Hati dan Bathinku Buat Orang TTS


sergapntt.com, TIMORense – Sejak 1988 bekerja di Yayasan Alfa Omega (YAO) sebagai staf di bidang Pengembangan Masyarakat. Saat itu sementara saya sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian sarjana di Fakultasi Pertanian jurusan agronomi di Universitas Nusa Cendana Kupang.
Diawali dengan interview oleh Direktur Yayasan Alfa Omega (Pdt. I. N Frans) yang sering disapa Bapa Icha dan Wakil Direktur (Alm John Ndaparoka) dan akhirnya saya dan seorang teman yang juga satu alumni, Frans Fanggi di terima sebagai staf Yayasan Alfa Omega.
Pertama kali bekerja sebagai staf, langsung di tugaskan di salah satu desa di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS bersama teman Alm Erwin Panjaitan dan Ria untuk melaksanakan pelatihan pertanian bagi petani di desa tersebut. Saat itu saya terlibat sebagai perekam proses, kata demi kata, proses demi proses, termasuk metode dan media yang digunakan saya catat dengan detail karena itu sumber belajar yang penting dan dalam membuat pelaporan hasil pelatihan harus dilampirkan dengan rekaman proses yang utuh. Tradisi di YAO setiap staf baru yang bergabung, masa orientasi staf baru harus terlibat sebagai peserta sekaligus sebagai perekam proses.
Cerita Rambu Atanau Mella, dalam suatu percakapan penuh persahabatan dan persaudaraan. Istri Paul V.R. Mella, MSi kemudian menuturkan, pertengahan tahun 1989 saya diutus YAO mengikuti Pelatihan Tenaga Penggerak Kelompok Swadaya (pelatihan TPKS) di Yayasan Bina Swadaya Cimanggis Propinsi Jawa Barat selama tiga bulan. Dalam pelatihan tersebut materinya sangat lengkap, sudah termasuk Training of Trainer (TOT) serta praktek. Pelatihan tersebut benar-benar mempersiapkan seseorang sebagai pegiat LSM dan melalui pelatihan ini setiap peserta diberikan rekomendasi apakah memiliki kemampuan sebagai fasilitator atau tidak. Dan saya masuk dalam kategori yang memiliki kemampuan sebagai fasiltator dan diberi rekomendasi kepada lembaga yang menerangkan bahwa saya memiliki kemampuan sebagai fasilitator.
Setelah mengikuti sejumlah kegiatan pelatihan dan lokakarya baik dalam lembaga maupun di luar lembaga dalam rangka peningkatan kapasitas saya, maka sejak itu disibukkan dengan berbagai kegiatan pelatihan atau sejenis yang diberikan kepada masyarakat dampingan baik di desa-desa dan juga di tingkat lembaga termasuk yang menjadi program tetap YAO adalah memberikan pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat (pelatihan PSM) kepada calon-calon vicaris.
Selang beberapa bulan kemudian saya dipercayakan oleh lembaga untuk menjalankan program pertukaran staf, yaitu saya bekerja selama 3 bulan di KSPPM Siborong-borong Tapanuli Utara dan seorang teman dari KSPPM bekerja di YAO selma 3 bulan juga. Selama bekerja di KSPPM banyak pengalaman yang saya peroleh terutama pada aspek pengorganisasian masyarakat dan advokasi. Karena yang menjadi fokus KSPPM adalah pengorganisasian dan advokasi. Kesan yang menyedihkan dan menyenangkan banyak dialami. Yang menyedihkan jatuh dari sepeda motor karena medan di Tapanuli Utara hampir sama sulitnya dengan medan di NTT dan udara yang sangat dingin dengan suhu rata-rata 16 derajad Celcius. Yang menyenangkan adalah berkeliling pulau samosir dari ujung ke ujung serta interaksi dengan masyarakat di sana begitu akrab mulai dari muda sampai tua walaupun sulit berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.
Bagaimana di TTS? Waktu bergulir terus, pada akhir tahun 1990 direktur YAO meminta saya untuk membantu Yayasan Haumeni, karena salah satu misi YAO adalah memperkuat LSM lokal di beberapa kabupaten di NTT. Awal tahun 1991 sampai 1992 saya menjadi konsultan program dan menejemen di Yayasan Haumeni. Pada tahun 1992 oleh pendiri dan pengurus Yayasan Haumeni menunjuk saya sebagai Direktur Yayasan Haumeni sampai tahun 1997. Awalnya sebagian pengurus Yayasan Haumeni meragukan kemampuan saya untuk memimpin Yayasan ini. Ada banyak alasan mereka memiliki kekuatiran terhadap saya karena saya seorang perempuan yang masih relatif muda dengan pengalaman yang masih sangat minim, perempuan yang harus menjalankan peran reproduksi dan sebagainya. Prinsipnya bahwa pengurus tidak iklas memberikan kesempatan kepada saya untuk memimpin yayasan tersebut. Anggapan-anggapan tersebut sempat mampir di telinga saya. Awalnya saya sempat ciut tetapi akhirnya muncul semangat dalam diri saya dan tekad yang sangat kuat bahwa saya harus mampu membuktikan kepada mereka-mereka bahwa saya mampu tidak seperti penilaian mereka. Puji Tuhan akhirnya yayasan Haumeni pada masa itu atas dukungan dan kerjasama dengan salah seorang tenaga relawan dari VSO berkebangsaan belanda bernama “Dirk Zuurmond” dan dukungan direktur YAO (Pdt I. N, Frans) dan senior-senior lainnya dimana salah satunya ibu Dra Sofie de Haan yang memberi motivasi dan memberikan rekomendasi untuk di dukung oleh BFDW Jerman, kemudian ICCO dan YIS Solo. Dirk Zuurmond yang sering kami sapa Irko memiliki latar belakang pendidikan sebagai ahli gizi. Karena latar belakang keahlian tersebut dia sempat membuat menu makanan bergizi untuk anak-anak gizi buruk dari pangan lokal yakni jagung bose, kacang hijau, ikan kering dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Program-program yang dilaksanakan Yayasan Haumeni adalah kesehatan khusus penanganan gizi, HIV/AIDS, pengembangan obat tradisonal kerjasama dengan CD Bethesda, program pertanian dan perternakan. “Dari hasil tidur di desa-desa akhirnya Irko mendapat informasi dari masyarakat desa tentang Sunat Kampung yang diikuti dengan Sifon. Pada waktu itu kami sangat penasaran dengan informasi tersebut pada akhirnya kami memutuskan untuk membuat penelitian khusus tentang perilaku tersebut dan ternyata memang benar dan hal ini sangat berbahaya dan mengancam kehidupan masyarakat dalam berbagai penyakit menular seksual dan HIV/ADIS.
Dalam berbagai aktivitas kami menemukan berbagai persoalan sosial lainnya seperti sebagian besar perempuan tidak bisa mengakses pendidikan yang lebih tinggi, banyak persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, ada kekerasan seksual dimana-mana dan berusaha untuk ditutupi karena dianggap tabu, masalah kesehatan reproduksi tidak banyak tersentuh misalnya hampir setiap hari ada kematian ibu dan anak saat melahirkan, perempuan sangat sulit mengakses informasi, keluhan-keluhan sebagai efek samping perempuan mengikuti KB, persoalan pengrusakan sumber daya alam yang berdampak pada perempuan, beban ganda perempuan dan masih banyak lagi yang terjadi. Pada saat itu belum ada LSM yang secara khusus menjangkau / melakukan berbagai upaya untuk penguatan hak-hak perempuan dan anak, akhirnya berkat dukungan dari beberapa aktivis perempuan maka diputuskan membangun sebuah forum yang dinamai dengan Sanggar Suara Perempuan atau disingkat SSP. SSP mulai beraktivitas  pertengahan tahun 1993, dan kami beberapa orang mengelola  lembaga ini secara sukarela dan part time karena kami masih terikat dengan lembaga masing-masing. Karena kebutuhan, kami bersepakat mengrekrut  2 (dua) staf yakni Aleta Baun sebagai staf lapangan yang selalu membangun diskusi-diskusi dengan kaum perempuan dari kampung ke kampung untuk mengetahui lebih dalam berbagai persoalan yang dialami oleh mereka sekaligus memberikan penguatan kepada mereka. Juga Alm Inno Tallo sebagai staf administrasi dan sekali gus mengelola berbagai informasi menjadi sebuah selebaran atau newsletter sederhana untuk didistribusi kepada seluruh masyarakat khususnya kaum perempuan sebagai sumber informasi berbagai hal. News letter tersebut kami beri nama “Suara Perempuan” saat itu saya menjadi Koordinator Sanggar Suara Perempuan. 

Tentang Rambu Atanau Mella :
Alumni Fakultas Pertanian Jurusan Agronomi Undana Kupang
Direktur Sanggar Suara perempuan
Ketua TP PKK Kabupaten TTS
Ketua Dekranasda Kabupaten TTS
Suami : Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si
Anak Pertama : Leonard Evan Mella (Mhs. Kedokteran UKI JKT)
Anak Kedua : Fomeni Reninda Mella (Mhs. Stie-Ibis Jkt)
Anak Ketiga : Winnard Nube Mella (Siswa SD GMIT I Soe)
By. Libby SinlaeloE

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?