Gadis SMU “Dilahap” Ayah Kandung Hingga Hamil


sergapntt.com [KUPANG] – Bejad dan biadap, mungkin kata yang cocok dialamatkan kepada Timotius Sufmela (56), Warga Rt01/Rw13, Desa Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, pria uzur yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu tega memperkosa anak kandungnya hingga hamil, sebut saja Sonya (17). Tak puas menggauli Sonya hingga berbuah janin, Timotius pun kembali berusaha melahap anaknya yang ke-2, sebut saja Bety (16). Untung saja niat bejad Timotius kali ini dapat digagalkan para tetangga.  Astaga!

SONYA dan Bety tidak pernah menyangka jika suatu ketika figur ayah yang mereka banggakan nekad berbuat nista. Apalagi perbuatan itu dilakukan kepada anak kandung sendiri. Karena sejak kecil, siswi kelas III dan II SMU 01 Kupang Barat itu mengenal sosok Timotius sebagai ayah dan figur kepala rumah tangga yang penyayang dan penuh tanggung jawab. Tidak ada yang aneh dari prilaku hidup Timotius. Semuanya berjalan normal, termasuk ketika ibu kandung mereka yakni Ny. Dorkas (47) memutuskan berangkat ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) pada pertengahan tahun 2005.
Semenjak keberangkatan Ny. Dorkas ke Malaysia, praktis di rumah berlantai semen berukuran 9×7 itu hanya dihuni oleh Timotius, Sonya dan Bety. Hari-hari mereka lalui dengan rutinitas pekerjaan pokok. Timotius sebagai petani, sedangkan Sonya dan Bety sebagai pelajar. Jika ada waktu luang sepulang sekolah, tanpa diperintah Sonya dan Bety langsung ke ladang membantu ayah mereka.       
Namun loyalitas anak terhadap orang tua itu ternyata tidak berharga dimata Timotius. Parahnya lagi, Timotius justru tergiur akan kecantikan dan kemolekan tubuh yang dimiliki Sonya. Tak ada yang tahu pasti kapan pikiran ingin menggauli Sonya mulai terbesit dipikiran Timotius. Namun yang pasti pada tengah malam di awal Februari 2006, petaka benar-benar menimpa Sonya. Sonya yang kala itu terlelap tidur setelah seharian membantu ayahnya di ladang, tiba-tiba didekap dan ditindih oleh ayahnya.
“Waktu kejadian awal itu saya tidak tahu, karena saya dan kakak, tidur di kamar berlainan. Tapi pengakuan kakak kepada saya seperti itu,” ujar Bety, adik Sonya.
Sadar ada yang tidak beres dengan ayahnya, Sonya pun meronta seraya memohon agar ayahnya sadar bahwa wanita yang sedang ia tindih adalah dara dagingnya sendiri. Sayangnya upaya Sonya tersebut sia-sia. Timotius justru tambah menggila. Dibawah ancaman, Sonya akhirnya pasrah. Kegadisannya direnggut oleh ayahnya sendiri. Malam itu Sonya diperkosa sebanyak tiga kali. Usai melampiaskan napsu bejatnya Timotius pun berlalu pergi. Tak ada rasa bersalah terpancar dari wajah Timotius. Yang nampak hanyalah bayangan haus seks. Tak terbayangkan bagaimana perasaan Sonya saat itu. Hanya ia yang tahu kepedihan dan kepiluan yang dirasakan. Keesokan harinya ketika bangun pagi Timotius bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal di dada Sonya bergumul duka dan emosi. Ingin rasanya Sonya melabrak ayahnya. Namun Sonya mengurungkan niatnya. Karena Soanya tak ingin perbuatan yang dilakukan ayahnya semalam  diketahui para tetangga. Sonya akhirnya memutuskan mengubur aib itu dalam hati. Sonya bertekad biar hanya dia saja yang tahu dan merasakan derita ini seraya terus berdoa agar ayahnya sadar bahwa apa yang telah dilakukannya itu adalah dosa dan tidak terulang lagi.    
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, Sonya berusaha melupakan semua yang telah terjadi. Namun di akhir Februari 2006, kejadian serupa terulang lagi. Kali ini Sonya bahkan digilir sampai pagi. Sejak saat itu, setiap ada kesempatan Timotius selalu saja memaksa Sonya untuk melayani napsu bejadnya. Buntutnya, tiga bulan kemudian Sonya diketahui positif hamil. Kehamilan Sonya makin nampak jelas tatkala perutnya terus membesar. Tentu kondisi perut Sonya ini membuat keluarga dan tetangga bertanya-tanya, siapa gerangan yang menanam benih dirahimnya? Sayangnya, setiap kali pertanyaan itu diajukan, Sonya selalu bungkam. Bahkan ketika keluarga setengah memaksa agar ia memberitahukan siapa ayah calon bayi dikandungannya, ia tetap tak bergeming.
Karena tak kuasa menahan cibiran tetangga dan omelan keluarga, Sonya akhirnya minggat dari rumah. Tak ada yang tahu kemana Sonya pergi. Sebagian warga Desa Batakte justru menduga Sonya telah dibunuh oleh ayahnya. Bisa benar, bisa tidak. Yang pasti sebagai ayah, Timotius tidak pernah berusaha untuk mencari dimana Sonya berada. Timotius terkesan masa bodoh. Hanya Bety saja yang terlihat mondar-mandir mencari kakaknya.
“Sebelum pergi kakak sudah beritahu saya siapa yang menghamilinya. Tapi saya takut untuk beritahu kepada keluarga. Saya takut bapak. Bapak saya itu kan orangnya temperamen,” papar Bety.  
Setelah Sonya minggat, di rumah hanya tinggal Bety dan ayahnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Timotius. Dengan berbagai tipu muslihat ia mulai memperdayai Bety. Yah…dengan satu tujuan, yakni ingin merengguh keperawanan Bety. Hari yang ditunggu-tunggu benar-benar tiba. Tepatnya pada sore hari, tanggal 20 Juli 2006, entah dari mana datangnya, tiba-tiba Timotius nongol dengan membawa dua ekor ikan tongol. Timotius pun meminta Bety menggoreng dan memasak (kuah asam) ikan tersebut untuk dijadikan hidangan makan malam. Singkat cerita, mereka pun makan bersama. Namun tidak disadari Bety bahwa itu adalah awal petaka yang bakal menimpanya. Benar saja, tak beberapa lama kemudian Bety merasa mual, pusing dan ngantuk. Rupanya, sebelum makan, Timotius telah mencampuri makanan dengan “obat kampung”.  Karena tak kuasa menahan mual, pusing dan kantuk, Bety akhirnya pamit untuk tidur. Kurang lebih 10 menit kemudian Bety pun tertidur pulas.
“Karena pusing, waktu saya tidur, saya lupa kunci kamar,” ucap Bety.
Merasa yakin target telah tertidur tak sadarkan diri, dengan berjingkrak-jingkrak Timotius mulai mendekati kamar Bety. Sejurus kemudian Timotius merangkak naik ke tempat tidur Bety. Dasar sudah kebelet, dalam waktu singkat Timotius sudah dalam keadaan telanjang dan siaga satu siap menyerang. Perlahan-lahan Timotius mulai melucuti satu persatu rok dan blus yang dikenakan Bety hingga Bety benar-benar telanjang bulat.  Beruntung ketika “serangan rudal” baru akan dilakukan, tiba-tiba Bety terbangun dari tidurnya. Tentu saja Bety kaget. Serta merta Bety berteriak minta tolong sekuat tenaga sembari meronta dan mendorong ayahnya turun dari tempat tidur. Mendengar teriakan Bety yang berulang-ulang, dalam sekejab warga tetangga mulai berdatangan. Entah  siapa yang memerintah, tiba-tiba pintu rumah Timotius didobrak warga. Warga yang belum tahu apa sesungguhnya yang terjadi di dalam langsung beramai-ramai mendatangi sumber suara. Bukan main terkejutnya mereka ketika mendapati Timotius dan Bety dalam keadaan tidak berbusana. Apalagi ketika mendengar pengakuan Bety bahwa dirinya nyaris diperkosa oleh ayahnya. Sontak saja warga menjadi marah. Ujungnya Timotius dikeroyok hingga babak belur. Beruntung polisi yang kebetulan lewat di depan rumah Timotius datang melerai dan mengamankan Timotius.  
“Untung ada polisi, kalau tidak mungkin dia sudah mati,” tegas, Kanisius Tapatab (35), warga Batakte yang mengaku turut mengeroyok Timotius saat kejadian. 
Tak mau tangkapannya kabur, dua anggota polisi langsung menggiring Timotius ke Polsek Kupang Barat.
“Semua ulah Timotius itu baru kita ketahui dari mulut anaknya (Bety-red). Selain berusaha memperkosa Bety, Timotius juga telah berulang kali memperkosa Sonya hingga berbuah janin. Sedangkan mengenai keberadaan Sonya hingga kini masih dalam penyelidikan”, papar salah satu Anggota Polsek Kupang Barat sembari mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
Menurutnya, Timotius resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Kupang Barat sejak Kamis, 20 Juli 2006. Kini tersangka dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya telah dikirim ke Polres Kupang untuk diproses lebih lanjut.
Sedangkan mengenai raibnya Sonya, Anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP)  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Christofel Taek punya informasi sendiri.
Pria berkumis yang juga tetangga Timotius itu menduga Sonya telah dibunuh oleh ayahnya.
“Setahu saya, ketika Sonya kabur dari rumah, bersamaan dengan itu Timotius  juga menghilang selama dua hari. Jadi, kecurigaan bahwa dia telah membunuh anaknya itu bisa benar. Hanya ini mesti dicek lagi,” ucapnya.
Kepada polisi, Timotius membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (by. chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.