Presiden Tidak Tega Naikan Harga BBM


sergapntt.com, KUPANG – Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay mengaku sebenarnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono tidak tega menaikan harga BBM. Namun kebijakan tersebut harus diambil untuk menyelamatkan bangsa dari keterpurukan ekonomi.
“Sebenarnya Bapak Presiden tidak tega untuk menaikkan harga BBM,” ucap Esthon Foenay saat bersama Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menggelar Rapat Fasilitasi Koordinasi Pimpinan Daerah dalam Mewujudkan Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat di Provinsi NTT yang dihadiri Bupati/Wakil Bupati, Kajari, Kapolres dan Dandim se NTT di Hotel Sylvia Kupang, Senin (19/3/12).
Pernyataan Esthon dan rapat di Sylvia itu terkait rencana Pemerintah Pusat menaikkan harga BBM terhitung Minggu 1 April 2012 mendatang.
Menurut Esthon, saat dirinya mengikuti rapat bersama Presiden dan Wapres di Jakarta, pada Kamis (15/3), Presiden mengatakan kenaikan harga BBM sesungguhnya bukanlah sebuah kebijakan yang populer.
“Karena bakal menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Karena itu, perlu koordinasi secara vertikal dan horisontal seluruh stakeholder yang ada di masyarakat. Apalagi rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai dampak dari kenaikan harga BBM. Hindari barisan sakit hati dalam masyarakat,” pinta Esthon.
Mekanisme pemberian BLSM, jelas Esthon, akan disalurkan melalui Kantor Pos dan diberikan selama 9 bulan ke depan, tetapi proses pencairannya dibayarkan per tiga bulan.
“Saya berharap agar ada data yang akurat dan jelas berkaitan dengan kelompok sasaran yang akan menerima program BLSM,” ucapnya.
Kata Esthon, hasil deteksi Menko Polhukam RI, ada tiga (3) kelompok yang ada dalam masyarakat yang berkaitan dengan pro dan kontra rencana kenaikan harga BBM.
“Pertama, ada kelompok yang paham dan mengerti terhadap rencana pemerintah menaikan harga BBM. Kedua, ada kelompok yang mengerti tapi tidak mau bekerja. Dan ketiga, ada kelompok yang sangat mengerti tapi tidak mau mengerti dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Kelompok-kelompok ini juga harus bisa terdeteksi di daerah ini. Tetapi arahan Bapak Presiden aksi-aksi demonstrasi yang anarkhis segera ditindak tegas,” papar Esthon mengutip pesan Presiden.
Sedangkan Gubernur Lebu Raya menuturkan, kalau ada program BLSM sebagai akibat dari dampak kenaikan harga BBM maka apa yang harus disiapkan oleh pemerintah.
“Apa yang musti dilakukan manakala ada penolakan-penolakan dengan cara unjuk rasa. Ini yang harus dibicarakan dan prinsipnya kita tetap jaga keamanan dan ketenteraman dalam masyarakat,” tegas Gubernur dan meminta kepada para Bupati/Walikota untuk memantau harga-harga di pasar yang mulai merangkak naik.
By. Verry Guru

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?