Doyan Selingkuh, Wartawati Pun Dilibas


Kisah Binal Oknum Pejabat Eselon II di Lingkup Pemprov NTT
sergapntt.com [KUPANG] – Alasan lupa ternyata banyak dipakai para pejabat, terutama para pejabat yang doyan korupsi dan keranjingan melahap ‘daun muda’. Hengky misalnya, —nama samaran—. Pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT ini menjadi lupa istri setiap bertemu perempuan montok dengan dada menyembul. Demam puber pertama seolah kembali merasuk jiwa. Rasa penasaran menjadi nafsu yang tak terukur. Segala cara ia pakai, yang penting sang target jatuh ke pelukannya. Bagi Hengky, semua perempuan sama saja. Tak peduli profesinya apa. Selama bisa berbagi rasa lewat cinta sesaat, itu merupakan rejeki yang patut dinikmati. Hahay,,,,,!
Beberapa bulan lalu, Hengky didatangi seorang wartawati, sebut saja Erna —samaran juga coy—. Bodynya aduhai. Dadanya menantang bagai gunung Inerie di Kabupaten Ngada sana. Tajam menukik mata. Siapa saja yang melihatnya, pasti akan terpesona dan ingin mendakinya. Apalagi bokongnya, sudah kayak mobil BMW baru. Seksi abissssss bro.
Awalnya Erna mewawancarai Hengky soal beberapa masalah yang terjadi di lingkungan kerja tempat Hengky memimpin. Namun setiap kali menjawab pertanyaan, mata Hengky selalu melahap bagian dada si wartawati sebuah surat kabar harian terbitan Kota Kupang itu. Erna sadar itu. Tapi ia biarkan saja. Maklum, sebelum menjadi wartawati, Erna punya kisah kelam selama masih di bangku SMA hingga kuliah. Selalu gonta-ganti pacar. Apalagi ia berasal dari keluarga broken home. Ayahnya dulu kedapatan selingkuh sama istri orang.  
Tahu akan itu, Hengky mulai mencoba menjajal pertahanan bathin Erna. Basa-basi puja-puji mulai ia letupkan. Erna yang lagi konsen wawancara pun terperangah. Ia tak menduga sang pejabat yang ada didepannya  punya daya ‘humor’ tinggi. Terbesit dalam hati kecilnya, hmmmm,,,, pasti puja-puji ini ada maunya,,,! Benar saja, selepas proses wawancara, si pejabat minta tukaran nomor handphone. Setelah itu Erna diberi amplop berisi uang. Entah berapa jumlahnya. Tapi,,, dengan halus Erna menolak pemberian narasumbernya itu. Ya,,, kendati punya kisah pahit dalam hidupnya, Erna masih sangat berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalis. Biar tetap independen gituloh,,!
Karena amplop dikembalikan, Hengky merasa kurang enak. Malamnya, via SMS Hengky meminta maaf atas sikapnya itu. Erna pun membalas, “Tidak apa-apa pak”. SMS pun terus berlanjut, hingga Hengky diberi ijin untuk menelpon. Yang dibahas malam itu masih seputar masalah pemberian amplop.
Keesokan harinya, Hengky kembali menelpon. Kali ini Hengky mengajak Erna untuk makan siang di sebuah restoran tersohor di Kota Kupang sebagai tanda permintaan maafnya yang tulus. Mungkin karena lagi lapar, Erna mau saja. Keduanya akhirnya bertemu dan makan bareng. Selagi makan itulah, Hengky kembali melantunkan pujian, ”Wah,,,, kamu cantik deh”. Sontak saja, Erna tersipu malu. Dari mulutnya terucap spontan, “Makasih kak”. Karena merasa berada diatas angin, Hengky pun mulai berani mengutarakan isi hatinya. “Ade,,, jujur beta ne suka sekali dengan ade. Abis,,,, kamu manis sih,,,,” ucap Hengky tanpa beban. Karena tak percaya, Erna balik bertanya, “Masa seh”.  
Selepas itu, keduanya kembali kontak-kontakan lewat HP. Tak kenal pagi, siang atau malam. Rayuan gombal terus diluncurkan Hengky. Pelan tapi pasti, impiannya mulai menuai hasil. Belakangan Erna jadi tak berdaya. Rasa suka dibarengi semangat meraup harta berlimpah mulai merasuk dirinya. Jika semula Erna memanggil Hengky dengan sebutan pak atau kakak, kini beralih dengan panggilan sayang atau yang. Hahahay,,, dasar,,,!
Suatu ketika, Erna mengirim SMS, “Mat malam sayang, lagi dimana neh”. Hm,,,,, bagai mobil baru, Hengky langsung tancap gas. Berdalih ingin menemui gubernur, Hengky meminta ijin pada istrinya untuk keluar rumah. Sesampai di luar, di seputaran jalan El Tari Kupang, dari atas mobil, Hengky balik menelpon Erna, “Haloooo ade,,, beta lagi di jalan. Ade dimana sekarang”. “Owww,,, beta masih di kantor kak, bisa jemput beta ko,,,, soalnya beta pung sepeda motor lagi macet,” sahut Erna. “Owwww,, bisa,,,, bisa,,, sekali. Ade tunggu di situ e,,,, sekarang kaka meluncur,” sergah Hengky penuh semangat. Dalam hati Hengky bergumam, mungkin kini sudah saatnya si wartawati itu dilibas. Hahay,,,!
Benar saja, selang beberapa menit kemudian Hengky tiba. Tanpa menunggu lama, Erna langsung nyosor ke dalam mobil, duduk di depan, persis disamping Hengky. “Sekarang kita kemana de,,” tanya Hengky. “Ah,,, terserah kaka sa,,,” jawab Erna sembari menebar senyum menggoda. Hahayyyyy, kalau dua insan berlainan jenis sudah sepakat kayak begitu, apa yang mau dibuat? Tebak sendirilah,,,! Wakakakkkkkkk!
Keesokan harinya Hengky dan Erna bertingkah seperti biasa. Seolah tak pernah terjadi apa-apa. Namun sebaik apa pun borok disimpan, sekali waktu baunya akan tercium juga.  Benar saja, kira-kira sebulan berlalu, hubungan mereka tercium juga oleh wartawan desk kriminal spesifikasi bidang esek-esek dan kehidupan dunia malam.
Demi perimbangan berita, seorang wartawan koran mingguan itu mengirim SMS kepada Hengky, “Mat pagi kaka, ada waktu kah? Beta mau ketemu kaka, mau konfirmasi soal hubungan kaka dengan wartawati itu”. Waduhhhhhhh,  bagai disambar geledek, Hengky terkejut minta ampun. Jantungnya seakan mau copot. Namun ia berusaha tetap tenang. SMS si pemburu berita itu pun tak dibalas.
Entah kenapa, Rabu (1/2/12) siang, sekitar pukul 13.00 WITENG, tiba-tiba Hengky menelpon SERGAP NTT, “Bung kita bisa ketemu kah? Ada yang penting”. “Owww bisa pak. Kira-kira penting apa ya,” balas SERGAP NTT balik bertanya. “Ah,,,, pokoknya pentinglah. Kita ketemu di kantor ya,,, sekarang saya masih di kantor gubernur. Sedikit lagi saya sudah ke kantor”. “Oke the,,,” sahut SERGAP NTT memberi kepastian.
Jarak antara kantornya Hengky dengan kantor Gubernur NTT kira-kira satu kilo meter. Hari itu, kata Hengky, ia dan pejabat eselon II lainnya ada rapat bersama gubernur. Entah apa yang dibahas. Namun setengah jam kemudian Hengky sudah berada di kantornya. SERGAP NTT pun diajak masuk ke ruangannya.
Tanpa ba-bi-bu, kepada SERGAP NTT, Hengky bercerita kalau ia baru saja ditelepon oleh wartawan yang hendak menkonfirmasinya  apakah benar ia tengah menjalin kasih dengan Erna atau tidak. Kemudian ia meminta bantuan SERGAP NTT untuk berkomunikasi dengan si wartawan tabloid itu agar kisah selingkuhnya tidak ditulis. Spontan saja dalam hati SERGAP NTT menjawab, “Owwwwwww kalau itu diluar kewenangan. Terserahlah! Mau tulis keq, tidak keq, ga ada urusan. Lu yang enak, gue yang susah.  Kalau takut, ya,, jangan buat. Terus kalau itu tidak terjadi, ngapain loe takut. Ngapain loe minta jangan ditulis, Bego amat seh”.
Kepada SERGAP NTT, Hengky pun  memelas agar kisahnya tidak ditulis. Tapi karena kisahnya menarik, ya,,,, akhirnya ANDA bisa menikmati tulisan ini! Semoga bermanfaat!
By. CHRIS PARERA

Mulanya Diperkosa, Akhirnya Jadi Ketagihan


Kisah Selingkuh Ibu Muda dan Kondektur Angkot

sergapntt.com [KUPANG] – Penyakit “subita” (suka bini tetangga) yang diidap oleh si Beny, warga Kecamatan Oebobo, Kota Kupang tak patut diteladani. Untuk pemuda seusia dia, mestinya aneh punya kelakuan seperti itu. Kenapa musti naksir bini orang, sedangkan stok gadis di Kupang sangat berlimpah. Mau yang muda, yang agak tua, semua tersedia.
Namun Beny menyadari, profesi hanya seorang kondektur seperti dirinya, mana ada perempuan manis yang sudi mencintai dia? Mendambakan gadis yang cantik, putih bersih, betis bunting padi, itu sama saja pungguk merindukan bulan. Maka,,, meski gadis di kampungnya mulus-mulus, selama ini Beny hanya mampu memplototinya dengan nafas naik turun. Betapapun ada yang ditaksirnya, tapi dia takut mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. 
Termasuk pada Ny. Berta, yang selama ini menjadi tetangganya. Beny sangat suka akan penampilan ibu muda itu, tapi juga hanya dipendam dalam hati. Apa lagi wanita itu adalah istri bang Her, lelaki tinggi besar bertemperamen sangar. Beny tak bisa membayangkan, begitu ketahuan mengganggu NY. Berta, ia bisa langsung ditenteng bang Her pakai tangan kiri lalu dilempar ke kali, ……byurrrrr! “Amit, amit,” kata batin Beny.
Akan tetapi, cinta memang hak semua anak bangsa. Sepanjang itu hanya wacana dan disimpan dalam dada, silakan saja menaksir bini tetangga, di KUHP dijamin tak ada pasalnya. Dan itu pula yang dilakukan Beny, mana kala melihat bini bang Her melintas depan rumahnya, matanya melotooot mengikutinya alunan langkah sang pujaan.
Akhirnya, stagnan (penumpukan) asmara Beny mencapai klimaks. Itu terjadi ketika suatu sore, pas dia melintas dekat rumah Ny. Berta, mendengar suara orang gebyar-gebyur mandi. Beny mencoba mengintipnya. Alamak,,,, yang mandi ternyata ibu Berta yang diidolakan selama ini. Wiiiiih…., lekukan tubuhnya bagai lesung Bajawa yang baru habis dipoles. Seksi abis coyyyyy, selaras wajahnya yang cantik.
Dengkul Beny bergetar kayak mau patah. Tali dan jaringan syaraf matanya pun nyambung ke otak, lalu otak mendelegasikan ke pendulum, maka segera kontaklah dia: blip, blip, blip! Beny yang makin tersiksa akan aksi pengintipannya, tambah berani memelototi tubuh polos tetangganya itu. Ketika Ny. Berta usai mandi dan ambil air bersih untuk masak, langsung dikuntit dari belakang. Bodo amat dengan bang Her, begitu tekadnya.
Ini yang keterlaluan, mendadak Beny ingin memperkosa Berta meski dengan cara kekerasan. Kalkulasi politiknya mengatakan, dalam kondisi normal, mana mungkin Berta sudi melayani aspirasi arus bawahnya. Satu-satunya teori ampuh adalah; istri bang Her harus dilumpuhkan terlebih dahulu! Maka, ketika Berta sedang menunduk menyimpan ember air bersih di dapur, langsung saja dikemplang kepalanya pakai kayu: pletakkk,,,,,,,,!
Seketika ibu muda berdarah blasteran antar pulau di NTT itu rubuh di lantai dapur. Saat pingsan itulah, Beny mulai beraksi. Dia yakin seyakinnya, dalam hitungan menit dia bakal berhasil menikmati tubuh mulus tetangga yang diidolakannya itu. “Takkan lari gunung dikejar,” begitu katanya sambil menutup wajah sendiri pakai kaos agar tak ketahuan. Benar saja, kira-kira lima menit kemudian aksi sang kondektur angkot itu mencapai klimaks.
Setelah itu, ia pun dengan terburu buru memakai kembali celananya dan langsung berlalu dari tempat itu. Hati kecilnya memberi isyarat, “jangan sampai ada yang memergoki perbuatanku. Jika sampai terjadi,,,,, maka tamatlah riwayatku”. Hahahay,,, dasarrrrrrrrrrr!
Dua jam kemudian, barulah Ny. Berta siuman. Ia kaget mendapati kondisinya tubuhnya sudah setengah bugil. Ia merasakan sakit di belakang lehernya, mungkin akibat pukulan kayu. Sudah begitu, ia merasakan pula perih di wilayah “terlarangnya”. Saat itu, ia sadar, achhhhh…saya baru saja diperkosa,,,. Tapi siapa yah yang memperkosa? Tanyanya dalam hati.

Setelah pikir-pikir, ia akhirnya memilih tidak mau menceritakan aib yang baru saja terjadi pada siapa pun, termasuk pada suaminya. Ia takut aib ini akan menyebar dan dia sendiri yang akan menanggung malunya.
Seminggu si Beny menunggu reaksi apa yang akan terjadi dari perbuatan bejadnya itu. Tapi tidak terjadi apa apa. Senang bukan main rasanya. Ketagihan pun kembali datang menjemput. Keinginannya untuk mereka ulang adegan mesumnya mulai tergambar dan tersusun lagi dibenaknya. Ia tahu kalau bang Her tiap subuh meninggalkan rumahnya untuk membawa dagangan sayuran ke pasar. Beny hafal betul aktivitas bang Her itu.

Itu sebabnya, suatu hari kala orang di kampung itu menuju gereja untuk sembahyang, dan bang Her telah pergi ke pasar, si Beny mulai mengendap-endap di belakang rumah bang Her. Sedikit dengan keahlian mencongkel grendel rumah, maka Beny sudah berada di dalam rumah Her.
Dengan berjingkrak-jingkrak, Beny menuju kamar Ny. Berta. Didapatinya Berta sedang tertidur pulas. Kain yang dipakai Berta setengah tersingkap. Betis dan pahanya menyembul. Melihat itu, naluri sapines Beny mulai kelenjingan. Spontan jemarinya mematikan lampu. Kamar tiba-tiba menjadi gelap gulita. Beny lalu naik ke ranjang secara perlahan.
Ny. Berta yang hanya menggunakan sarung tidak menyadari karena lelapnya. Seketika sarungnya ditarik lalu Beny menindih. Wah,,, Ny. Berta kaget bukan main. Ia ingin berteriak, tapi seketika mulutnya dibekap. Dia merasakan sesuatu yang dingin dilehernya. Rupanya si Beny menaruh parang di leher Berta. Tanpa berkata a..ii..uu….si Beny langsung meluncurkan torpedonya. Ny. Berta hanya pasrah. Ia mengerti, kalau ia berteriak maka parang akan menggorok lehernya.
Tapi,,, karena hentakan yang keras, Ny. Berta merasa perih. Ia akhirnya kembali mengingat peristiwa yang lalu, jangan-jangan dia ini juga yang memperkosa saya waktu di dapur itu. Kok perihnya sama! Gumamnya dalam hati.
Usai melepas hajat, si Beny langsung kabur menyelinap keluar rumah lewat pintu belakang. Lalu Ny. Berta? Ketika si Beny beranjak pergi, ia tidak berteriak. Ia hanya memakai kembali sarungnya, dan kembali tidur. Pusing…amat….!!!! Pikirnya dalam hati!
Benar saja, sejak saat itu Berta menjadi susah tidur. Ia selalu membayangkan hebatnya lelaki yang menidurinya secara paksa. Siapa sih dia? Berta jadi penasaran! Ia pun mulai tak sabaran menunggu datangnya si Beny untuk yang kesekian kalinya. Setiap kali suaminya ke pasar, pintu belakang selalu tak ia kunci. Maksudnya biar lelaki misterius itu kembali ‘menjenguknya’.
Seminggu, dua minggu, Beny tak kunjung datang. Tapi Berta tak putus asa, dia terus berharap. Benar saja, persis di minggu ke empat bulan yang sama, Beny pun nongol. Seperti biasa,,,, setelah masuk, Beny mematikan lampu. Tapi kali ini ia salah tafsir. Pikirnya Berta telah tidur nyeyak. Eh taunya mata Berta lagi dilanda kasmaran. Itu sebabnya, sebelum kembali tidur setelah suaminya ke pasar, Berta mengapit senter di tangannya.
Begitu Beny menaiki tempat tidur, tiba-tiba Berta menyalakan senter dan disorot persis di wajah Beny. Karena takut, Beny ingin kabur. Tapi, tiba-tiba tangan Berta memegang tangannya. “Oooooh, ternyata kamu. Hm,,,,,”, ujar Berta berseloroh. Beny pun terus meronta ingin kabur. Tapi tiba-tiba lagi dengan suara setengah memelas, Berta berkata, “Sonde apa-apa ade. Ketong lanjut su, beta ju suka”. Hahahay,,,, sejurus bathin Beny menjadi adem. Ia tak percaya. Tapi fakta menunjukan demikian. Praktis nafsunya tersalur dengan bebas.  
Usai melakoni adegan ranjang, Beny ingin kabur. Tapi Berta kembali menahannya. Sambil baring, Berta memuji kenekatan Beny, “Hm,,, kamu ni nekad abis ya,,,”. Beny hanya membalas dengan senyum sumringah.
Satu jam sudah Beny bersama Berta di dalam kamar. Keduanya menjadi akrab. Tukar-tukaran nomor handphone pun terjadi. Sebelum pamit, Beny dan Berta kembali merengkuh nikmat bersama. Kali ini benar-benar suka sama suka.
Sejak ketahuan siapa sebenarnya si Beny, Berta malah jatuh cinta. Bukan karena pekerjaan dan penghasilannya si Beny, tapi karena dasyatnya Beny di atas ranjang. Sejak saat itulah, setiap ada kesempatan, Berta selalu meminta jatah. Bahkan saking ketagihannya, hampir setiap hari Berta meminta Beny untuk menemaninya tidur, setidaknya di pagi hari ketika suaminya sudah ke pasar. Dan, itu berlangsung hingga sekarang.
“Dia talalu manis bro. Beta jadi susah mo lepas dia,” papar Beny dengan sombong saat ngobrol sambil miras bersama SERGAP NTT di bilangan Kota Baru, Kota Kupang belum lama ini.
By. CHRIS PARERA

Potensi SDA di NTT Belum Memberikan Nilai Tambah


sergapntt.com [KUPANG] – Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar dan beragam yang tersebar di setiap daerah, namun sampai saat ini potensi setiap sektor tersebut belum secara optimal dapat memberikan nilai tambah yang signifikan untuk mensejahterakan rakyat dan daerah NTT. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya investasi yang dilakukan di NTT. 
Demikian dikatakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Ir. Eddy H. Ismail, MM, pada acara  Pekan Pesona Flores dengan tema Maumere In Love, Sabtu (18/02/2012).
Gubernur Lebu Raya mengatakan, berkaitan dengan potensi daerah pada bidang pariwisata, kebijakan Pemerintah Provinsi NTT berkeinginan untuk menjadikan NTT sebagai destinasi wisata nasional, NTT sebagai gerbang wisatawan di selatan Indonesia, NTT akan meningkatkan kunjungan wisatawan menjadi 1 juta ditahun 2013 dan pelaksanaan Sail Komodo tahun 2013.
Gubernur menyampaikan bahwa potensi pariwisata di daratan Flores cukup besar dan tersebar disetiap daerah, seperti kawasan wisata alam dan kawasan wisata budaya akan tetapi potensi wisata yang ada tersebut belum secara signifikan memberikan sumbangan yang berarti dalam meningkatkan perekonomian NTT yang salah satunya disebabkan oleh infrastruktur pendukung yang belum memadai.
Di tempat yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, DR. Mari Elka Pangestu mengatakan, Pekan Pesona Flores merupakan suatu acara yang sangat luar biasa. “Untuk itu, acara ini perlu didukung oleh seluruh masyarakat Flores pada umumnya serta masyarakat Sikka pada khususnya agar dapat berjalan dengan lancar, baik dan memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang datang menyaksikan acara ini,” katanya.
Dikatakan Mari Pangestu, Flores mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa. “Tinggal bagaimana kita berusaha untuk terus mendorong potensi yang ada agar dapat berkembang,” ujarnya. Dan,  “Kita juga patut berbangga karena ini merupakan suatu wujud apresiasi yang tinggi dalam mendorong kaum muda untuk memajukan warisan budaya,” tambahnya.
Mari Pangestu berharap, agar Pekan Pesona Flores bisa dijadikan ajang apresiasi untuk mempromosi daya tarik wisata. “Semoga acara ini bisa jadi ajang transaksi jual beli untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” harapnya. Dia juga menambahkan, perlu melibatkan masyarakat setempat dalam mengembangkan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
Sementara itu dalam laporan panitia Maumere In Love disebutkan, ini merupakan sebuah event pertama yang diselenggarakan Keuskupan Maumere. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosi Flores sebagai salah satu wisata yang kaya akan kekayaan alam, sebagai ajang untuk mempromosi produk unggulan dan produk ekonomi kreatif serta untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan kaum muda.
By. VERRY GURU

Anggota Menjadi Kunci Sukses Koperasi


sergapntt.com [KUPANG] – Melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) tentunya akan diketahui sejauh mana keberhasilan dan kemajuan koperasi serta langkah dan upaya yang dapat dilakukan oleh pengurus dalam melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.
Keberhasilan dan maju mundurnya suatu kegiatan dalam berkoperasi sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh anggota dan pengurus.
“Kapasitas atau kemampuan diri dari para pengurus dan anggota menjadi kunci sukses suatu koperasi, maka diperlukan kejujuran, rasa tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaan tugas dan semangat pelayanan yang lahir dari hati yang tulus,” ucap Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutan pada acara RAT ke-5 Tahun Buku 2011 Koperasi Dewi Gangga, di Aula Pura Oebanantha Kupang, Sabtu (18/02/2012).  
Lebih lanjut Gubernur Lebu Raya mengatakan pelaksanaan RAT bagi Koperasi Dewi Gangga merupakan suatu keharusan yang mutlak dimana akan mengevaluasi kinerja badan pengurus menyangkut laporan keuangan, penyusunan program kerja, serta pengawasan terhadap kinerja badan pengurus.
“Koperasi Dewi Gangga termasuk koperasi yang sehat karena melakukan RAT lebih cepat, saya harap para pengurus dapat membantu anggotanya dalam menemukan pasar yang bagus dan visible,” pinta Gubernur Lebu Raya.        
Koperasi merupakan soko guru ekonomi rakyat namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak pengalaman yang dialami dalam perjalanan yang terkadang menemui kemajuan pesat namun ada juga menemui kemacetan dan kebangkrutan. Hal itu membuat kepercayaan masyarakat menjadi pudar sehingga masyarakat menjadi trauma untuk kembali berkoperasi.
“Saya merasa senang karena tekad saya untuk mengembalikan NTT sebagai provinsi koperasi sudah terwujud, saat ini sudah ada 400 koperasi baru di NTT, dari segi jumlah bertumbuh luar biasa, untuk itu mari kita sama-sama dukung dan dorong agar koperasi terus bertumbuh,” ujar Lebu Raya, seraya menambahkan, “Saya juga menjadi anggota koperasi karena dengan cara itu dapat meyakinkan masyarakat bahwa koperasi sangat berguna.”
Gubernur Lebu Raya berharap para pengelola atau pengurus koperasi akan mampu melahirkan gagasan yang kreatif untuk mencari terobosan-terobosan dalam upaya memajukan koperasi yang dikelolanya.
By. VERRY GURU

Selesaikan Masalah Perbatasan Dengan Semangat Kekeluargaan


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak semua pihak yang berada di wilayah perbatasan khususnya di Kabupaten TTS dan Belu, serta Ngada dan Manggarai Timur untuk mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan dalam menyelesaikan masalah perbatasan.
“Kita punya semangat yang sama untuk menyelesaikan masalah yang ada di wilayah perbatasan. Kalau tidak ada semangat kekeluargaan dan persaudaraan, kita akan sulit. Malaikat turun pun masalah tidak akan selesai,” ucap Gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Batasa Daerah di ruang kerja gubernur, Senin (20/2).
Menurut Gubernur, secara prinsipil harus dibedakan atau dipisahkan antara batas wilayah administrasi pemerintahan dan batas wilayah hak-hak ulayat yang dimiliki oleh masyarakat.
“Secara prinsip harus dipilahkan antara batas wilayah administrasi pemerintahan dan hak-hak ulayat yang dimiliki oleh masyarakat. Penegasan hak-hak ulayat masyarakat di wilayah perbatasan sangat diperlukan, sehingga masyarakat juga merasa ada kepastian. Karena saya pikir batas wilayah administrasi pemerintahan tidak boleh menegasikan batas-batas hak ulayah yang dimiliki masyarakat,” tegas Gubernur dan meminta agar sosialisasi hasil-hasil rapat koordinasi ini segera disampaikan kepada masyarakat.
Menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan, sebut Gubernur ibarat mengangkat sebatang pohon. “Ibarat sebatang pohon yang sudah tumbuh. Masalah ini kan sudah sejak tahun 1970-an. Jadi kalau kita paksa cabut pohon itu tulang punggung kita bisa putus. Semua ini sedang dalam proses, mari kita upayakan secara bersama-sama. Memang ada pandangan seolah-olah kita tidak pernah upayakan. Karena itu, kita butuh persepsi yang sama untuk menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan,” kata Gubernur.
Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin, BA mengaku, pihak Pemerintah Kabupaten Belu tetap menghargai Keputusan Gubernur NTT tahun 1971.
“Hanya saja ada beberapa pilar di titik tertentu yang dipasang secara sepihak sehingga kendalanya sampai hari ini. Hal-hal ini yang perlu diatur secara baik dan perlu disepakati bersama antara Pemkab Belu dan Pemkab TTS. Kalau kita sudah sepakat bersama maka kita perlu turun ke lapangan sama-sama sehingga masalah ini bisa diselesaikan,” pinta Wabup.
Sedangkan Wakil Bupati TTS, Drs. Benny Litelnony mengatakan, pihak Pemerintah
Kabupaten TTS tidak mempermasalahkan SK Gubernur tahun 1971. “SK Gubernur itu tentu sudah melalui kajian-kajian hukum dan sosial budaya yang matang pada masa itu. Kalau kita mau revisi SK tersebut maka kita harus buka diri dan menjelaskan kepada masyarakat sehingga mereka tahu. Sebab batas administrasi pemerintahan itu statis tetapi batas-batas hak ulayat masyarakat bisa lebih dari dua atau tiga kecamatan yang ada di wilayah kabupaten,” tandas Wabup dan meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT yang mengurus pilar-pilar di wilayah TTS dan Belu.
Terhadap pemikiran Wabup Belu dan Wabup TTS, Gubernur Lebu Raya mengatakan, kalau hak-hak ulayat masyarakat sudah diakui tentu tidak ada masalah lagi. “Musti ada tim bersama antara TTS dan Belu untuk mendorong kepastian hak-hak ulayat yang dimiliki masyarakat. Segera saja difasilitasi untuk sosialisasi di lapangan,” pinta Gubernur.
Sementara itu Bupati Ngada, Marianus Sae menuturkan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap masalah yang ada di wilayah perbatasan Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur. “Saya datang karena aspirasi masyarakat Ngada. Masalah ini sudah lama sekali. Karena itu saya sangat setuju agar SK Gubernur itu direvisi tidak hanya judulnya tetapi isinya juga direvisi,” papar Bupati Sae.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Manggarai Timur, menyampaikan terima kasih atas penegasan Gubernur atas batas wilayah administrasi pemerintahan dan batas-batas hak ulayat masyarakat. “Kami tidak pernah ganggu gugat. Kami hanya butuh penegasan, karena kami bukan bicara aspirasi tetapi kami bicara dokumen,” tandas dia, dan meminta agar gapura dan jalan yang ditutup oleh masyarakat Ngada segera dibuka sehingga pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur mengatakan, sebelum merevisi SK Gubernur, akan diturunkan tim teknis yang akan melibatkan Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur. “Tim teknis akan turun ke lapangan dulu sebelum SK Gubernur direvisi. Memang kita pegang dokumen tetapi justru dokumen itu yang bermasalah. Tapi sudahlah mari dengan semangat kebersamaan kita selesaikan masalah ini dengan mengutamakan kepentingan rakyat,” ujar Gubernur dan meminta agar jalan yang ditutup itu segera dibuka agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. “Jalan segera dibuka. Kalau gapura ya..nanti sajalah,” tegas Gubernur.
Hadir dalam acara rapat tersebut, Wakil Ketua DPRD NTT, Drs. Maxi Ebu Tho, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kol. Edison Napitupulu, Kepala Badan Pertanahan Provinsi NTT, Tjance Tuwera, SH dan sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT.
By. VERRY GURU