Riung Kota Wisata Bawah Laut


TIMORense – Riung 17 Pulau laksana “Surga Bawah Laut” yang belum terjamah. Kelompok pulau ini terdiri dari pulau-pulau kecil dan pulau karang yang terbentang di depan Teluk Riung. Alam bawah laut dari pulau-pulau ini kaya dengan keanekaragaman hayati. Itu sebabnya, wisatawan asing sering menjuluki Riung sebagai kota wisata bawah laut yang layak untuk dikunjungi.
Disamping itu, daerah perbukitan sekitar Riung (Pulau Flores) dihuni oleh biawak raksasa spesifik Riung. Penduduk lokal menamakannya “Mbou”. Bila biawak komodo disebut varanus komodoensis, maka biawak Riung disebut juga sebagai Varanus Riungensis.
Kawasan Wisata Alam Laut Riung terhampar memanjang dari Toro Padang di sebelah barat sampai dengan Pulau Pangsar di sebelah timur. Mawar Laut merupakan salah satu obyek wisata yang ada di taman laut itu.
Riung dapat dicapai dengan bis selama tiga jam dari Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada atau satu jam dengan bus dari Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo. Perjalanan dengan pesawat dari Jawa dapat dilakukan melalui Jakarta/Surabaya-Denpasar-Maumere atau Jakarta/Surabaya-Denpasar-Ende dan dilanjutkan dengan bis ke Bajawa dan Riung. Mobil sewaan juga tersedia di Maumere dan Ende.
Kini Riung telah menjadi tujuan utama wisatawan. Kota Riung sendiri terlihat asrih. Jalan-jalan lingkungan yang ada dalam kota Riung semuanya hotmix. Setiap hari pemerintah dan masyarakat terus menggalakan gerakan kebersihan lingkungan, hewan piaraan ditertibkan, pasokan air bersih disiagakan 1×24 jam.
Swasta pun tak mau ketinggalan berinvestasi. Sejumlah hotel, restorant dan cafe dibangun.  Ini semata-mata agar bisa menjerat para pelancong dari dalam maupun luar negeri yang berbuah tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Selain memiliki taman laut seluas 11 ribu hektar dengan kedalaman 4 meter, Riung juga memiliki budaya dan tarian adat yang mampu menggugah para wisatawan.
Menurut Camat Riung, Alfian S.Sos, sekarang Riung telah siap menjadi daerah tujuan wisata yang menjanjiikan kenikmatan berwisata. Selain taman laut yang penuh dengan biota laut, pengunjung juga bisa menikmati dan menyinggahi pulau-pulau yang terdapat di dalam kawasan taman laut seperti pulau kelelawar, pasir putih dan lain sebagainya. Jika ingin menginap, maka di Riung tersedia penginapan dan rumah makan yang memadai.
Ada delapan buah tempat penginapan di Riung, yakni Hotel Nur Ikhlas, Hotel Tamrin, Hotel Riung Pesona, Hotel Madona, Hotel Nirwana, Hotel Bintang Wisata, Hotel Florida, Hotel Liberty dan satu buah Liquieen Cafe/ Resto serta tiga rumah makan, yakni, rumah makan “Murah Meriah”, rumah makan “Ujung Pandang”, dan rumah makan “Slamet Riyadi”.  
Jika ingin mengelilingi taman laut, di Riung telah tersedia motor laut sewaan. Khusus mengelilingi taman laut terhitung sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 16.00 sore, penyewa perahu biasa memberi harga Rp. 300 ribu. Di dalam kapal tersedia juga Mini Bar. Selain disewa, perahu-perahu sewaan bisa juga dikemudiakan sendiri oleh penyewa. So, tunggu apa lagi.
by. chris parera

Kristo, Pilihan Utama Orang Flores


TIMORense – Drs. Kristo Blasin memang tak sepopuler Irjen. Pol. Goris Mere. Namun pria asal Maumere, Kabupaten Sikka ini disebut-sebut menjadi pilihan utama orang Flores dalam memilih Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017. Benarkah? 
Kristo, begitulah Kristo Blasin biasa disapa. Kiblatnya di dunia politik selalu penuh dengan teka-teki. Awalnya disebut-sebut bakal menjadi Calon Bupati Sikka pasca Drs. Sosimus Mitang. Eh, tau-taunya banting stir menjadi Calon Wakil Wali Kota Kupang. Kontan saja warga Sikka, khususnya yang berada di Kupang terperangah. Ada apa ini? Entalah! Yang tahu hanya Kristo sendiri.
Jauh sebelum Pemilukada Kota Kupang ditabuh, Anggota DPRD NTT besutan PDIP ini digadang-gadang akan berpasangan dengan Drs. Daniel Adoe, Wali Kota Kupang sekarang. Bahkan telah menembus hasil survei Komcam Golkar Kota Kupang. Tapi dasar bukan jodoh. Kristo akhirnya disandingkan dengan Drs. Jefri Riwu Kore sebagai partner menuju ring Pemilukada Kota Kupang yang bakal digelar 1 Mei 2012.
Bagi sebagian orang Flores yang ada di Kupang, Kristo merupakan figur utama yang layak untuk didukung dan dipilih sebagai wakil walikota. Itu sebabnya, Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT, Drs. Frans Lebu Raya terekam giat melakukan sosialisasi dan kampanye untuk memenangkan Kristo. Hampir di semua wilayah yang mayoritas dihuni oleh orang Flores, Frans dan Kristo datangi. Tujuan hanya satu, yakni meminta dukungan dan meraih empati warga Flores, tak terkecuali orang Flores yang sedang menduduki jabatan eselon IV, III dan II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.
Kristo sendiri optimis bakal menang dalam Pemilukada kali ini. Selain didukung komunitas Flores, ia juga mendapat simpati dari para pengikut dan pengurus PDIP, GERINDRA dan Demokrat. Dukungan ini menjadi alasan mengapa Kristo yakin menang. Belum lagi dukungan yang datang dari para pejabat teras di lingkup Pemrov NTT.
Diatas kertas pasangan Jefri-Kristo (Jeriko) bisa dibilang sudah menang. Namun Kristo sadar, ini politik bung! Segala sesuatu bisa terjadi. Yang dianggap menang, bisa saja kalah. Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu Kristo sangat berharap dukungan riil warga Kota Kupang, terutama orang Flores. Semoga!
by. chris parera

SEJAHTERA Yang Ideal


TIMORense – KPU Kota Kupang telah menetapkan pasangan Melsiana Pellokila dan Corinus Tuan sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017 dengan nomor urut 2. Paket dengan sandi SEJAHTERA ini disebut-sebut sebagai pasangan ideal yang mulai diperhitungkan lawan politik.

Sebagai kader perempuan, kehadiran Melsiana di pentas Pemilukada memberi harapan adanya perubahan dalam tatanan kehidupan. Setidaknya kedepan kaum perempuan tidak lagi dianggap sebagai manusia kelas dua dalam dunia politik.
“Saya ini pelayan. Selama ini saya selalu menjadi pelayan. Maka kedepan pun, saya akan tetap melayani sesama, terutama bagi mereka yang kurang mendapat perhatian,” ujar Melisiana saat bincang-bincang dengan TIMORense di Kupang, Sabtu (17/3/12).
Dikedalaman ucapan Melsiana itu, setidaknya mengandung pesan bahwa jika rakyat Kota Kupang memilih paket SEJAHTERA sebagai Walikota dan Wakil Walikota, maka kedepan warga Kota Kupang akan diberi pelayanan dan perhatian yang sama. Tak ada sekat, tak ada pilih kasih seperti yang terjadi kemarin-kemarin.
“Karena kita ini sama di mata Tuhan,” ucapnya.   
Pengalaman dan kepemimpinan Melsiana dan Corinus bisa dibilang sebagai kolaborasi figur yang ideal. Melsiana lama bergelut dengan dunia pendidikan, agama dan sosial, sedangkan Corinus sudah matang dalam dunia birokrasi. Terakhir  tuan Corinus menjabat sebagai Camat Maulafa, Kota Kupang.
Melsiana mengaku, sejak kecil dirinya selalu bergelut dengan dunia pelayanan, terutama pelayanan doa bagi sesama. Selain itu, ia sangat intens memberi perhatian bagi orang-orang miskin, baik yang ada di Kota Kupang maupun di luar negeri, semisal Afrika melalui sebuah yayasan yang ia pimpin.
Suatu ketika Melsiana melewati kawasan patung Ina Bo’i Kupang. Didekat patung sang pahlawan itu ada seorang perempuan sedang mengumpulkan kayu-kayu kering. Namun belakangan diketahui ia mengalami gangguan jiwa. Perempuan itu lalu diajak oleh Melsiana ke tempat rehabilitasi orang gila. Disana ia dimandikan, diberi makan lalu diberi tempat tinggal yang layak.  Pelan tapi pasti, perempuan gila itu mulai membaik. Ini contoh betapa besarnya perhatian Melsiana terhadap orang-orang pinggiran. Yang gila saja diurus, apalagi yang sehat. Tentu dengan porsi kebutuhan hidup yang layak dan diidamkan.   
Baginya, memberi itu terangkan hati. Dengan selalu memberi, Tuhan akan menyiapkan tempat yang layak. Dan, ketika rakyat memilih, maka sudah menjadi kewajiban SEJAHTERA melayani rakyat.
“Saya tidak janji, tapi saya akan memberi bukti,” imbuhnya.
Diatas ring pemilukada, tuan Cornelis merupakan satu-satunya orang Timor yang ditetapkan sebagai calon wakil walikota. Itu sebabnya, bisa dipastikan pula, sebagian besar pemilih Timor akan memilih tuan Coriunus. Maklum,,, sebagai pemilih terbesar di Kota Kupang, mayoritas pemilih Timor masih sangat terpengaruh dengan sentimen suku dan ras.  Artinya, kalau ada orang Timor yang menjadi calon pemimpin, jangan harap mereka pilih figur lain yang datang dari luar tanah Timor. Tapi pembuktiannya akan teruji pada 1 Mei 2012 nanti.
Keberadaan Corinus di pentas politik kali ini didukung penuh oleh para pendukung dan simpatisan paket Marthen Obeng – Nikolaus Lagi (MARKO) dan organisasi Persatuan Orang Timor (POT) yang diarsiteki mantan Anggoda DPD RI, Jonathan Nubatonis dan Ketua DPC Gerindra Kota Kupang, Hengky Benu.
Pengalihan dukungan para simpatisan dan tim sukses paket MARKO itu terjadi setelah MARKO digugurkan oleh KPU Kota Kupang sebagai calon walikota dan wakil walikota. Alasannya simpel. Karena kualitas paket SEJAHTERA sangat menjanjikan membawa perubahan bagi Kota Kupang. Apalagi di dalam paket SEJAHTERA ini terdapat putra Timor yang layak untuk didorong menuju ‘gedung putih’ Kota Kupang.  
“Hajatan ini merupakan titik star bangkitnya Orang Timor dari keterprukan di Kota Kupang selama ini,” ucap Jonathan Nubatonis dalam sebuah percakapan dengan TIMORense.
Ya, jika dilihat pakai mata hati, tentu publik Kota Kupang akan mengamini bagaimana kehidupan orang Timor dan bagimana mereka diperlakukan selama ini. Mereka seolah menjadi tamu di rumah sendiri. Tak ada keadilan berarti bagi mereka. Di dunia birokrasi, orang Timor hanya menempati posisi-posisi yang tak penting. Itu pun hanya satu dua orang saja. Kebanyakan dimonopoli oleh komunitas Flores, Sumba, Rote dan Sabu. Padahal ini negeri mereka. Ini tanah tumpah dara mereka. Betul bahwa siapa pun bisa mengklaim bahwa “kami juga orang Timor” dengan prinsip dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Tapi keaslian sangat diragukan.
Selama ini orang Timor sangat dekat dengan julukan-julukan yang tak patut. Misal, orang Timor ko’uk, Timor bodoh dan lain sebagainya. Karena itu, moment ini bakal dijadikan sebagai ajang pembuktian bahwa sesungguhnya anggapan itu salah. Orang Timor bukan ko’uk atau bodoh, tapi mereka tak punya kesempatan untuk berekspresi. Jika ada, maka itu hanya ruang kecil yang diskenariokan lawan politik.  
Menurut Jonathan Nubatonis, sikap POT sudah jelas. Kalau ada calon walikota yang beretnis Timor, maka POT akan memberikan dukungan. Tapi jika calon walikota tak ada, maka POT akan memberikan dukungan terhadap calon wakil walikota.
Di Pemilukada kali ini ada dua putra Timor yang menjadi calon wakil walikota, yakni Tuan Corinus dan Yos Mamulak yang berpasangan dengan Paul Lyanto (AYO). Namun santer terdengar POT lebih memilih SEJAHTERA. Itu karena Yos Mamulak dinilai salah menggandeng pasangan. Loh koq?
“Sekali Cina, tetap Cina. Lebih baik kami dukung SEJAHTERA,” ujar Eddy Nenoktek, salah seorang simpatisan POT.
Selain memiliki basis pemilih jelas, paket SEJARTERA juga dinilai sebagai pasangan suprise. Baru, berkualitas dan menjanjikan. Apakah kaum perempuan dan warga Timor akan memilih SEJAHTERA? Kita lihat saja nanti.
by. chris parera/yes bale

Have Quality of Life


TIMORense – Bagi Rosalina Christin Bessi, kualitas kehidupan ini bukan ditentukan oleh apa yang ada di belakang kita ataupun apa yang ada di depan kita. Tapi kualitas kehidupan ditentukan oleh apa yang ada di dalam diri kita. Artinya, berkualitas atau tidaknya kehidupan seseorang masih menurut perempuan yang biasa disapa Olin, berasal dari dalam diri yang diimplementasikan dalam kehidupan keseharian.
“Kehidupan keseharian kita tentunya akan bermakna manakala kita mampu berbagai dengan orang lain dan bisa merasakan derita yang dialami sesama kita dan bertindak membantu sesama kita,” jelas Olin saat berbicara mengenai perjalanan kehidupannya selama ini.
Penggemar senam aerobic yang sudah memegang berbagai trophy kejuaran di Kota Kupang, kemudian menceritakan kisahnya terjun dalam dunia aerobic. Menurut perempuan kelahiran tahun 1985, senam aerobic membuat dirinya positif dalam memandang kehidupan ini. Maksudnya? Walaupun setiap hari dan setiap saat, sebagai manusia kita tidak bisa lepas dari persoalan dan pergumulan kehidupan. Nah dengan melaksanakan aktifitas senam aerobic setiap hari, ada energi positif yang mengalir dalam diri kita sehingga akhirnya kita bisa berpikir secara runtut dalam mengatasi berbagai persoalan dan pergumulan kehidupan ini.
“Hidup ini sebenarnya bagaimana kita mampu mengatasi dan mengelolah persoalan yang kita hadapi,” tandas Olin singkat.
Olin baru saja menjuarai Fit and Fun Aerobic Competition yang diselenggarakan di Aula El Tari, Sabtu (3/3) lalu. Kejuaran yang diikuti pencinta senam aerobic dari sanggar senam aerobic di Kota Kupang, diselenggarakan sanggar senam Charvita Fit and Fun Aerobic yang dipimpin Lenny Kasse. Selain competisi senam aerobic, dalam moment tersebut dilaksanakan juga kompetisi fashion show untuk anak-anak SD kelas 2 dan 3 serta TK dan Play Group. Nah dalam kompetisi ini, Olin berhasil menyabet Trophi Wali Kota Kupang untuk kategori senam aerobic kelas mahir.
Ketika ditanya mengenai perasaannya memenangkan kompetisi ini? Olin mengemukakan, ketika mengikuti kompetisi ini, yang ada dalam benak bukan masalah juara atau tidak juara. Yang terpatri dalam bathin saya jelas Olin adalah bagaimana mengelolah dan mengolah potensi diri yang selama ini telah dirajut. Nah kompetisi kata Olin hanya sebagai media untuk aktualisasi kemampuan yang selama ini ditekuni.
“Kalau beta, bukan soal juara atau tidak. Tapi potensi dan bakat yang sudah diaasa selama ini disandingkan dengan teman-teman lain, itulah yang paling terpenting. Sehingga beta bisa melihat kekuarangan beta dan menghargai kelebihan teman-teman beta,” tutur perempuan yang memiliki hobby shoping dan dance seraya menambahkan toh kalau pada akhirnya dirinya berhasil menggondol trophy kejuaran tersebut, itu artinya dirinya sudah siap untuk meningkatkan prestasi di ajang yang lebih tinggi.
Trus apa obsesi Olin ke depan? “Beta punya obsesi bisa ikut kejuaran tingkat nasional dan dapat mewakili NTT di ajang kompetisi aerobic nasional,” tandas Olin dengan dialek Melayu Kupang yang cukup kental.
Percakapan kami sempat terhenti karena Olin meminta waktu untuk menerima panggilan telepon dari seseorang. Usai menjawab panggilan telepon, Olin menuturkan, untuk mengisi aktifitas kesehariannya, selain rajin berolahraga, senam aerobic, dirinya saat ini bergelut juga di dunia jasa konstruksi. “Yah…biasa ikut tender proyek-proyek pemerintah supaya bisa menopang kehidupan ekonomi,” jawab Olin ketika ditanya mengenai ragam aktifitas dirinya selain senam aerobic.
Semoga prestasi yang telah diraih terus ditingkatkan dan kehidupan Olin bersama keluarga lebih berkualitas.     
 
Nama : Rosalina Christin Bessi
TTL  : Kupang 04 Agustus 1985
Hobby : Senam Aerobic, Dance dan Shoping
Moto Hidup : Bukan apa yang dibelakang kita, atau di depan kita melainkan apa yang di dalam kita yang menentukan kualitas hidup kita.
by. yes bale

Klandeistein Para Amtenar


TIMORense – Posisi sentral PNS sebagai aparatur negara selalu dipermasalahkan setiap kali ada hajatan pemilukada, terutama apabila kandidat yang maju adalah incumbent. Pelibatan PNS baik secara langsung maupun tidak langsung biasanya sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya baik melalui penggunaan simbol-simbol yang identik dengan partai tertentu yang biasanya partai pengusung calon incumbent. Mulai dari warna, atribut dan dukungan secara terselubung yang sifatnya pujian, capaian yang dilakukan bahkan bisa berupa instruksi terselubung.
Pemanfaatan PNS sebagai alat pendulang dan pendukung suara memang tidak bisa dianggap remeh. Sejarah mencatat bahwa era orde baru bisa berlangsung 32 tahun salah satunya adanya upaya pemaksaan sepihak kepada seluruh PNS harus bernaung dibawah organisasi politik tertentu. Dahulu setiap PNS pasti Golkar, adalah hal yang biasa dan umum dan siapa pun yang berani menentang maka taruhannya adalah siap dikeluarkan atau dimutasikan ke daerah terpencil. Menerima dengan terpaksa merupakan resiko politik yang harus diterima oleh setiap PNS pada waktu itu.
Namun setelah reformasi bergulir dan ketika desentralisasi daerah diperluas dimana setiap daerah memiliki otonomi khusus untuk mengatur dan mengelola daerahnya, di beberapa daerah justru praktek orba tersebut banyak dimanfaatkan kembali untuk memenangkan pemilu atau pemilukada. Bahkan sering dilakukan oleh partai yang dulunya menjadi oposisi partai yang berkuasa. Mungkin sebagai politik balas dendam ataukah karena peran PNS sangat vital dalam mengarahkan suara pemilih.
Di masyarakat kita, PNS mempunyai peran dan posisi yang sangat menentukan. Dalam anggapan masyarakat PNS merupakan representasi dari kaum terpelajar yang bisa menjadi panutan bagi masyarakat lainnya. Sekalipun hal itu tidak bisa terjadi dikalangan masyarakat urban dan menengah. Tetapi biasanya seorang PNS selalu menjadi tokoh dan atau ditokohkan oleh masyarakat.
Hal itu terjadi karena masyarakat kita masih menganggap bahwa PNS merupakan bagian dari aparatur negara sehingga keberadaannya sebagai pribadi maupun tugasnya adalah sebagai pelayan masyarakat. Fungsi sebagai pelayan masyarakat inilah yang menjadikan posisi PNS masih sangat tinggi di tengah-tengah masyarakat. Di beberapa daerah tertentu seorang PNS sangat kuat pengaruhnya dalam menentukan opini publik sehingga mampu mengarahkan para pemilih untuk memilih atau tidaknya dalam setiap pemilu.
Mungkin karena alasan inilah beberapa partai politik terutama pemenang pemilu di beberapa daerah menempatkan posisi PNS sebagai target strategi pemenangan pemilu di daerahnya. Sehingga pilihan politik setiap PNS di beberapa daerah pasti berbeda-beda tergantung siapa yang berkuasa saat itu.
PNS harus netral. Begitulah peraturan yang sering disampaikan dalam setiap pengarahan. Bagi yang melanggar akan ada sanksinya. Di atas kertas aturan itu tampak tegas dan jelas namun di lapangan aturan itu hanya slogan untuk menakuti-nakuti lawan politik yang tidak mempunyai keterkaitan dengan penguasa PNS. Banyak kasus pemilukada yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi kebanyakan alasan utamanya karena PNS dilibatkan dalam kampanye pemenangan atau penggerakan massa. Sekalipun banyak disampaikan bukti-bukti keterlibatan PNS tetapi tidak ada sanksi yang tegas yang dijatuhkan oleh instansi yang berwenang.
Beberapa kasus pemilukada yang melibatkan PNS karena alasan yang sepele, yaitu politik melanggengkan kekuasaan. Banyak pejabat yang melibatkan diri dalam tim sukses karena supaya aman posisinya. Modus yang sering dimainkan adalah melakukan instruksi kepada struktur di bawahnya supaya bergerak di bawah tanah. Artinya peran serta PNS ini adalah sebagai tim pendukung yang tidak terstruktur dalam tim sukses. Karena mereka mengetahui adanya larangan PNS berpolitik. Keterlibatan PNS dalam ajang pemilu secara tidak langsung justru akan mengurangi profesionalisme sebagai abdi dan pelayan masyarakat.
Wali Kota Kupang, Daniel Adoe yang maju dalam Pemilukada Kota Kupang memiliki sikap sendiri mengenai keterlibatan PNS dalam politik. Menurut dia, PNS harus taat aturan dan tidak boleh terlibat dalam urusan politik. Bahkan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang berjanji tidak akan mengarahkan PNS untuk mendukung dirinya dalam Pemilukada. “PNS atu aturannya sudah jelas. Kita tidak bisa mengarahkan,” tandas Daniel Adoe seraya menambahkan kalau ada yang mau mengarahkan PNS itu urusannya.
Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut bahkan lebih tegas lagi. Menurut dia, PNS harus netral dan tidak boleh berpihak. Tugas PNS adalah melayani kepentingan masyarakat. Hendrik Paut tegaskan, PNS memiliki hak politik, tapi PNS dilarang berpolitik. Dalam perspektif demikian, PNS sebaiknya menggunakan hak politiknya dan tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik seperti pengarahan massa apalgi menjadi tim sukses pasangan calon. “Kalau kita dapat buktikan ada PNS Kabupaten Kupang yang terlibat, kita langsung tindak tegas,” tandas Hendrik Paut dan menambahkan saat ini kurang lebih 30 sampai 40 persen PNS Kabupaten Kupang berdomisili dan merupakan warga Kota Kupang.
Harapan saya, PNS kabupaten Kupang yang berdomisili di Kota kupang, bisa menciptakan kondisi yang kondusif bagi terciptanya pemilukada kota Kupang yang aman, tertib dan sukses. Dan saya tegaskan bagi para PNS Kabupaten Kupang jangan membawa atribut sebagai PNS Kabupaten Kupang untuk melakukan aktivitas politik pemilukada di Kota Kupang. Bila terbukti tentu hukumnya ada, karena dalam peraturan PP 53 tahun 2010 telah jelas, siapapun yang melanggar aturan PNS akan ditindak sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk para PNS kabupaten yang terlibat dalam politik praktis. “Kalau terbukti saya akan tindak sesuai aturan. Artinya, teman-teman pers yang lebih cepat mendapat informasi, jika hari ini diberitakan ada indikasi penyimpangan atau adanya pelanggaran yang dilakukan PNS saya, maka saya langsung tindak tanpa harus menunggu laporan lagi,” tegas Hendrik Paut dalam percakapan dengan TIMORense.
by. jefry luik