Agar Bisa Menang Pemilukada, Orang Mati pun “Digarap”


sergapntt.com [KUPANG] – Aneh-aneh saja politisi jaman sekarang. Segala cara dipakai agar bisa menang dalam percaturan politik. Mulai dari money politic, tipu sana-sini, patah-patah leher agar dikasihani, gunakan dukun, hingga orang yang sudah meninggal pun masih digarap agar tak memilih lawan politik. Loh koq?
Seorang calon walikota Kupang periode 2012-2017 mulai menggunakan cara-cara di luar akal sehat.  Selain mulai intens membangun komunikasi dengan warga pemilih, dia juga sudah mempersiapkan pawang atau dukun yang diyakini mampu membantunya menang mudah dalam Pemilukada kali ini. Tak hanya itu, orang yang sudah mati pun ia “paksa” untuk berpihak padanya.
Caranya?  Belum lama ini, ketika dengar bahwa di kampung A ada warga Kota Kupang yang meninggal, spontan tim sukses bersigap. Rumah duka pun didatangi. Mulai dari tenda hingga kursi sewa disiapkan secara cuma-cuma. Ketika semua sudah beres, sang calon pun dikontak agar sudah bisa melayat.
Tanpa merasa sungkan, apalagi malu, sang calon pun nongol. Seolah ikut berduka, ia datang dengan wajah muram. Satu per satu keluarga yang berduka didatangi. Ucapan turut berbelasungkawa disampaikan seiring gerakan tangan menyalami.
Setelah itu, si calon maju mendekati mayat. Sejurus terlihat ia berdiri kaku seolah sedang mendoakan si mati. Setelah itu, baju mayat dipegangi, kemudian sedikit membungkuk, mulut si calon terlihat komat-kamit di dekat telinga si  mayat, seolah-olah si mayat masih bisa mendengar.
Apa yang disampaikan? Hufff,,,, ternyata minta doa restu dan dukungan agar bisa menang dalam pemilukada. Setelah itu si calon keluar mengambil posisi di antara pelayat yang berkumpul paling banyak. Biasa,,,! Didahului dengan basa-basi, si calon pun mulai bertanya sana-sini, “Almarhum sakit kah? Sakit apa e,,,? Aduh kasihan e,,,”.  Dan seterusnya,,,,,,,
Ternyata itu hanya tipu muslihat. Ketika pulang, saat mobil jauh dari rumah duka, tiba-tiba tawa peca menggelegar. “Karmana? Waktu beta datang tadi kamu lihat respon mereka (Pelayat-red) karmana. Antusias ko sonde? Hehehehehe,,,” tanya si calon pada tim suksesnya.
Tak mau sang jagoannya kecewa, si tim sukses pun mulai melebih-lebihkan apa yang terjadi, “Wuihhhh,,, mantap bos. Tapi dong sampai puji-puji. Mereka bilang,,, e,,, pa ni baek e,,, dia su bantu kursi deng tenda tamba uang lagi,,,, tapi masih juga datang melayat tu,,”.
Sambil mengangkat jempol ke arah si tim sukses, si calon berujar, “Mantap,,,! Begitu dolo. Ini kali pasti kita menang. Hahahaha,,,,,”.
Tiba-tiba salah seorang tim sukses yang duduk di kursi paling belakang nyeletuk, “Bos tadi di mayat tu bos omong apa ooo, te ketong liat bos ada komat-kamit di itu mayat pung telinga tu,,,”
Spontan si calon menjawab, “Minta dukungan e,,,,! Bodo mo mati. He,,,, dukungan yang kita cari itu bukan hanya dukungan dari orang yang masih hidup, tapi dukungan orang mati juga mesti kita garap. Supaya mereka bisa bantu kita. Coba lu bayangkan kalau orang mati itu dia ajak dia pung kawan-kawan yang lain lalu bantu kita di TPS. Kita menang ko sonde? Menangkan!”.
Walau jawaban tak memuaskan, si tim sukses itu spontan manggut-manggut mengamini apa kata bosnya. “Mantap bos,,,” puji si tim sukses yang diakhiri dengan mulut sedikit dibengkokan.  
Melihat itu, SERGAP NTT yang kebetulan diajak ikut melayat ke rumah duka hanya bisa diam membisu. Hanya sesekali melempar senyum tipis ketika mata mereka datang menyergap. Dalam hati,,, ah,,, ternyata yang baru ini lebih parah dari yang sudah-sudah ni ma,,,,! Dasar sarap! Dasar manusia gila kuasa. Dari sini ketahuan belangnya, sesungguhnya dia adalah calon pemimpin yang lebih jahat dari Nusifer, sang panglima Api Neraka. Dasar musang berbulu domba. Ah,,, terserah pembacalah mau cap dia apa!
By. CHRIS PARERA

Korban Yang Terkubur di Dapur Menghilang Sejak 9 Januari 2012


sergapntt.com [BAJAWA] – Kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak heboh pasca penemuan mayat seorang ibu bernama Rofina Ene, umur 30 tahunan yang terkubur di kedalaman tanah sekitar 1 meter di dekat dapur di rumahnya sendiri. Saat ditemukan mayat korban terbungkus karung plastik
Diduga, korban dibunuh oleh Kristoforus Bhalu, suaminya sendiri. Korban diketahui menghilang sejak 9 Januari 2012 dan baru ditemukan polisi pada Sabtu (4/2/12) sore.
Informasi yang dihimpun SERGAP NTT menyebutkan, sejak korban menghilang, suaminya pun menghilang. Hingga kini polisi masih terus mengendus dimana keberadaan suami korban itu.
Pelaku dan korban tercatat sebagai warga Rt03 Bomanu, Keluarahan Susu. Korban meninggalkan dua orang anak, satu putra, dan satu putri.   
“Wah,,,, hari ini Bajawa heboh.  Di kelurahan Susu, ditemukan mayat seorang ibu yg dikubur oleh suaminya di dapur. Sebelumnya dianiaya oleh suaminya hingga tewas,” tulis NY, seorang warga Kota Bajawa melalui inbox facebook Sergap NTT, sesaat setelah polisi menemukan mayat tersebut.
Menurut dia, selama ini polisi telah mencari kemana-kemana keberadaan korban. Namun usut punya usut, korban ternyata dibunuh, dan untuk menghilangkan jejak, sang suami menguburkan istrinya itu di dalam dapur.
“Selama ini tim buser melakukan pencarian. Tapi akhirnya mereka temukan di dalam dapur,” tulis NY lagi.
Kini mayat korban telah dievakuasi ke ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa untuk diotopsi. Sementara pelaku masih dalam pengejaran polisi (maaf sekaligus ralat berita terdahulu yang mengatakan pelaku telah dibekuk polisi dan langsung ditahan di Mapolres Ngada).
Kapolres Ngada, AKBP. Daniel Yuda Ruhoro berjanji polisi akan bergerak cepat secara maraton untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.
By. ANDY SIWE/SUS

Di Bajawa, Suami Bunuh Istri lalu Dikubur di Dalam Dapur


sergapntt.com [BAJAWA] – Kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak heboh pasca penemuan mayat seorang ibu bernama Rofina Ene, umur 30 tahunan yang terkubur di kedalaman tanah sekitar 1 meter di dalam dapur di rumahnya sendiri. Saat ditemukan mayat korban terbungkus karung plastik

Diduga, korban dibunuh oleh Kristoforus Bhalu, suaminya sendiri. Korban diketahui menghilang sejak 9 Januari 2012 dan baru ditemukan polisi pada Sabtu (4/2/12) sore.
Informasi yang dihimpun SERGAP NTT menyebutkan, sejak korban menghilang, suaminya pun menghilang. Hingga kini polisi masih terus mengendus dimana keberadaan suami korban itu.
Pelaku dan korban tercatat sebagai warga Rt03 Bomanu, Keluarahan Susu. Korban meninggalkan dua orang anak, satu putra, dan satu putri.   
“Wah,,,, hari ini Bajawa heboh.  Di kelurahan Susu, ditemukan mayat seorang ibu yg dikubur oleh suaminya di dapur. Sebelumnya dianiaya oleh suaminya hingga tewas,” tulis NY, seorang warga Kota Bajawa melalui inbox facebook Sergap NTT, sesaat setelah polisi menemukan mayat tersebut.
Menurut dia, selama ini polisi telah mencari kemana-kemana keberadaan korban. Namun usut punya usut, korban ternyata dibunuh, dan untuk menghilangkan jejak, sang suami menguburkan istrinya itu di dalam dapur.
“Selama ini tim buser melakukan pencarian. Tapi akhirnya mereka temukan di dalam dapur,” tulis NY lagi.
Kini mayat korban telah dievakuasi ke ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa untuk diotopsi. Sementara pelaku masih dalam pengejaran polisi.
Kapolres Ngada, AKBP. Daniel Yuda Ruhoro berjanji polisi akan bergerak cepat secara maraton untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.
By. ANDY SIWE/SUS

Medah dan FREN Bakal Tarung Ulang di 2013


sergapntt.com [KUPANG] – Suksesi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013-2018 memang masih setahun lagi. Namun gonjang-ganjing siapa-siapa yang bakal maju di arena Pilgub 2013 mulai mengusik ketenangan warga NTT.
Duet Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon Foenay (FREN) disebut-sebut akan kembali bertarung mempertahankan tahta sekaligus memperpanjang rekor masa kepemimpin mereka dari FREN jilid I ke jilid II.
Bertandang di laga hidup mati di 2013 nanti, paket blasteran Adonara – Timor itu dipastikan akan mengendarai koalisi PDIP-GERINDRA. Sebagai Ketua DPD PDIP NTT, FransLebu Raya masih dijagokan oleh komunitas PDIP. Begitupun dengan GERINDRA. Sebagai Ketua DPD Gerindra NTT, Esthon dinilai masih layak mendampingi Frans Lebu Raya.
Dengan mengandalkan kekuatan politik PDIP-GERINDRA, baik yang terukur di Pilgub kali lalu, maupun kekuatan politik yang ada birokrat bentukan FREN saat ini, striker utama Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto di NTT itu diyakini bakal kembali mendulang sukses di Pilgub 2013. Tapi,,,, bisa iya, bisa juga tidak!
Soalnya, lawan yang bakal dihadapi nanti, bukan lawan kacangan. FREN harus menghadapi kepiawaian Ketua DPD Partai Golkar NTT, I.A Medah. FREN kontra Medah ibarat Barcelona bertemu MU di final liga Champions. Sama-sama dasyat, sama-sama punya kiat mematikan lawan. Lengah sedikit, berarti kalah. Itu sebabnya, pertemuan kedua mereka di lintasan Pilgub kali ini bakal seru, dan sayang jika tak disimak secara seksama.
Secara tegas I.A Medah mengatakan dirinya telah siap untuk kembali bertarung menghadapi siapa saja, termasuk FREN di Pilgub 2013 mendatang.
“Sebagai Ketua DPD, saya siap maju sebagai Calon Gubernur NTT pada Pemilukada tahun 2013 mendatang,” ujar Medah kepada wartawan di Kupang, Jumat 3 Februari 2012.
Kenapa Medah maju lagi sebagai Calon Gubernur? Menurut politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD NTT itu, sebagai ketua partai pemenang pemilu legislatif (pileg) di NTT, serta sebagai ketua DPD Partai Golkar NTT, dirinya banyak mendapat dukungan dari masyarakat, serta dari simpatisan dan pengurus Partai Golkar. Karena itu, dirinya bertekad akan menjawabi keinginan dan dukungan tersebut melalui sebuah kemenangan politik di Pilgub 2013.
Toh begitu, lanjut Medah, pada pencalonan gubernur nanti, dirinya tetap menjunjung tinggi mekanisme yang ada di Partai Golkar, yakni melalui survei. Jika survei menempatkan dirinya di urutan teratas lalu didukung oleh DPP Partai Golkar, maka tidak ada kata lain selain siap maju memenangkan percaturan politik 2013-2018 di NTT.
Jika hasil survei menempatkan kader Partai Golkar yang lain, maka ia siap pula mendukung sepenuhnya demi kesejahteraan rakyat, serta keberlangsungan Partai Golkar di NTT. Untuk itu, ia mengingatkan, jika ada kader Partai Golkar yang ingin maju dalam suksesi Pilgub nanti, maka dari sekarang harus mempersiapkan diri agar bisa lolos dalam survei Partai Golkar nanti.
By. CHRIS PARERA

Kepergok Sedang Berehem-ehem, Pantak Kakek Tua Dipukul Dengan Parang


sergapntt.com [MAUMERE] – Tua bukan penghalang. Apalagi urusan tarung ranjang. Begitulah yang dilakoni si kakek tua RHL alias Mundus (60 tahun), warga Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kala melihat Bunga (35) sendirian di rumah, opa Mundus mulai berulah. Maksudnya ingin melampiaskan nafsu yang terpendam, tapi sial,,, baru setengah babak berehem-ehem, eh,,, tiba-tiba pantatnya dipukul dengan parang. Haaaaaaaaaaa?
Gila! Begitulah umpatan spontan warga Desa Ladogahar ketika mengetahui apa yang baru saja dilakukan opa Mundus. Mereka tak menyangka Opa Mundus masih punya libido yang mengancam. Karena kesehariannya baik. Tak ada yang aneh dari si tua renta itu.
Kaget? Pastilah! Apalagi ketika tahu pantat Opa Mundus dipukul dengan parang saat tertangkap basah sedang menindih Bunga diatas bale-bale di rumah Bunga di Rotat pada Kamis (26/1/2012) sekitar pukul 15.00 WITENG.
Saat dipergok oleh Yulius (ayah Bunga), Mundus sedang tancap gas mengejar klimaks seksnya. Kontan saja Yulius emosi. Sejurus Yulis langsung mencabut parang dari pinggangnya dan diayunkan ke pantat opa Mundus. Tak pelak Opa kaget bukan main. Apalagi,,, begitu ia toleh, eh,,, ayah si Bunga sudah ada di depan mata.
Karena kaget dan takut, walau belum tuntas dalam laga puas tidak puas, ia terpaksa bangun  dan langsung meminta maaf. Enak aja,,! Yulius tak bergeming. Justru dia dikataian habis-habisan. Opa kemudian disuruh keluar dari rumah.
Eitsssss sabar dulu. Opa belum pakai pakaian. Opa lalu mencari-cari pakaiannya. Tapi tak ketemu. Hm,,,, ternyata sebelum menggerebek, om Yulius terlebih dahulu menyita dan menyembunyikan pakaian keduanya. Tak pelak, Opo pun memohon sampai berlutut. Tapi Yulius tak peduli. Opa justru dihadrik, “Berangkat kau dari sini, atau saya bunuh kau”.
Kontan saja Opa ketakutan. Ia lalu berlari dalam keadaan telanjang menuju kebun miliknya. Di sana ia tutupi tubuhnya dengan karung plastik. Terus Bunga? Bunga juga lari dalam keadaan bugil. Perempuan cacat mental itu baru ditemukan oleh keluarganya dua jam kemudian.  
  
Karena tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh, beberapa saat kemudian Yulius melaporkan opa Mundus ke Polsek Nita. Tak lama berselang Opa “Gaul” itu ditangkap polisi tanpa kesulitan berarti. Ia dikenai tuduhan dugaan tindakan kekerasan seksual.
Saat melapor, Yulis membawa serta dua pasang pakaian milik Opa dan Bunga yang kemudian polisi jadikan itu sebagai barang bukti. Kini kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Sikka untuk diproses lebih lanjut. Opa sendiri telah ditahan polisi di sel Mapolres Sikka.
By. ECA/KCM