Obat Rindu Buat Orang Timor


sergapntt.com [KUPANG] – Kinginan kelompok Persehatian Orang Timor (POT) akan seorang calon pemimpin Kota Kupang yang berasal dari etnis Timor terjawab sudah. Dia adalah Ir. Marthen L. Obeng. Pria kelahiran 3 Maret 1966 yang kini berpasangan dengan Nikolaus Ladi seolah menjadi obat rindu buat orang Timor. Benarkah?
Paket Marthen L. Obeng dan Nikolaus Ladi bisa dibilang pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota kejutan. Muncul belakangan, tapi langsung meraih simpatik dukungan yang aduhai. Buktinya? Saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kupang pada Rabu (15/2/12) lalu, pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017 yang melekat dengan sandi MARKO ini diantar oleh ribuan pendukung.
MARKO bisa dibilang sebagai pendatang baru di kancah Pemilukada Kota Kupang pasca kepemimpinan Drs. Daniel Adoe dan Drs. Daniel Hurek. Sebab, paket blasteran Timor-Flores ini baru menyatakan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota setelah mendapat kepastian dukungan partai politik pengusung pada Selasa (14/2/12) sore.
Padahal KPUD Kota Kupang telah membuka pendaftaran sejak 10 Februari 2012. Praktis keikutsertaan mereka tidak didahului sosialisasi diri yang teratur. Itu sebabnya banyak yang bertanya-tanya; siapa mereka? Darimana asalnya? Kenapa baru sekarang? Dan lain sebagainya.
Toh begitu, datang paling belakang, tak berarti peluang MARKO untuk menang di ajang suksesi kali ini menjadi kecil. Sebagian pengamat justru menilai paket MARKO berpeluang menang lebih besar ketimbang paket-paket lain. Alasannya? MARKO merupakan perpaduan sosok yang menjanjikan. Selain masih muda, kolaborasi birokrat-wiraswasta ini datang dari latar belakang asal yang menjanjikan. Sebagai putra Timor, Marthen Obeng tentu akan meraih dukungan penuh dari pemilih asal Timor. Begitu juga Nikolaus Ladi. Hampir pasti semua warga Flores bagian tengah yang terdiri dari Ende, Ngada dan Nagekeo akan mendukung penuh pria yang satu ini. Sebab dia merupakan satu-satunya warga Flores tengah yang menjadi calon wakil wali kota.
Tak baik memang jika pilihan diarahkan pada suku, ras dan agama. Tapi sutuju – tidak sejutu, warga pilih Kota Kupang masih terjebak dengan sikap pilih itu. Bahkan elit politik pun mengamininya.  
Pantauan SERGAP NTT, paket MARKO baru mulai dikenal warga Kota Kupang sebagai calon wali kota dan wakil wali kota pada Rabu, 15 Februari 2012. Itu karena pemberitaan media massa dan pemasangan baliho secara serentak hampir di seluruh sudut Kota Kupang.
“Ya, kami tidak ingin tergopoh-gopoh. Selama ini kami masih memastikan partai politik pengusung. Partai yang mengusung paket MARKO adalah PPRN, HANURA, BARNAS dan PIS,” ujar Wempi Rato, salah seorang tim pemenang paket MARKO asal Partai HANURA saat ditemui TIMORense di Sekretariat MARKO di jalan Kedondong, Oepura, Kota Kupang, Selasa (14/2/12) malam.
Dilaga pemilukada kali ini, kata Wempi, paket MARKO yakin akan mendulang sukses. Sebab, paket ini merupakan calon pemimpin yang paling ditunggu-tunggu rakyat Kupang dan diyakini sebagai calon pemimpin yang mampu membawa kedamaian, kenyamanan dan kesejahteraan rakyat. Sebab, motivasi paket MARKO ke gelanggang pemilukada adalah ingin menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat.
Sejumlah pelaku politik praktis yakin pasangan Marthen dan Niko akan menduduki tempat teratas dalam Pemilukada Kota Kupang 2012. Paket ini diklaim sebagai paket impian yang paling ditunggu rakyat. Dari segi reputasi, Marthen dan Niko adalah perpaduan yang memiliki keunggulan melebihi paket lain.  Sebagai birokrat handal, Marthen dijamin mampu membawa perubahan. Sebagai pengusaha dengan reputasi baik, Niko pun dikenal sebagai figur karismatik yang rendah hati dan mampu memimpin dengan bijak.
Selain perpaduan dua generasi dengan kemampuan substitusi yang sangat tidak diragukan, Marthen dan Niko menyimpan keunggulan politis dengan basis massa paling jelas dan realistis.  Figur Marthen dipandang lebih bisa diterima sebagai representasi etnis Timor. Begitupun dengan Niko. Mantan karyawan Bank NTT ini mulai diidolakan warga Flores, terutama Flores bagian Tengah.
Publik Kota Kupang tentu mahfum, etnis Timor adalah pemilih terbanyak. Kedua ditempati pemilih Flores. Mengacu pada peta pemilih itu, para analis memprediksi paket calon yang bakal keluar sebagai pemenang dalam pemilukada Kota Kupang adalah calon yang memenuhi variabel Timor+Flores.
Hasil survei sebuah lembaga independen menyebutkan, rata-rata kandidat calon wali kota dan wakil wali kota yang sudah mendaftar ke KPUD Kota Kupang cukup dikenal luas masyarakat. Namun tidak semua disukai untuk dipilih.  Mayoritas warga memiliki kriteria tersendiri yang dipastikan tidak banyak berubah kendati diintervensi dengan berbagai cara, termasuk kampanye politik yang diperkirakan menempuh segala macam cara.
Spesial tentang kriteria figur yang disenangi dan dipilih, mayoritas warga menyukai figur yang tidak gampang ingkar janji alias punya komitmen yang jelas, tidak bermental bos dan alergi dikritik, serta tidak pernah terlibat kasus hukum secara langsung maupun tidak langsung.
Jika mengacu pada survei itu maka semua figur atau paket yang akan bertarung punya peluang 50:50. Namun, kalkulasi ini tentu saja masih sangat normatif. Pula, sifatnya hanya di atas kertas. Di arena politik praktis, kenyataan bisa saja lain, tergantung kepiawaian politisi memanfaatkan setiap peluang yang muncul untuk meraih keuntungan berlipat ganda. Manuver yang potensial dimainkan misalnya, bagaimana memecah konsentrasi dukungan yang menumpuk pada satu paket calon dengan mendorong paket lain dengan latar dukungan yang sama.
Namun, sebagai birokrat dan pengusaha handal yang kenyang pengalaman, Marthen dan Niko diyakini pasti menyiapkan jurus antisipasi yang ampuh meredam manuver lawan politik yang mengincar basis massa yang sama.
Sebagai orang Kupang, tentu MARKO sangat tahu apa yang harus mereka buat untuk kampung halamannya. Mereka sangat paham betul tentang titik kuat dan titik lemah pembangunan di tanah yang penuh ditumbuhi karang ini. Mereka diasumsi sangat mafhum dari titik mana pembangunan dimulai dan di titik mana pembangun itu diakhiri. Itu pasalnya, MARKO menawarkan sejumlah perubahan demi terwujudnya Kupang yang mandiri dan mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia. Setidaknya, lima tahun kedepan, Kupang dapat dikendalikan menjadi daerah otonom yang kompetitif.
Yang paling penting dalam kepemimpinan, kata Niko, Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus mengutamakan kepentingan rakyat. Di kedalaman ucapannya itu mengandung pesan bahwa jika Tuhan berkehendak dan masyarakat memilihnya, maka  Niko akan bekerja dengan tulus.
Kata Niko, di era globalisasi ini, Kupang butuh pemimpin yang visioner, inovatif dan kreatif.
“Karena itu, kami siap pimpin Kota Kupang,” tegasnya.
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?