Mel Adoe Pastikan 2008 Malaka Jadi Kabupaten


sergapntt.com [WEOE] – Ketua DPRD NTT, Drs Melkianus Adoe, memberi garansi politik kepada masyarakat di wilayah Malaka, Belu Selatan, bahwa tahun 2008 nanti, wilayah itu segera menjadi kabupaten definitif, pemekaran dari Kabupaten Belu. “Wilayah Malaka di Kabupaten Belu akan segera terbentuk menjadi kabupaten sendiri. Paling lama tahun 2008,” kata Mell Adoe kepada Sergap NTT di Weoe, akir peklan lalu. Mell Adoe berada di Weoe dalam rangka kegiatan Pembinaan Iman (KPI) Oekimeni Gereja Jemaat Weoe.
Selaku sesepuh Malaka Wehali, Mel Adoe meminta warga jemaat melalui pembinaan iman/rohani dapat memberantas keterbelakangan dan kemiskinan. Karena itu, persatuan dan kesatuan iman Belumau, Rotemau dan Sabumau lebih meningkatkan kualitas iman melalui kerjasama antara umat beragama.
“Warga jemaat dan masyarakat menjadi tumpuan harapan dalam membina persatuan dan kesatuan dalam rangka memberantas keterbelakangan dan kemiskinan,” kata Ketua Oekumeni NTT  ini.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia KPI Oekumeni Weoe, Pendeta Elisabet Rohi,STh. Ia mengatakan, kedatangan Mel Adoe selaku sebagai Ketua DPRD NTT dan Ketua Oekumeni Wilayah NTT semata-mata untuk pembinaan iman rohani tanpa unsur politik. “Mel Adoe diundang sebagai sesepuh Wehali dan bersifat kekeluargaan untuk menghadiri acara kegiatan KPI Oekumeni. Tidak ada muatan politiknya,” tegas Pdt Elisabet Rohi
Sementara itu, Piet Bere, Asisten I Setkab Belu yang mewakili Bupati Belu Yoackim Lopez menyampaikan penghargaan kepada Mel Adoe yang memprakarsai kegiatan Oekumeni antar umat Katolik dan Protestan di wilayah itu. “Ini adalah saat yang tepat menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2007,” katanya.
Karena itu, menurut dia, yang bengkok harus diluruskan dan yang buruk diperbaiki, terutama persiapan batin warga jemaat Oekumeni dalam menerima sumber terang Roh Kudus dari Kristus sebagai juru selamat manusia.
Acara tersebut dimerihkan oleh penyanyi Rohani dari Kupang serta selingan lagu-lagu pujian dari warga jemaat Gereja Weoe. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Wewiku, Kana Radja dan jajarannya serta seluruh Kepala Desa dalam wilayah Kecamatan Wewiku. Acara tersebut berlangsung dua malam berturut-turut dari tanggal 15-16 Desember 2007. (by. eduardus klau)

RSU Atambua Telantarkan Pasien


sergapntt.com [ATAMBUA] – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua dinilai diskriminatif dan menelantarkan pasien.  Kematian Adrianus Nahak beberapa waktu lalu membuktikan hal itu. Sebab, ketika dokter jaga dan perawat rekomendasikan agar Nahak segera dioperasi untuk menghentikan pendarahan, ternyata petugas operasi (OK) tidak berada di tempat sampai akhirnya Nahak meninggal.
Kendatipun ini ulah petugas operasi, toh pihak manajemen RSU Atambua pun kena imbasnya, sebagaimana terungkap dalam aksi solidaritas DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu ke gedung DPRD Belum belum lama ini. 
Aksi yang dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu, Willy Lay menyorot sikap arogansi yang ditunjukkan pihak RSU Atambua.
Sekedar diketahui, Nahak sebelumnya ditikam oleh oknum yang tidak dikenal di belakang Kantor Cabang BRI Atambua, Kelurahan Beirafo. Korban kemudian dilarikan ke RSU Atambua karena mengalami pendarahan yang cukup banyak hingga akhirnya meninggal di RSU Atambua tanpa pertolongan emergenci. 
Di gedung DPRD Belu, Lay Cs diterima Wakil Ketua DPRD Beku, Taolin Ludovius, BA, Ketua Komisi A, Bernadus Bria, Ketua Badan Kehormatan, Cyprianus Temu dan sejumlah anggota DPRD di ruang Komisi A.
Kesempatan itu, Lay melalui DPRD mendesak Manajemen RSU Atambua supaya transparan kepada publik, termasuk melakukan pembenahan secar menyeluruh.
Dikatakan, kamatian Nahak hanya satu contoh dari sekian banyak arogansi para petugas medis di RSU Atambua dalam pengabdian tugas dan tanggungawab terhadap masyarakat, khususnya pasien yang  berobat ke RSU itu.
Partai Demokrat, sambung Lay, menilai masalah kinerja RSU Atambua sangat kompleks, diantaranya berkaitan dengan pengawasan, jumlah personil, jam kerja, evaluasi, disiplin, instentif dan lain-lain. Hal ini perlu digali guna dicermati bersama oleh semua pihak yang berkompeten. Karena itu, kalangan DPRD dan Pemkab Belu diminta segera membentuk Tim Pengumpul Informasi Kinerja RSU Atambua untuk secara berkesinambungan melaporkan pada Pemkab  Belu.
Informasi yang diperoleh wartawan di Atambua, belakangan ini ada pasien pengguna kartu ASKESKIN di RSU Atambua yang diusir paksa tenaga medis karena mendapat perawatan lebih dari 3 hari. Selain itu, pelayanan para medis di RSU ini pun tidak mengutamakan aspek kemanusiaan.
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya pekan lalu, meminta wartawan untuk memberikan data tentang ulah tenaga medis tersebut. Bupati berjanji akan menindak tegas tenaga medis yang bersangkutan. “RSU itu bukan untuk kejar target PAD, tapi memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” tegas Bupati Lopez.
Bupati Lopez juga berjanji akan membenahi secara bertahap manajemen RSU Atambua, karena fokus RSU Atambua adalah manajemen pelayanan kesehatan bagi masyarakat bukan pada manajemen target. (by. dhoru)

Sunat Tradisional Timor Dipercaya Menambah Daya Seksual


Hingga kini Suku Antoni Meto, di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjalankan ritual sunat tradisional, yang mengharuskan seorang pria dewasa melakukan hubungan seks usai disunat. Di Desa Neakbaun, sekitar 50 kilometer di sebelah barat Kota Kupang, sebuah ritual sunat tradisional telah dilakukan. Berdasarkan kepercayaan setempat, masa panen adalah saatnya para lelaki Atoni Meto yang berusia di atas 18 tahun harus disunat. Mereka dianggap sudah mampu melakukan hubungan seks yang nantinya menjadi syarat tuntasnya ritual sunat.
Kebanyakan pria disunat sebelum menikah, tapi tidak sedikit juga yang melakukannya setelah beristri dan punya anak. Ritual sunat tradisional Timor konon dipercaya tubuh akan menjadi bersih, bau badan hilang, awet muda, dan mendapat kepuasan seks.
Seorang tukang sunat atau yang biasa disebut ahelet, dipercaya sebagai orang yang memastikan tradisi ini berjalan sesuai adat Atoni Meto.
Kali ini ada 2 pemuda yang akan disunat. Bersama sang ahelet, mereka menuju sebuah kali, tempat penyunatan akan dilakukan. Sebelum pasien disunat, ahelet meminta sang pemuda menghitung batu. Ini adalah bagian dari ritual, bernama nain fatu.
“Sebelum potong adik harus pilih batu. Itu untuk membuktikan bahwa sebelumnya adik sudah pernah hubungan seks dengan berapa perempuan, yang punya suami “, ujar si Ahalet.
Ya, batu yang diambil si pasien menunjukkan jumlah perempuan yang pernah disetubuhinya. Bila si pemuda bohong, konon luka sunatnya akan sulit sembuh. Pada intinya, nain fatu ini merupakan pengakuan dosa, agar penyunatan berlangsung sukses. Batu yang diambil itu lalu dibuang agar si pasien melupakan perempuan-perempuan yang pernah disetubuhinya.
Usai nain fatu, pasien berendam di kali. Agar tubuh menjadi dingin dan tidak terjadi perdarahan berlebihan. Airnya pun harus mengalir, untuk membawa dosa-dosa. Setelah itu pasien siap disunat. Proses sunat tradisional dilakukan dengan menjepit kulit kelamin bagian atas menggunakan bambu. Dalam sekejap, sayatan pun dilakukan. Sang ahelet langsung membalut bagian yang luka dengan daun kom, agar tidak terjadi perdarahan.
Usai penyunatan, pasien harus minum dalam sekali tenggak, darah ayam yang dicampur dengan air kelapa. Konon dengan meminumnya, darah yang terkuras saat disunat bisa kembali seperti semula. Begitu minuman habis, tukang sunat langsung menepuk bagian belakang tubuh pasien agar kemampuan seksual mereka berdaya tahan tinggi.
Tapi ritual penyunatan belumlah usai. Si pemuda masih harus melakukan sifon atau berhubungan seks dalam kondisi luka sunat yang masih basah, dengan perempuan yang bukan istri atau calon istrinya.
Sifon oh Sifon
Desa Hueknutu merupakan kawasan terpencil. Berjarak lebih dari 100 kilometer dari Kota Kupang. Berpendududuk 3.500 kepala keluarga, umumnya bermata pencaharian bertani dan beternak. Adat Atoni Meto masih dipegang teguh warganya. Dengan latar belakang itulah tradisi sifon terus berlangsung. Namun di sisi lain, tradisi sifon sesungguhnya adalah bentuk perendahan harga diri kaum perempuan sekaligus potensial menyebarkan penyakit kelamin.
Sifon adalah hubungan seks pasca sunat yang wajib dilakukan seorang pasien sunat ketika luka sunatnya belum sembuh. Tujuannya untuk membuang panas, agar organ seksual si pria kembali berfungsi baik. Bila sifon sudah dilakukan, maka si pasien tidak boleh lagi berhubungan seks dengan perempuan tersebut seumur hidupnya.
Karena berdasarkan kepercayaan Atoni Meto, si perempuan telah menerima panas dari sang pasien. Panas dalam konsep ini berarti penyakit kelamin. Jadi, jika si pria yang dianggap telah membuang penyakitnya pada perempuan tersebut, berhubungan seks lagi dengan perempuan itu, maka penyakitnya akan kembali pada sang pria. Selain itu diyakini perempuan yang kena sifon, kulitnya bersisik dan berbau. Itulah sebabnya mengapa sifon tidak boleh dilakukan dengan istri sendiri. Dan tidak akan ada lelaki yang mau memperistri perempuan yang menjadi obyek sifon.
Karena itu biasanya para orang tua akan memperingatkan anak perempuannya agar tidak keluar rumah ketika musim panen. Sungguh sebuah ironi. Ia tradisi, namun sekaligus malapetaka.
Walau sifon dianggap melanggar norma agama dan moral, tapi warga setempat berkeyakinan sifon harus dilakukan untuk membuang kotoran. Bila sang pemuda tidak melakukan hubungan seks pasca sunat atau sifon, maka ia pun akan impoten.
Tukang sunat atau ahelet adalah orang yang amat berperan dalam ritual ini. Seperti Isak Fanelsi. Sejak usia 25 tahun lalu, ia menjadi seorang ahelet. Kini namanya cukup dikenal, bahkan hingga ke Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Tarifnya 25 ribu rupiah. Tapi terkadang ia dibayar dengan beberapa botol minuman beralkohol dan seekor ayam.
Sang aheletlah yang memastikan ritual sunat Atoni Meto ini berjalan tuntas, sampai pasien telah melakukan sifon. Bahkan seringkali ia pula yang mencari perempuan yang mau diajak berhubungan intim dengan si pasien. Sulitnya mencari perempuan yang bersedia diajak sifon akhirnya membuat lokalisasi prostitusi pun menjadi pilihan.
Mungkinkah?
Sebagai rangkaian dari sunat tradisional Atoni Meto sudah begitu mengakar pada masyarakatnya. Pelakunya bukan hanya mereka yang tinggal di pelosok atau yang berpendidikan rendah. Bahkan kaum intelektualnya pun melakukan sifon.
Adalah Primus Lake, seorang peneliti sosial dari Universitas Nusa Cendana, salah satu yang prihatin dengan sifon. Selain merendahkan martabat perempuan dan bertentangan dengan norma agama, potensi penularan HIV dan penyakit kelamin lainnya pun amat besar.
Keprihatinan itulah yang mendorongnya membentuk Yayasan Bina Mandiri. Dengan bantuan tokoh adat dan tokoh agama, Primus gencar melakukan penyuluhan cara sunat yang sehat tanpa perlu melakukan sifon. Para dokter dilibatkan. Salah satunya adalah dokter Bruce. Secara ilmu kedokteran, tindakan penyunatan memang bermanfaat untuk kesehatan, bila dilakukan sesuai kaidah medis. Hal itulah antara lain yang diajarkan kepada para ahelet. Alat-alat seperti bambu dan silet masih boleh dipakai, tapi harus disterilkan lebih dulu.
“…tukang sunat desa kita lakukan pelatihan. Dalam pelatihan kita anjurkan tukang sunat, bahwa sebelum sunat mempersiapkan alat dalam keadaan steril pisau dan gunting. Paling utama disinfeksi pada wilayah yang kita sunat. misalnya dibersihkan dengan alkohol dan betadine”, papar Primus.
Untuk menghilangkan budaya sifon, Yayasan Bina Mandiri yang dipimpin Primus bersama dengan LSM lainnya seperti Plan Kupang, melakukan intervensi sampai ke-33 desa di Timor Tengah Selatan, Timor Bagian Barat dan Timor Tengah Utara.
Sudah 5 tahun lebih mereka melakukan hal ini. Bentuk penyuluhan diawali dengan mengajarkan sunat sehat, kepada tukang sunat tradisional. Tahun 2002, bekerjasama dengan tokoh adat setempat, para penyuluh mengadakan sunat massal di daerah Suku Atoni Meto.

Pemahaman bahwa sifon sama sekali tidak berhubungan dengan kejantanan seorang pria, juga terus ditanamkan. Pelan-pelan, budaya sifon mulai terkikis. Jalan meniadakan memang masih panjang, tapi toh tidak sia-sia. Sebuah upaya yang patut diacungi jempol bagi Primus Lake dan rekan-rekannya. (by.*/cis)

Omset Penjualan Ramayana Mall Lampaui Target


sergapntt.com [KUPANG] – Ditengah persaingan bisnis, manajemen Ramayana Mall Kupang mampu melampaui target penjualan yang ditetapkan oleh manajemen Ramayana Pusat. Pos pemasukan tersebut didapat dari usaha dagang super market dan fashion.
Demikian dikatakan Manajer Ramayana Mall Kupang, Roby Kase saat ditemui Mingguan Berita Rakyat di kantornya di Flobamor Mall Kupang, belum lama ini.  
“Usia Ramayana di kota ini, kurang lebih sudah berjalan selama empat tahun. Dan, selama empat tahun ini, volume penjualan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan itu berkisar antara empat sampai lima persen per tahun. Kalau dhitung berdasarkan pemasukan pe tahun, maka sejak tahun 2004 sampai sekarang, kita selalu melewati target yang ditetapkan oleh manajemen pusat. Pos pemasukan Ramayana  itu berasal dari super market dan fashion,” ujar Roby Kase.
Untuk mencapai target yang ditetapkan manajemen Ramayana Pusat, Roby Kase mengaku, pihaknya punya beberapa strategi, antara lain, Costumer Servis atau selalu mengutamakan pelayanan demi menjaga kepuasan konsumen, seperti rasa nyaman ketika berada di areal Ramayana.
“Untuk itu, setiap karyawan yang baru, selalu mendapat training agar bagaimana mereka bersikap profesional jika berhadapan dengan konsumen. Kemudian kami selalu menjaga kwalitas setiap produk yang kami tawarkan kepada konsumen, penambahan item, dan memberikan discount pada waktu-waktu tertentu,” paparnya.
Menurut Roby Kase, manajemen Ramayana Mall membuka ruang bagi setiap konsumen yang ingin memberikan masukan atau saran agar dapat memperbaiki setiap kesalahan atau kekurangan yang ada di Ramayana Mall.
“Sudah banyak saran dan kritik yang kami terima, dan kami selalu memperbaiki setiap kekurangan yang dikritisi,” ucapnya.
Selain mengejar penjualan omset, kata Raby Kase, manajemen Ramayana sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Kami selalu memperhatikan kesejahtraan dari setiap karyawan kami. Upah yang kami gunakan selalu mengikuti standar Upah Minimum Regional (UMR) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Dan, dalam proses penerimaan upah tidak pernah terlambat sehari pun. Penjadwalan jam kerja pun ada kebijakan-kebijakan yang diambil untuk menyesuaikan dengan waktu karyawan. Kami melakukan hal ini untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan loyalitas kerja pada karyawan,” tegasnya. (by. sell)

Kiat Sukses Kelola Bisnis Jagung Bakar


sergapntt.com [KUPANG] – Bisnis jagung bakar kian menjalar di Kota Kupang. Dimana-mana terlihat masyarakat rame berjualan jagung bakar. Aktivitas ini bisa ditemui pada sore hari di sepanjang jalan Sam Ratulangi, El Tari dan jalan raya seputaran Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Tak ada yang spesial dari penampilan para pelaku bisnis jagung bakar. Namun jika pernah merasakan jagung bakar polesan mereka, hampir pasti warga lokal maupun warga luar NTT yang pernah merasakannya mengakui betapa nikmatnya jagung bakar Kupang.
Bisnis jagung bakar mulai giat digeluti masyarakat Kota Kupang sejak lima tahun lalu. Selain tidak butuh banyak modal, usaha ini terbilang simpel alias mudah dikerjakan. Bermodalkan satu karung jagung muda,  satu sokal arang bakar, tempat panggang, bumbu serta sambal, seseorang bisa mulai melakoni bisnis ini.
Hanya saja dari tahun ke tahun, usaha ini terkesan “berjalan ditempat”. Tak ada perubahan menu maupun rasa. Padahal jika ini dikelola secara baik dengan inovasi tiada henti, bisnis ini sangat menjanjikan bagi perubahan ekonomi keluarga. Bahkan jika dikelola secara profesional, bukan tidak mungkin jagung bakar Kota Kupang bakal ampuh menggugah niat dan keinginan warga luar NTT untuk datang ke Kota Kupang hanya sekedar untuk makan jagung bakar.
Saya bermimpi suatu saat jagung bakar Kupang sama seperti Jagung Bakar Payung di Batu Malang. Oleh karena itu, kedepan saya berharap di Kota Kupang akan bermunculan orang-orang sukses karena menggeluti usaha jagung bakar.
Bisnis itu tidak butuh banyak modal, yang paling diperlukan adalah semangat dan kerja keras. Berikut beberapa kiat agar menjadi pebisnis jagung bakar sukses:
1. Menambah variasi produk Jagung Bakar
Pedagang harus berjiwa inovatif. Jangan hanya monoton dengan cita rasa jagung bakar plus sambal kemangi. Disamping berjualan jagung bakar, pedagang bisa menyajikan makanan alternatif dari bahan dasar jagung, misalkan saja: Jagung Rebus, Jagung Bose, Jagung Ketemak Muda atau Jagung Muda Kuah.  Jangan takut tidak laku, karena dijamin resikonya kecil. Untuk awal coba dibuatkan Jagung Bose, Jagung Ketemak Muda atau Jagung Rebus sebanyak lima porsi. Jika habis terjual, coba tambahkan volumenya. Soal harga bisa disesuaikan, contoh Jagung Bose maupun Jagung Ketemak Muda Rp.2500 per porsi atau sebatang Jagung Rebus disamakan dengan harga sebatang Jagung Bakar. Jangan ragu-ragu membuat sesuatu yang berbeda, kita harus berani menyajikan yang terbaru demi meraih sukses. Karena tidak semua konsumen suka akan jagung bakar. Bisa saja sebagian dari mereka ingin merasakan sesuatu yang beda dari yang lain.
2. Menambah variasi rasa
Soal rasa, pedagang bisa variasikan. Coba buatkan sambal untuk jagung bakar dalam tiga macam, yakni pedas, asin dan manis. Bisa juga dikombinasikan asin-manis, asin-pedas, manis-pedas atau manis-asin. Jangan hanya sampai disitu. Buatkan juga sambal khas Kupang seperti Sambal Tomat, Sambal Kacang-Kacangan atau Sambal Luat.
Jika sanggup coba buatkan jagung bakar rasa keju dan sebagainya. Khusus untuk Jagung Bose, jika peminatnya banyak, coba diubah menjadi Jagung Bose Sayuran, Jagung Bose Susu + Keju atau Jagung Bose Kacang-Kacangan. Ingat, menjadi pebisnis yang sukses, kita harus kreatif dan terbuka untuk dikritik.
3. Menambah Variasi Minuman.
Kebanyakan para pedagang jagung bakar di Kota Kupang hanya menyediakan air minum kemasan. Sementara aktivitas bisnis jagung bakar biasanya terhadi sore hingga malam hari. Padahal ada diantara konsumen yang ingin menikmati minuman hangat selepas makan jagung bakar atau jagung dengan model dan cita rasa baru. Untuk itu para pedagang perlu menyediakan minuman hangat seperti: teh panas, jahe panas atau susu panas. Karena kebanyakan orang ingin makan jagung pada sore atau malam hari, namun karena takut masuk angin akhirnya tak jadi. Ini perlu ada solusinya. Solusinya ya…itu, sediakan minuman hangat yang ampuh menangkal masuk angin.
4. Buatkan Papan Reklame atau Daftar Menu
Papan reklame atau daftar menu jagung sangat diperlukan. Contoh disalah satu sudut stan jualan jagung bakar terpampang sebuah papan bertuliskan: Jagung Bakar Pedas, Jagung Bakar Asin, Jangung Bajar Asam, Jagung Bakar Manis-Asam-Asin, dan sebagainya. Tempatkan papan reklame agar mudah terlihat orang.  Selain itu buatkanlah lebih bayak tempat duduk yang layak. Sehingga konsumen merasa nyaman saat menikmati jagung bakar dan lain sebagainya.
5. Tingkatkan Pelayanan
Tidak perlu duit untuk yang satu ini. Modalnya hanya senyuman, ramah dan sedikit sapaan hangat. Buatlah konsumen berkesan. Sajikan menu jualan yang terbaik. Dengan begitu kita akan mempunyai pelanggan tetap. Selamat Mencoba! Semoga Sukses!(by. Djemi Lassa, ST, Kupang Marketing Club)