Esthon: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Iman!


sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta Sidang Klasis Kupang Tengah untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan manusia dan kemanusiaan yang dirangkai secara faktual dan kontekstual sehingga dapat merealisir semua keputusan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan jemaat di lingkungan Klasis Kupang Tengah.
”Saya minta Sidang Klasis ini dapat mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan tuntutan dan bimbingan pemuka agama untuk menuntun moral, mental dan perilaku jemaat,” tanas Wagub dalam sambutannya saat membuka dengan resmi Sidang Klasis dan Sidang Majelis Klasis Kupang Tengah di Gedung Gereja Ebenhaezer Tarus Barat Kabupaten Kupang, Rabu (15/2).
Menurut Wagub, situasi bangsa dan masyarakat NTT saat ini diperhadapkan dengan berbagai perubahan yang terjadi karena banyak hal yang berubah dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan ketatanegaraan. ”Dalam konteks ini saya minta agar jemaat tetap konsisten dan komitmen terhadap jati diri atau identitas Kristiani yang merupakan mayoritas terbesar di Indonesia,” jelas Wagub.
Wagub menjelaskan, masyarakat NTT saat ini masih digumuli oleh berbagai persoalan tuntutan kehidupan hidup, kebutuhan pangan, sandang, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kebutuhan pokok lainnya.
”Saya mengajak kepada seluruh warga gereja dan masyarakat yang telah berpartisipasi memberikan perhatian dan menciptakan suasana sejuk dalam kehidupan masyarakat NTT secara keseluruhan sehingga ada kekuatan rohani dalam menanggulangi berbagai beban kehidupan masyarakat di daerah ini,” tandasnya.
Persoalan-persoalan kemasyarakatan yang dihadapi, sebut Wagub, selalu berkembang dalam suasana ketidakpastian; baik berupa konflik, persaingan dan juga kerjasama, kadang-kadang sangat ditentukan oleh sifat situasional yang oleh karenanya diharapkan hasil Sidang Klasis dan Majelis Klasis Kupang Tengah dapat memberikan nilai tambah dan panduan terhadap gerak kerja jemaat dan warga Klasis Kupang Tengah serta masyarakat secara keseluruhan untuk mengatasi berbagai persoalan faktual yang ada.
”Saya harapkan toleransi pemahaman kita secara kritis dan kreatif pada hal-hal yang elementer antara sentuhan iman dan kebudayaan, antara yang ilahi dengan yang manusiawi dan iman yang bersentuhan dengan realitas dunia,” pinta Wagub.
Oleh karena itu, Wagub berharap kualitas kehidupan bergereja dalam rangka pemberdayaan jemaat untuk adanya pemahaman dan penghayatan terhadap pergumulan kehidupan masyarakat secara pribadi maupun dalam komunitas yang memahami kondisi lingkungan yang pluralistis sehingga dalam merumuskan kebijakan menetapkan program-program pelayanan serta pengaturan tahapan-tahapan kegiatan dalam koridor pribadi dan komunitas yang beriman, berkharakter, berpengetahuan dan terampil serta terbuka terhadap situasi nyata manusia dan kondisi daerah ini.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD NTT, Drs. I. A. Medah, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Drs. Joos Mure, anggota DPRD Kabupaten Kupang, Octory Gasperz serta sejumlah pejabat lainnya.
By. MEGGY UTOYO/VERRY GURU

MARKO Mendaftar ke KPUD Kota Kupang


Marthen L. Obeng dan Nikolaus Ladi

sergapntt.com [KUPANG] – Rabu (15/2/12), pasangan Ir. Marthen L. Obeng, MT dan Nikolaus Ladi (MARKO) akan mendaftar ke  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kupang sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017.

Paket MARKO bisa dibilang sebagai pendatang baru di kancah Pemilukada Kota Kupang pasca kepemimpinan Drs. Daniel Adoe dan Drs. Daniel Hurek. Sebab, paket blasteran Timor-Flores ini baru menyatakan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota setelah mendapat kepastian dukungan partai politik pengusung pada Selasa (14/2/12) sore.
“Ya, kami tidak ingin tergopoh-gopoh. Selama ini kami masih memastikan partai pengusung. Setelah yakin, maka kami tampil,” ujar salah satu tim pemenang paket MARKO, Wempi Rato saat ditemui SERGAP NTT di Sekretariat paket MARKO di Sikumana, Kota Kupang, Selasa (14/2/12) malam.
Menurut Wempi Rato, paket MARKO diusung oleh Gabungan Partai Politik yang memiliki keterwakilan di DPRD Kota Kupang. 
 “Besok,,, (hari ini-red) kami akan mendaftar ke KPUD. Total dukungan partai politik sebanyak enam kursi,” ucapnya.  
Sebelum mendaftar, lanjut Wempi Rato, paket MARKO akan melaksanakan ritual Natoni di sekretariat KPUD Kota Kupang.
“Saat mendaftar nanti, akan didahului dengan Natoni,” bebernya.
Tampil dengan motto “Nekef mese ansaof mese nol dael mesa kit nikit buin baun” (Sehati, sejiwa membangun kota), paket MARKO yakin mereka akan lolos dari lubang jarum verifikasi KPUD Kota Kupang. Maklum partai politik pengusung calon wali kota dan wakil wali kota kebanyakan, terutama partai-partai yang hanya memiliki satu atau dua kursi di DPRD Kota Kupang memiliki kepengurusan ganda.
“Kami yakin, dan kami sangat optimis akan lolos verifikasi. Karena kami sudah kroscek informasi legalnya partai dari Kota Kupang hingga Jakarta yang bermuara di Depkumham,” tegas Wempi.
Salah satu partai yang disebut-sebut akan mendukung paket MARKO adalah PPRN. Namun PPRN  versi D.L Sitorus atau Amelia A. Yani atau Made Rahman Marasabessy, Wempi Rato enggan menjelaskan.
“Paket ini kan, paket kejutan. Jadi mesti supriselah,,,! Untuk itu, saat mendaftar besok, baru sekalian kita umumkan, partai apa-apa saja yang mengusung paket MARKO. Hahahaha,,,,” imbuhnya.
Dilaga pemilukada kali ini, kata Wempi, paket MARKO yakin akan mendulang sukses. Sebab, paket ini merupakan calon pemimpin yang paling ditunggu-tunggu rakyat Kupang dan diyakini sebagai calon pemimpin yang mampu membawa kedamaian, kenyamanan dan kesejahteraan rakyat. Sebab, motivasi paket MARKO ke gelanggang pemilukada adalah ingin menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat.
By. CHRIS PARERA

Gogi Dilantik Jadi Sekretaris KPU NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Drs. Suripto Bambang Setyadi, M.Si melantik dan mengambil sumpah Drs. Ubaldus Gogi menjadi Sekretaris KPU Provinsi NTT.
“Pelantikan hari ini adalah untuk mengisi jabatan Sekretaris KPU Provinsi NTT yang kosong dikarenakan purna bhakti dan hanya diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt),” tandas Bambang Setyadi dalam sambutannya di sayap kanan Aula El Tari Kupang, Selasa (14/2).
Menurut Bambang, dengan terisinya jabatan Sekretaris KPU NTT akan lebih memantapkan pelaksanaan tugas, wewenang dan kewajiban Sekretaris KPU NTT.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Bambang dan menambahkan, “pelantikan ini juga hendaknya dimaknai dari sudut kepentingan organiasi bukan sekadar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.”
Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si menyampaikan terima kasih kepada  Sekretaris Jenderal KPU dan KPU NTT yang telah membangun koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Provinsi NTT sehingga proses pengisian jabatan Sekretaris KPU NTT dapat terlaksana dengan baik. Wagub menggarisbawahi tiga hal penting, pertama : tahun 2013 nanti akan diselenggarakan Pemilihan Umum Gubernur NTT, walaupun  sampai saat ini masih diwacanakan  pemilihan itu apakah oleh DPRD NTT ataupun pemilihan langsung oleh rakyat.
“Namun perlu  saya ingatkan  agar perlu kesiapan dan perencanaan secara dini dan matang oleh lembaga penyelenggara sehingga hajatan demokrasi di daerah kita  dapat berjalan sesuai ketentuan,” pesan Wagub.
Kedua     lanjut Wagub, tahun 2013 yang sama, akan terjadi pemilihan    bupati pada 11 (sebelas) kabupaten di NTT, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu dan Alor.
“Saya harapkan agar penyelenggaraanya  berjalan  dengan baik, dan berakhir dengan aman dan damai pula,” tandas Wagub.
Pada tahun  2014 sebut Wagub, juga akan diselenggarakan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.
“Sekalipun masih tersisa dua tahun lagi, namun sesuai ketentuan pasal 51  ayat (1a) undang-    undang nomor 2 tahun   2011   tentang   partai       politik     terdapat     beberapa              tahapan    kegiatan   yang  mulai  dilaksanakan tahun   ini        yakni kegiatan verifikasi partai politik peserta pemilihan umum. untuk itu perlu             koordinasi yang baik antara penyelenggara dan segenap stakeholder terkait sehingga dapat  tercapai output kegiatan yang berkualitas,” kata Wagub.
Untuk mewujudkan tiga kegiatan besar yang akan datang tersebut Wagub mengharapkan KPU baik provinsi       maupun       kabupaten/kota      dapat menjadi penyelenggara yang memiliki  integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel demi terciptanya     demokrasi    yang berkualitas.
“Kepada    saudara    Sekretaris   yang     baru    dilantik    agar secepatnya mengenali bidang tugas, beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, bangun   koordinasi  dan           kerjasama dengan unsur KPU, sehingga   pencapaian  tugas – tugas   dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wagub.
Demikian Siaran Pers Humas Setda NTT
 By. MEGGY UTOYO/VERRY GURU

Gubernur Ajak Perangi Kemiskinan


sergapntt.com [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak seluruh masyarakat di Provinsi NTT khususnya yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk memerangi kemiskinan yang masih mendera daerah ini.
”Mari kita berjuang untuk mengatasi kemiskinan di daerah ini. Sejak saya dan Pak Esthon Foenay, Wakil Gubernur NTT memimpin daerah ini tahun 2008, angka kemiskinan di NTT sebesar 27,58 %. Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menyebutkan angka kemiskinan pada September 2011 sebesar 20,48 %. Artinya, kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 7,10 %. Ini angka yang sangat signifikan,” tandas Gubernur usai mengikuti misa di Kapela Oenopu Kecamatan Insana Kabupaten TTU, Minggu (12/2).
            Gubernur mengaku, pihaknya tengah berjuang dan bekerja keras untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerah ini dengan berbagai program.
”Salah satu program unggulan yang diluncurkan sejak tahun 2011 adalah Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dengan mengalokasikan dana Rp 250 juta untuk kegiatan ekonomi produktif yang ada di masyarakat. Dana ini tidak boleh digunakan untuk kegiatan infrastruktur apalagi untuk membeli TNI (tuak nakaf insana) sejenis sopi yang terkenal di Kabupaten TTU,” tandas Gubernur, disambut gelak tawa para umat.
            Kabupaten TTU juga telah mereplikasi Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah yang dikenal dengan Program Sari Tani (Desa Mandiri Cinta Petani).
”Ternyata Pak Bupati TTU lebih hebat. Dengan Program Sari Tani setiap desa dialokasi dana Rp 300 juta untuk pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Kita semua tentu berharap agar dengan program-program ini akan berdampak pada ekonomi rakyat dan mampu menurunkan angka kemiskinan. Sebab dimana-mana semua orang berkeinginan untuk hidup lebgih baik. Mari dukung program ini. Dukung Pak Bupati dan jajarannya biar TTU bisa lebih cepat maju. Hentikan berbagai konflik pribadi. Mari bersatu hati untuk membangun daerah ini,” pinta Gubernur.
            Gubernur mempercayai, sikap dan semangat masyarakat TTU yang selalu menebar cinta kasih.
”Mari tebarkan cinta kasih dalam membangun daerah ini. Saya percaya dengan semangat kekompakan, persaudaraan dan cinta kasih kita bisa membangun daerah ini lebih baik. Sebagai pemimpin; kita merasa bangga manakala rakyat hidup semakin sejahtera dan daerah ini semakin maju. Saya minta dukungan masyarakat TTU untuk mendukung 4 tekad Pemerintah Provinsi NTT yakni menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Cendana dan Provinsi Koperasi,” kata Gubernur.
            Pada bagian lain, Gubernur mengaku, kehadirannya di Kapela Oenopu sebagai wujud nyata untuk memenuhi janjinya kepada Pastor Paroki Santa Maria Nurobo, Pater Pieter Taneo, SVD.
”Saya datang untuk penuhi janji. Karena beberapa waktu lalu Pater datang ke ruang kerja saya dan meminta saya untuk bisa luangkan waktu ikut misa bersama umat di Oenopu sekaligus melihat pembangunan Gereja Santa Maria Nurobo yang sedang dikerjakan. Kita doakan agar pembangunan gereja cepat selesai dan bisa menjadi paroki sendiri,” ujar Gubernur.
            Usai misa, Gubernur bersama rombongan pejabat dari Pemerintah Provinsi NTT ditemani Bupati TTU, Raymundus Fernandes, S.Pt dan Wakil Bupati TTU, Alo Kobes, S.Sos dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten TTU meninjau pembangunan gereja Santa Maria Nurobo. Gubernur juga diberi kesempatan untuk melakukan penanaman anakan sukun di depan lokasi gereja. Menurut Gubernur, sukun akan menjadi penyanggah pangan untuk daerah NTT di masa yang akan datang.
            Sebelum pulang ke Kupang, Gubernur sempat mampir ke Desa Oenbit yang merupakan salah satu desa di Kabupaten TTU yang menerima program Desa Mandiri Anggur Merah tahun 2011. Selain memberi motivasi kepada masyarakat dan Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Mandiri Anggur Merah, Gubernur juga secara simblis memberi cap AMR di punggung sapi bantuan Desa Mandiri Anggur Merah.
By. VERRY GURU

Hengky Benu Terancam Dipecat Dari Gerindra


sergapntt.com [KUPANG] – Perseteruan antara kelompok Persehatian Orang Timor (POT) yang diarsiteki Jonathan Nubatonis dengan Forum POT yang diprakarsai para pejabat eselon II etnis Timor di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tak kunjung surut. Justru cenderung meningkat seiring datangnya informasi bahwa Hengky Benu bakal dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kupang.
“Saya sudah dengar bahwa saya akan dipecat. Tapi sampai hari ini saya belum mendapat SK pemecatan itu,” ujarnya.
Salah satu dedengkot POT itu mengatakan, ancaman pemecatan terhadap dirinya mulai mengudara ketika ia lantang bicara soal ketidakberpihakan Partai Gerindra terhadap kadernya. Termasuk ketidakberpihakan Esthon Foenay sebagai putra Timor plus Ketua DPD Partai Gerindra terhadap aspirasi POT yang berharap Esthon mengamankan salah satu kader Timor agar bisa keluar via Gerindra, baik sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota.  Apalagi sudah ada komitmen antara Esthon dan POT bahwa di pemilukada Kota Kupang kali ini Gerindra akan mengutamakan kader Timor yang pilihannya jatuh kepada Hengky Benu atau Gustaf Oematan. Bahkan telah direstui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
“Prabowo bilang sendiri; saya mendengar dari panglima. Saya hanya mau dengar Esthon Foenay, ini panglima saya di NTT. Jadi begitu Esthon usul apa, saya amin, saya langsung tanda tangan,” ujar Hengky Benu mengulangi pernyataan Prabowo.
Itu artinya, saat mengusulkan nama-nama calon ke Jakarta, Esthon hanya mengusulkan Jeriko. Yang lain tidak! Buktinya, SK Gerindra justru menetapkan Jeriko yang nota bene bukan orang Timor, bukan pula kader Gerindra.
Sebagai kader Timor dan Gerindra, Hengky Benu tentu tak terima perlakuan Esthon terhadap dirinya. Untuk itu, ia mengaku siap dipecat jika Esthon berkehendak. Apalagi POT sudah menyatakan dengan tegas, menarik dukungan terhadap FREN. Baik sekarang maupun di suksesi Pilgub 2013 nanti.
Penolakan terhadap FREN terus disosialisasikan kepada warga Timor, baik secara lisan maupun melalui surat atau selebaran.
Penolakan terhadap FREN disampaikan juga oleh Ketua Umum POT, Jonathan Nubatonis. Mantan Anggota DPD RI mengaku, sesungguhnya orang Timor berpotensi menjadi Walikota Kupang. Selain memiliki jumlah pemilih terbanyak, orang Timor dilecutkan juga oleh semangat menghilangkan anggapan kalayak bahwa orang Timor bodoh, ko’uk, tidak mampu dan lain sebagainya. Ajang ini sebetulnya mau dijadikan moment pembuktian bahwa orang Timor juga bisa jadi pemimpin. Semangat ini tidak muncul serta merta, tapi melalui perjuangan panjang. Program pertama adalah merebut kursi ketua partai. Itu berhasil. Buktinya, Hengky Benu dan Esthon Foenay terpilih sebagai Ketua DPC dan DPD Gerindra. Skenario ke 2 adalah meloloskan kader Timor sebagai calon walikota atau wakil walikota. Sayang, program, skenario, semangat dan aspirasi ini kandas ditangan Esthon.
“Pak Esthon sudah komit itu. Tapi tidak dalam pelaksanaannya,” ujar Nubatonis.
Selain skenario merebut partai politik, mendorong kader Timor sebagai calon pemimpin di Kota kupang, masih ada skenario politik atau program-program besar lain yang telah disepakati POT bersama Esthon. Tapi karena pada level penetapan calon walikota-wakil walikota Kupang periode 2012-2017 tak terlihat lagi komitmen, maka dengan terpaksa, POT menarik dukungan terhadap Esthon untuk kembali bersanding dengan Frans Lebu Raya di babak ke 2 Pilgub 2013. Tak hanya itu, melalui pleno POT, Esthon dinyatakan dipecat dari POT. Sebab, berdasarkan SK POT No 1 tahun 2004, Esthon tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat POT.
“Dalam SK POT No 1 tahun 2004, dia (Esthon-red)  sebagai Ketua Dewan Penasihat. Tupoksinya menasehati POT diminta maupun tidak untuk mencapai tujuan POT sesuai AD/ART. Tapi,,,, dalam pelaksanaannya, bukan menasihati, justru menipu organisasi,” beber Nubatonis.
Lalu apa tanggapan Esthon Foenay? Ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya pada Rabu (8/2/12), Wakil Gubernur NTT itu tak mau berkomentar, baik soal perseteruan POT dengan F-POT, maupun soal pemecatan Hengky Benu dari Gerindra dan tudingan-tudingan POT yang dialamatkan kepada dirinya. “Ah,,, no commentlah. Ngomong yang lain saja,” ujarnya, singkat.
Hm,,,, Esthon lebih memilih diam menghadapi cercaan POT yang dimotori Hengky Benu dan Jonatan Nubatonis. Apakah ini solusi? Entalah,,,! Tapi yang pasti ada dua kemungkinan kenapa Esthon memilih diam. Pertama: Esthon bersikukuh mengikuti arahan orang-orang bijak yang berbunyi, “Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah. Oleh karena itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia”.
Kedua; ketika dia berkomentar meladeni cercaan dan tudingan POT, maka itu hanya akan membuat sebagian orang memakluminya, dan sebagiannya lagi akan tetap menyalahkannya. Tetapi itu juga akan membuat kelompok POT memaklumi dari yang seharusnya tidak dimaklumi. Dan, tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal baik dari kemakluman itu, atau hanya mengikuti keburukannya. Maka lebih baik diam!
By. CES