Jabatan Bukan Hadiah


sergapntt.com, TIMORense – Pelaksanaan mutasi di jajaran birokrasi pemerintah daerah baik itu provinsi maupun kota atau kabupaten, biasanya selalu dikaitkan dengan hajatan politik. Sudah lazim, ketika seseorang menduduki jabatan politik (Gubernur/walikota/ bupati) yang akan ramai dipercakapkan adalah mutasi. Padahal ada juga rotasi, promosi bahkan demosi. Begitupun ketika mau memasuki arena politik yang bernama pemilukada.
Proses mutasi, secara sederhana dapat dimengerti sebagai suatu proses yang biasa dalam sistem pemerintahan. Dimana mutasi merupakan upaya untuk melakukan penyegaran atau pembenahan tata birokrasi pada suatu pemerintahan.
Mutasi birokrasi juga sudah jelas mekanisme dan prosesnya, sesuai PP No. 100 tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural, yang sudah mengalami revisi beberapa pasal dengan terbitnya PP No. 13 tahun 2002.
Meski sudah jelas dan gamblang regulasi yang mendasari terkait dengan proses pelaksanaan mutasi birokrasi, namun sering kali mutasi birokrasi menjadi ramai diperbincangkan. Karena mutasi bukan lagi dilihat dari kompetensi atau kapasitas, melainkan lebih dominan dipengaruhi oleh factor kedekatan dengan penguasa.
Atau dalam budaya politik sering disebut dengan pola hubungan Patron-Client. “Pola hubungan dalam konteks ini bersifat individual, antara dua individu, yaitu si Patron dan si Client, terjadi interaksi yang bersifat resiprokal atau timbal balik dengan mempertukarkan sumber daya (exchange of resources) yang dimiliki oleh masing-masing pihak” kata Afan Gaffar.
Hal ini tidak lain disebabkan kepentingan politik dari penguasa, jadi proses mutasi lebih dominan dipengaruhi oleh kepentingan politik dan tentu saja akhirnya regulasi pun terabaikan oleh mereka.
Sekda Provinsi NTT, Frans Salem mengakui dalam waktu dekat akan dilakukan mutasi. Alasannya, karena ada beberapa pejabat yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga jabatannya harus diisi. Selain itu, mutasi merupakan agenda penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Kita sepakat dengan apa yang dikemukakan Frans Salem. Semoga dengan mutasi kali ini Pemerintah Provinsi NTT dapat meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyat. Bukannya menyusun kekuatan untuk mempertahankan posisi dan jabatan politik. Dan bagi para pejabat yang akan menduduki jabatan, janganlah melihat jabatan yang dipegang sebagai hadiah.
Tapi jabatan ini merupakan tanggungjawab untuk bekerja dan melayani sesama anak manusia. Selamat mempersiapkan mutasi menjelang Pemilukada Gubernur-Wagub NTT.
By. Yes Balle

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?