Diare dan Malaria Masih Normal


sergapntt.com [ATAMBUA] – Hingga kini, penderita malaria dan diare masih normal dan belum ada tanda-tanda peningkatan atau kejadian luar biasa (KLB), walau kini telah memasuki musim hujan.
“Belum ada tanda-tanda peningkatan penderita Malaria dan diare,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua, Yeni Tasa, Selasa (3/1) melalui telepon selularnya.
Walau belum ada tanda-tanda peningkatan penderita malaria dan diare yang dirawat di RSUD, pihaknya terus mewaspadai hal itu dengan menyiapkan segala sesuatu, baik tempat perawatan maupun obat-obatan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penderita yang harus dirawat. “Kita siap siaga biar kalau ada peningkatan semua bisa ditangani nantinya,” kata Yeni.
Dia melanjutkan, jumlah penderita malaria yang dirawat saat ini jumlahnya sangat minim di mana hanya dua orang. Sedangkan untuk diare katanya, tercatat ada lima penderita yang dirawat. Jumlah ini masih termasuk minim dan pastinya akan ditangani hingga tuntas.
Mantan Kepala Puskesmas Atapupu itu menyebutkan, RSUD pada dasarnya siap untuk menangani adanya lonjakan penderita malaria dan diare pada masa yang akan datang. Pasalnya, saat ini telah memasuki musim hujan, sehingga warga rentan terkena malaria dan diare.
Dikatakan, masih rendahnya malaria dan diare yang terjadi saat ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan makanan sudah mulai nampak dan telah menjadi kebiasaan yang baik.
“Saya lihat semua masih normal pada musim hujan kini, karena masyarakat benar-benar jaga kebersihan lingkungan dan menjaga pola makan serta menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan,” urainya.
Untuk mengurangi risiko malaria katanya, hal yang harus dibuat adalah menjaga kebersihan lingkungan, di mana air selalu dikuras dan dibersihkan, kemudian sampah yang menampung air hujan harus dikubur agar tidak menjadi tempat berkembangbiak nyamuk penyebar malaria.
Khusus diare, lebih pada kebersihan dalam mengelola makanan, sehingga tidak menimbulkan diare bagi yang mengkonsumsi makanan.
Dia mengatakan, penderita malaria dan diare dalam kondisi normal dan belum ada tanda-tanda kejadian luar biasa. Jika kedepan ada peningkatan, pihaknya siap menangani penderita yang membutuhkan pengobatan.
By. TR

Kades Ikantuanbes Diadukan ke DPRD


sergapntt.com [ATAMBUA] – Masyarakat Desa Ikantuanbes Kecamatan Io Kufeu, Selasa (3/1) mengadukan Kepala Desa Ikantuanbes, Gabriel Manek ke Komisi A DPRD Belu. Pasalnya, kepala desa dalam sejumlah kebijakannya tidak pro pada masyarakat dan cenderung merugikan.
Dalam pengaduannya, warga Ikantuanbes yang diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Belu, Hilarius Atok didampingi anggota komisi, Walde Berek bertempat di ruang rapat komisi A menyebutkan, Kades Gabriel Manek dalam kebijakannya cenderung merugikan masyarakat dan kebanyakan mengakomodir kepentingan keluarga maupun orang-orangnya saja.
Juru bicara warga, Kornelis Molo kepada komisi A mengatakan, ada beberapa hal yang dilaporkan diantaranya masalah raskin, masalah kebijakan kepala desa tanpa melibatkan masyarakat, uang bantuan untuk kelompok yang tidak terbayar dan juga insentif optimasi lahan kering yang hingga kini tidak dibayar kepada yang berhak.
Untuk beras miskin (raskin) katanya, pembagian yang dilakukan tidak sesuai dengan penerima dan ketika beras turun, maka sebagian uang warga dikembalikan. Selain itu, ketika pembagian beras dilakukan, maka setiap raskin yang menjadi hak warga di potong satu kilogram tanpa alasan yang jelas.
“Kami awalnya bayar uang untuk terima raskin. Tapi setelah beras turun, uang kami Kades kembalikan tanpa diketahui alasannya,” ungkap Kornelis Molo.
Selain itu katanya, dalam setiap kebijakan yang diambil kepala desa, warga maupun BPD tidak dilibatkan, sehingga masyarakat tidak mengetahui apapun yang akan dikerjakan.
Dia menambahkan, ada juga hak kelompok tani tidak dibayar oleh kepala desa tersebut.
Sementara itu, salah satu warga lainnya, Paulus Bosu mengemukakan, pada tahun 2009 ada insentif untuk warga ketika mengolah lahan satu hektare dalam program optimasi lahan kering senilai Rp 425 ribu per hektare. Namun semua itu tidak dibayar dan diduga uang tersebut telah dicairkan oleh sekretaris di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Belu, Hilarius Atok kepada warga mengatakan, pihaknya menampung semua aspirasi yang dimasukkan dan akan menyampaikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Dikemukan, laporan yang ada merupakan pendapat warga, sehingga pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek semua laporan itu agar tidak sepihak. “Kami akan turun ke lapangan untuk cek semua laporan yang ada, supaya benar-benar valid dan tidak sepihak,” katanya kepada warga Ikantuanbes.
Dia meminta masyarakat bersabar dan pastinya akan ditindaklanjuti pada masa yang akan datang baik oleh pemerintah maupun DPRD khususnya komisi A, sehingga semua berjalan dengan benar dan tidak ada yang dirugikan.
By, BL

274 Rumah Terendam Banjir


sergapntt.com [SOE] – Warga empat dusun di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten TTS terendam luapan kali Noemuke, Sabtu (31/12) lalu. Sedikitnya 274 kepala keluarga (KK) harus mengungsi karena rumah mereka terendam air dan lumpur setinggi 70 centimeter.
Banjir dari luapan kali Noemuke itu datang secara tiba-tiba pada malam hari, sehingga sebagian besar dari mereka tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Kaur Pemerintahan Desa Toineke, Filmon Talaem yang dihubungi per telepon, Selasa (3/1) menjelaskan, kasus itu berawal ketika hujan deras melanda wilayah tersebut, Sabtu (31/12) sekira pukul 04.00 Wita. Akibatnya, kali Noemuke tidak mampu menampung air sehingga meluap dan merendam ratusan rumah di empat dusun tersebut.
“Hujan tidak terlalu besar, tapi mungkin hujan besar di SoE, jadi kali Noemuke meluap. Jadi bukan hanya air tapi dengan sarpete (lumpur, red). Waktu itu juga sudah malam jadi masyarakat tidak tahu dan banyak yang tidak bisa keluar rumah. Tapi untung tidak ada korban. Hanya ada kerugian perabot rumah dan ada juga beras dan jagung yang rusak di dalam rumah karena terendam air,” jelas Filmon.
Selain rumah dan perabotnya terendam, lahan masyarakat yang ditanami jagung dan kacang hijau terancam mati. Walau tidak merinci besar lahan yang terendam, namun Filmon memastikan banyak tanaman yang akan mati karena terendam.
Dia mengungkapkan, jembatan Noemuke mengalam kerusakan parah akibat banjir. Bahkan dua mobil sempat pergelincir dan nyaris jatuh sehingga harus diderek.
“Jembatan itu banyak papan yang hilang dan patah jadi sudah dua oto yang jato. Kemarin (Senin, red) satu, ini hari satu juga jato karena ban terlepas dari papan. Untung badan oto tertahan di besi jadi orang dong tarek pake oto laen lai. Sekarang aer sudah turun tapi masih lumpur jadi masyarakat dong banyak yang bertahan di rumah keluarga atau tetangga. Mereka juga belum dapat bantuan apa-apa,” tambahnya.
Sementara itu, Kadis Sosial Nakertrans Kabupaten TTS, Maxi Missa yang sempat tiba di lokasi bencana, Senin lalu mengaku, banjir yang terjadi cukup besar. Pasalnya, luapan air dari kali tertahan pada pembatas jalan, sehingga sebagian besar rumah yang terendam berada di sisi kiri jalan. “Air tidak bisa lewat ke sebelah jalan karena tidak ada deker atau celah untuk jalur air. Jadi air yang turun dari atas gunung itu tertampung di situ,” jelas Maxi.
Ditanya soal bantuan darurat, Maxi mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan apapun, baik dari Dinsos maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pasalnya, stok beras pada dinas tersebut telah habis dan pihaknya baru mengajukan permintaan ke tingkat provinsi.
“Data sementara ada empat dusun yang kena banjir dan dua dusun yang parah. Jadi dari dua dusun itu ada 274 KK yang paling parah. Sampai sekarang masih didata jadi belum tau kerugian berapa,” jelas Maxi.
Hingga saat ini, Kepala BPBD Kabupaten TTS, Marthinus Tafui belum dapat dikonfirmasi. Namun beberapa sumber menyebutkan, yang bersangkutan sedang berada di luar daerah.
By. MG

2011 Total Anggaran Belu Capai Rp 1,083 T


sergapntt.com [ATAMBUA] – Dalam setahun, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan di Kabupaten Belu, baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), tugas pembantuan maupun lainnya sangat besar jumlahnya. Terhitung, anggaran mencapai triliunan rupiah pada tahun anggaran 2011.
Bupati Belu, Joachim Lopez dalam jumpa pers akhir tahun, Jumat (30/12) di ruang rapat mengatakan, total anggaran yang masuk ke Kabupaten Belu untuk pembangunan berbagai bidang jumlahnya sangat besar. Di mana, angkanya mencapai Rp 1,083 triliun.
Sumber dana tersebut antara lain DAU, DAK, tugas pembantuan, PNPM, P2KP, PPIP dan NGO serta pembangunan perumahan rakyat.
Disebutkan, untuk DAU yang dialokasikan masuk APBD tahun anggaran 2011 sebanyak Rp 734.491.621.561 yang digunakan untuk belanja langsung maupun tidak langsung. Selain itu, ada dana tugas pembantuan mencapai Rp 52 miliar, PNPM sebanyak Rp 101 miliar, PPIP Rp 4,570 miliar, P2KP Rp 760 miliar, blog grant Rp 14 miliar, DPID Rp 68 miliar dan NGO atau LSM sebanyak Rp 10 miliar serta pembangunan perumahan rakyat senilai Rp 90 miliar.
Disamping dana-dana itu, ada program anggur merah dengan nilai Rp 6 miliar yang sementara ini bergulir di 24 desa di Kabupaten Belu. Total dana-dana tersebut urainya, bila ditambahkan nilainya mencapai Rp 1,083 triliun yang semuanya untuk pembangunan Kabupaten Belu.
Kedepan pihaknya akan terus mencarikan upaya untuk terus meningkatkan jumlah anggaran yang masuk ke Kabupaten Belu sehingga pembangunan disetiap bidang yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terwujud.
Joachim menyebutkan, penyerapan anggaran di Kabupaten Belu hingga saat ini mencapai 90 persen. Sedangkan, realisasi fisik mencapai 80 persen. Situasi ini akan bertambah, sebab masih ada dua hari tersisa tahun anggaran 2011.
Diakui, untuk postur anggaran 2011 khususnya untuk DAU masih lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai di mana mencapai Rp 378 miliar dan sisanya dialokasikan untuk pembangunan diberbagai bidang yang ada.
Menyoal PAD, Joachim Lopez mengungkapkan, PAD 2011 dipastikan tidak mencapai target, pasalnya dari target PAD sebesar Rp 52,4 miliar baru terealisir sejumlah Rp 34 miliar atau sekira 65 persen. Target PAD ternyata over estimated, sehingga tidak terpenuhi seluruhnya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya pengiriman batu mangan yang memberikan nilai tambah khususnya royalti kepada pemerintah sebagai PAD.
“Memang kita over estimated atau terlalu tinggi memperkirakan penerimaan. Nyatanya tidak mencapai. Walau demikian, kedepan akan diupayakan peningkatan PAD,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemerintah bersama DPRD akan terus mengupayakan peningkatan PAD untuk membiayai pembangunan di Kabupaten Belu dengan menggali potensi-potensi penerimaan di Kabupaten Belu.
By. GT

Masjid Al-Ikhwan Seleksi Tilawatil Qur’an


sergapntt.com [BA’A] – Masjid Al-Ikhwan Kelurahan Namodale Ba’a, Kamis (29/12) melakulan seleksi Tilawatil Qur’an (TQ) tingkat Kabupaten Rote Ndao yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Agustinus Orageru mewakili Bupati Rote Ndao, Leonard Haning.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Agustinus Orageru mengatakan, pemerintah senantiasa memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan TQ. Hal tersebut katanya, evetn tersebut merupakan wadah yang efektif untuk menumbuhkan motivasi bagi anak, remaja dan pemuda dalam memahami kitab suci Al-Qur’an dan mengimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemerintah dan DPRD senantiasa memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, di mana setiap tahunnya dialokasikan dalam APBD untuk mendukung penyelenggaraan seleksi TQ. Walaupun jumlahnya tidak seberapa dan masih belum memuaskan, sebab harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an (LPTQ) katanya harus terus didorong agar terus melakukan konsolidasi, menyusun program, pembinaan kelembagaan serta melakukan evaluasi terhadap permasalahan dan hambatan. Hal ini sangat diperlukan untuk mencapai prestasi dalam event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat provinsi.
Sementara, Ketua DPRD Rote Ndao, Cornelis Feoh dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap seleksi TQ sebagai momentum untuk melatih anak-anak, remaja dan pemuda mendalami Al’Quran.
Ia berharap agar peserta seleksi TQ dan qasidah giat berlatih agar dapat berpartisipasi pada MTQ tingkat provinsi dan dapat berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao.
Untung Harjito, ketua LPTQ Kabupaten Rote Ndao menjelaskan, penyelenggaraan seleksi TQ bertujuan meningkatkan kemampuan seni baca juga pemahaman isi Al-Quran, sehingga diharapkan terbentuk sumber daya manusia (SDM) muslim yang berakhlak dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta mampu mengimplementasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu kata Untung, seleksi TQ sebagai ajang persiapan qori dan qoriah yang akan mewakili Kabupaten Rote Ndao pada MTQ tingkat Provinsi NTT yang rencananya akan dilaksakan di Sumba Timur bulan Mei 2012 mendatang.
By. KR