ujar dr. Niken —begitulah dr. Yovita Anike Mitak biasa disapa—saat ditemui SERGAP NTT, Jumat (10/2/12) lalu.
Ibu tiga anak yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT itu mengaku, paket AMAN sudah tidak ada masalah lagi dengan parpol pengusung. Semua sudah beres berdasarkan ketentuan yang berlaku.   
Soal menang? Niken selalu optimis. Toh akhinya Tuhan yang menentukan. Itu sebabnya, ia tak takut kalah atau menang. Begitupun dengan Anton Natun. Politisi HANURA yang kini menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang itu yakin 100 %, paket AMAN bakal mendulang sukses.
Keyakinan dr. Niken dan Anton Natun cukup beralasan. Sebab, hampir setiap warga pemilih Kota Kupang yang ditemui SERGAP NTT selalu mengidolakan paket AMAN, termasuk kelompok POT, Flores, Gerindra, Demokrat dan PDIP. Apalagi kaum perempuan. Bagi komunitas hawa ini, Niken merupakan figur perempuan yang patut didukung. Bukan karena ia seorang wanita, tapi karena Niken dan Anton bisa diharapkan untuk memperbaiki manajemen kepemimpinan yang salah di Kota Kupang. 
Bahkan puluhan aktivis perempuan dideteksi sedang giat mensosialisasikan keberadaan Niken di panggung politik. Bagi mereka, kini saatnya kaum perempuan tampil sebagai pemimpin. Sekaligus pembuktikan bahwa kaum perempuan juga bisa jadi seorang pemimpin, bahkan bisa lebih baik dari laki-laki.

By. CES

Kader Timor dan Flores Terpental


sergapntt.com [KUPANG] – Politik selalu menarik minat. Tak peduli kalah atau menang. Itu sebabnya, dunia politik ramai dikunjungi petualang kuasa. Yang dikejar adalah kemenangan demi jabatan yang bisa mengatur orang lain. Tentu melalui jalan terjal yang identik dengan jegal menjegal. Yang terjegal biasa terukir diakhir laga. Yang terpental biasanya meringis menahan pedih. Misal yang dirasakan Gustaf Oematan dan Rikardus Wawo.
Dua pekan terakhir, warga Kota Kupang disuguhkan aksi dan reaksi kelompok Persehatian Orang Timor (POT). Kelompok POT yang dimotori mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Jonathan Nubatonis dan Ketua DPC Gerindra Kota Kupang, Hengky Benu menggugat Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si.
Apa pasal? Esthon dinilai tak mampu mengamankan kepentingan politik orang Timor di rana Pemilukada Kota Kupang. Dengan tongkat komandonya di DPD Gerindra NTT, Esthon dianggap tak sanggup menahan ‘tekanan’ yang dimainkan kelompok Jerfri Riwu Kore dan Kristo Blasin alias Jeriko. Ujungnya, Gustaf Oematan dan Hengky Benu yang didukung kelompok POT terpental dari arena suksesi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017.
Partai Gerindra yang diharapkan menjadi jembatan bagi orang Timor menuju tapuk kekuasaan justru jatuh ke tangan Jeriko dengan alasan keputusan Gerindra berdasarkan hasil survei paling tinggi.
Karena tak puas, POT pun ‘menggoyang’ kursi Gubernur dan Wakil Gubernur yang sedang diduduki paket Esthon dan Drs. Frans Lebu Raya (FREN). Melalui ritual adat yang dilakukan di sebuah restoran di Kota Kupang pada Minggu (5/2/12), kelompok POT mengutuk sekaligus menarik dukungan terhadap FREN.
Lalu apa yang terjadi? Keesokan harinya atau Senin (6/2/12), kelompok FREN yang dimotori Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Wellem Foni dan Kepala Biro Orta Setda NTT, Marthinus Tausbele langsung bereaksi. Bertempat di Hotel Romyta, pejabat-pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT asal etnis Timor itu menggelar jumpa pers sekaligus mengutuk sikap POT. Ironisnya, gerakan yang dipamerkan Tausbele cs itu dianggap sebagai reaksi berlebihan yang dimotivasi oleh ketakutan hilangnya jabatan yang sedang diemban.
“Organisasi yang dibentuk dengan nama F-POT ini, bukan organisasi tandingan,” tegas Wellem Foni.
Toh begitu, POT tetap menggangap F-POT sebagai organisasi tandingan, dan tameng untuk mempertahankan jabatan bagi segelintir orang Timor di lingkungan Pemprov NTT.
Bagi POT, ketidakmampuan Esthon telah melulutantakan harapan generasi muda etnis Timor untuk keluar dari jepitan kemiskinan melalui pintu suksesi Kota Kupang.
“Itu harapan dari generasi muda Orang Timor,” papar Hengky Benu.
Sebagai orang Timor dan pengurus Partai Gerindra, Hengky Benu merasa ditipu dan dikhianati. Sebab, jauh sebelum DPP menetapkan Jeriko sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto telah menyatakan sikap bahwa penetapan calon walikota dan wakil walikota Kupang akan berdasarkan rekomendasi Esthon. Artinya, jika Esthon mengusulkan siapa, DPP Gerindra 100 % tinggal menyetujuinya.
“99 orang yang saya temui, 99 orang itu mencemooh Esthon Foenay.Karena apa? Waktu komprensi pers di Depot Nelayan waktu itu, Prabowo bilang sendiri, saya akan mendengar dari panglima. Panglima itu siapa, panglima itu Esthon Foenay. Saya tidak tahu kemampuan dan kondisi Kota Kupang. Siapa-siapa yang punya kemampuan, saya hanya mau mendengar dari Esthon Foenay, ini panglima saya di NTT. Jadi begitu Esthon Foenay usul siapa, saya amin, saya langsung tanda tangan,” kisah Hengky Benu mengutip pernyataan Prabowo.
Selain Esthon, Jeriko juga dianggap berperan aktif menggusur Gustaf Oematan dan Hengky Benu dari lintasan Pemilukada Kota Kupang. Terutama Jefri. Buktinya? Kendati tercatat sebagai anggota dan pengurus Partai Demokrat, Jefri mampu mempengaruhi Esthon untuk mengamankan dirinya agar keluar via pintu Gerindra yang kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra Nomor: 01-221/PILKADA/DPP-GERINDRA/2012 tanggal 16 Januari 2012 tentang penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota periode 2012-2017.
Bagi POT, sikap Esthon merupakan petaka bagi orang Timor. Tak ada kesempatan lagi bagi orang Timor untuk bisa maju sebagai Calon Walikota. Setidaknya di periode 2012-2017. Sebab, partai politik lain telah menutup pintu bagi kader asal Timor.
Itu sebabnya, jauh sebelum SK Gerindra ada, kelompok POT yang dipimpin Gerson Tanuab menghadap Esthon di rumah jabatannya. Kepada Esthon, Tanuap cs meminta kepastian sikap Gerindra. Lalu apa kata Esthon? Gerinda akan mengusung orang Timor, yang lain tidak. Sayang, ucapan tak selaras dengan tindakan. SK Gerindra justru jatuh ke tangan Jeriko.
Kisruh di tubuh POT dan Gerindra terjadi pula di Partai Demokrat. Partai yang dipimpin Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu dikabarkan telah menetapkan Jeriko sebagai calon walikota dan wakil walikota Kupang.
“Demokrat untuk Jeriko. SK sudah ada,” ujar Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Gerindra, Isidorus Lilijawa saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di resto ‘Babu Kuning’ yang terletak di bilangan Oebufu Kota Kupang, Rabu (8/2/12) lalu.
 Kabar ini tentu saja mengguncang jiwa paket Rikadus Wawo dan Melkisedek L. Madi (PRIMA). Sebab, paket blasteran Flores+Sumba+Sabu ini sangat berharap banyak Partai Demokrat akan mengamankan langkah mereka menuju gelanggang pemilukada. Tapi sayang, diakhir perebutan kendaraan politik, mereka justru terpental ‘disliding’ Jeriko. Dengan demikian pupus sudah harapan kelompok  Flores menjagokan PRIMA untuk bisa memimpin Kota Kupang lima tahun kedepan.
Marah? Pasti! Cemburu? Pasti! Toh dalam dunia politik praktis, pilihan tak jauh-jauh amat dari prinsip suku, rasa dan agama. Itu sebabnya, kelompok Flores yang selama ini mengeluk-elukan PRIMA mulai banting setir. Sikap Flores dan Timor hampir sama. Ramai-ramai melirik paket blasteran Flores + Timor dengan sandi AMAN, yakni pasangan dr. Yovita Anike Mitak dan Anton Natun. 
Sadar akan itu, Jeriko mulai pasang kuda-kuda. Dibantu FREN, Jeriko tetap optimis bakal menang mudah dalam percaturan politik di Kota Kupang. Sejumlah pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT dikabarkan telah mendapat instruksi dari FREN untuk memenangkan Jeriko. Itu sebabnya sudah ada yang terang-terangan menjaring pengikut untuk memuluskan langkah Jeriko menuju gedung putih walikota. Konsekuensinya? Jika Jeriko menang, maka jabatan yang sedang diemban akan dipertahankan. Jika tidak? Siap-siap non job.
“Kami ini serba salah pak. Mau tidak dukung,,,, ini paketnya FREN. Mau dukung,,,, tapi paket yang dijagokan FREN itu tidak sesuai selera. Hehehe,,,” ujar salah satu pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT.
Kekesalan terhadap Jeriko juga disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat, Jonatan Kana. Kepada SERGAP NTT, mantan Anggota DPRD NTT itu mengatakan, sebagai kader Partai Demokrat, Jefri harus tahu diri. Setidaknya bangun komunikasi aftif dengan pengurus Demokrat di DPD dan DPC.
“Sebagai kader, Jefri itu tidak tau diri. Selama ini dia tidak pernah berkomunikasi dengan DPD. Kita sudah berusaha berkomunikasi dengan dia, tapi,,, dia saja yang tidak mau gubris. Demokrat ini sudah besar, bukan besar karena Jefri Riwu Kore,” tohok Jonatan Kana saat ditemui SERGAP NTT di sekretariat DPD Partai Demokrat NTT di jalan Amabi, Kota Kupang, belum lama ini.
Menurut Jonatan Kana, sesungguhnya Partai Demokrat sangat menghormati kebebasan setiap anggota partai untuk menentukan sikap politiknya. Namun harus menghormati norma, etika, mekanisme  dan aturan partai. Tidak bisa seenak perut.
“Selama ini Jefri tak pernah berkomunikasi dengan DPD. Karena itu, di pemilukada Kota Kupang ini, kami tidak ada calon juga, tidak apa-apa,” tegasnya.
Sayang Jefri tak berhasil dihubungi. Berkali-kali ditelepon, Hpnya tidak aktif. Melalui SMS pun tak dibalas.
By. CES

PT. Jasindo Diminta Pekerjakan Tenaga Lokal


sergapntt.com [KUPANG] – Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa memintah PT. Jasindo Utama bisa mempekerjakan tenaga lokal. Demikian permintaan Menteri Koordinator Perekonomian pada acara peletakan batu pertama  pembangun pabrik pengolahan dan pemurnian (Smelter) mineral logam mangan di Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (11/2/12).

Menurut Hatta Rajasa, pemanfaatan tenaha lokal memiliki tujuan untuk bisa meningkatkan kesejatheraan rakyat Desa Benu,yakni perbaikan ekonomi melalui pendapatan.

Smelter mangan dibangun dengan kapasitas 24 ribu ton per bulan. Pengerjaan proyek ini sudah dilaksanakan sejak dari September 2011 lalu dengan nilai investitasi sebesar Rp 1,1 triliun.untuk itu perusahan harus bersinerjik dengan masayarakat lokal yang ada di wilayah ini.

sementara Presiden Direktur PT Jasindo Utama Chang Chongching dalam sambutannya berharap pabrik pengolahan dan pemurnian mangan dapat menghasilkan produk unggulan berupa ferromangan dan siliconmangan dengan kualitas tinggi yang bernilai ekspor. “Kami berharap bisa memproduksi mangan dengan kualitas ekspor,” katanya.

Pada tahap awal, menurut dia, kapasitas produksi olahan mangan sekitar 3000 ton per bulan, tahap kedua 6000 ton  dan tahap ketiga 24 ribu ton per bulan.

Pabrik pengolahan dan pemurnian mangan ini dilakukan diatas lahan seluas 40 hektare (ha) dan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang. “Pembanguna pabrik ini akan menyerap banyak kerja dari daerah ini,” katanya.

Pabrik ini  dibangun dalam tiga tahap yakni tahap pertama  dimulai September 2011 sampai Mei 2013, tahap kedua Agustus 2013 sampai Oktober 2014 dan tahap tiga sejak Januari 2015 hingga Agustus 2016.

Chang mengatakan, tujuan pembangunan smelter ini adalah untuk meningkatkan keuntungan masyrakat, karena hasil tambang mangan masyarakat di jual langsung ke pabrik milik PT Jasindo Utama. “Pembangun pabrik ini untuk mendukung investasi di daerah ini,” katanya.

Dia menambahkan, hasil pengolahan dan pemurnian direncanakan akan di ekspor ke Korea Selatan dan kawasan Asia Timur dengan nilai ekpor sebesar 3,7 juta dollar dan akan ditingkatkan hingga mencapai 30 juta dollar per bulan. “Kami juga siap mengirimkan mangan ke PT Krakatau Steel,” katanya.

Bahan baku mangan ini  berasal dari pertambangan rakyat yang dibeli langsung oleh PT Jasindo melalui koperasi masyarakat. “Kami beli mangan dari masyarakat yang ditambang sendiri,” katanya.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menyatakan dukungannya kepada PT Jasindo Utama dengan pembangunan smelter ini untuk tingkatkan kesejahtraan masyarakat Kabupaten Kupang. “Prinsipnya kami mendukung pembangungan smelter ini,” katanya

By. RIFLAN

Tiga Tahun Terakhir Kasus Lakalantas Meningkat


sergapntt.com [KUPANG] – Selama  tiga  tahun terakhir, kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten kupang  yang menimbulkan korban jiwa mengalami peningkatan.
Demikian dikatakan kazat lantas Polres Kupang , Iptu. Adit Priyanto saat ditemui SERGAP NTT dikantor Satlantas Polres Kupang, Senin (13/2/12).

Priyanto  menuturkan, kecelakaan lalu lintas merupakan kasusyang sering terjadi. Pasalnya jalan Timor Raya ini merupakan jalur yang rawan akan terjadinya lakalantas. Sesuai data tiga tahun terakhir yakni,pada tahun 2009 sudah terjadi sebanyak 90 kejadian lakalantas, tahun 2010 193 kejadian ,dan tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 278 kejadian lakalantas.

“Kasus kecelakaan lalu lintas tunggal menjadi kasus yang paling banyak. Rata-rata dari semua lakalantas yang terjadi menimbulkan korban jiwa,” ungkap Priyanto.Mungkin Berbeda dengan daerah lain, meskipun lakalantas cukup banyak, korban yang ditimbulkan sedikit.

Dijelaskan Priyanto, peningkatan kasus lakalantas yang terjadi pada tahun 2009 yang meninggal dunia (MD) sebanyak 39 orang,luka berat (LB) 68 orang ,luka ringan (LR) 143 orang.Dan tahun 2010 meninggal dunia 46 orang,luka ringan 99 orang ,luka berat 253 orang .Sementara 2011  meninggal dunia 43 orang,luka ringan 97 orang dan luka berat 394 orang.

“Untuk itu  dampak dari peningkatan ini disebabkan banyak pengadara yang mabuk saat mengendarai kendaraan,sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan,maka  mengakibat terjadi tabrakan.”ungkap Priyanto.

Selain itu,lanjut Priyanto, faktor lain  yang mempengaruhi yakni,makin banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat,serta  pembangunan yang semakin pesat, khususnya peningkatan infrastruktur jalan yang semakin mulus, oleh sebab itu pengguna jalan dalam hal ini pengendara merasa bebas untuk mengendarai kendaraanya tanpa mengontrol lajunya kecepatan kendaraan yang dikendarainya,sehingga  kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Ditambahkannya, dalam mengendalikan situasi keamanan, dan keselamatan pihaknya selalu memberikan sosialisasi bagi masyarakat soal pentinya menjaga keselamatan dalam mengendarai dijalan raya.

Sosialisasi ini, kata Priyanto, bahkan sudah dilaksanakan ditingkat sekolah,toko masyarakat, hingga tingkat desa,namun terlihat  masih ada juga para pengendara yang belum memilki kesadaran .
“Untuk itu dalam menegakan disiplin berlalulintas,pihaknya  telah menyampaikan kepada anggotanya dilapangan  untuk selalu bertindak tegas terhadap pengendara yang diangap  melanggar peraturan lalulintas.”kata Priyanto.
Pasalnya, hal ini merupakan untuk menjaga situasi keelamatan bagi pengendara saat mengendarai kendaraan dijalan raya .Dan selain itu untuk dapat  mengurangi  terjadinya lakalantas.

Diketahui  jalan Timor Raya  rawan akan terjadinya lakalantas.Pasalnya jalan tersebut merupakan jalan negara, yang tentunya tingkat  arus kendaraan cukup banyak  melalui jalan tersebut.”Untuk itu diperlukan suatu kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dalam mengendarai kendaraan dijalan.”pintanya.

By. RIFLAN

Demokrat Belum Tetapkan Cawali Kupang


sergapntt.com [KUPANG] – Partai Demokrat hingga kini belum menetapkan Calon Wali (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017. Padahal pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum  Daerah (KPUD) Kota Kupang telah dibuka sejak Jumat (10/2/12).
Tak ada yang tahu pasti kenapa si biru itu belum juga bersikap atau memutuskan siapa dengan siapa yang diusung dalam pemilukada Kota Kupang yang akan dipilih pada Mei 2012 mendatang.
“Sampai sekarang demokrat belum menetapkan calon. Ya,,, kami masih menunggu,” ujar Melkisedek L. Madi, salah satu Calon Wakil Wali Kota Kupang yang diusulkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pasangannya Rikardus Wawo saat dihubungi SERGAP NTT via hand phonenya, Senin (13/2/12) siang.
Saat dihubungi, Eki —begitulah Melkisedek L. Madi akrab disapa— sedang berada di Kantor DPD Partai Demokrat NTT di jalan Amabi, Tofa, Kota Kupang.
“Saya lagi di sekretariat. Lagi tunggu perkembangan informasi dari DPP Demokrat. Mudah-mudahan malam ini sudah ada kejelasan,” ucapnya.
By. CHRIS PARERA