Jangan Kucilkan ODHA


TIMORense – HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. tetapi belum tentu dia Aids. Ironisnya, masih banyak kita yang belum tahu dan paham tentang HIV maupun Aids. Sehingga, sikap kita kepada orang dengan HIV atau Orang Dengan HIV Aids (ODHA) cenderung tidak manusiawi. Bahkan sangat diskriminatif.
Stigma dan diskriminasi merupakan teror ampuh yang mampu membunuh siapapun. Dan selayaknya stigma maupun diskriminasi terhadap ODHA sebagai orang berpenyakit kotor sudah harus dihilangkan. Karena stigma justru akan membuat orang menutup diri terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS. Dengan menutup diri dari pengetahuan tentang HIV maka kita juga tidak tahu bagaimana mengantisipasinya. Sedangkan diskriminasi terhadap ODHA juga harus ditiadakan. Karena tidak boleh ada pembedaan perlakuan pada siapapun, tidak boleh ada diskriminasi pada segenap manusia, siapapun dia. Ketika mengetahui ODHA ada di dekat kita, baik itu teman maupun keluarga, sewajarnya kita bersikap seperti biasanya saja. Dengan bersikap seperti biasa sudah membantu mereka untuk mendapatkan lingkungan hidup yang nyaman. Karena memang sepatutnya tidak ada perubahan yang terjadi setelah mengetahui status ODHA seseorang. Tidak ada akibat negatif secara sosial dari ODHA terhadap lingkungan pergaulan kita, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk mengubah perilaku bergaul terhadap ODHA. ODHA hanyalah orang yang terdapat virus HIV di dalam tubuhnya, dan bila kita tidak berperilaku resiko tinggi maka tidak akan terinfeksi HIV.
Tidak ada yang perlu ditakuti dan dijauhi dari ODHA. Yang kita hindari adalah virusnya. Bukan pula belas kasihan bagi ODHA, karena mereka memang tidak butuh. ODHA tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya bahkan lebih baik dari orang sehat tanpa virus HIV. Kita mungkin tidak tahu bahwa vokalis band Queen, Fredy Mercury adalah seorang ODHA. Lagu-lagu karyanya mampu membius para pecinta musik rock. Dan hingga kini lagu “We Are The Champion” selalu diperdengarkan dalam sesi pemberian trofi juara dalam berbagai kompetisi. Begitupun kita tidak tahu bahwa mungkin saja seorang pelajar dengan prestasi akademik yang sangat baik adalah seorang ODHA. Atau mungkin seorang karyawan teladan di kantor tempat kita bekerja adalah seorang ODHA. Karena memang tidak ada yang menghambat ODHA untuk terus bekerja, berkarya, dan berprestasi seperti yang lainnya, bahkan lebih baik dari kita. Dan ODHA bukanlah orang yang butuh perlakuan khusus, hanya sikap terbuka dan penerimaan tulus dari kitalah yang menjadi obat mujarab bagi keberlanjutan hidup mereka. Karena semua orang siapapun dia mempunyai kesempatan hidup yang sama.
Perjuangan mencegah penyebaran HIV merupakan perjuangan kemanusiaan yang harus dilakukan semua kalangan, termasuk kita. Pencegahan penyebaran HIV adalah perjuangan menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sosial kita. Bergabung dengan komunitas peduli HIV AIDS dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS merupakan langkah kecil bagi kita dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa. Perjuangan ini adalah tanggung jawab kita semua. Mari bersama menanggulangi masalah kita bersama.
By. Wesly Jakob

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?