Guruku Sayang, Guruku Malang


sergapntt.com, TIMORense – Guru merupakan salah satu profesi yang sangat mulia. Kemuliaan seorang guru terletak di dalam sanubarinya. Mulianya guru bukan karena gaji atau tunjangan. Mulianya guru karena melalui dia, anak manusia dapat belajar membaca menulis, berhitung dan bisa “melihat” dunia. Namun dibalik kemuliaan profesinya, guru kadang dan sangat sering menjadi komoditas politik. Guru kadang disia-siakan dan tidak diperhatikan. Kacian the teacher….pahlawan tanpa tanda jasa, begitulah kata-kata penghiburan yang sering diberikan kepada para guru kita.
Di akhir pekan Bulan Febuari 2012, kita dihentak oleh aksi sejumlah guru (baca dosen) dan mahasiswa/i yang bakal mengemban tugas mulia sebagai seorang guru. Persoalannya sederhana. Aksi ini dipicu dengan hadirnya guru kontrak pusat yang jumlahnya bukan sedikit. Ratusan orang brow… Guru kontrak ini, menurut penjelasan Mendiknas RI, Muhammad Nuh, di media nasional tenaga guru ini merupakan program Kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T. Daerah 3T singkatan dari Terdepan, Terluar dan Tertinggal. Predikat dan stigma yang sebenarnya tidak enak didengar, apalagi dilekatkan kepada kita. Selain itu, program ini merupakan grand design dari Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Program ini meliputi, Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi dengan Kewenangan Tambahan (PPGT). Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T). Program Kuliah Kerja Nyata di Daerah 3T-dan PPGT (KKN-3T PPGT). Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaboratif (PPGT Kolaboratif) dan Program S-1 Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (S-1 KKT). Program-program tersebut merupakan jawaban untuk mengatasi berbagai permasalahan pendidikan di daerah 3T. Gile….Jakarta kalau buat program paling hebat….sayangnya program ini menuai bencana.
Bahkan menurut Dirjen Dikti Djoko Santoso, program SM-3T dimaksudkan untuk membantu mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri dan memiliki sikap peduli terhadap sesama. “Mereka kami bekali dengan kemampuan mengajar dan survival,” kata Djoko.
Djoko bilang sarjana yang mengikuti program itu tersaring melalui seleksi yang cukup ketat. Ada sekitar 7 ribu sarjana pendidikan yang mendaftar dan hanya 2.700 sarjana yang lolos. “Mereka bisa mengajar di SD, SMP, atau SMA, bergantung kebutuhan di daerah yang mereka tempati,” tambah Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemendikbud Supriadi Rustad. Padahal, ada juga yang minta pindah tugas karena tidak tahan banting di daerah 3T. Kalo pejabat yang bicara, biasalah….enak mua-mua….
Selama di daerah penempatan, para sarjana itu mendapatkan honor, biaya hidup setiap bulan dan asuransi. Setelah selesai menjadi pendidik selama satu tahun di daerah tersebut, mereka berhak atas beasiswa pendidikan profesi guru (PPG). Nantinya kemendikbud akan membuat surat edaran ke seluruh kepala daerah untuk memprioritaskan para peserta SM-3T dalam penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) guru.
Bukankah ini wujud pengalihan persoalan pusat ke daerah atas nama kewenangan? Sudahlah, yang pasti para pendidik di seluruh NTT akan berteriak walau teriakannya kadang tidak akan didengar Jakarta.
Anggota DPRD NTT, Army Koenay dalam salah satu percakapan mengemukakan, niat baik pemerintah pusat sejatinya harus diejawantahkan pemerintah provinsi sebagai perpanjang tangan pemerintah pusat. Kalau ada aksi penolakan terhadap program ini, disinyalir apa yang diinginkan Jakarta tidak bisa dilakukan “kaki tangan”nya di NTT. Dalam konteks ini, masih menurut Army Koenay, terlihat jelas dan gamblang manajemen pemerintahan dalam pengelolaan program yang tidak sinergis. “Ini bukti dan salah satu indikasi tidak adanya sinergisitas antara pempus dan pemprov,” tandas Army.
Lalu bagaimana? Mungkinkah “pemberontakan” tenaga pendidik dan calon guru di NTT dapat menggugah Jakarta? Ataukah kita hanya bisa menjadi penonton, meminjam istilahnya Anthon Timo salah seorang anggota DPRD NTT. Mmmmm…mungkin kita perlu tunggu dan lihat.

By. Yes Balle


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?