Bandara Haliwen Atambua Bakal Didarati Lion Air


SERGAP NTT -> Komisi V DPR RI, Saleh Husin memastikan Bandara Haliwen, Atambua bakal didarati pesawat berbadan lebar seperti Lion Air pada tahun 2012.
DPR RI melalui APBN Perubahan 2011 telah menetapkan alokasi anggaran untuk perpanjang landasan pacu dari 1.200 meter menjadi 1.400 meter, untuk merealisasikan hal tersebut.
Kepastian itu disampaikan Saleh Husin, saat tatap muka dengan Bupati Belu, pimpinan SKPD, para camat dan desa di perbatasan RI-RDTL, di rumah jabatan bupati Belu, Jumat (5/8) lalu.
 

Hadir saat itu dalam tatap muka itu, anggota DPRD NTT, Feri Kase, Kepala Bandara Haliwen Atambua, Jacobis Mozes dan Kepala Pelabuahan Atapupu, Simon B Baon.
Saleh mengmukakan, keinginan semua anggota DPR dari dari wilayah pemilihan NTT khususnya di Komisi V DPR RI, agar wilayah perbatasan RI-RDTL khususnya Belu harus lebih maju dari distrik atau kabupaten negara Timor Leste.

Upaya yang dilakukan kedepan adalah memperjuangkan perbaikan landasan pacu Bandara Haliwen, perbaikan pelabuhan Atapupu agar pertumbuhan ekonomi di perbatasan tidak stagnan. Salah satu bukti, Komisi V DPR RI jelas politisi partai Hanura itu, dalam pembahasan APBN perubahan 2011, sudah didorong ke pemerintah pusat agar memperhatikan landasan pacu Bandara Haliwen. 

“Pada pembahasan APBN Perubahan 2011, kami sudah dorong pemerintah pusat melalui departemen terkait untuk memperpanjang landasan pacu dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter atau penambahan 400 meter.

Semua ini dilakukan dengan harapan agar pesawat seperti Lion Air bisa mendarat. Kita sudah menjalin komunikasi dengan Direksi Lion Air dan direksi siap asalkan landasan pacu diperpanjang. Kalau ini terealisasi maka pada tahun 2012 pesawat Lion Air sudah bisa masuk dan penumpang dari Belu, Timor Leste yang ke Bali atau Jakarta bisa terbang langsung tidak harus melalui Kupang dan Dili,” paparnya. 

Dia menambahkan, selain perpanjang landasan, pihaknya juga mendorong untuk pembangunan terminal penumpang yang representatif. Dengan begitu, para investor yang selama ini belum berinvestasi di Belu, muncul niatnya karena transportasi udara dengan pesawat berbadan lebar sudah dihadirkan.

Pada bagian yang sama, dia mengatakan pihaknya mendorong pemerintah pusat untuk menata pelabuhan Atapupu. Minimal kapal-kapal yang singgah di Atapupu untuk membongkar container, telah siap fasilitasnya. “Kalau kapal dari Surabaya langsung ke Dili maka biayanya akan tinggi. Makanya kita minta pemerintah pusat untuk memanfaatkan pelabuhan yang ada, dan barang-barang di ekspor melalui jalur darat dari Atambua ke Dili,” tambah Saleh.

Sementara Kepala Bandara Haliwen, Jacobis Mozes menambahkan, dalam design utama Bandara Haliwen, panjang landasan sesungguhnya bisa mencapai 1.650 meter. 
Namun untuk tahap awal dan sudah disetujui DPR RI baru sampai 1.400 meter, diharapkan bisa menjawabi harapan masyarakat di perbatasan RI-RDTL untuk menggunakan jasa pesawat berbadan lebar.
 

Sementara untuk armada, saat ini pesawat yang menyinggahi Bandara Haliwen adalah Susi Air dan NBA. Pada tempat berbeda, Saleh Husin dalam ceramahnya, ketika berbuka puasa bersama dan mengikuti sholat taraweh di Masjid Agung Al Mujahidin Atambua mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk membangun Kabupaten Belu, khususnya bidang perhubungan. Pada saat ini fokus pada pembangunan bandara dan pelabuhan yang representatif, agar roda ekonomi di Kabupaten Belu, bisa bergerak maju dari waktu ke waktu.

Dia berharap masyarakat kabupaten Belu, terus mendukung usaha pihaknya maupun pemerintah, untuk memajukan Kabupaten Belu dalam berbagai bidang. “Kami minta kerjasama dan dukungan semua pihak, untuk secara bersama dan bertahap mengupayakan pembangunan di Kabupaten Belu,” pungkasnya. Dalam acara buka puasa dan sholat taraweh diikuti oleh ratusan umat muslim di sekitaran kota Atambua.(lok)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.