Prahara Politik di Tanah Timor


sergapntt.com, TIMORense – Tidak terakomodirnya Orang Timor di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyisahkan persoalan yang semakin rumit. Diperkirakan, persoalan ini akan berimbas dalam hajatan politik di tingkat provinsi yang berjudul Pemilihan Gubernur-Wagub NTT tahun 2013 nanti. Mmmmmm…….seru….
Berikut, petikan wawancara dengan Jonathan Nubatonis, Ketua Umum Persehatian Orang Timor (POT) di kediamannya, Kamis minggu lalu. Mantan anggota DPD RI menuturkan, sebetulnya kesadaran politik Orang Timor sudah tumbuh dan berkembang sejak dibangunnya POT 23 Nov 2004. POT merupakan salah satu media aktualisasi dari komitmen Orang Timor untuk bangkit di dunia politik. Kenapa politik? Karena politik adalah panglima, maka itu harus didahulukan. Dengan demikian, maka program yang dilaksanakan adalah mendeklarasikan Timor dengan menetapkan dan berusaha untuk memegang beberapa partai politik. “Sehingga saya pegang tiga parpol yaitu pakar pangan, merdeka dan buruh kemudian Pak Esthon itu memegang Gerindra. Itu sudah diprogramkan dan itu memang program kerja,” tandas Jonathan Nubatonis seraya menambahkan semua itu untuk membangun Orang Timor di dunia politik maka dimulai dari parpol. Nubatonis melanjutkan setelah ada parpol, persoalan kemudian adalah masalah mentalitas pimpinan parpol yang berasal dari Timor. Artinya? Walaupun jumlah penduduk dan pemilih Orang Timor cukup tinggi di Kota Kupang, ternyata tidak ada satupun yang mewakili Timor. “Pak Esthon itu sudah mengadakan komunikasi dengan saya baik di rumah jabatan maupun dia datang ke sini sudah beberapa kali. Cuman dalam pelaksanaannya itu komimtmen tidak dijalankan dan janjinya itu sudah banyak. Kalau mau dihitung janji Pak Esthon saya mau katakan seribu janji tapi janji tinggallah janji tanpa bukti,” tandas Nubatonis dan menambahkan dia tidak pegang komitmen. Karena komitmen-komitmen POT dan program-program lain, itu sudah kita percakapkan dengan seluruh tokoh baik tertutup maupun terbuka tapi dia (Esthon,red) tidak mengindahkan ini. Sehingga kita memandang bahwa dia bukan salah satu tokoh yang patut didengar. Dengan demikian maka sebagai gerakan politik, Orang Timor mengambil keputusan dalam rapat yaitu menarik dukungan dari FREN jilid satu.
Lalu apakah selain penarikan dukungan terhadap FREN jilid satu ada hal lain lagi yang dilakukan POT misalnya memecat Esthon dengan tidak hormat dari organisasi POT?
Menjawab pertanyaan ini, Nubatonis mengatakan, “itu sudah pasti, karena beliau kedudukannya di dalam SK POT No 1 tahun 2004 sebagai Ketua Dewan Penasihat. Nah kalau kita tarik tupoksi ketua dewan penasihat berarti dia punya posisi menasihati organisasi POT diminta maupun tidak diminta. Untuk mencapai tujuan POT seduai AD/ART. Tetapi ternyata di dalam pelaksanaannya, bukan melakukan nasihat tapi dia menipu organisasi,” tandas Nubatonis dan menambahkan karena dia sudah datang di organisasi dan meminta saya untuk bersabar dengan pakar pangan kebetulan saya pegang juga sebagai ketua untuk menggabungkan dengan Gerindra, karena dia akan memberikan kepada kader Orang Timor. Nah janji dan permintaan dia ini dia sendiri ingkari sehingga saya menganggap bahwa dia sebagai pelindung, penasihat tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik bahkan menipu Orang Timor. “Ini tindakan penipuan Pak bukan soal lupa atau kekuatan lebih besar. Kalau mekanisme partai kenapa you berjanji. Kalau mekanisme partai lu tidak bisa kuasai partai. Dan dari awal kita sudah tanyakan apakah Pak Esthon mampu untuk mengatasnamakan partai untuk benar-benar mengeluarkan orang Timor dari Gerindra,” tanya Nubatonis retoris dan menambahkan artinya dia harus mampu meyakinkan DPC, DPD maupun DPP kalau dia berjanji bilang mampu sehingga kita percaya. Tapi sayangnya dalam pelaksanaan dia tidak punya kemampuan. Sehingga disamping kita tarik dukungan organisasi. “Ya sudah pasti karena melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Orang Timor ya…. tidak pantas jadi penasihat khan,” timpal Nubatonis.
Soal dukungan Orang Timor dalam Pemilukada Kota Kupang? Nubatonis mengemukakan, sikap POT sudah ada keputusdan dari tahun 2010. Ada tiga opsi, opsi pertama Orang Timor adalah nomor satu. Kalau Orang Timor tidak nomor satu maka opsi kedua Orang Timor ada di nomor dua. Opsi ketiga adalah kalau opsi pertama dan kedua tidak bisa, kita akan melakukan rapat setelah penetapan KPU baik itu paket yang masuk melalui parpol maupun independen barulah kita akan berikan dukungan.
Langkah konsolidasi selanjutnya? Memang saat ini dengan masa transisi dan kekecawaan ini, banyak yang mengidolakan orang. Ada yang bilang Yonas Salean ada juga yang bilang Paul Liyanto. Tapi nanti kita rapat dan kita putuskan bersama dan saya memiliki keyakinan POT sangat solid dalam memberikan dukungan setelah adanya keputusan. “Andalan kami adalah kebersamaan dan sampai saat ini masih terjaga,” tandas Jonathan Nubatonis mengakhiri percakapan di teras rumahnya.
By. Yes Balle

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?