Potret Suram Pekerja Seks Jalanan di Eropa


sergapntt.com – Profesi pekerja seks memang salah satu profesi tertua di dunia, tidak disini, tidak disana. Mungkin sebagian kita berpikir kalau pekerja seks di negara maju seperti Eropa pasti tidak ada yang mengenaskan, alias semuanya berkelas. Tapi ternyata bukan demikian kenyataannya.
Kalau di tanah air mudah kita jumpai tempat praktek PSK di kolong jembatan, di tempat-tempat wisata, bahkan di pinggir pantai seperti halnya di Kota Kupang. Di Italia yang sudah majupun hal mirip begini ternyata ada. Prostitusi dimanapun ternyata mirip-mirip kondisinya.

Berikut merupakan potret nyata kehidupan para pekerja seks alias pelacur di negara Italia yang kebanyakan berasal dari negara-negara Afrika, salah satunya Nigeria. Mereka praktek di tepi-tepi jalan antar kota di semak semak dengan alas seadanya dan begitu jorok, tapi nyatanya hal begitupun tetap saja ada pelanggannya, singkatnya tak ada penawaran kalau tak ada permintaan.

by. cheker/ruanghati.com




Direktur PT. SAK Diadukan ke Polisi


Caesar Budi Setiawan

sergapntt.com [MBAY] – Pengerjaan proyek dua jalur di Mbay yang dilaksanakan PT. Surya Agung Kencana (SAK) mulai menuai masalah. Jumad (24/2/12) lalu, Direktur PT. SAK, Caesar Budi Setiawan diadukan ke polisi lantaran Budi beserta anak buahnya kedapatan menggusur lahan yang akan dijadikan badan jalan tanpa seijin pemilik tanah.

Usai mengadukan Budi ke polisi, kepada SERGAP NTT, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Sil Lewa mengatakan, perbuatan PT. SAK sudah sangat keterlaluan. Seharusnya, sebelum menggusur, PT SAK terlebih dahulu memberitahu dan meminta ijin pada pemilik lahan. Bukan asal sruduk-sradak.
Sebelum mengadu ke polisi, Sil Lewa sempat mendatangi lokasi dan melarang operator greder untuk menghentikan kegiatan penggusuran. 
Akibatnya, proyek pembuatan jalan dua jalur dengan lebar 22 meter dan panjang 16 Kilo Meter (KM) yang menggunakan Dana Desentralisasi Fiskal (DDF) sebesar Rp50 miliar itu untuk sementara terhenti. Jalan yang bakal dinamakan By Pass Mbay itu sendiri dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada tahun 2011 dengan kucuran anggaran sebesar Rp7 milyar untuk pekerjaan jalan sepanjang 2 KM dari Dadiwuwu (Kelurahan Penginanga) sampai civic centre (pusat perkantoran Pemkab Nagekeo). Sedangkan tahun 2012 ini merupakan pengerjaan tahap akhir terhitung mulai dari depan civic center hingga Alorongga.
“Ini sudah keterlaluan sekali,masa saya selaku pemilik lahan tidak di beritahu. Ini namanya tindakan kriminal. Seharusnya saya sebagai pemilik lahan harus di beritahu dulu, bukan main seradak seruduk. Siapa yang melarang pembangunan, tetapi kita harus duduk dulu. Dulu seingat saya, sebelum proyek ini di mulai, antara pemilik lahan dan Pemda Nagekeo sudah membuat pernyataan kesepakatan secara tertulis yang isinya bahwa sebelum eksen lapangan, kesepakatan harus di realisasikan. Yang terjadi justru sebaliknya. Saya heran kenapa Pemda, terkesan masa boboh dengan masalah ini? Seharusnya ketika ada masalah di lapangan, Pemda harus turun lapangan, bukan malah membiarkan masalah menjadi rumit seperti ini. Masalah ini tetap saya proses secara hukum, karena saya sudah di rugikan,” ujar Sil Lewa.
Menurut Sil Lewa, sebelum proyek dilaksanakan, Pemerintah dan PT SAK telah membuat kesepakatan tertulis dengan masyarakat soal ganti rugi lahan yang bakal dijadikan badan jalan. Namun hingga kini kesepakatan itu belum terealisasi.
Wakil Bupati Nagekeo Drs.Paulus Kadju ketika di konfirmasi pertelpon mengaku kaget dengan kejadian ini. “Ade,,, saya tidak tahu bahwa ada masalah di lapangan, saya baru tau ketika ade telpon ni,” ucap Paulus Kadju.
Kata Paulus, sesuai laporan yang di sampaikan stafnya, pekerjaan jalan dua jalur sudah tidak ada masalah. Sebab, selama ini Pemda sudah melakukan sosialisai kepada warga pemilik lahan, dan itu sudah  final.
“Masyarakat pada dasarnya tidak berkeberatan dengan pelebaran jalan, tetapi kalau sudah seperti ini saya juga jadi bingung. Jangan-jangan selama ini staf saya hanya membuat laporan ABS alias asal bapa senang? Tapi tidak apa-apa kita tetap melakukan koordinasi dengan warga pemilik lahan. Proyek ini juga berdampak positif, dan  yang menikmati juga masyarakat,”imbuhnya.
Salah seorang warga kolibali, Danga, Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo yang meminta namanya tidak di tulis mengatakan, jika kesepakatan ganti rugi lahan tidak segera direalisasikan, maka tak ada sejengkal tanah pun yang diberikan untuk pelebaran jalan.  
“Untuk urusan dengan Pemda Nagekeo kami sudah tidak percaya lagi, dari dulu selalu janji bahwa untuk proyek jalan dua jalur akan ada ganti rugi. Kalau hanya omong saja baik, tetapi ini ada kesepakatan tertulis, yang ditandatangani  oleh pemda dengan kami selaku pemilik lahan. Kalau pemda masa bodoh dengan kesepakatan ini, kami juga tidak akan kasi sejengkal pun tanah kami untuk di gusur,” tegasnya.
Pantauan SERGAP NTT, pengerjaan proyek jalan dua jalur itu, baik tahap pertama, maupun tahap kedua hingga kini belum menunjukan hasil yang signifikan. Baru beberapa ruas jalan saja yang sementara di kerjakan, sementara yang lainnya belum disentuh sama sekali.
Kepada SERGAP NTT, salah seorang staf PT SAK mengaku, penggusuran yang mereka lakukan itu atas perintah Dinas PU Nagekeo.
“Jujur pak, kami kaget juga saat melakukan penggusuran tiba-tiba kami di suruh stop oleh Om Sil. Kami juga tidak mau ambil resiko, karenanya kegiatan ini kami hentikan sampai persoalan dilapangan benar-benar clear,” ujar staf PT SAK itu.
Sementara itu, salah seorang Staf dinas PU Nagekeo kepada SERGAP NTT pertelpon mengaku, yang menyuruh melakukan penggusuran adalah Bupati Nagekeo. Itu karena sudah ada kesepakatan antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kita menghargai tuntutan masyarakat soal ganti rugi. Ini sebenarnya soal pemahaman yang sampai saat ini belum diclearkan, tetapi kami tetap berupaya agar proyek ini tetap berjalan,” tegasnya.
Kapolres Ngada, AKBP. Daniel R. Yudo mengaku belum mengetahui adanya laporan Sil Lewa.
“Mas saya belum mendapat laporan dari Kapolsek Aesesa tentang masalah ini. Tapi, kami akan tetap melakukan koordinasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap sang Kapolres.  
by. sherif goa

Kiat Menang Pemilukada Menggunakan Tuyul


sergapntt.com [KUPANG] – Pemilukada di Kota Kupang sedang berlangsung. Berbagai upaya menggapai kemenangan mulai ditempuh masing-masing  pasangan calon walikota dan wakil walikota. Diantaranya, menggunakan pasukan tuyul. Loh koq?
Tuyul (bahasa Flores: kurcaci) dalam mitologi nusantara, terutama di Pulau Flores, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tapi, Tuyul dapat dipekerjakan oleh manusia tertentu untuk alasan tertentu pula. Tidak terkecuali dimanfaatkan untuk memenangkan percaturan politik di arena pemilukada.
Informasi yang direkam SERGAP NTT menyebutkan, kini ada paket calon walikota dan wakil walikota tertentu yang sudah mempersiapkan pasukan Tuyul untuk ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun informasi ini belum bisa dibuktikan. Walau begitu, kiat ini telah menjadi gunjingan banyak orang.
Tak hanya Tuyul, bangsa jin lainnya juga diikutsertakan dalam pemilukada. Dengan bantuan kelompok yang tak tampak ini, optimisme akan memenangkan pemilukada seakan menjadi lengkap. Bayang-banyang tahta kekuasaan telah ada di depan mata. Hal tersebut memang irasional, tapi diyakini mampu memudahkan kerja tim sukses dan bisa menekan biaya sosialisasi dan kampanye.
Disebut-sebut, pawang Tuyul telah didatangkan dari ujung Timur Pulau Timor. Rencananya, pada H-1, pasukan tuyul akan dikerahkan untuk membantu para relawan dan tim sukses. Setidaknya setiap TPS akan dijaga sepuluh Tuyul. Bangsa Jin ini juga ditugaskan untuk mengawasi permainan politik uang dan kecurangan-kecurangan lainnya.
“Ini bukan setan, tapi Tuyul. Bangsa ini dipercaya bisa memenangkan Pemilukada satu putaran. Orang boleh bilang ini irasional dan tak masuk akal, tapi akan terbukti pada saat pencoblosan nanti,” ujar salah seorang simpatisan pasangan calon yang kurang dimintai rakyat Kota Kupang.
Kata dia, ribuan Tuyul adalah pengikut setia sang pawang dari ufuk Timur tanah Baramataus –sebutan lain untuk Pulau Timor–. Mereka adalah Tuyul yang ada di tanah Timor dan dikumpulkan oleh tokoh supranatural untuk datang ke Kota Kupang.
Bagi sebagian orang, Pemilukada adalah pesta demokrasi yang hasilnya belum tentu baik bagi rakyat. Namun itu tidak berlaku bagi para pawang yang punya ilmu gaib untuk memenangkan pertarungan Pemilukada. Mereka tak peduli bagaimana jago mereka memimpin nanti. Yang penting, ilmu mereka dipakai dan hasilnya bisa mereka nikmati.
Sebagai tumbalnya, kata sumber itu, sang calon telah menyiapkan kurban seperti ayam, babi dan kerbau berwarna merah lengkap dengan syarat-syarat lainnya.
“Tumbal sudah siap. Sekarang tinggal tunggu tanggal mainnya,” ujarnya.
Selain pawang Tuyul asal Timor, ada pasangan calon walikota dan wakil walikota lain yang nekad mendatangkan tokoh supranatural dari Bali dan Jawa. Para ilmuwan gaib ini ditugaskan untuk mempengaruhi pemilih, sekaligus menggiring pemilih pada hari pencoblosan agar tidak mengingat pasangan calon lain. ANDA percaya? Silahkan! Tidak pun boleh.
By. CHRIS PARERA

Ndapamerang Optimis SALAM Sebagai Pemenang


sergapntt.com [KUPANG] – Nama besar, popularitas dan kekuatan di atas kertas bukan hasil akhir untuk mengkalkulasi hasil Pemilukada. Ibaratnya, pepatah ‘bola itu bundar’, siapapun kandidatnya bisa menjungkirbalikkan hitungan di atas kertas. Toh begitu, Ny. Resdiana Ndapamerang yakin pasangan Yonas Salean dan Herman Man (SALAM) akan keluar sebagai pemenang dalam percaturan Pemilukada periode 2012-2017 yang bakal dilaksanakan pada Meni 2012 mendatang.
Pemilukada bisa disebut bukanlah sarana kompetisi tanpa aksi. Dalam rangkaian panjang menuju kemenangan, calon pasangan kepala daerah harus berjuang keras merebut simpati dan dukungan masyarakat. Itulah yang telah dilakukan paket SALAM. Setidaknya yang diakui ibu Dian —begitulah Ny. Resdiana Ndapamerang biasa disapa—, istri tercinta Yonas Salean.
Wanita penuh senyum yang kini menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT) itu mengatakan, sebagai istri dirinya mendukung penuh langkah politik Yonas Salean yang maju bersama Herman Man sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota pasca kepemimpinan pesaing utamanya Daniel Adoe dan Daniel Hurek (Duo Dan).
“Owwww sebagai istri saya pasti dukung. Dan itu 100 persen,” ujar ibu dua anak asal Sumba itu saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di sekretariat paket SALAM di seputaran Kota Baru Kupang, belum lama ini.
Menurut ibu Dian, sesungguhnya paket SALAM maju tanpa beban. Tidak ada biaya khusus yang disiapkan. Walau resiko berpolitik itu ada. Itu sebabnya, ia sangat bersyukur suaminya maju via jalur independen. Setidaknya, biaya politik ditanggung bersama-sama dengan rakyat.
“Saat mengumpulkan KTP, dalam sehari ada warga yang datang sendiri menyerahkan foto copy KTP-nya. Nah, coba bayangkan, foto copy KTP itukan butuh biaya. Tapi biaya itu ditanggung sendiri oleh pendukung. Itu yang saya bangga pada rakyat Kota Kupang,” ucapnya.
Selama masa pengumpulan KTP, kata wanita blasteran Sumba-Sabu kelahiran Ende 22 April 1961 itu, ia dan suami hanya mengandalkan kekuatan keluarga, kerabat, kenalan dan simpatisan.
“Kami tidak punya apa-apa. Tapi dukungan rakyat dan keluarga begitu besar. Ini yang membuat kami tidak kwatir. Lawan boleh sangsi, tapi,,, saya tetap yakin. Karena itu,, saya optimis, kali ini SALAM menang,” imbuhnya.
Menurut ibu Dian, sudah lumrah soal kalah menang dalam politik. Namun keyakinan dan do’a mesti terus dipanjatkan dalam suka dan duka. Karena tujuan politik sesungguhnya adalah bagaimana melayani rakyat dengan baik dan bijak.
“Semua tentu berharap memiliki pemimpin yang baik, tidak terkecuali saya,” tegasnya.
Ditanya soal selebaran yang mengatakan suaminya pernah terlibat selingkuh dengan wanita lain yang pernah ditebar oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu, dengan santai anak dari pasangan Edy Ndapamerang dan (Alm) Ema Pau itu mengatakan, semua isu dan gosip yang dialamatkan kepada suaminya hanyalah fitnah belaka. Bahkan yang menyebarkan isu dan gosip melalui selebaran itu sudah terdeteksi. Namun sebagai istri ia yakin betul suaminya tak punya tabiat seperti yang disangkakan.
“Orang yang sebarkan itu selebaran kami tahu siapa orangnya. Mereka itu kelompoknya,,,, (maaf nama orang yang dituju tidak kami tulis). Bahkan di pemilukada yang lalu pun mereka pernah sebarkan gosip yang sama. Tapi saya tegaskan disini, itu fitnah. Semoga Tuhan mengampuni mereka,” tohoknya.
Masa sih ibu tidak percaya? “Waduh,,,, adeee (SERAGAP NTT-red) , coba bapak selingkuh dengan Anglina Sondak barangkali, hahahaha,,,. Gosip murahan begitu untuk apa dipercaya. Saya saja tidak percaya, apalagi orang. Kenapa pas pemilukada baru dihembuskan? Kenapa tidak dari dulu? Kasihan sekali orang-orang yang sebarkan gosip ini. Hanya satu kalimat yang saya mau bilang, semoga Tuhan mengampuni apa yang mereka telah perbuat. Pesan saya, bertarunglah secara sehat, tak usah pakai fitnah-fitnah segala. Toh setiap kita manusia ini tidak ada yang bersih seperti Tuhan,” ucapnya, berharap.
By. CHRIS PARERA

Kiat Menang Pemilukada Menggunakan Tuyul


sergapntt.com [KUPANG] – Pemilukada di Kota Kupang sedang berlangsung. Berbagai upaya menggapai kemenangan mulai ditempuh masing-masing  pasangan calon walikota dan wakil walikota. Diantaranya, menggunakan pasukan tuyul. Loh koq?

 

Tuyul (bahasa Flores: kurcaci) dalam mitologi nusantara, terutama di Pulau Flores, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tapi, Tuyul dapat dipekerjakan oleh manusia tertentu untuk alasan tertentu pula. Tidak terkecuali dimanfaatkan untuk memenangkan percaturan politik di arena pemilukada.

 

Informasi yang direkam TIMORense menyebutkan, kini ada paket calon walikota dan wakil walikota tertentu yang sudah mempersiapkan pasukan Tuyul untuk ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun informasi ini belum bisa dibuktikan. Walau begitu, kiat ini telah menjadi gunjingan banyak orang.

 

Tak hanya Tuyul, bangsa jin lainnya juga diikutsertakan dalam pemilukada. Dengan bantuan kelompok yang tak tampak ini, optimisme akan memenangkan pemilukada seakan menjadi lengkap. Bayang-banyang tahta kekuasaan telah ada di depan mata. Hal tersebut memang irasional, tapi diyakini mampu memudahkan kerja tim sukses dan bisa menekan biaya sosialisasi dan kampanye.

 

Disebut-sebut, pawang Tuyul telah didatangkan dari ujung Timur Pulau Timor. Rencananya, pada H-1, pasukan tuyul akan dikerahkan untuk membantu para relawan dan tim sukses. Setidaknya setiap TPS akan dijaga sepuluh Tuyul. Bangsa Jin ini juga ditugaskan untuk mengawasi permainan politik uang dan kecurangan-kecurangan lainnya.

 

“Ini bukan setan, tapi Tuyul. Bangsa ini dipercaya bisa memenangkan Pemilukada satu putaran. Orang boleh bilang ini irasional dan tak masuk akal, tapi akan terbukti pada saat pencoblosan nanti,” ujar salah seorang simpatisan pasangan calon yang kurang dimintai rakyat Kota Kupang.

 

Kata dia, ribuan Tuyul adalah pengikut setia sang pawang dari ufuk Timur tanah Baramataus –sebutan lain untuk Pulau Timor–. Mereka adalah Tuyul yang ada di tanah Timor dan dikumpulkan oleh tokoh supranatural untuk datang ke Kota Kupang.

 

Bagi sebagian orang, Pemilukada adalah pesta demokrasi yang hasilnya belum tentu baik bagi rakyat. Namun itu tidak berlaku bagi para pawang yang punya ilmu gaib untuk memenangkan pertarungan Pemilukada. Mereka tak peduli bagaimana jago mereka memimpin nanti. Yang penting, ilmu mereka dipakai dan hasilnya bisa mereka nikmati.

 

Sebagai tumbalnya, kata sumber itu, sang calon telah menyiapkan kurban seperti ayam, babi dan kerbau berwarna merah lengkap dengan syarat-syarat lainnya.

 

“Tumbal sudah siap. Sekarang tinggal tunggu tanggal mainnya,” ujarnya.

 

Selain pawang Tuyul asal Timor, ada pasangan calon walikota dan wakil walikota lain yang nekad mendatangkan tokoh supranatural dari Bali dan Jawa. Para ilmuwan gaib ini ditugaskan untuk mempengaruhi pemilih, sekaligus menggiring pemilih pada hari pencoblosan agar tidak mengingat pasangan calon lain. ANDA percaya? Silahkan! Tidak pun boleh.

 

By. CHRIS PARERA