Pembangunan Mulai dari Kelurahan


sergapntt.com [KUPANG] – Bagi Nikolaus Ladi, Kota Kupang ibarat “mutiara yang masih terbenam”. Sumber Daya Manusia (SDM) dan kekayaan alam yang dimiliki belum dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Ketersediaan lahan yang luas, aset wisata yang unik dan menarik, serta berkelimpahan potensi kelautan menjadi sia-sia hanya karena belum dikelola secara profesional.
Kepemilikan SDM dan alam yang kaya di Kota Kupang tidak sebanding dengan realita indeks pembangan manusianya. Setidaknya tercermin dari angka kemiskinan yang masih tinggi dan pengangguran yang masih membludak. Kondisi ini menggambarkan bahwa pemerintah dan masyarakat Kota Kupang belum mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan pengangguran.
Menurut Niko, akar dari semua masalah yang menghimpit rakyat Kota Kupang adalah kemiskinan. Karena miskin, maka rakyat tak mampu mencukupi kebutuhan pangan, membiayai pendidikan, kesehatan, perumahan, pakaian, transportasi, informasi dan jasa secara memadai.
Oleh karena itu, Kupang kedepan harus dibangun dengan perhatian utama pada bidang ekonomi. Pembanguan ekonomi harus difokuskan pada sektor pertanian (agribisnis) dan pariwisata (agrowisata). Pembangunannya pun harus dimulai dari kelurahan.
Sebagai warga Kota Kupang, Niko sangat sedih dan prihatin kala melihat kemampuan ekonomi kebanyakan warga Kota Kupang yang masih terseok-seok. Padahal di belahan dunia lain, warga kota sangat menikmati hidup.
Sebenarnya Niko punya solusi, tapi ia sadar ia tak punya kuasa untuk memuluskan solusinya. Maklum di Indonesia jalan perubahan yang terbaik dan tercepat hanya bisa dilalui melalui jalur politik. Itu sebabnya, satu-satunya cara agar bisa langgeng menggiring warga Kota Kupang menuju masyarakat yang mandiri adalah melalui pintu suksesi wali kota dan wakil wali kota Kupang periode 2010-2015.  (*)
Daftar Riwayat Hidup
Nama: Nikolaus Ladi
TTL: Koli Baru, Nangapenda, Ende 27 Januari 1972
Agama: Katholik
Alamat: Jl. Jalur 40 Rt25Rw10 Sikumana Maulafa Kupang
Pendidikan: SDN Oja, SMP El Tari Kupang, SMAN 05 Kupang, S1
Pekerjaan: Wiraswasta
Istri: Maria Bernadete Budi Gapung
Anak: Maria Yohaniastin Ngengo, Gregorius Barbarigo Gani, Alberto Paulino Josi Ladi

By. CHRIS PARERA

Wujudkan Mimpi Almarhum


sergapntt.com [KUPANG] – Jauh sebelum gong suksesi Kota Kupang ditabuh, PDIP dan GERINDRA telah memproklamirkan Ed Foenay dan Kristo Blasin sebagai pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Kupang 2012-2017. Sayang duet maut itu akhirnya bubar di tengah jalan. Sebab, Ed Foenay tiba-tiba dipanggil Sang Khalik.
Almarhum Ed Foenay sebenarnya punya tekad ingin menjadikan Kota Kupang sebagai barometer kota di Indonesia Timur. Tekad ini disampaikan secara berulang-ulang kepada wartawan di berbagai kesempatan. Sayang, ajal keburu menjemputnya. Itu sebabnya, sebagai menantu, Marthen L. Obeng ingin mewujudkan mimpi sang mertua yang juga mantan Ketua DPD Gerindra NTT dan Wakil Ketua DPRD NTT itu.
“Ini sudah menjadi tekad saya. Kota Kupang harus bisa menjadi kota jasa, kota pariwisata, kota industri rumahan dan kota dagang. Dari sini perubahan hidup akan terlihat,” ujar Marthen usai mendaftar ke KPUD Kota Kupang sebagai Calon Wali Kota Kupang pada Rabu 15 Februari 2012 lalu.
Niat mewujudkan tekad Ed Foenay didukung pula oleh Keluarga Besar Foenay, tak terkecuali mantan Kepala Biro Umum Setda NTT, Drs. Al Foenay dan Wakil Gubernur NTT yang juga Ketua DPD Gerindra NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si.
“Dukungan keluarga sudah pasti,” imbuh suami tercinta Merry M. Foenay, S.Pi, MP itu.
Beberapa pekan lalu, Esthon Foenay sempat bersitegang dengan kelompok Persehatian Orang Timor (POT) yang dimotori oleh Jonathan Nubatonis dan Ketua DPC Gerindra Kota Kupang, Hengky Benu. Itu karena Esthon Foenay dianggap telah menganggkangi kesepakatan untuk mengamankan calon wali kota atau wakil wali kota asal etnis Timor melalui Gerindra.
 Toh begitu, sebagai Ketua DPD Gerindra NTT, Esthon juga punya kewenangan terbatas. DPD Gerindra NTT disebut-sebut hanya diberi kewenangan untuk melakukan survei terhadap calon wali kota dan wakil walikota. Sedangkan keputusan siapa yang diusung Gerindra semua ditentukan oleh DPP Gerindra.
“Dalam dunia politik, perbedaan pasti selalu ada. Tapi saya yakin, semua itu ada hikmahnya. Saya yakin pula bahwa orang Timor akan bersatu dalam pilihan politik kali ini,” ucap Marthen.
Soal peluang, Marthen bisa dibilang paling berpeluang memenangi suksesi calon wali kota dan wakil walikota pasca kepemimpinan Drs. Daniel Adoe dan Drs.Danie Hurek. Diatas kertas, Marten mengantongi spekulasi 63:35 dengan kandidat lain. Selain  memiliki kualitas dan popularitas yang terukur, Marthen juga memiliki dukungan dari berbagai etnis yang mendiami Kota Kupang.
“Kota ini milik kita bersama. Dalam kebersamaan, saya yakin kita mampu merubah Kota Kupang menjadi kota yang kompetitif,” tegasnya.
Daftar Riwayat Hidup
Nama: Ir. Marthen L. Obeng, MT
TTL: Oebobo, 3 Maret 1966
Agam : Kristen Protestan
Alamat: Jl. Kedondong No 20 Oepura, Maulafa, Kota Kupang
Pekerjaan: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kupang
Pendidikan: SDK St. Yoseph Kupang, SMPN 01 Kupang, SMAN 01 Kupang, S1 Unwira Kupang, S2 UGM Jogyakarta
Istri: Merry M. Foenay, S.Pi,MP
Anak: Putri G.A Obeng
By. CHRIS PARERA

Obat Rindu Buat Orang Timor


sergapntt.com [KUPANG] – Kinginan kelompok Persehatian Orang Timor (POT) akan seorang calon pemimpin Kota Kupang yang berasal dari etnis Timor terjawab sudah. Dia adalah Ir. Marthen L. Obeng. Pria kelahiran 3 Maret 1966 yang kini berpasangan dengan Nikolaus Ladi seolah menjadi obat rindu buat orang Timor. Benarkah?
Paket Marthen L. Obeng dan Nikolaus Ladi bisa dibilang pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota kejutan. Muncul belakangan, tapi langsung meraih simpatik dukungan yang aduhai. Buktinya? Saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kupang pada Rabu (15/2/12) lalu, pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017 yang melekat dengan sandi MARKO ini diantar oleh ribuan pendukung.
MARKO bisa dibilang sebagai pendatang baru di kancah Pemilukada Kota Kupang pasca kepemimpinan Drs. Daniel Adoe dan Drs. Daniel Hurek. Sebab, paket blasteran Timor-Flores ini baru menyatakan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota setelah mendapat kepastian dukungan partai politik pengusung pada Selasa (14/2/12) sore.
Padahal KPUD Kota Kupang telah membuka pendaftaran sejak 10 Februari 2012. Praktis keikutsertaan mereka tidak didahului sosialisasi diri yang teratur. Itu sebabnya banyak yang bertanya-tanya; siapa mereka? Darimana asalnya? Kenapa baru sekarang? Dan lain sebagainya.
Toh begitu, datang paling belakang, tak berarti peluang MARKO untuk menang di ajang suksesi kali ini menjadi kecil. Sebagian pengamat justru menilai paket MARKO berpeluang menang lebih besar ketimbang paket-paket lain. Alasannya? MARKO merupakan perpaduan sosok yang menjanjikan. Selain masih muda, kolaborasi birokrat-wiraswasta ini datang dari latar belakang asal yang menjanjikan. Sebagai putra Timor, Marthen Obeng tentu akan meraih dukungan penuh dari pemilih asal Timor. Begitu juga Nikolaus Ladi. Hampir pasti semua warga Flores bagian tengah yang terdiri dari Ende, Ngada dan Nagekeo akan mendukung penuh pria yang satu ini. Sebab dia merupakan satu-satunya warga Flores tengah yang menjadi calon wakil wali kota.
Tak baik memang jika pilihan diarahkan pada suku, ras dan agama. Tapi sutuju – tidak sejutu, warga pilih Kota Kupang masih terjebak dengan sikap pilih itu. Bahkan elit politik pun mengamininya.  
Pantauan SERGAP NTT, paket MARKO baru mulai dikenal warga Kota Kupang sebagai calon wali kota dan wakil wali kota pada Rabu, 15 Februari 2012. Itu karena pemberitaan media massa dan pemasangan baliho secara serentak hampir di seluruh sudut Kota Kupang.
“Ya, kami tidak ingin tergopoh-gopoh. Selama ini kami masih memastikan partai politik pengusung. Partai yang mengusung paket MARKO adalah PPRN, HANURA, BARNAS dan PIS,” ujar Wempi Rato, salah seorang tim pemenang paket MARKO asal Partai HANURA saat ditemui TIMORense di Sekretariat MARKO di jalan Kedondong, Oepura, Kota Kupang, Selasa (14/2/12) malam.
Dilaga pemilukada kali ini, kata Wempi, paket MARKO yakin akan mendulang sukses. Sebab, paket ini merupakan calon pemimpin yang paling ditunggu-tunggu rakyat Kupang dan diyakini sebagai calon pemimpin yang mampu membawa kedamaian, kenyamanan dan kesejahteraan rakyat. Sebab, motivasi paket MARKO ke gelanggang pemilukada adalah ingin menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat.
Sejumlah pelaku politik praktis yakin pasangan Marthen dan Niko akan menduduki tempat teratas dalam Pemilukada Kota Kupang 2012. Paket ini diklaim sebagai paket impian yang paling ditunggu rakyat. Dari segi reputasi, Marthen dan Niko adalah perpaduan yang memiliki keunggulan melebihi paket lain.  Sebagai birokrat handal, Marthen dijamin mampu membawa perubahan. Sebagai pengusaha dengan reputasi baik, Niko pun dikenal sebagai figur karismatik yang rendah hati dan mampu memimpin dengan bijak.
Selain perpaduan dua generasi dengan kemampuan substitusi yang sangat tidak diragukan, Marthen dan Niko menyimpan keunggulan politis dengan basis massa paling jelas dan realistis.  Figur Marthen dipandang lebih bisa diterima sebagai representasi etnis Timor. Begitupun dengan Niko. Mantan karyawan Bank NTT ini mulai diidolakan warga Flores, terutama Flores bagian Tengah.
Publik Kota Kupang tentu mahfum, etnis Timor adalah pemilih terbanyak. Kedua ditempati pemilih Flores. Mengacu pada peta pemilih itu, para analis memprediksi paket calon yang bakal keluar sebagai pemenang dalam pemilukada Kota Kupang adalah calon yang memenuhi variabel Timor+Flores.
Hasil survei sebuah lembaga independen menyebutkan, rata-rata kandidat calon wali kota dan wakil wali kota yang sudah mendaftar ke KPUD Kota Kupang cukup dikenal luas masyarakat. Namun tidak semua disukai untuk dipilih.  Mayoritas warga memiliki kriteria tersendiri yang dipastikan tidak banyak berubah kendati diintervensi dengan berbagai cara, termasuk kampanye politik yang diperkirakan menempuh segala macam cara.
Spesial tentang kriteria figur yang disenangi dan dipilih, mayoritas warga menyukai figur yang tidak gampang ingkar janji alias punya komitmen yang jelas, tidak bermental bos dan alergi dikritik, serta tidak pernah terlibat kasus hukum secara langsung maupun tidak langsung.
Jika mengacu pada survei itu maka semua figur atau paket yang akan bertarung punya peluang 50:50. Namun, kalkulasi ini tentu saja masih sangat normatif. Pula, sifatnya hanya di atas kertas. Di arena politik praktis, kenyataan bisa saja lain, tergantung kepiawaian politisi memanfaatkan setiap peluang yang muncul untuk meraih keuntungan berlipat ganda. Manuver yang potensial dimainkan misalnya, bagaimana memecah konsentrasi dukungan yang menumpuk pada satu paket calon dengan mendorong paket lain dengan latar dukungan yang sama.
Namun, sebagai birokrat dan pengusaha handal yang kenyang pengalaman, Marthen dan Niko diyakini pasti menyiapkan jurus antisipasi yang ampuh meredam manuver lawan politik yang mengincar basis massa yang sama.
Sebagai orang Kupang, tentu MARKO sangat tahu apa yang harus mereka buat untuk kampung halamannya. Mereka sangat paham betul tentang titik kuat dan titik lemah pembangunan di tanah yang penuh ditumbuhi karang ini. Mereka diasumsi sangat mafhum dari titik mana pembangunan dimulai dan di titik mana pembangun itu diakhiri. Itu pasalnya, MARKO menawarkan sejumlah perubahan demi terwujudnya Kupang yang mandiri dan mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia. Setidaknya, lima tahun kedepan, Kupang dapat dikendalikan menjadi daerah otonom yang kompetitif.
Yang paling penting dalam kepemimpinan, kata Niko, Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus mengutamakan kepentingan rakyat. Di kedalaman ucapannya itu mengandung pesan bahwa jika Tuhan berkehendak dan masyarakat memilihnya, maka  Niko akan bekerja dengan tulus.
Kata Niko, di era globalisasi ini, Kupang butuh pemimpin yang visioner, inovatif dan kreatif.
“Karena itu, kami siap pimpin Kota Kupang,” tegasnya.
By. CHRIS PARERA

Gubernur NTT Minta Para Kades Buat Program Strategis


sergapntt.com [KUPANG] – Kepala Desa (Kades) memiliki peran yang penting dan strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah ini. Karena itu, para Kades harus punya cita-cita dan mimpi yang besar untuk membangun dan memajukan desanya.
”Desa itu maju bukan karena bupati atau gubernur tapi karena Kades dan seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut,” tandas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat menutup dengan resmi Pelatihan Tata Kelola Desa/Kelurahan Bagi Pemerintah Desa/Kelurahan Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Desa Mandiri Anggur Merah di NTT di Aula Hotel Romyta Kupang, Kamis malam (16/2).
Menurut Gubernur, sebagai seorang Kades harus mengetahui dengan pasti potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber-sumber pendapatan lainnya untuk membiayai seluruh proses pembangunan yang ada di desa.
”Kadang jadi Kades hanya urus administrasi. Sekarang seorang Kades dituntut untuk urus lebih banyak lagi,” kata Gubernur.
Seorang Kades juga sebut Gubernur, harus tahu bisa membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa yang memuat berbagai program, kegiatan, rencana dan anggaran yang dibutuhkan di desa.
”Saya minta dalam perencanaan desa harus akomudir kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan bukan keinginan-keinginan masyarakat yang ada di desa. Karena itu, buatlah program yang strategis dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” ucap Gubernur, dan berpesan, ”Pulanglah ke desa dan laksanakan dengan baik ilmu yang didapat dari pelatihan ini.”
Jika masih ada Kades yang belum paham dalam mengurus desanya, Gubernur meminta kepada para Kades untuk tidak malu-malu bertanya kepada para Kades yang lain.
”Jika masih ada kesulitan tanya pada Kades yang lain. Kadang-kadang jadi pemimpin sudah rasa hebat sendiri. Tidak usah malu untuk tanya kepada Kades yang lain,” ujar Gubernur dan menambahkan, ”Dalam masa kepemimpinan ini dirumuskan perencanaan pembangunan berbasis desa.”
Gubernur menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu cara atau strategi untuk menyukseskan pelaksanaan Program Desa / Kelurahan Mandiri Anggur Merah.
”Kita punya cita-cita agar rakyat NTT yang ada di desa-desa tidak miskin lagi. Kami mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun daerah ini dari desa. Karena itu, Kades harus punya cita-cita dan mimpi yang besar. Hanya orang yang punya cita-cita besar yang mampu melahirkan karya yang besar,” kata Gubernur, memberi motivasi dan disambut tepuk tangan para Kades.
Menurut Gubernur, berpikir dan bercita-cita besar bukan untuk menyombongkan diri. ”Sombong untuk apa ? Tetapi berpikir besar adalah untuk meneguhkan komitmen kita untuk membangun dan memajukan daerah ini. Bebaskan pikiran kita dari hal-hal yang negatif. Ajar rakyat di desa-desa untuk berpikir besar dan kelola pangan lokal yang bergizi sehingga bisa diolah dan dikonsumsi secara lebih bermartabat,” tegas Gubernur.
Seperti diketahui kegiatan pelatihan ini diikuti 69 Kades yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kabupaten Alor. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Australia Indonesia Partnership for Desentralisation (AIPD), Yayasan Pikul Kupang dan Bappeda Provinsi NTT.
By. VERRY GURU

Sukseskan Program Desa Mandiri


sergapntt.com [MBAY] – Untuk menyukseskan pelaksanaan Program Desa / Kelurahan Mandiri Anggur Merah di Provinsi NTT, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) di Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, khususnya yang berada di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo agar dapat bekerja dengan hati yang iklas dan mampu mendampingi masyarakat secara baik dalam kelembagaan yang dibentuk oleh masyarakat.   
“Saya minta para PKM harus bekerja dengan hati yang iklas, penjelasan-penjelasan yang diberikan pun jangan terlalu rumit yang penting dapat dimengerti oleh masyarakat dan juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana mengelola suatu manajemen dengan baik terutama soal perputaran uang,” pinta Gubernur Lebu Raya saat mengunjungi Desa Nggolonio, Rabu (15/02).
Menurut Gubernur, sudah saatnya rakyat harus diberi kepercayaan untuk merencanakan dan melaksanakan setiap program yang mereka sendiri akan laksanakan di desa.
”Kalau kita mempercayai rakyat dalam pengelolaan uang niscaya akan dapat membantu mereka dalam upaya memberantas kemiskinan di desa,” tegas Gubernur.
Gubernur menjelaskan, salah satu tujuan program Desa / Kelurahan Mandiri Anggur Merah adalah untuk mengurangi angka kemiskinan melalui pengembangan usaha ekonomi produktif sesuai keunggulan suatu desa/kelurahan sehingga dapat meningkatkan kemampuan ekonomi dan daya saing masyarakat. Untuk itu Gubernur berharap kepada pelaku kelompok masyarakat agar mampu mengelola usahanya secara baik sehingga dana itu dapat berputar dan modal semakin bertambah besar sehingga bisa digulirkan kepada kelompok yang lain. 
      
Sekali lagi Gubernur meminta masyarakat harus mau berusaha dan bekerja keras dalam mengelola dana yang merupakan modal dalam mensejahterakan rakyat.
“Walaupun hidup kita terbatas, kita musti punya semangat dan optimisme untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita kelak, kita tidak boleh miskin, harus kerja, kerja dan kerja,” tandas Gubernur Lebu Raya, memberi motivasi. 
Di kesempatan yang sama, Gubernur Lebu Raya juga berkesempatan memberikan dana bantuan kepada SDK Kota Nggolonio sebesar Rp. 2.500.000, SMP Kota Nggolonio sebesar Rp. 2.500.000, St Yudas Nggolonio sebesar Rp. 5.000.000, St Yosef Kota Keo sebesar Rp. 5.000.0000 pembangunan Kantor Desa Nggolonio sebesar Rp. 5.000.000.
 Sementara itu Kepala Desa Nggolonio, Mikhael Jenga mengatakan sesuai dengan kesepakatan bersama di tingkat Desa serta aspirasi masyarakat akan dana bantuan program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dipergunakan untuk kegiatan  ekonomi produktif kelompok/masyrakat dalam bentuk kegiatan Usaha Simpan Pinjam Kelompok Perempuan.
”Jenis dan bidang usaha kelompok masyarakat yang ada di wilayah Desa Nggolonio berjumlah 6 kelompok. Jenis usaha yang dipilih adalah penambahan modal usaha kios, tenun ikat, beternak kecil, usaha tembakau, jual beli hasil kebun, dan usaha berskala kecil lainnya,” jelas Kades Jenga, apa adanya.
By. FEBBY TALLO