Jumlah Bus Kayu di Sabu Bertambah


sergapntt.com [MENIA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua lewat Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Infokom kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit bus kayu dari pemerintah pusat untuk tahun 2011. Bantuan itu diberikan Departemen Perhubungan RI untuk mengantisipasi kesulitan kendaraan darat di kabupaten terluar itu.
Dengan demikian, jumlah bus kayu yang diberikan pemerintah pusat bagi Kabupaten Sabu Raijua sudah berjumlah empat unit setelah sebelumnya mendapatkan dua bus kayu pada tahun 2010.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Infokom Kabupaten Sabu Raijua, Dami Rame Herewila belum lama ini.
Dikatakan, salah satu kendala yang dialami di Kabupaten Sabu Raijua adalah minimnya kendaraan darat yang melayani masyarakat sehingga pemerintah Kabupaten Sabu Raijua lewat dinas berusaha meminta tambahan bantuan kendaraan kepada pemerintah pusat dan kemudian dijawab tahun 2010 dan 2011 secara berturut-turut dengan memberikan bantuan dana.
Dana tersebut oleh dinas kemudian dipakai untuk pengadaan bus kayu untuk melayani masyarakat umum terutama anak-anak sekolah yang harus berjalan kaki puluhan kilometer ketika hendak pergi maupun pulang sekolah.
“Kita bersyukur tahun 2011 kita kembali mendapat bantuan dari pusat dan kita akan adakan bus kayu. Kita pilih bus kayu karena memang kondisi jalan kita saat ini masih belum terlalu baik dan transportasi darat yang kita anggap cukup menjangkau masyarakat hingga pedesaan adalah bus kayu. Kita bisa pergunakan untuk melayani masyarakat umum terutama kita punya anak-anak sekolah yang harus berjalan jauh sekali menuju sekolah mereka,” ujar Dami.
Dijelaskan, bantuan berupa bus kayu yang kini telah bertambah menjadi empat unit sudah digunakan untuk melayani masyarakat sehingga keluhan akan sulitnya transportasi bisa sedikit teratasi.
Diakui, sebagai daerah yang baru mekar ada berbagai keterbatasn yang dialami seperti dana penunjang untuk melakukan terobosan dalam rangka menjawab keluhan yang disampaikan oleh masyarakat Sabu Raijua.
Sementara, Ketua DPRD Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa menyatakan terima kasih kepada pemerimntah pusat khusus Departemen Perhubungan yang telah dua tahun beruturut-turut memberikan bantuan bus kayu bagi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.
Untuk itu, dirinya berharap agar dinas yang mengelola operasional bus bisa menjaga dan merawatnya secara baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik pula.
“Bantuan bus ini cukup membantu anak-anak kita dalam mengikuti kegaiatan belajar mengajar di sekolah karena mereka tidak terlalu capek lagi untuk berjalan kaki dengan rute yang cukup jauh. Dengan tambahan dua unit bus kayu lagi untuk tahun 2012, maka kesulitan transportasi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sedikit tidaknya bisa dijawab,” kata Ruben.
By. SBR

Tenaga Pendidik Tidak Boleh Ketinggalan


sergapntt.com [MENIA] – Salah satu faktor penentu baik dan buruknya mutu pendidikan dalam suatu wilayah adalah pendidik atau guru. Untuk itu, guru harus terus meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu sehingga mampu memberikan pengajaran secara maksimal kepada anak didik.
Sebagai seorang pendidik, maka guru tidak boleh ketinggalan berbagai informasi yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan dengan cara terus belajar serta bisa menguasai internet sebagai media yang menyajikan berbagai informasi terbaru.
Penegasan ini disampaikan Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome saat bertemu dengan para guru menjelang akhir tahun, pekan lalu. Dikatakan, dalam peningkatan mutu pendidikan, guru memiliki peran antara lain, sebagai salah satu komponen sentral dalam sistem pendidikan, sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan sekolah maupun kelas bimbingan.
Selain itu, guru juga merupakan faktor penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peserta didik yang benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, percaya diri, disiplin dan bertanggung jawab.
“Sebagai faktor kunci mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan sistem pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangan zaman dan teknologi yang semakin spektakuler dan juga sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Sabu Raijua, pemerintah telah melakukan berbagai program seperti perluasan dan pemerataan akses pendidikan melalui penambahan unit sekolah baru, pemenuhan kebutuhan guru, peningkatan kecakapan, PKBM, taman bacaan masyarakat, PAUD, pemberantasan buta aksara fungsional dan pendidikan kesetaraan.
Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, keunggulan dan daya saing pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dan murid dalam bentuk program center MIPA dan bahasa, bedah SKL tingkat SD, SMP, SMA, pemberian beasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, pembangunan sekolah bertaraf internasional, lomba kompetensi siswa serta penerapan jam wajib belajar bagi siswa.
“Untuk itu, maka para guru harus meningkatkan kemampuan diri, lengkapi diri dengan kemampuan berinternet sehingga setiap ada perubahan kebijakan dari atas bisa diketahui dengan cepat oleh para guru,” ujarnya.
Ditegaskan, guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Begitu besarnya peranan guru sebagi pengajar dan pendidik, maka harus diakui bahwa kemajuan pendidikan di bidang pendidikan sebagian besar tergantung pada kewenangan dan kemampuan staf pengajar.
Pendidikan di Sabu Raijua akan maju jika staf pengajar atau guru sebagai kemampuan sentral dalam sistem pendidikan memiliki kualitas yang baik pula. Pendidikan di Sabu Raijua memerlukan guru yang memiliki kompetensi mengajar dan mendidik yang inovatif, kreatif, manusiawi, cukup waktu untuk menekuni tugas profesionalnya, dapat menjaga wibawanya di mata peserta didik dan masyarakat serta mampu meningkatkan mutu pendidikan.
“Kita harus optimis bahwa dengan segala yang kita lakukan pada tahun 2011 akan memberi hasil yang baik pada tahun 2012. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya persentase kelulusan dan nilai ujian nasional yang bagus,” ujarnya.
By. SBR

Bupati Fernandes Minta Dukungan


sergapntt.com [KEFA] – Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes Sabtu (31/12) malam lalu mengakhir acara malam tutup tahun 2011  di lingkungan pemerintah Kabupaten TTU dengan menggelar makan makanan lokal bersama Muspida dan masyarakat di wilayah 175 desa/kelurahan. Acara makan bareng ini   terpusat di teras  depan  kantor bupati setempat sekitar pukul 22.00 Wita setelah digelar acara pembakaran ratusan buah petasan di halaman depan kantor bupati oleh bupati, wakil bupati dan para pejabat Muspida seperti Dandim 1618 TTU, Letkol. Arm.Eusibio Hornai Rebelo,  Kapolres AKBP. Gede Mega, Wakil Ketua II DPRD TTU, Benediktus Hermene Gildus Bone,  Wakil Ketua I DPRD TTU, Hendrikus Frengky Saunoah, anggota DPRD TTU, Hery Radja dan Pdt. Joce Pangeman.
Selain para pejabat pemerintah, acara yang cukup meriah ini menghadirkan sejumlah warga kota Kefamenanu ikut terlibat membakar petasan pada acara dimaksud.  Acara ini banyak menyedot perhatian warga sekitar, hal ini terlihat dari padatnya warga yang memenuhi halaman depan kantor bupati TTU. “Sebagai manusia kami sadar bahwa masih banyak hal yang belum kami lakukan  sesuai harapan masyarakat TTU. Mudah-mudahan kami bisa laksanakan apa yang menjadi keinginan masyarakat TTU pada tahun 2012 nanti,”ungkap Bupati Fernandes ketika menyampaikan  pesan-pesan akhir di hadapan ribuan warga kota Kefamenanu Sabtu malam lalu.  
Bupati, mengakui sebagai pemimpin,  kebijakan yang diambil selama tahun 2011 lalu banyak hal yang bisa saja mengecewakan bahkan menyakit warga TTU termasuk para pejabat maupun staf PNS di lingkungan kerjanya. Semua kelemahan yang dilakukan  selama tahun pertama memimpin pemerintah TTU  menurut Bupati Fernandes menjadi pengalaman buruk sekaligus guru yang bijaksana untuk diperbaiki  selama empat tahun sisa masa jabatan mereka kedepan. “Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat TTU atas semua kekurangan kami selama tahun 2011 dan mari kita bangun kerjasama  yang lebih harmonis guna memajukan masyarakat TTU kedepan,” ujar Ray sapaan akrab Bupati TTU.
Menurut dia, program pembangunan sesuai visi misi paket DUBES yang sudah disampaikan kepada masyarakat TTU saat kampanye program pada Pilkada TTU 2010 lalu akan mubasir   jika pelaksana selama lima tahun masa kepemimpinan mereka tidak mendapat dukungan besar dari masyarakat TTU. Karena itu dia meminta seluruh komponen masyarakat TTU agar bersatu dalam tekad dan semangat kerjasama untuk memajukan pembangunan masyarakat TTU dimasa-masa mendatang. “Kami punya kemampuan terbatas, tanpa dukungan besar dari seluruh kekuatan  masyarakat TTU tentu semua akan mubasir karenna itu mari kita bergandengan tangan  sambil berdoa mohon  restu dan berkat dari Tuhan semoga apa yang akan kita lakukan bersana masyarakat TTU bisa membawah hasil yang lebih besar bagi kemajuan pembanguna di daerah itu, Kita semua tentu akan bangga jika masyarakat kita maju setara dengan masyarakat du daerah lainnya,”kata Fernandes.
Sementara itu Kapolres AKBP. Gede Mega  yang dikonfirmasi wartawan kemarin (2/1) siang menjelaskan suasana keamanan  secara umum di wilayah kerja Polres TTU  selama  masa tahun baru  berjalan aman terkendali. Kondisi keamanan yang cukup kondusif ini jelas Kapolres merupakan  wujud kerjasama yang baik antar aparat lembaganya dengan masyarakat setempat. “Sampai siang ini situasi keamanan  di TTU masih berjalan normal. Ini semua berkat  dukungan yang besar dari masyarakat TTU,” ujar Kapolres. 
By. EGG

Pimpinan SKPD Rapor Merah Akan Diberi Sanksi


sergapntt.com [SOE] – Kontrak kerja yang telah disepakati pemerintah dalam hal ini bupati TTS dan pimpinan SKPD dalam hal capaian kinerja segera dievaluasi. Selain akan memberikan sanksi, hasil evaluasi akan dijadikan pertimbangan dalam rencana mutasi yang segera dilakukan awal 2012. Evaluasi tersebut meliputi empat indikator penilaian yang akan diakumulasi dalam bentuk nilai yang menjadi ukuran capaian kinerja setiap pimpinan SKPD selama tahun anggaran 2011.
Hal ini dijelaskan Sekda TTS, Salmun Tabun, saat diwawancarai pekan lalu di ruang kerjanya. Menurut Salmun, kesepakatan yang telah ditandatangani bersama awal 2011 lalu tetap dilaksanakan. Dan, para kepala SKPD yang mendapat penilaian buruk atau rapor merah akan disanksi sesuai kesepakatan. Sanksi yang diberikan, jelas Salmun akan disesuaikan dengan tingkat pencapaian masing-masing pejabat.
“Tim independen akan evaluasi Januari 2012 ini tentang kinerja setiap SKPD selama empat triwulan atau satu tahun anggaran. Evaluasi ini terkait kesepakatan atau kontrak kerja antara pimpinan SKPD dan bupati. Dalam kontrak kerja itu terdapat empat indikator yang menjadi ukuran, yakni capaian PAD, penyerapan dana, penerapan SAKIP dan penegakan disiplin. Di dalam kontrak itu sudah termuat beberapa komponen penilaian sehingga tim akan menilai dan mengevaluasi menurut isi kontrak itu. Jadi dari penilaian itu, diakumulasikan dan akan diketahui capaiannya,” jelas Salmun.
Dia menambahkan, keempat komponen tersebut akan diakumulasi, sehingga nilai buruk pada satu komponen tidak bisa dijadikan ukuran. Dijelaskan, nilai buruk pada satu komponen dapat ditutupi dari komponen yang dinilai bagus. Misalnya, salah satu SPKD yang tidak mencapai target PAD, dapat memperbaiki kinerja dari tiga komponen lain. Namun Salmun memastikan hasil evaluasi akan tetap dijalankan dengan memberikan sanksi kepada pimpinan SKPD yang mendapat rapor merah.
“Tim evaluasi ini independen dan yang mendapat rapor merah sudah tentu ada sanksinya, karena semua sudah termuat di dalam kontrak kerja. Jadi yang tidak mencapai target, ada resikonya,” terang Salmun yang menambahkan, hasil evaluasi juga menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan mutasi awal tahun 2012. “Iya, hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan juga dalam untuk mutasi nanti,” imbuhnya.
by. TM

Bupati Titu Eki Akui Kabupaten Kupang Belum Banyak Berubah


sergapntt.com [KUPANG] – Bupati Kabupaten Kupang, Ayub Titu Eki mengaku tingkat keberhasilan pembangunan di Kabupaten Kupang selama tahun 2011 belum sesuai dengan harapan. Bahkan bisa dibilang tak ada perubahan sama sekali.
“Untuk menyampaikan informasi jalannya pembangunan selama tahun 2011, saya mengawalinya dengan kebesaran hati. Saya harus mulai bahwa kita nampak berjalan di tempat, belum banyak kemajuan sebagaimana kita harapkan. Saya katakan begini, karena kalau kita melihat apa yang kita capai selama tahun 2011 dengan harapan kita menjadi Kabupaten Unggul, justru sebagai tanggung jawab yang besar dan berat untuk melakukan banyak perubahan,” ungkap, Ayub Titu Eki, belum lama ini.
Hal itu terjadi bukan saja melihat kedepan untuk mewujudkan Kabupaten Unggul. Tapi disebabkan banyak hal yakni komitmen aparat pemerintah (PNS), di mana dalam rapat koordinasi yang dilihatnya adanya pembantahan melulu. “Karena kita membuat rancangan visi menjadi Kabupaten Unggul, tetapi Kabupaten Unggul belum meresap didalam pikiran pimpinan SKPD dan staf. Berarti bahwa pernyataan ini bukan hanya pernyataan visi bupati dan wakil bupati, tapi pernyataan visi dari seluruh birokrasi dan masyarakat yang terlibat dalam mewujudkannya,” kata Ayub yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Hendrik Paut dan Plt Kabag Humas, Stefanus Baha.
Dijelaskan, birokrasi yang artinya meja pelayanan, jadi entah pimpinan maupun staf harus melayani. “Ketika kita melayani tahu dalam hal apa kita melayani, berarti ada pembenahan dalam tupoksinya. Hal yang menyolok yang kami minta baru-baru adalah menyangkut rapat koordinasi terakhir yang saat ini sedang dilakukan, saya bilang kita harus menunjukkan kinerja kita dan kinerja Kabupaten Kupang khususnya kinerja birokrasi diukur dalam empat hal,” jelasnya.
Empat hal itu jelas Ayub yakni bagaimana menghasilkan uang dan menghasilkan uang itu indikatornya adalah PAD. Kalau PAD-nya meningkat dan terus meningkat, menunjukkan punya kinerja. “PAD tadi saya tanya sementara belum 100 persen. Tahun 2009 dari target Rp 17 miliar kita realisasi Rp 23 miliar. Tahun 2010 dari target Rp 24 miliar kita capai Rp 32 miliar. Tahun 2011 dari target Rp 34 miliar realisasi Rp 30 miliar. Loh kok menurun? Tapi evaluasi sementara berlanjut. Berarti tahun ini ada suatu kemunduran, inikan berarti kinerja kita menurun,” katanya.
Hal kedua yakni bagaimana menghabiskan uang karena tanpa mencari uang diberi peluang oleh pemerintah pusat sebagai konsekuensi bagian NKRI. Ada DAK dan DAU, tanpa mencari uang sudah diberikan oleh pemerintah pusat.
“Nah, paling susah kalau mencari uang daripada menghabiskan uang. Tapi konyol juga kalau menghabiskan uang saja sudah susah. Kadang ada pencapaian pemanfaatan uang itu juga ada yang tidak penuh. Bukan saja menyelesaikan uang yang kemudian dibuktikan dengan  kwitansi, tetapi harus ada bukti. Misalnya bangun jalan di masyarakat, jalannya harus bangun. Uang habis untuk bangun rumah, rumahnya juga harus ada, itukan kinerja. Uang yang dihabiskan harus punya dampak perubahan bahwa dengan belanja uang ratusan miliar atau ratusan juta dampaknya apa di masyarakat, ini harus ada,” bebernya.
Hal ketiga jelas Ayub adalah bagaimana menghasilkan uang tanpa menggunakan uang. Bagaimana membuat perubahan tanpa menggunakan uang. “Masyarakat di kampung sering membuat perubahan tanpa uang, termasuk perubahan pola pikir untuk hidup hemat. Untuk membiasakan mengerjakan sesuatu yang produktif, sebab hakekat pembangunan kita bukan hanya pembangunan fisik belaka, tapi juga pembangunan manusia. Di dalam kita punya visi menjadi Kabupaten Unggul di tahun 2015 dalam pembangunan komunitas penduduk. Misalnya manusia pembangunan berarti bukan semata-mata kepada fisik. Apa artinya kita membangun fisik tapi memiliki mental yang tidak baik. Karena itu kita juga mendorong bagaimana menciptakan perubahan dan masyarakat. Jadi tidak ada alasan kita mau unggul tapi uang terbatas,” jelasnya.
Hal keempat menurutnya bagaimana menyelesaikan masalah. Itu suatu kajian visi kehidupan manusia, tidak mungkin ada kehidupan tanpa masalah. Karena itu, jangan menyerah pada masalah apalagi membiarkan masalah. Karena masalah kecil dibiarkan bisa menjadi besar.
“Saya melihat kita jalan ditempat karena kinerja masih kurang baik. Saya mulai dari birokrasi, karena kita dipercaya oleh negara dan kita dibayar oleh negara untuk mengerjakan itu,” terangnya.
By. LITA